Memasuki bulan Juli, atmosfer Kota Semarang rasanya mengalami sedikit pergeseran. Puncak kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang sudah kita lalui, dan riuh rendah musim libur sekolah pun perlahan mulai berganti dengan persiapan kembali ke rutinitas. Namun, bukan berarti ibu kota Jawa Tengah ini bakal kehilangan dayanya. Menatap kalender satu bulan ke depan, Juli 2026 justru membawa energi baru yang menyegarkan. Kota ini seperti sedang mengajak warganya untuk bergerak lagi—menjadi lebih bugar sekaligus tetap bersenang-senang dalam balutan agenda yang penuh warna. Sisa Kemeriahan di Awal Bulan Minggu pertama Juli langsung dibuka dengan babak akhir dari Jateng Fair 2026 di PRPP. Berlangsung hingga tanggal 5 Juli, perhelatan ini menjadi destinasi pamungkas bagi warga kota yang ingin menghabiskan sisa liburan. Bukan cuma soal pameran produk dan inovasi daerah, panggung hiburannya yang menghadirkan deretan musisi lokal maupun nasional tetap menjadi magnet kuat bagi pemburu konser di Semarang. Ta...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Gandeng Doraemon dan Nobita, Seperti Apa Jateng Fair 2018 mengemasnya?
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Usai sudah perhelatan acara Jateng Fair 2018 yang berlangsung selama 24 hari ini (17 Agustus - 9 September). Yang menarik dari acara tahunan ini adalah kehadiran Doraemon dan Nobita. Siapa tidak mengenal kedua tokoh kartun ini yang langsung didatangkan dari Jepang?
Dua tokoh dalam bentuk karakter boneka ini dipilih untuk digandeng dengan harapan bahwa ini langkah awal menarik perhatian brand Internasional di masa depan.
Ini berarti Jateng fair 2019 bakal ada lagi brand Internasional yang didatangkan. Menarik untuk ditunggu gebrakan yang dilakukan pihak Jateng Fair.
Doraemon Show
Untuk memanfaatkan kehadiran Doraemon dan Nobita ini, pihak Jateng Fair mengadakan semacam pertunjukkan yang dinamakan Doraemon Show dengan rentang waktu sore hari dari jam 4 sore hingga jam 8 malam.
Penempatannya sendiri ditaruh di gedung Merapi. Di sana banyak sekali produk-produk yang dihadirkan dengan kemasan Doraemon dan Nobita. Beberapa stan brand lokal, pelayanan, elektronik, hingga kampus berada di gedung ini juga.
Nuansa Doraemon sudah dapat dilihat dari depan sebelum pintu masuk gedung. Kalau datang tidak sesuai jadwal, maka pengunjung tidak akan bertemu Doraemon dan Nobita.
Meski begitu, pernak-pernik khusus yang ditaruh di sana yang dijual, dapat mengobati kekecewaan pengunjung yang memiliki anak-anak atau orang dewasa yang ngefans dengan dua tokoh karakter ini.
Berikut kami rangkum dalam bentuk video berdurasi kurang dari 2 menit dari kanal Youtube kami yang memperlihatkan suasana dan penampilan Doraemon Show.
Target meleset
Sayangnya, saat mengetikkan Jateng Fair 2018 di Google, harapan untuk menarik kunjungan masyarakat yang ditargetkan 500 ribu rupanya meleset. Tahun ini, Jateng Fair 2018 hanya tercatat 200 ribu kunjungan.
Perhatian masyarakat terhadap perhelatan olahraga Internasional, Asian Games 2018, disebut sebagai salah satu dampak kurangnya perhatian.
Apakah ini berarti kehadiran Doraemon dan Nobita kali ini yang pertama belum sesuai harapan untuk menarik perhatian?
Refensi :
semarang.solopos.com
suaramerdeka.com
..
Kami baru tahu bahwa ada kesenjangan untuk jam kunjungan wisatawan selama penyelenggaraan Jateng Fair. Maka hadirnya Doraemon dan Nobita dapat menghilangkan anggapan tersebut.
Seperti yang dikatakan Direktur PT PRPP Jateng, Titah Listiorini, mengutip semarang.solopos.com (4/7),
“Selama ini ada anggapan bahwa Jateng Fair hanya diisi hiburan untuk orang dewasa, melalui panggung hiburan yang diisi artis-artis ibu kota. Maka itu, kami hadirkan Doraemon Show supaya menarik minat anak-anak atau keluarga untuk datang ke Jateng Fair”.
Menyambut bulan suci Ramadan tahun 2016, kota Semarang identik dengan acara 'dugderan'. Acara ini menurut saya dibagi dalam 3 bentuk event seperti pasar dugderan, karnaval budaya dan karnaval anak-anak - remaja. Lalu, bagaimana dengan timeline? Yang dibahas di halaman ini adalah 'karnaval budaya Dugderan' yang berlangsung di Balaikota. Kemudian karnaval ini berjalan menuju Masjid Agung Semarang dan berhenti di Masjid Agung Jawa Tengah. Memantau hashtag #Dugderan2016 Acara karnaval budaya dugderan berlangsung pada tanggal 4 Juni 2016 di Balaikota mulai siang hari. Tahun ini, saya memutuskan tidak mengikuti acara seperti tahun-tahun sebelumnya dengan datang secara langsung. Saya mengikuti perkembangan acara lewat timeline dengan hashtag. Salah satu akun yang menginfokan perkembangan acara di sana adalah akun @VisitJawaTengah seperti berikut ini. Semangat Siang. Yuk, bersiap dengan kemeriahan #Dugderan2016 ? Nantikan #LiveTweet nya dari Balaikota S...
