Kota Semarang memasuki usia ke-479 tahun ini. Sebuah angka yang menandai kematangan perjalanan panjang sejak disahkan oleh Sultan Hadiwijaya pada tahun 1547 silam. Memasuki bulan Mei, atmosfer perayaan sudah terasa di berbagai sudut kota. Bagi warga maupun wisatawan yang berencana berkunjung, inilah momen terbaik untuk ikut larut dalam kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang (HJK) . Mari tandai kalender Anda, berikut adalah rangkuman agenda yang akan mewarnai Kota Atlas sepanjang bulan Mei 2026. Tema HJK 479: Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat Tahun ini, Pemerintah Kota Semarang mengusung tema "Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat" . Narasi yang dibawa bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah ajakan kolektif. Kami melihat adanya upaya kuat untuk menyatukan gerak antara pemerintah dan warga. Fokus utamanya adalah integrasi nilai sejarah dengan transformasi modern. Ambisi yang ingin dicapai cukup tinggi: mewujudkan Semarang sebagai kota yang bersih, sehat, cerdas, dan ...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Gala Premire di Semarang, Film Say I Love You Bawa 3 Pemain Sapa Penonton
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Ketiga pemain film Say I Love You (Say ILY) yang datang ke Semarang adalah Dinda Hauw, Alvaro Maldini dan Teuku Rizky. Mereka sangat antusias menyapa penonton yang sudah meluangkan waktu menunggu mereka.
Hari ini, maksud kami hari Minggu sore (16/6), kami mendapatkan konten ekslusif. Sebelum menyapa penonton yang sudah menunggu di bioskop Cinemaxx Semarang, para pemain film menyempatkan diri untuk menjawab pertanyaan dari rekan-rekan media atau bahasanya konferensi pers.
Cerita tentang karakter dan SMU Selamat Pagi Indonesia
Mungkin kisah tentang SMU Selamat Pagi Indonesia (SPI) sebagian orang sudah mendengarnya. Sekolah yang awalnya hanya dikenal sebagai Sekolah 'kandang ayam', kini menjelma menjadi sekolah kewirausahaan yang sukses.
Film ini berusaha mengangkat Sekolah SPI dengan berbagai cerita yang menginspirasi di dalamnya. Apalagi kisah sekolah ini pernah hadir diprogram televisi seperti Kick Andy dan Hitam Putih.
Rizky yang berperan sebagai Ridwan paling antusias bercerita tentang karakter dan film yang disutradarai oleh Faozan Rizal. Bagaimana pertemuannya dengan tokoh asli dan Sekolah yang tidak memungut biaya kepada murid-murid yang datang dari kalangan tidak mampu
"Kami yang ada di film ini, bukan hanya bercerita tentang cinta-cintaan remaja. Kami ingin memberitahu kepada penonton bahwa ada Sekolah SPI ini di Indonesia.
Isinya adalah sekolah yang mempunyai anak-anak luar biasa yang tadi bukan siapa-siapa, terus sekarang anak-anak itu sudah memiliki bisnis sendiri dan sudah sukses."
Pesannya dalam film ini adalah tentang pembuktian dan perjuangan, kita boleh terlahir bukan siapa-siapa, kita boleh lahir dengan kondisi keluarga yang tidak kita inginkan, tapi pada akhirnya kita bisa menjadi orang yang sukses.
Aldi yang dalam film berperan sebagai Robet, cowok tengil dan selalu bikin masalah di Sekolah, saat sesi wawancara rasanya karakternya dalam film masih terbawa. Diantara ketiganya, ia terlihat paling mencolok.
Ia bercerita tentang caranya mendalami karakter untuk kisah perjuangan cintanya dengan Sheren (Dinda Hauw). Keduanya kompak mentasbihkan diri sebagai adik kakak saat di luar syuting agar kedekatan mereka dapat lebih natural dalam film.
Tidak ikut nonton film
Kami sedikit terkejut saat tidak menyadari bahwa bagian kami untuk masuk ke dalam bioskop agar dapat ulasan film ternyata tidak ada. Kami pikir akan sama seperti yang lain, setelah ekslusif wawancara dapat ikut nonton.
Tentu saja kami pasrah, apalagi melihat antusias penonton yang begitu tinggi. Tim film menyebutkan dalam sesi meet & greet bahwa dua bioskop yang diberi jatah oleh pihak bioskop semuanya ludes, alias terisi penuh. Mungkin pesona CJR masih tinggi di Semarang.
Dalam keterangan rilis yang kami terima, banyaknya permintaan dan kebanyakan anak sekolah sudah mulai tengah libur, acara nobar yang biasanya dilakukan menjelang rilis, dimajukan semua yang ada dibeberapa kota.
Berikut dokumentasi antusias selama meet & greet
Sebelum pemain film datang
Setelah para pemain datang
...
Film Say I Love You dijadwalkan rilis di bioskop tanggal 4 Juli 2019. Penonton akan diperlihatkan sebuah cerita tentang bagaimana perjuangan para pemain mencoba membangun reputasi sekolah mereka sehingga tidak diremehkan oleh sekolah lain.
Selain mengadakan pemutaran film di Semarang yang dikemas dalam tur, pihak film, yakni Rumah Produksi Multi Buana Kreasindo (MBK) juga mengadaka pemutaran di 2 kota lainnya, yakni Jogja (14/6) dan Solo (15/6).
Dan tur kota ini tidak akan berhenti di 3 kota yang sudah didatangi, mereka akan melanjutkan di kota-kota lainnya. Ada kurang dari 20 kota dalam daftar mereka untuk acara nonton bareng seperti yang ada di Semarang.
