Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

Image
Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...

Kuliner Khas Puasa di Semarang, Bubur India dari Masjid Jami Pekojan


Pernah menyantap menu berbuka puasa 'bubur India' ini di Semarang? Kalau belum, mungkin momen Ramadhan ini bisa dicoba. Kamu tinggal datang ke Masjid Jami Pekojan sebelum berbuka puasa. Lalu, mengapa ini menarik untuk kamu coba?

Beberapa tahun lalu, kami pernah mencicipi menu ini di sana. Tapi entah mengapa saat kami cari postingannya di blog dotsemarang, kami kehilangan konten berharga tersebut. Mau tidak mau, kami kembali datang kemarin ke sini.

Kuliner khas Ramadhan di Semarang

Alasan kamu harus mencoba menu ini karna Bubur India ini sudah menjadi ikon kuliner khas Semarang yang ada hanya saat bulan puasa. Menu ini sendiri sudah ada sejak lebih dari 100 tahun lalu, atau sejak tahun 1878.

Sejarah kuliner ini sendiri pada waktu pedagang dari Gujarat, India dan Pakistan datang dan menetap di Petolongan (daerah yang ada di Semarang). Dan salah satu kawasannya dibangun sebuah Masjid, ada dalam video yang kami sematkan.

Konon nama Koja sendiri yang diambil dari kata Pekojan, merupakan sebutan untuk keturunan Pakistan. Jadi pada waktu puasa, banyak orang India datang ke Masjid Pekojan dan membawa bekal bubur untuk berbuka.


Saat kami mencoba di sana, suasana sudah sangat ramai. Beruntung kami masih bisa mendapatkan jatah bubur yang disajikan dengan buah, susu cokelat dan kurma. Sangat nikmat meski bubur sudah terasa dingin (dibuat setelah shalat dhuzur soalnya).

Mengutip situs detikcom (31/5), rahasia nikmatnya Bubur India ada pada bumbu yang terdiri dari jahe, wortel, daun salam, serai, kayu manis, santan dan Garam. Bahan-bahan itu dicampur dalam beras di kuali tembaga.

Gimana, mau mencoba juga?

Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Comments

Popular posts from this blog

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?

🏙️ HUT Kota Semarang ke-479: Absennya Tradisi Lomba Logo, Fokus ke Layanan Publik?

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

⛪ Karnaval Paskah Kota Semarang 2026: Rekor Peserta dan Pesan Persatuan yang Semakin Kuat

🌙 Mengapa di Chromebook Tidak Ada Tombol 'Sleep'?