Selamat Tahun Baru 2026! Suara dar-dir-dor di langit Kota Semarang semalam menjadi penanda dimulainya perjalanan baru yang siap kita hadapi. Mari persiapkan segalanya dan jangan lupa simpan halaman ini sebagai kompas untuk mengarungi bulan Januari. Saat tulisan ini kami susun, langit Semarang tampak cerah merona. Kondisi yang berbanding terbalik dengan hari sebelumnya yang terus-menerus diselimuti mendung sejak pagi dan diguyur hujan dari siang hingga malam. Semoga ini menjadi pertanda baik, bahwa hal-hal sulit akan segera berganti dengan kebaikan di tahun yang baru. Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 Agenda nasional, khususnya jadwal hari libur, tentu akan sangat memengaruhi ritme event di Kota Semarang. Kabarnya, tahun 2026 ini kita punya modal 17 hari libur nasional dan 8 hari cuti bersama . Dengan banyaknya tanggal merah, rencana liburan atau sekadar staycation di dalam kota sudah harus ditentukan dari sekarang. Apalagi tahun ini bulan puasa datang lebih awal. Silakan atur d...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Karnaval seni Budaya Lintas Agama dan Pawai Ogoh-ogoh 2018
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Salah satu event Semarang bertema karnaval tahun ini sudah selesai diselenggarakan. Ada cerita menarik kali ini dari kami yang mengikuti acara yang tidak dari awal karena cuaca tidak bersahabat. Sudah tahu?
Ya, hujan adalah cobaan kali ini yang mengguyur beberapa jam sebelum acara dimulai. Padahal pagi hari cuaca tampak terang benderang. Tapi, syukurlah. Acara tetap berjalan setelah hujan dirasa reda meski masih berbentuk rintik-rintik.
Terlambat
Acara yang dijadwalkan dimulai jam 2 siang, bergerak dari titik nol Kilometer Semarang menuju Balai Kota kali ini benar-benar tepat waktu.
Kami tiba jam 2 lebih di titik keberangkatan, yang ada tenda yang akan dibongkar. Sungguh ini pengalaman tidak terduga kami yang biasanya dapat melihat persiapan terlebih dahulu.
Antusias masyarakat
Saat kami coba mengejar arak-arakan yang masih berada di jalan Pemuda, antusias masyarakat seperti biasanya, selalu membludak. Karnaval memang menarik dari sisi event yang dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke kota Semarang.
Tahun ke-6 atau tahun ke-7?
Kami sedikit kebingungan mengolah informasi tentang jumlah keberapa acara ini sudah digelar. Menurut catatan kami tahun lalu (2017), acara ini sudah masuk tahun kelima. Ini berarti tahun 2018 masuk tahun keenam.
Namun saat ingin melengkapi postingan ini, beberapa media mencatat tahun 2018, pawai Ogoh-ogoh sudah berjalan ketujuh kali.
Balai Kota
Karena dirasa sudah banyak ketinggalan momen, kami memutuskan untuk mengambil titik akhir pawai Ogoh-ogoh ini berakhir, yaitu Balai Kota.
Sambutan dari panitia, menyebutkan bahwa acara pawai Ogoh-ogoh sebenarnya tidak berhubungan dengan peringatan Hari Raya Nyepi. Hanya saja waktunya memang dilangsungkan tidak beberapa lama dari peringatan tersebut.
Acara yang bekerjasama dengan Pemerintah kota dengan PHDI Semarang ini menekan bahwa pelaku utama acara ini lebih banyak diisi komunitas.
Acara yang berbentuk karnaval dan pawai ini selain sebagai bentuk dukungan pengembangan pariwisata Semarang agar wisatawan tertarik berkunjung, juga memantik pegiat seni untuk menciptakan inovasi budaya seni baru dan menambah bentuk-bentuk kesenian baru yang ada di kota Semarang.
Bedanya dengan di Bali
Ada 700 orang terlibat dalam pawai Ogoh-ogoh yang dilaksanakan hari Minggu siang (25/3/2018) ini. Pawai Ogoh-ogoh di Semarang berbeda dengan yang ada di Bali menurut Wali Kota Semarang. Lalu, apa bedanya? Lihat video berikut ini.
...
Untunglah kami cepat tiba di Balai Kota dan mendapatkan momen saat arak-arakan akhirnya tiba juga di sini. Intip seperti apa pawai yang berlangsung sebelum berhenti di Balai Kota di halaman berikutnya di sini.
Oh ya menutup postingan ini, tema pawai Ogoh-ogoh tahun 2018 adalah “Harmoni Dalam Keberagaman”. Dan saat kami tinggalkan, acara ini belum selesai dengan penampilan sendra tari Rahwana Galau.
