Bulan November selalu lekat dengan ingatan kolektif kita pada Hari Pahlawan tiap tanggal 10 November. Jika bulan Oktober sebelumnya sempat mengajak kita menengok kembali riuhnya sejarah lewat napas Pertempuran 5 Hari di Semarang , maka bulan November ini menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan arti kepahlawanan dalam bentuk yang lebih luas—terutama lewat karya, konsistensi, dan pergerakan orang-orang yang terus menghidupkan sudut-sudut kota. Ya, perjuangan hari ini tidak selalu tentang bambu runcing. Di Semarang, denyut itu justru terasa lewat geliat para pegiat literasi, komunitas kreatif, peracik kopi, hingga ribuan pasang kaki yang meramaikan jalanan lewat deretan fun run dan festival akhir pekan. Kota ini terus bergerak karena ada banyak tangan yang tak lelah merawatnya. Nah, buat pembaca setia yang sedang mencari referensi kegiatan, akhir pekan mau kemana, atau sekadar ingin melihat bagaimana Semarang berdenyut sepanjang bulan ini, berikut adalah rangkuman agenda Kota Semar...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Gala Premire di Semarang, Film Say I Love You Bawa 3 Pemain Sapa Penonton
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Ketiga pemain film Say I Love You (Say ILY) yang datang ke Semarang adalah Dinda Hauw, Alvaro Maldini dan Teuku Rizky. Mereka sangat antusias menyapa penonton yang sudah meluangkan waktu menunggu mereka.
Hari ini, maksud kami hari Minggu sore (16/6), kami mendapatkan konten ekslusif. Sebelum menyapa penonton yang sudah menunggu di bioskop Cinemaxx Semarang, para pemain film menyempatkan diri untuk menjawab pertanyaan dari rekan-rekan media atau bahasanya konferensi pers.
Cerita tentang karakter dan SMU Selamat Pagi Indonesia
Mungkin kisah tentang SMU Selamat Pagi Indonesia (SPI) sebagian orang sudah mendengarnya. Sekolah yang awalnya hanya dikenal sebagai Sekolah 'kandang ayam', kini menjelma menjadi sekolah kewirausahaan yang sukses.
Film ini berusaha mengangkat Sekolah SPI dengan berbagai cerita yang menginspirasi di dalamnya. Apalagi kisah sekolah ini pernah hadir diprogram televisi seperti Kick Andy dan Hitam Putih.
Rizky yang berperan sebagai Ridwan paling antusias bercerita tentang karakter dan film yang disutradarai oleh Faozan Rizal. Bagaimana pertemuannya dengan tokoh asli dan Sekolah yang tidak memungut biaya kepada murid-murid yang datang dari kalangan tidak mampu
"Kami yang ada di film ini, bukan hanya bercerita tentang cinta-cintaan remaja. Kami ingin memberitahu kepada penonton bahwa ada Sekolah SPI ini di Indonesia.
Isinya adalah sekolah yang mempunyai anak-anak luar biasa yang tadi bukan siapa-siapa, terus sekarang anak-anak itu sudah memiliki bisnis sendiri dan sudah sukses."
Pesannya dalam film ini adalah tentang pembuktian dan perjuangan, kita boleh terlahir bukan siapa-siapa, kita boleh lahir dengan kondisi keluarga yang tidak kita inginkan, tapi pada akhirnya kita bisa menjadi orang yang sukses.
Aldi yang dalam film berperan sebagai Robet, cowok tengil dan selalu bikin masalah di Sekolah, saat sesi wawancara rasanya karakternya dalam film masih terbawa. Diantara ketiganya, ia terlihat paling mencolok.
Ia bercerita tentang caranya mendalami karakter untuk kisah perjuangan cintanya dengan Sheren (Dinda Hauw). Keduanya kompak mentasbihkan diri sebagai adik kakak saat di luar syuting agar kedekatan mereka dapat lebih natural dalam film.
