Memasuki bulan Agustus, atmosfer di sudut-sudut Kota Semarang mulai terasa berbeda. Kibaran bendera merah putih, umbul-umbul yang mulai menghiasi jalanan protokol, hingga gapura kampung yang bersolek cantik menandai dimulainya bulan kemerdekaan. Semarak Agustus selalu menjadi daya pikat tersendiri yang dinanti setiap tahunnya. Sebagai blog yang terus memantau pergerakan aktivitas lokal, kami pun tidak sabar membagikan daftar acara menarik apa saja yang bakal memeriahkan kota sepanjang bulan ini. Salah satu magnet utama yang paling ditunggu-tunggu adalah perayaan tahunan kirab budaya yang berpusat di Sam Poo Kong. Event akulturasi budaya berskala besar tersebut dipastikan akan menjadi daya tarik utama, baik bagi warga lokal maupun wisatawan yang sedang berkunjung ke Kota Atlas. Bagi yang sedang menyusun rencana akhir pekan atau mencari hiburan di sela-sela aktivitas harian, berikut adalah kalender agenda, acara, festival kuliner, dan kegiatan komunitas di Kota Semarang sepanjang bulan ...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Yuk, Ikut Berpartisipasi Mengkampanyekan #BanggaSemarang Lewat Media Sosial
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Penggiat Media sosial kota Semarang ramai-ramai mengkampanyekan tagar #BanggaSemarang. Bahkan yang menarik adalah keterlibatan artis yang ikut mempromosikan Semarang lewat video singkat yang dibagikan lewat akun Instagram.
Setelah dilantik pertengahan bulan Februari, Komunitas Cah Semarang Hebat mulai melakukan kampanye menarik terkait kota Semarang. Komunitas yang berisi para pegiat medsos ini ramai-ramai membanjiri media sosial dengan tagar BanggaSemarang.
Di Twitter sendiri, tagar ini memang bukanlah sesuatu yang baru. Hanya saja dengungan tagar ini yang akhir-akhir ini hingga kami membawanya ke blog memang sedang hangat-hangatnya, terutama di Instagram.
Dulu, sekarang, besok dan selamanya
Kalimat di atas ini diambil dari caption atau keterangan dari kiriman yang ada di Instagram. Kiriman dalam format video animasi yang dapat kamu lihat di bawah ini, mengajak kamu untuk ikut berpartisipasi dengan kampanye #BanggaSemarang.
Jadi, bila kamu memiliki kriteria yang dimaksud dalam Caption di atas, yang pernah menginjakkan kaki di Semarang, pernah Sekolah, bekerja, tinggal, lahir dan lainnya mari ikut meramaikan.
Keterlibatan artis
Saat pengguna Instagram mulai banyak yang mengirimkan kiriman konten yang diikuti kampanye bangga ini, beberapa artis dan publik figure ikut mengkampanyekan bangga Semarang.
Mulai dari Komeng, Inul Daratistas, Dede Sunandar, dan lainnya turut meramaikan, berikut Instagram yang tanamkan di halaman ini dalam format video.
Hingga tulisan ini kami buat, tagar #BanggaSemarang di Instagram sudah mencapai kurang lebih 500 kiriman. Untuk Twitter, kami tidak dapat merinci mengingat tagar ini sudah banyak digunakan dari beberapa tahun sebelumnya.
Kampanye ini sangat positif yang dapat membentuk kesadaran para pengguna media sosial tentunya untuk bangga dan cinta terhadap sebuah kota, terutama Semarang. Kalau bukan kita yang mengatakan bangga, siapa lagi.
Yuk, mari ikut terlibat dalam kampanye ini bila kamu termasuk pengguna yang seperti dikatakan keterangan dalam video animasi BanggaSemarang di atas.
Pembangunan kawasan POJ City Semarang terus menunjukkan pergerakan. Salah satu fasilitas publik yang menarik perhatian kami saat melintas menggunakan sepeda pada 18 Juli 2026 lalu adalah hadirnya halte BRT Trans Semarang baru di area Mal 23 Semarang. Fasilitas ini dibangun beriringan dengan hadirnya pusat perbelanjaan tersebut untuk menunjang aksesibilitas pengunjung yang memanfaatkan moda transportasi umum. Akses Langsung via Pintu Pagar Pedestrian Pengamatan di lokasi mengungkap satu detail menarik. Tepat di belakang halte, terdapat akses khusus pejalan kaki lengkap dengan plang hijau bertuliskan "PEDESTRIAN" . Saat kami pertama kali tiba, pintu pagar besi tersebut dalam kondisi tertutup rapat. Namun selang beberapa menit kemudian, petugas membuka pintu pagar tersebut. Begitu pintu dibuka, pengunjung yang turun dari bus bisa langsung melintasi anak tangga dan menyusuri jalur pedestrian beratap ( canopy walkway ) yang membelah area parkir mobil terbuka ( outdoor parking ) m...