Membaca kabar mengenai Pemerintah Kota Semarang yang secara resmi telah meluncurkan rangkaian peringatan HUT ke-479 di Halaman Balai Kota baru-baru ini, rasanya ada sesuatu yang mengganjal bagi kami. Bukan soal kemeriahan acaranya, melainkan soal logo HUT-nya! Tumben sekali kami sampai melewatkan informasinya, atau memang sengaja tahun ini hadir tanpa prosesi lomba desain logo Hari Jadi Kota (HJK)? Tahun 2026 ini, Kota Semarang menginjak usia ke-479. Seperti tahun-tahun sebelumnya, salah satu momen yang paling kami tunggu-tunggu sebagai pengelola blog ini adalah kemunculan visual identitas resmi Hari Jadi Kota Semarang (HJKS). Namun, ada yang terasa sangat berbeda kali ini. Jika biasanya sejak bulan Februari atau Maret lini masa media sosial sudah riuh dengan pengumuman lomba desain logo yang memancing kreativitas warga, tahun ini suasananya justru senyap. Tidak ada sayembara, tidak ada kompetisi ide, dan tentu saja tidak ada pengumuman pemenang seperti yang rutin kami dokumentasikan ...
Penyelenggaraan Kirab Budaya dalam rangka Haul KH Sholeh Darat (Mbah Sholeh Darat) tahun 2026 ini memberikan kesan yang berbeda. Ini merupakan kali pertama kami menghadiri acara tersebut, yang secara resmi baru memasuki tahun kedua pelaksanaannya. Sebuah upaya menarik yang mempertemukan pariwisata dan tradisi di jantung Kampung Melayu. Meskipun rencana awal sempat mencuat akan digelar di Lapangan Garnisun Kalisari, pada pelaksanaannya hari Minggu kemarin (19/4), seluruh kemeriahan justru terpusat di kawasan Kampung Melayu Semarang. Perubahan lokasi ini bagi kami menjadi daya tarik tersendiri; menegaskan bahwa Kampung Melayu bukan sekadar pemukiman padat di utara Semarang, melainkan gerbang sejarah maritim dan intelektual yang kuat. Pilihan Strategis di Antara Lima Kirab Bulan April ini sepertinya menjadi bulan yang padat bagi pecinta kirab di Semarang dengan total lima agenda serupa. Setelah sebelumnya tidak sempat hadir di karnaval Paskah dan Kirab Budaya Ho Tek Tjing Shin , kami tid...
Minggu pagi (19/4), saat suasana Kota Semarang masih nampak tenang, langkah kami kembali tertuju pada sebuah ruko di Jalan Kartini. Ada rasa dejavu yang menyeruak saat menatap bangunan yang kini tampil dengan fasad hitam minimalis yang elegan. Bagi yang sering melintas di sini, ruko ini punya sejarah panjang. Dulu, lokasinya ditempati oleh Pitstop Computer . Sayangnya, meski sempat mengundang rekan-rekan Blogger Semarang saat grand opening tahunan lalu, nasib mereka di Jalan Kartini akhirnya kandas. Kabar terbarunya, Pitstop kini memilih "hijrah" ke Java Supermall dan meninggalkan jejak ruko ini untuk penghuni baru. Kini, pertanyaannya adalah: Apakah penghuni baru ini mampu mematahkan "kutukan" lokasi tersebut dan tidak mengulangi nasib yang sama? Mengenal PlayFix dan iFixied Papan namanya terpampang besar dan mencolok. Ada dua nama yang bersanding di sana: iFixied dan PlayFix . Setelah kami telusuri, keduanya memang berada di bawah naungan manajemen yang sama na...
Kota Semarang memasuki usia ke-479 tahun ini. Sebuah angka yang menandai kematangan perjalanan panjang sejak disahkan oleh Sultan Hadiwijaya pada tahun 1547 silam. Memasuki bulan Mei, atmosfer perayaan sudah terasa di berbagai sudut kota. Bagi warga maupun wisatawan yang berencana berkunjung, inilah momen terbaik untuk ikut larut dalam kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang (HJK) . Mari tandai kalender Anda, berikut adalah rangkuman agenda yang akan mewarnai Kota Atlas sepanjang bulan Mei 2026. Tema HJK 479: Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat Tahun ini, Pemerintah Kota Semarang mengusung tema "Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat" . Narasi yang dibawa bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah ajakan kolektif. Kami melihat adanya upaya kuat untuk menyatukan gerak antara pemerintah dan warga. Fokus utamanya adalah integrasi nilai sejarah dengan transformasi modern. Ambisi yang ingin dicapai cukup tinggi: mewujudkan Semarang sebagai kota yang bersih, sehat, cerdas, dan ...
Ada pemandangan yang menarik perhatian kami pada bulan Februari lalu, tepatnya sebelum memasuki bulan puasa. Saat sedang melintas di Jalan Medoho Raya, sebuah papan informasi tampak berdiri tegak dengan identitas Kecamatan Gayamsari dan Kelurahan Sambirejo, Kota Semarang, yang terlihat cukup mencolok. Namun, bukan sekadar papan nama biasa yang kami temukan. Hal yang paling menarik perhatian adalah kehadiran QR Code di bagian tengah papan, lengkap dengan alamat tautan ( link ) di bawahnya. Sebuah pemandangan yang bagi kami terasa sangat modern untuk ukuran lingkungan setingkat RT di Semarang. Papan informasi ini kami abadikan pada 16 Februari 2026. Lokasinya berada tepat di depan Masjid Al-Ikhlas Sambirejo, persis di dekat gerbang yang mengarah ke Jalan Wisma Prasetya III. Karena rasa penasaran yang besar, kami pun mencoba mengulik isi di balik kode tersebut hari ini. Implementasi Semarang Smart City di Level Mikro Sebagai pihak yang cukup sering mengamati perkembangan sudut-sudut kota...
Comments
Post a Comment