Tidak ikut nonton film
Kami sedikit terkejut saat tidak menyadari bahwa bagian kami untuk masuk ke dalam bioskop agar dapat ulasan film ternyata tidak ada. Kami pikir akan sama seperti yang lain, setelah ekslusif wawancara dapat ikut nonton.
Tentu saja kami pasrah, apalagi melihat antusias penonton yang begitu tinggi. Tim film menyebutkan dalam sesi meet & greet bahwa dua bioskop yang diberi jatah oleh pihak bioskop semuanya ludes, alias terisi penuh. Mungkin pesona CJR masih tinggi di Semarang.
Dalam keterangan rilis yang kami terima, banyaknya permintaan dan kebanyakan anak sekolah sudah mulai tengah libur, acara nobar yang biasanya dilakukan menjelang rilis, dimajukan semua yang ada dibeberapa kota.
Berikut dokumentasi antusias selama meet & greet
Sebelum pemain film datang
Setelah para pemain datang
...
Film Say I Love You dijadwalkan rilis di bioskop tanggal 4 Juli 2019. Penonton akan diperlihatkan sebuah cerita tentang bagaimana perjuangan para pemain mencoba membangun reputasi sekolah mereka sehingga tidak diremehkan oleh sekolah lain.
Selain mengadakan pemutaran film di Semarang yang dikemas dalam tur, pihak film, yakni Rumah Produksi Multi Buana Kreasindo (MBK) juga mengadaka pemutaran di 2 kota lainnya, yakni Jogja (14/6) dan Solo (15/6).
Dan tur kota ini tidak akan berhenti di 3 kota yang sudah didatangi, mereka akan melanjutkan di kota-kota lainnya. Ada kurang dari 20 kota dalam daftar mereka untuk acara nonton bareng seperti yang ada di Semarang.
Selamat datang di bulan Oktober! Tidak terasa kita sudah memasuki kuartal terakhir di tahun 2026. Seperti bulan-bulan sebelumnya, Kota Semarang kembali menghadirkan beragam deretan kegiatan menarik yang siap mengisi agenda akhir pekan maupun hari kerja kamu. Kami tak menyangka meninggalkan September dengan banyak kejutan. Mulai dari daftar acara Semarang yang lebih banyak dari Agustus dan kejutan acara yang terus bertambah tanpa kami ketahui. Agenda Besar Utama Oktober 2026 Peringatan Pertempuran 5 Hari di Semarang Tanggal: 14 – 15 Oktober 2026 (Gladi & Puncak Acara) Lokasi: Kawasan Tugu Muda Semarang Deskripsi: Momen bersejarah tahunan Kota Semarang untuk mengenang jasa para pahlawan. Menampilkan drama teatrikal perjuangan kolosal, upacara khidmat, serta penutupan/pengalihan arus lalu lintas sementara di kawasan Tugu Muda. Kali ini, bulan baru, Semarang sudah diramaikan dengan pameran otomotif skala nasional, panggung fashion, gelaran musik komunitas, kumpul sepeda tua, hingga ...
Membahas Media sosial seolah tak ada habisnya. Mulai dari yang sekedar membuat happy maupun yang dibuat serius. Malah terkadang menemukan sesuatu yang tidak Anda duga-duga. Berikut ada 6 tools yang setidaknya dapat membantu memanage akun media sosial Anda lebih menyenangkan. Dikutip dari website jeffbullas.com, dengan judul 6 Amazing Social Media Productivity Tools, Anda kami giring untuk mendapatkan pengalaman baru ber-media sosial lebih mudah dan menyenangkan atau membantu aktivitas Anda lebih serius. 1. Buffer Tampilannya sederhana. Anda dapat login dengan akun media sosial yang Anda miliki. Setelah login, Anda diminta memasukkan email sebagai pelengkap data. Selain masih belum terlalu paham menggunakannya, sedikit kelebihan, alat ini hadir diberbagai site *ekstensi. Kalau masih penasaran, bisa lihat detailnya dibawah. 2. Glyder Saat mengklik halamannya, kami diarahkan sebuah tampilan yang menarik. Profesional sepertinya. Namun, ada hal yang memutuskan kami tidak meneruskannya....
