Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Februari 2026

Image
Memasuki bulan Februari 2026, atmosfer Kota Semarang terasa jauh lebih sibuk dari biasanya. Bukan sekadar rutinitas awal bulan, tapi ada semacam "tabrakan budaya" yang unik. Jika biasanya event besar datang bergantian, tahun ini warga Semarang seolah diajak merayakan semuanya sekaligus: menyambut Tahun Baru Imlek sekaligus mempersiapkan diri memasuki bulan suci Ramadan. Hari ini, tepat tanggal 1 Februari yang jatuh pada hari Minggu, cuaca di Kota Semarang tampak cerah merona dari pagi hingga menjelang sore. Meskipun begitu, bulan Februari disebut-sebut masih menjadi puncak musim penghujan. Cuaca memang masih sulit diprediksi; bisa saja terik di siang hari, namun seketika hujan lebat saat malam menyapa. Dua Hajatan Besar dalam Satu Pekan Bulan ini, Ibu Kota Jawa Tengah punya dua agenda besar yang waktunya saling berhimpitan. Ada Pasar Imlek Semawis yang menjadi ruh perayaan Tahun Baru Imlek di Pecinan, dan ada Dugderan yang menjadi tradisi wajib warga Semarang menyambut bula...

🏰 Bukan Kota Tua, Ini Kota Lama Semarang: Mengapa Penyebutan Itu Penting?

Belakangan ini, tiap kali membuka media sosial dan mencari tagar tentang Semarang, hati kami rasanya campur aduk. Di satu sisi, bangga luar biasa melihat Kota Lama Semarang makin cantik dan jadi primadona wisatawan. Tapi di sisi lain, ada sedikit ganjalan saat membaca caption mereka: "Seru-seruan di Kota Tua Semarang!" atau "Vibes Jakarta di Kota Tua-nya Semarang."

Mungkin bagi sebagian orang, ini cuma soal nama. Toh, keduanya sama-sama berisi bangunan tua, kan? Tapi bagi kami yang tinggal atau mencintai Semarang, ada identitas yang perlu dijaga di sana.

1. Masalah "Merek" dan Identitas

Secara administratif dan sejarah, kawasan di bawah pimpinan BP2KL ini namanya adalah Kota Lama. Sementara, Kota Tua sudah sangat melekat sebagai identitas Jakarta (Batavia). Menyebut Kota Lama dengan sebutan Kota Tua ibarat memanggil seseorang dengan nama tetangganya. Mirip, tapi bukan dia.

2. Little Netherland vs Batavia

Secara visual pun berbeda. Kota Tua Jakarta kental dengan arsitektur era VOC yang lebih masif dan kaku. Sedangkan Kota Lama Semarang punya julukan Little Netherland.

Bangunan di sini, mulai dari Gereja Blenduk hingga Gedung Marba, mewakili era yang lebih modern pada masanya (abad 19-20) dengan sentuhan kanal-kanal yang membuatnya unik. Menyamakan keduanya justru akan menghilangkan kekhasan karakter arsitektur yang kita miliki.

3. Menghargai Upaya Revitalisasi

Menyebut "Kota Lama" adalah bentuk apresiasi terhadap upaya panjang Pemerintah Kota Semarang dan berbagai pihak yang sudah menghidupkan kembali kawasan ini dari bayang-bayang rob dan kekumuhan. Dengan menyebut nama yang benar, kita membantu memperkuat branding Semarang sebagai kota pusaka (heritage) di tingkat internasional.

Penutup: Mari Kita Edukasi Pelan-pelan

Memang tidak perlu galak-galak di kolom komentar. Edukasi bisa dimulai dari tulisan sederhana atau dengan tetap menggunakan tagar #KotaLamaSemarang di setiap postingan kita.

Jadi, buat teman-teman yang main ke sini, jangan salah sebut lagi ya! Ini bukan "cabang" Jakarta, ini adalah kebanggaan kami: Kota Lama Semarang.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?

🎡 Dugderan Semarang 2026: Harmoni Tradisi di Tengah Riuhnya Sambut Imlek dan Ramadan

🏮 Daftar Acara Pasar Imlek Semawis 2026: Kuda Datang, Sukses Menjelang

🏛️ KOV Koffie Heritage: "Kopi Seperak" yang Mengguncang Sudut Kota Lama

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Februari 2026