Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Edukasi Pemilu Lewat Film Suara April, KPU Jateng Ajak Nonton Bareng
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Masa tenang Pemilu dimanfaatkan betul oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memberikan edukasi agar masyarakat mau datang pada tanggal 17 April. Sebuah Film yang bercerita tentang pentingnya Pemilu diputar serentak dibanyak Kota di Indonesia. Salah satunya Semarang lewat KPU Jawa Tengah. Seperti apa suasananya?
Kembali mendapatkan undangan untuk acara bertajuk nonton bareng dan meet & greet di XXI Paragon Semarang, kami hadir bersama beberapa rekan bloger Minggu siang (14/4). Selain kami, ada undangan dari KPU Kota se-Jawa Tengah, perangkat KPU, dan media.
Meet & Greet
Seperti pada umumnya acara meet & greet film Indonesia yang datang ke Semarang, beberapa kali kami hadiri, penyelenggara sudah mempersiapkan acara dengan sangat baik.
Kami baru tahu di sudut ruangan bioskop, bisa digunakan untuk acara. Ketua KPU Jawa Tengah beserta jajaran, termasuk salah satu pemain film yang hadir, mas Tarmizi Abka, memberikan sambutan dan alasan film ini diputar.
Menurut Ketua KPU Provinsi Jateng, Pak Yulianto, 'film ini diharapkan dapat memberikan kesadaran kepada generasi muda dan Pemilu menjadi sesuatu yang menggembirakan'.
Ketua KPU Jateng (tengah)
Mas Tarmizi sendiri dalam film ini berperan sebagai salah satu Caleg yang dianggap bermain curang, namun akhirnya memberikan edukasi bahwa Caleg tidak boleh curang dan mau bekerja sama untuk tujuan yang bersama.
Tentang Film Suara April
Tarmizi Abka (pegang mik)
Buat kami yang mengikuti perkembangan Film Indonesia, film Suara April adalah film yang hadir karena sebuah momen. Momen ini tentu saja berhubungan dengan Pemilu 2019. Maka tidak perlu kami tambahkan dalam daftar film Indonesia yang rilis bulan April di sini.
Berdurasi lebih dari satu jam atau 90 menit, film ini berlatar sebuah desa yang bernama Desa Rampang. Seluruh masyarakat di sana sangat apatis terhadap pemilu.
Hingga datanglah seorang relawan penyuluhan yang mensosialisasikan tentang pemilu. Setiap cerita yang disampaikan memiliki permasalahannya masing-masing. Bukan hanya permasalahan pada si relawan, namun juga pemain lain yang akhirnya menemukan benang merah dan berakhir bahagia.
Untuk ulasan film Suara April ini kami akan buat di halaman berikutnya untuk postingan film Indoesia atau Kofindo.
Film yang disutradarai oleh Emil Heradi dan Wicaksono Wisnu Legowo ini membawa sejumlah nama seperti Amanda Manopo, Bio One, Tarmizi Abka, Almarhum Torro Margens dan Dewi Gita.
Langkah KPU mememanfaatkan film sebagai salah satu alat kampanye promosi dan edukasi ini mengingatkan kami pada film Pohon Terkenal yang dibuat Divisi Humas Polri. Kami melihat persamaannya dari sisi instansi yang memanfaatkan film sebagai bagian pemasaran maupun edukasi.
Tidak full
Dari sisi pembuatan, cerita dan unsur-unsur yang dimasukkan seperti komedi dan drama, film ini menarik sekali. Beberapa wajah terkenal juga ikut meramaikan. Film ini benar-benar serius digarap.
Sayangnya, banyak kursi kosong. Mungkin karna momennya sedang sibuk semua atau kurangnya sosialisasi mengundang. Karena kami yakin, film ini tidak akan diputar kembali di bioskop. Atau sebaliknya. Untuk pemutaran di Provinsi Jawa Tengah, Semarang didapuk sebagai tuan rumah.
..
Film Suara April sendiri diproduksi oleh Nightbus Pictures dan Limelight Pictures selaku rumah produksi. Kabar gembiranya, menurut situs nusantarapos.co.id (16/3/19), film ini dapat diputar kembali oleh masyarakat, seperti komunitas atau lembaga pendidikan maupun lembaga lainnya.
Tinggal hubungi KPU langsung, baik di daerah maupun KPU Pusat. Tertarik?
Untuk pemutaran hari Minggu, tanggal 14 April, selain Semarang yang memutar, ada Bandung, Jogjakarta, Surabaya, Bintaro, Serpong dan Jakarta. Lainnya, ada yang tanggal 15 April dan bahkan sebelumnya. Total 34 provinsi yang turut memutar film ini.