Semenjak kembali menggunakan layanan internet operator dari XL Axiata bulan Juli kemarin , ada pertanyaan besar dipikiran kami tentang paket Xtra Combo Flex yang tidak tersedia di aplikasi MyXL. Apakah hanya kami saja yang kebingungan? Dikenalkan sejak bulan Maret 2022, paket Xtra Combo Flex ternyata sangat menarik dari sisi pembagian kuota, seperti bonus hingga gratis berlanggananan konten Vidio. Tidak ada di aplikasi Hanya saja, sebagai pengguna baru yang membeli kartu perdana yang langsung mendapatkan paket Xtra Combo Flex, kami agak bingung saat mencarinya di aplikasi MyXL. Apalagi bonus-bonus yang harus diklaim lewat aplikasi, mau tidak mau membuat kami harus menginstal aplikasinya ke smartphone. Di mana paket Xtra Combo Flex? Dari daftar paket utama pun tidak ada tersedia sama sekali. Sudah kami cari-cari dibeberapa menu lainnya, hasilnya tetap nihil. Paket yang tersedia di paket utama (lihat gambar) hanya ada Akrab, Akrab Mini, Xtra Combo Plus, Xtra Combo Mini, Xtra On dan ...
Selamat Tahun Baru 2026! Suara dar-dir-dor di langit Kota Semarang semalam menjadi penanda dimulainya perjalanan baru yang siap kita hadapi. Mari persiapkan segalanya dan jangan lupa simpan halaman ini sebagai kompas untuk mengarungi bulan Januari. Saat tulisan ini kami susun, langit Semarang tampak cerah merona. Kondisi yang berbanding terbalik dengan hari sebelumnya yang terus-menerus diselimuti mendung sejak pagi dan diguyur hujan dari siang hingga malam. Semoga ini menjadi pertanda baik, bahwa hal-hal sulit akan segera berganti dengan kebaikan di tahun yang baru. Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 Agenda nasional, khususnya jadwal hari libur, tentu akan sangat memengaruhi ritme event di Kota Semarang. Kabarnya, tahun 2026 ini kita punya modal 17 hari libur nasional dan 8 hari cuti bersama . Dengan banyaknya tanggal merah, rencana liburan atau sekadar staycation di dalam kota sudah harus ditentukan dari sekarang. Apalagi tahun ini bulan puasa datang lebih awal. Silakan atur d...
Semarang di awal tahun 2026 ini masih menyimpan kejutan yang sama. Di tengah perubahan wajah kota yang semakin modern dan harga kebutuhan yang terus merangkak naik, ada satu sudut di Jalan Gajah Raya yang seolah "menolak" untuk ikut-ikutan tren kenaikan harga. Pada Jumat pertama bulan Januari (9/1), sebelum menunaikan ibadah salat Jumat, kami menyempatkan diri mampir sejenak ke Menara Al-Husna . Menara yang menjadi ikon Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) ini memang perlu kami perbarui informasinya, mengingat postingan terakhir kami di blog ini sudah berumur empat tahun sejak 2022 lalu. Masih Konsisten dengan Harga Lama & Support QRIS Saat melangkah menuju loket, kami sejujurnya sudah menyiapkan diri jika ada penyesuaian tarif. Namun, kejutan manis menanti di balik kaca loket. Harganya ternyata tetap konsisten di angka Rp10.000 per orang . Menariknya lagi, bagi kami yang jarang membawa uang tunai, pengelola sudah menyediakan opsi pembayaran QRIS atau non-tunai . Jadi, tid...
Kami benar-benar tidak menyangka jika Nabila Maharani turut diundang untuk meramaikan acara. Usai seluruh rangkaian prosesi utama digelar, penampilannya hadir memberi warna tersendiri. Seperti apa sebenarnya suasana saat ia naik ke atas panggung peluncuran Jawa Tengah Calendar of Event (CoE) 2026 di Gedung Ki Narto Sabdo pada 28 November 2025 lalu? Jujur saja, kami baru bisa mengeluarkan postingan ini setelah beberapa bulan berlalu. Entah kenapa prosesnya terasa begitu lama, hingga rasanya momen sakral dari acaranya sendiri sudah mulai memudar saat tulisan ini dibagikan. Namun, memori tentang penampilannya malam itu terlalu sayang untuk dilewatkan begitu saja. Menutup Rangkaian dengan Hangat Bagi kami, pilihan menghadirkan Nabila adalah langkah yang sangat pas. Suaranya yang lembut dan karakternya yang membumi seolah menyatu sempurna dengan interior kayu serta tata cahaya panggung Ki Narto Sabdo yang syahdu. Momen ini seketika mengingatkan kami pada sosok Fanny Soegi yang juga menjad...
Kami kembali mengulas tentang gelaran PON Bela Diri Kudus yang sebelumnya sempat kami singgung di halaman blog lainnya . Meski tidak hadir secara langsung di lokasi pertandingan, event perdana ini tetap memiliki daya tarik yang sangat kuat untuk diulik, terutama jika kita melihatnya dari kacamata sport tourism . Secara definisi, sport tourism adalah kegiatan wisata yang dikombinasikan dengan olahraga, baik sebagai peserta maupun penonton. Dalam konteks ini, PON Bela Diri Kudus berhasil memenuhi seluruh kriteria tersebut dengan sangat apik. Momentum untuk Kalender Pariwisata Jawa Tengah Melihat kesuksesannya, sudah seharusnya Disporapar Jawa Tengah memasukkan event dua tahunan ini ke dalam kalender resmi mereka agar gaungnya semakin masif di masa mendatang. Apalagi dengan kepastian bahwa tahun 2027 nanti Kudus akan kembali menjadi tuan rumah, kami tentu berharap bisa kembali bersinergi dalam promosi digitalnya. Lantas, mengapa PON Bela Diri ini layak masuk kategori sport tourism ...
Comments
Post a Comment