Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan November 2026

Image
Bulan November selalu lekat dengan ingatan kolektif kita pada Hari Pahlawan tiap tanggal 10 November. Jika bulan Oktober sebelumnya sempat mengajak kita menengok kembali riuhnya sejarah lewat napas Pertempuran 5 Hari di Semarang , maka bulan November ini menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan arti kepahlawanan dalam bentuk yang lebih luas—terutama lewat karya, konsistensi, dan pergerakan orang-orang yang terus menghidupkan sudut-sudut kota. Ya, perjuangan hari ini tidak selalu tentang bambu runcing. Di Semarang, denyut itu justru terasa lewat geliat para pegiat literasi, komunitas kreatif, peracik kopi, hingga ribuan pasang kaki yang meramaikan jalanan lewat deretan fun run dan festival akhir pekan. Kota ini terus bergerak karena ada banyak tangan yang tak lelah merawatnya. Nah, buat pembaca setia yang sedang mencari referensi kegiatan, akhir pekan mau kemana, atau sekadar ingin melihat bagaimana Semarang berdenyut sepanjang bulan ini, berikut adalah rangkuman agenda Kota Semar...

Hari Kedua #FestivalKotaLama2018 : Pembukaan


Hari kedua festival Kota Lama berlangsung sangat ramai. Hujan di hari pertama semacam berkah untuk hari Jumat (21/9). Lokasi mendadak sangat ramai dan kami menyukai suasananya. Apakah kamu di sini juga ?

Kami tiba lebih awal dari waktu acara berlangsung. Kendaraan masih diperbolehkan masuk, mengingat lokasi acara memang mengambil jalan besar yang biasa dilalui kendaraan dari stasiun Tawang ke arah Kota Lama.

Sambil menunggu lokasi acara ditutup, kami mengunjungi Tekodeko yang menjadi lokasi dari kegiatan komunitas film Semarang, Sineroom. Acara yang juga masuk dalam rangkaian kegiatan #FestivalKotaLama2018 ini masuk kategori berbayar.

Untuk bertransaksi selama gelaran acara festival, masyarakat yang berkunjung diwajibkan menggunakan uang khusus yang disediakan panitia. Uang jadoel ini bukan hal baru dalam penggunaannya. Setiap tahun selalu dipakai untuk bertransaksi.

Stan kuliner masih menjadi daya magnet tersendiri dalam sebuah acara festival. Kami tidak ingin melewatkan sesuatu di sini, yaitu Pisang Plenet. Ikon kuliner legendaris Semarang ini dibandrol 15 ribu rupiah.

Pembukaan Festival Kota Lama

Twitter @humasjateng

Hari kedua, Festival Kota Lama baru dibuka dan dihadiri oleh mas Ganjar. Dalam pembukaan yang dibuka mas Ganjar, Gubernur Jawa Tengah, kami tertarik dengan permintaan beliau yang ingin acara lebih banyak lagi dilakukan di Kota Lama. Berikut kutipan dari situs humas.biroumum.jatengprov.go.id (21/9),

"Maka saya minta tiap Minggu ada acara di sini. Akhirnya ide-ide lahir di sini. Saya tidak ingin festival ini hanya satu tahun sekali, tapi tiap Minggu. Buat apapun, festival dalang, festival lari atau apapun," katanya.

Wah, ini bisa membuat kawasan Kota Lama semakin seru untuk didatangi. Apalagi pekerjaan proyek perbaikan Kota Lama kami prediksi selesai akhir tahun. Tahun 2019, pasti lebih semangat lagi ke sini.

Live tweet

Sama seperti hari pertama, kami menyajikan konten untuk halaman ini dengan membawa Twitter momen. Berikut hari kedua dari akun acara kami, @livedotsemarang.


...

Malam minggu besok adalah hari ketiga. Kami pikir ini akan lebih ramai. Selain momentumnya sangat tepat, menghabiskan waktu di sini juga sangat menyenangkan.

Festival Kota Lama tahun ini digelar dari tanggal 20-23 September yang berlokasi di jalan Cendrawasih. Tema yang diangkat adalah Beda Masa Satu Rasa.

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Comments

Popular posts from this blog

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Oktober 2026

6 Alat Untuk Media Sosial

📝 Hari Blogger Nasional 2026: Merawat Rumah, Menjaga Ingatan

🎭 Karnaval Nostalgia Dugderan: Saat Tradisi Lokal Ikut Meriahkan Panggung MTQ Nasional di Kota Semarang

🎯 Kisah Oktober: Pas Paket XL Nonaktif, Google AI Plus Pun Ikut "Masuk Angin"