Semenjak kembali menggunakan layanan internet operator dari XL Axiata bulan Juli kemarin , ada pertanyaan besar dipikiran kami tentang paket Xtra Combo Flex yang tidak tersedia di aplikasi MyXL. Apakah hanya kami saja yang kebingungan? Dikenalkan sejak bulan Maret 2022, paket Xtra Combo Flex ternyata sangat menarik dari sisi pembagian kuota, seperti bonus hingga gratis berlanggananan konten Vidio. Tidak ada di aplikasi Hanya saja, sebagai pengguna baru yang membeli kartu perdana yang langsung mendapatkan paket Xtra Combo Flex, kami agak bingung saat mencarinya di aplikasi MyXL. Apalagi bonus-bonus yang harus diklaim lewat aplikasi, mau tidak mau membuat kami harus menginstal aplikasinya ke smartphone. Di mana paket Xtra Combo Flex? Dari daftar paket utama pun tidak ada tersedia sama sekali. Sudah kami cari-cari dibeberapa menu lainnya, hasilnya tetap nihil. Paket yang tersedia di paket utama (lihat gambar) hanya ada Akrab, Akrab Mini, Xtra Combo Plus, Xtra Combo Mini, Xtra On dan ...
Membaca kabar mengenai Pemerintah Kota Semarang yang secara resmi telah meluncurkan rangkaian peringatan HUT ke-479 di Halaman Balai Kota baru-baru ini, rasanya ada sesuatu yang mengganjal bagi kami. Bukan soal kemeriahan acaranya, melainkan soal logo HUT-nya! Tumben sekali kami sampai melewatkan informasinya, atau memang sengaja tahun ini hadir tanpa prosesi lomba desain logo Hari Jadi Kota (HJK)? Tahun 2026 ini, Kota Semarang menginjak usia ke-479. Seperti tahun-tahun sebelumnya, salah satu momen yang paling kami tunggu-tunggu sebagai pengelola blog ini adalah kemunculan visual identitas resmi Hari Jadi Kota Semarang (HJKS). Namun, ada yang terasa sangat berbeda kali ini. Jika biasanya sejak bulan Februari atau Maret lini masa media sosial sudah riuh dengan pengumuman lomba desain logo yang memancing kreativitas warga, tahun ini suasananya justru senyap. Tidak ada sayembara, tidak ada kompetisi ide, dan tentu saja tidak ada pengumuman pemenang seperti yang rutin kami dokumentasikan ...
Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...
Entah apa yang terjadi dengan semangat kami belakangan ini. Setelah sebelumnya melewatkan Kirab Budaya Ho Tek Tjing Shin , kami kembali harus menerima kenyataan gagal hadir secara fisik pada gelaran Karnaval Paskah Kota Semarang yang berlangsung tanggal 17 April 2026 kemarin. Padahal, suasana kemeriahannya sudah sangat terasa bahkan sebelum acara dimulai. Meski kali ini kami hanya bisa memantau dari kejauhan dan layar digital, ada satu hal yang sangat mencolok: skala acara tahun ini terasa jauh lebih besar dan lebih ramai dibandingkan tahun 2025. Perasaan "lebih ramai" itu rupanya bukan sekadar asumsi, melainkan fakta yang tercermin dari data di lapangan. Lonjakan Peserta dan Kehadiran Mobil Karnaval Jika pada tahun 2025 jumlah peserta berada di angka sekitar 10.000 orang, tahun 2026 ini jumlahnya melonjak drastis hingga menyentuh angka 15.000 orang . Kenaikan sebesar 50% ini menjelaskan mengapa arus informasi dan dokumentasi di media sosial terasa jauh lebih masif. Salah sa...
Ada hal unik yang kami sadari sejak setahun terakhir menggunakan laptop berbasis Chromebook, terutama jika dibandingkan dengan Windows atau Mac. Biasanya, pada menu tombol power (daya) di laptop Windows, kita akan dengan mudah menemukan opsi Sleep . Namun di Chromebook, opsi itu seolah hilang. Benarkah demikian? Bulan April ini menjadi kali kedua kami mengangkat topik Chromebook di blog. Akhir-akhir ini kami memang sedang bersemangat membagikan pengalaman seputar perangkat ini. Kali ini, kami ingin mengulas sesuatu yang sederhana namun krusial bagi calon pengguna. Filosofi "Instant-On" Bagi pengguna yang baru melirik Chromebook, ketiadaan tombol ini tentu memicu kebingungan. Apalagi bagi mereka yang aktivitasnya banyak di depan laptop dalam durasi lama. Mode sleep (tidur) sangat berguna agar laptop tidak perlu bolak-balik dimatikan melalui shutdown , yang tentunya lebih menghemat waktu. Sebenarnya, alasan utamanya bukan karena fiturnya tidak ada, melainkan adanya perubahan ...
Comments
Post a Comment