Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

KPU Jawa Tengah Gelar Focus Group Discussion (FGD) Pemilu Serentak 2019 di Era Digital


Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah menggelar Focus Discussion (FGD) dengan tema Pemilu Serentak 2019 di era digital yang bertempat di Patra & Convention Hotel, Kamis pagi (4/4). Kami turut hadir dalam daftar undangan sebagai bloger.

Terakhir kali kami mendapatkan undangan dengan tema diskusi soal pemilu pada bulan Desember 2017. Lama sekali. Dan waktu itu penyelenggaranya adalah Panwas Kota Semarang yang mengusung tema sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif.

Kami pikir bakal tidak ada undangan lagi setelah sempat sebelumnya diundang dengan tema pemilu namun karena waktu tidak cocok, gagal mengikuti jadinya.

Apalagi di era digital sekarang ini, bloger tentu bisa terlibat dalam kampanye sosialisasi soal pemilu yang akan berlangsung tanggal 17 April 2019. 

Netizen, Komunitas hingga BEM Kampus


Dalam daftar undangan, selain kami mewakili bloger, hadir pula perwakilan komunitas hingga BEM Kampus di Semarang. Kurang lebih 30 peserta yang hadir. Termasuk rekan-rekan bloger Semarang yang turut meramaikan.

Melawan Hoaks

Dunia maya itu asyik, dunia nyata juga seru. Pikir dulu sebelum gunakan jarimu. Sekali ketik, jejak digital sulit ditarik. Begitulah pesan awal slide persentasi dari pembicara pertama, mas Farid Zamroni dari MAFINDO.


MAFINDO sangat pas membawakan tema pertama ini karena memang konsen soal hoax, seperti arti namanya 'Masyarakat Anti Hoax Indonesia' (MAFINDO). Ini adalah kali pertama pertemuan kami dengan organisasi masyarakat yang dalam visinya ingin bergerak secara independen.

Tinggalkan sejenak seluk beluk MAFINDO, karena kami ingin mengulik sedikit  isi materi selama acara yang dapat kami bagikan lewat blog dotsemarang ini.

Mengapa kita bisa kena Hoaks? Salah satunya yang dianggap paling berpengaruh adalah rendahnya kualitas literasi. Maka tak heran, orang-orang yang memiliki pendidikan tinggi pun dapat terkena. Lalu, efek polarisasi/eco chambers karena masalah politik dan SARA. Dan terakhir, media partisipan.

Ada 5 alasan motif seseorang menyebarkan hoax. Uang, politik, ideologi, kebencian hingga iseng adalah daftar dari alasan tersebut.

MAFINDO juga memaparkan data-data seputar hoax dan contoh hoax politik. Bahkan dalam rentang waktu Januari hingga Desember 2018, mereka mendapatkan seribuan hoax yang berhasil dikumpulkan. Paling banyak dibagian ada pada politik, agama dan lainnya.

Untuk mengenali hoax, kita sebaiknya jangan langsung percaya dan dibagikan. Selalu ingat 5W1H, (Why, Who, What, Where, When dan How). 

Bahkan MAFINDO meluncurkan aplikasi untuk melawan hoaks, yakni Hoax Buster Tools yang sudah tersedia di Play Store.

Peran Media Sosial di Tahun Politik


Pembicara kedua datang dari Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Tengah, Ibu Riena Retraningrum.  Beliau selain memaparkan materi, juga mengenalkan akun media sosial yang dikelola Dinas Kominfo Jawa Tengah. Jangan heran di era sekarang, pemerintahan pun menggunakan media sosial seperti kalian.

Materi yang dibawa juga masih menyinggung soal Hoax, dan bagaimana media sosial dapat mengubah pola pikir masyarakat.

Media sosial bermanfaat sekali untuk hal-hal positif, termasuk dalam tahun politik sekarang ini. Menjadi media iklan untuk berpromosi atau menggelar kampanye online.

Jejak digital itu kejam, kawan! Salah satu slide yang menarik untuk direnungi bersama. Jangan sampai media sosial yang kita gunakan menjadi bumerang dan dikenang buruk oleh banyak pengguna.

Soal hoax, menurut data dari situs DailySocial.id tahun 2018 yang dijadikan bahan persentasi, menaruh Facebook diurutan teratas. Disusul WhatsApp ditempat kedua, Instagram, Line dan Twitter.

Hoax juga dapat mempengaruhi pikiran dan sikap seseorang bila dipercayai. Terutama masyarakat yang fanatik, mereka lebih mudah terkena hoax.

Upaya pencegahan dilakukan sebenarnya oleh Kemkominfo hingga Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Masyarakat tak perlu khawatir, karena banyak sekali jalur pelaporan aduan konten. Seperti Twitter @aduankonten atau aduankonten.id. 

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Comments

Popular posts from this blog

👍 BYD Tech Culture Fest Semarang 2026, Mari Agendakan!

🧠 Mengenal Intel Core Ultra: Era Baru Laptop Berbasis AI untuk Kreator Mobile

🏗️ Realistis nan Futuristik: Menengok Kanopi Parkir Panel Surya Raksasa di Mal 23 Semarang

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

🤖 ASUS Bawa Arsitektur AI Hybrid ke Perangkat Kerja, Solusi Pintar Pangkas Biaya Operasional Perusahaan