Peringatan Hari Blogger Nasional tahun 2026 ini genap memasuki usianya yang ke-19 tahun. Momentum yang datang bersamaan dengan riuhnya bising dunia digital yang rasanya makin tak karuan. Di luar sana, orang-orang media sedang sibuk mengeluhkan fenomena homeless media —akun-akun agregator anonim yang tinggal comot sana-sini, memotong video, menempel berita tanpa keringat, tapi meraup cuan dari atensi instan. Informasi berseliweran begitu cepat, lalu lenyap ditelan algoritma esok paginya. Belum lagi cerita-cerita dari kawan-kawan sesama blogger yang belakangan blog pribadinya mendadak ditawar orang dengan angka belasan hingga puluhan juta rupiah. Buat sebagian orang, blog dilihat sekadar sebagai aset digital: diternak, dibesarkan metriknya, lalu dilepas demi uang tunai. Tapi buat para perawatnya, tawaran itu ditepis begitu saja. Seperti kata kawan kami, Ditya Pandu dari Tuxlin Blog, saat menolak meminang blog pribadinya: “Ini bukan soal aset digital, tapi sebuah catatan perjalanan pribad...
Masih ingat dengan tulisan kami yang mengulas soal bonus Google AI Plus selama 6 bulan dari XL Axiata ? Promo itu didapat setelah kami membeli paket FlexMax 7GB 28 hari seharga 25 ribu rupiah pada bulan Juli kemarin. Nah, ada kejadian unik di bulan Oktober ini. Pas kami memutuskan untuk tidak mengaktifkan paket internet seluler XL, fitur Google AI Plus-nya malah ikut-ikutan nonaktif 😆 Kami tentu tak menduganya dan ini menjadi pengalaman menarik yang ingin kami bagikan di blog. Kan siapa tahu ada pembaca yang mengalami nasib serupa. Alasan kami tidak mengaktifkan paket internet apa pun dari XL Axiata kali ini sebenarnya sederhana: karena harga yang ditawarkan sering berubah-ubah. Sebelumnya, kami sempat mendapat harga yang pas di kantong. Namun, pada bulan berikutnya harga sudah berganti, dan bukannya konsisten, malah cenderung naik. Dari situlah, kami mencoba rehat sejenak dari langganan data. Tak disangka, ada "kejutan" kecil di balik keputusan kecil tersebut. Realita Ekosi...
Akhirnya kami merilis tulisan ini di blog meski agendanya sendiri sudah lewat beberapa waktu. Kami memang sempat hadir langsung menikmati kemeriahannya di lapangan. Namun, tentu saja seperti biasa, kehadiran kami ini murni atas inisiatif pribadi untuk memantau dinamika kota, bukan karena undangan resmi apalagi bagian dari kerja sama dengan penyelenggara MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang. Ketika Kota Semarang didaulat menjadi tuan rumah perhelatan MTQ Nasional XXXI, gaungnya memang tidak hanya berhenti pada arena utama atau lomba tilawah di dalam gedung. Ada denyut kemeriahan yang sengaja dihidupkan ke ruang-ruang publik, salah satunya lewat kehadiran Karnaval Nostalgia Dugderan yang digelar pada Jumat, 18 September 2026 lalu. Menariknya, kehadiran karnaval ini sempat memantik tanya di kalangan pengamat jalanan. Pasalnya, belum lama berselang, warga Semarang sudah disuguhi kemeriahan Pawai Ta’aruf MTQ. Praktis, dalam hitungan satu bulan yang sama, ada dua arak-arakan budaya besar yang...
Comments
Post a Comment