Ada kabar gembira buat kamu yang mungkin baru menggunakan modem m3y. Kami baru sadar bahwa kartu 4G Smartfren bisa digunakan di modem M3Y yang perangkatnya sudah pernah kami review sebelumnya. Apakah kamu sudah juga mencobanya? Kami pikir M3Y sudah tidak bisa digunakan lagi dengan harganya yang kurang bersahabat untuk kami. Apalagi kartu yang tersemat sangat tidak memungkinkan kartu lain untuk masuk. Bahkan untuk sesama operator. Sekali keluar dari SIM Card-nya, kartu dipastikan tidak akan berfungsi. Ternyata bisa Internet merupakan kebutuhan wajib terkait aktivitas kami dalam dunia blogging. Maka saat sebelum pergi ke Jakarta acara ASUS kemarin, kami mencoba mempersiapkan segalanya yang salah satunya koneksi internet. Saat bertanya ke konter terdekat, ternyata kartu 4G Smartfren bisa digunakan untuk modem kami. Pokoknya yang keluaran Smartfren, kata penjaga konternya. Setelah memastikan sendiri dan menggunakannya, ternyata memang bisa. Apalagi kartu perdana y...
Akun resmi Instagram @festivalkotalamasmg baru saja merilis poster resmi beserta Save the Date untuk perhelatan Festival Kota Lama Semarang 2026 . Sebagai salah satu event tahunan yang paling dinanti di kota ini, kabar ini tentu langsung mencuri perhatian, terutama bagi para pemburu kuliner nostalgia dan penikmat atmosfer cagar budaya. Tahun ini, festival mengusung tema yang cukup mendalam, yaitu "Unity in Diversity" (Kesatuan dalam Keberagaman). Sebuah tema yang sangat relevan untuk menggambarkan dinamika sejarah dan budaya yang melekat erat pada lanskap Kota Lama Semarang selama berabad-abad. Durasi Pelaksanaan yang Melar Jauh Lebih Panjang Ada satu hal yang langsung terasa mencolok begitu melihat detail tanggal pada poster tahun ini. Jika pada tahun 2025 lalu Festival Kota Lama hanya berlangsung selama 9 hari (6–14 September), maka pada tahun 2026 ini durasinya melar hampir dua kali lipat menjadi 17 hari , tepatnya mulai tanggal 4 hingga 20 September 2026 . Secara positi...
Kehadiran Parjo (Pancong & Burjo) yang berkolaborasi dengan Padangju di Jalan Jolotundo sejak akhir Juni kemarin jelas bukan sekadar menambah daftar tempat nongkrong baru. Bagi kami yang gemar mengamati dinamika urban dan bisnis kuliner lokal di Kota Semarang, ekspansi brand besar dari Semarang Atas ini menjadi pemantik peta persaingan baru yang semakin sengit di kawasan sekitar Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Jolotundo beberapa tahun terakhir memang sedang seksi-seksinya bersolek menjadi hub kuliner baru. Sebelum Parjo datang membawa hiruk-pikuk meja biliar dan operasional 24 jamnya, koridor jalan ini sudah lebih dulu dihidupkan oleh beberapa kedai kopi lokal. Dua di antaranya yang cukup mencolok dan sempat kami ulas adalah Kopi Maju 57 dan Bale Kompi —kedai kopi baru yang baru saja kami tulis pada bulan Mei 2025 lalu. Pertanyaannya, bagaimana kehadiran raksasa baru dari Tembalang ini memengaruhi ekosistem tempat ngopi yang sudah mapan di sekitarnya? Guncangan Efek FOMO Jangk...
Smartphone merek asal Tiongkok ini sebenarnya tidak pernah masuk dalam rencana kami saat berniat memiliki ponsel 5G pertama. Namun karena satu dan lain hal, kami akhirnya tergoda untuk melakukan sedikit "perjudian." Apa yang sebenarnya membuat kami mendadak tertarik dengan itel P55 5G ini? Cerita bermula saat keberuntungan kami mendadak luntur di pertengahan tahun. Smartphone utama yang kami gunakan sehari-hari performa baterainya drop total. Bahkan, saking parahnya, bagian layarnya sampai terangkat (melendung). Padahal semenjak mempensiunkan ASUS Zenfone 5, kami sangat mengandalkan perangkat ini—yang kebetulan didapat dari kebaikan rekan-rekan komunitas bola kami (istilahnya, kami dipinjamkan perangkat untuk operasional). Karena perangkat yang kami gunakan, termasuk tablet, bukanlah barang baru, masalah umur memang tidak bisa bohong. Sadar bahwa menunggu perangkat ini benar-benar mati total akan memicu masalah besar bagi produktivitas blog, kami memutuskan untuk mempercepat ...
Comments
Post a Comment