Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juli 2026

Image
Memasuki bulan Juli, atmosfer Kota Semarang rasanya mengalami sedikit pergeseran. Puncak kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang sudah kita lalui, dan riuh rendah musim libur sekolah pun perlahan mulai berganti dengan persiapan kembali ke rutinitas. Namun, bukan berarti ibu kota Jawa Tengah ini bakal kehilangan dayanya. Menatap kalender satu bulan ke depan, Juli 2026 justru membawa energi baru yang menyegarkan. Kota ini seperti sedang mengajak warganya untuk bergerak lagi—menjadi lebih bugar sekaligus tetap bersenang-senang dalam balutan agenda yang penuh warna. Sisa Kemeriahan di Awal Bulan Minggu pertama Juli langsung dibuka dengan babak akhir dari Jateng Fair 2026 di PRPP. Berlangsung hingga tanggal 5 Juli, perhelatan ini menjadi destinasi pamungkas bagi warga kota yang ingin menghabiskan sisa liburan. Bukan cuma soal pameran produk dan inovasi daerah, panggung hiburannya yang menghadirkan deretan musisi lokal maupun nasional tetap menjadi magnet kuat bagi pemburu konser di Semarang. Ta...

Kuliner Khas Puasa di Semarang, Bubur India dari Masjid Jami Pekojan


Pernah menyantap menu berbuka puasa 'bubur India' ini di Semarang? Kalau belum, mungkin momen Ramadhan ini bisa dicoba. Kamu tinggal datang ke Masjid Jami Pekojan sebelum berbuka puasa. Lalu, mengapa ini menarik untuk kamu coba?

Beberapa tahun lalu, kami pernah mencicipi menu ini di sana. Tapi entah mengapa saat kami cari postingannya di blog dotsemarang, kami kehilangan konten berharga tersebut. Mau tidak mau, kami kembali datang kemarin ke sini.

Kuliner khas Ramadhan di Semarang

Alasan kamu harus mencoba menu ini karna Bubur India ini sudah menjadi ikon kuliner khas Semarang yang ada hanya saat bulan puasa. Menu ini sendiri sudah ada sejak lebih dari 100 tahun lalu, atau sejak tahun 1878.

Sejarah kuliner ini sendiri pada waktu pedagang dari Gujarat, India dan Pakistan datang dan menetap di Petolongan (daerah yang ada di Semarang). Dan salah satu kawasannya dibangun sebuah Masjid, ada dalam video yang kami sematkan.

Konon nama Koja sendiri yang diambil dari kata Pekojan, merupakan sebutan untuk keturunan Pakistan. Jadi pada waktu puasa, banyak orang India datang ke Masjid Pekojan dan membawa bekal bubur untuk berbuka.


Saat kami mencoba di sana, suasana sudah sangat ramai. Beruntung kami masih bisa mendapatkan jatah bubur yang disajikan dengan buah, susu cokelat dan kurma. Sangat nikmat meski bubur sudah terasa dingin (dibuat setelah shalat dhuzur soalnya).

Mengutip situs detikcom (31/5), rahasia nikmatnya Bubur India ada pada bumbu yang terdiri dari jahe, wortel, daun salam, serai, kayu manis, santan dan Garam. Bahan-bahan itu dicampur dalam beras di kuali tembaga.

Gimana, mau mencoba juga?

Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Comments

Popular posts from this blog

[Review] Karnaval Dugderan 2016, Timeline Kurang Menarik

Mengawinkan Modem M3Y dengan Kartu 4G Smartfren

🎪 Agenda Festival Kota Lama Semarang 2026: Durasi Lebih Panjang dengan Tema Unity in Diversity

☕ Mengukur Efek Domino Kehadiran Parjo 24 Jam Terhadap Peta Kompetisi Kedai Kopi di Jolotundo

📱 itel P55 5G: Menimbang Rekomendasi AI Google untuk Hape 5G Murah di Bawah 2 Juta