Kota Semarang seolah tidak pernah kehabisan akal untuk menghadirkan tren kuliner baru. Setelah menjamurnya kedai kopi kekinian dan tempat nongkrong berkonsep industrial , belakangan kami mengamati hadirnya sebuah fenomena baru yang unik: pertemuan antara konsep burjo/pancong modern dengan rumah makan Padang spesifik dalam satu lokasi yang sama. Model kolaborasi dual-brand ini setidaknya sudah mulai memanjakan mata kita di beberapa titik strategis Semarang Bawah. Sebut saja kehadiran Parjo (Pancong & Burjo) x Padangju di kawasan Jalan Jolotundo, hingga Borjuis yang bersanding dengan Padang Jingglang (Spesial Jeroan) di koridor Jalan Kapten Piere Tendean. Melihat pola yang seragam ini, kami menangkap bahwa ini bukan lagi sekadar kebetulan, melainkan sebuah formula strategi bisnis yang sengaja dirancang untuk merespons dinamika pasar kuliner lokal. Formula "Satu Atap" dan Efisiensi Operasional Mengapa dua lini kuliner yang karakternya tampak berseberangan ini disatukan ...
Memasuki bulan Agustus, atmosfer di sudut-sudut Kota Semarang mulai terasa berbeda. Kibaran bendera merah putih, umbul-umbul yang mulai menghiasi jalanan protokol, hingga gapura kampung yang bersolek cantik menandai dimulainya bulan kemerdekaan. Semarak Agustus selalu menjadi daya pikat tersendiri yang dinanti setiap tahunnya. Sebagai blog yang terus memantau pergerakan aktivitas lokal, kami pun tidak sabar membagikan daftar acara menarik apa saja yang bakal memeriahkan kota sepanjang bulan ini. Salah satu magnet utama yang paling ditunggu-tunggu adalah perayaan tahunan kirab budaya yang berpusat di Sam Poo Kong. Event akulturasi budaya berskala besar tersebut dipastikan akan menjadi daya tarik utama, baik bagi warga lokal maupun wisatawan yang sedang berkunjung ke Kota Atlas. Bagi yang sedang menyusun rencana akhir pekan atau mencari hiburan di sela-sela aktivitas harian, berikut adalah kalender agenda, acara, festival kuliner, dan kegiatan komunitas di Kota Semarang sepanjang bulan ...
Kami tidak menyangka hape 5G pertama yang digunakan adalah Motorola Moto G45 5G. Penantian beberapa tahun rasanya terbayar lunas meski unit yang kami pinang ini bukan barang baru, melainkan second. Intip bagaimana kami mendapatkannya dari awal. Setelah pencarian panjang dan sempat menimbang-nimbang itel P55 5G sebagai opsi HP 5G paling ramah kantong, alur cerita perburuan ini rupanya mengambil belokan yang tak terduga. Rencana memboyong unit gres akhirnya batal, dan takdir justru membawa kami menjelajahi lapak Facebook Marketplace. Dinamika Facebook Marketplace dan Opsi Tak Terduga Awalnya, kami tidak langsung mengincar Moto G45. Kami sempat terhubung dengan seorang penjual di Facebook Marketplace untuk unit merek lain. Namun, karena harganya masih di atas 2 juta rupiah dan melampaui batas anggaran, kami memutuskan untuk mundur secara halus. Menariknya, saat kami mengabarkan batal, si penjual malah menawarkan opsi lain yang tak kalah menggoda: Motorola Moto G45 5G. Tak mau asal ambil k...
Tepat pada hari Minggu, 9 Agustus 2026, memenuhi undangan kolaborasi konten membawa kami untuk pertama kalinya bertandang langsung ke Pagi Sore Kota Lama Semarang di Jl. Empu Tantular No. 27. Menariknya, sebelum benar-benar masuk ke dalam menikmati hidangan, ada satu hal di area luar yang langsung mencuri perhatian dan patut diulas: area parkir . Bagi yang sering mondar-mandir di kawasan Kota Lama, urusan parkir kendaraan roda empat maupun roda dua sering kali menjadi hal yang cukup memikirkan kepala. Namun, siapa sangka kalau Pagi Sore Kota Lama ini ternyata menyimpan area halaman parkir belakang yang sangat luas. Fasilitas Parkir Luas dengan Sistem Otomatis Begitu mengarahkan kendaraan ke bagian belakang pada sore itu, kami langsung disambut dengan area parkir yang tertata rapi. Tidak hanya luas, sistem pengamanannya pun sudah menggunakan palang pintu otomatis ( barrier gate ) layaknya di area komersial modern atau pusat perbelanjaan. Keberadaan lahan parkir yang lega ini tentu menja...
Comments
Post a Comment