Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
[Review Event] Semarang Kota Ketiga Acara Tech4Good
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Jumat sore (16/6) sebelum waktu berbuka puasa, kami sedang berada di Balaikota. Salah satu bangunannya, ruang pertemuan digunakan untuk acara Marketeers bertajuk roadshow bareng gojek yang hadir di 4 kota. Semarang sendiri merupakan kota ketiga setelah sebelumnya Bandung dan Surabaya, lalu akan ditutup Jakarta sebagai kota terakhir.
Kami baru tahu bahwa tiap kota memiliki brand Ambassadornya sendiri. Di Semarang, perwakilannya diwakilkan oleh mahasiswi cantik yang bernama Fajrina Aulia Arumdhani. Hadir dengan style pakaian berwarna hitam, hari ini dia tampil paling memukau diantara peserta.
Acara Campus Marketeers Club (CMC)
Seperti sudah pada umumnya, tiap perusahaan memiliki komunitas yang dikelola secara resmi. Campus Marketeers Club merupakan komunitas yang dibuat Marketeers untuk mewadahi orang-orang yang tertarik pada bidang marketing, secara khusus. Anggotanya tentu saja mahasiswa yang begitu mendominasi hadir di acara ini.
Sharing tentang teknologi dari sisi kebaikannya
Kamu yang penasaran dengan wajah Ambassador yang kami sebutkan di atas, harap bersabar dulu. Kami ingin membagikan beberapa hal menarik selama acara berikut ini.
Tech4good yang menjadi tajuk utama sharing kali ini dan tema utama roadshow semua kota, bila dimaknai adalah teknologi untuk kebaikan. Kami menangkap beberapa sharing dari pembicara bagaimana saat ini teknologi dapat banyak membantu manusia dan sangat bermanfaat.
Meski begitu, teknologi juga mendapat sentilan dari pembicara bahwa teknologi juga berdampak negatif. Terutama fenomena Pilkada DKI yang begitu mencuri perhatian yang tidak hanya di Indonesia, bahkan dunia.
Sharing pertama dari Mas Dian, Regional Head Indonesia Timur Mark Plus
Ini adalah Mas Dian dari yang menekankan bahwa teknologi itu hanya sebuah alat. Sebagai alat, manusia juga yang harus pandai merawat. Pria yang membuka sesi sharing pertama ini juga lewat slidenya memberitahu tentang teknologi yang sedang terjadi sekarang atau sedang ramainya.
Ya, teknologi yang sedang tren sekarang ini meliputi 3D Printing, Mobile dan Omnichannel. Teknologi 3D Printing sudah semakin banyak dimanfaatkan perusahaan dan terus dikembangkan. Dari sisi mobile, manusia saat ini seperti menggenggam apa saja dalam tangan mereka. Contohnya memesan taksi yang sebelum adanya aplikasi, kita memesannya lewat telepon.
Melihat kota Semarang memanfaatkan teknologi informasi
Sharing dari Mas Dian sebenarnya masih panjang. Nanti kami buatkan halaman lainnya. Selanjutnya dari perwakilan Walikota Semarang yang sebenarnya kami berharap mas Hendi bisa datang untuk mendengarkan langsung bagaimana Semarang memanfaatkan teknologi.
Nana Storada -Kominfo & Statistik Kota Semarang
Pak Nana banyak bicara tentang website Pemkot Semarang saat ini. Bila membuka secara langsung, menurut kami itu sangat biasa dan bosan. Namun setelah mendengarkan beliau berbagi banyak hal tentang informasi yang dibagikan baik lewat website maupun media sosial, kami jadi tahu betapa besar informasi yang mereka kelola.
Buat mahasiswa yang mencari bahan buat tugas kuliah, tinggal mengunjungi website pemkot. Di website tersebut sangat banyak informasi mulai dari majalah elektroinik dalam bentuk ebook, aplikasi yang bisa diunduh untuk mempermudah, dan layanan-layanan lainnya.
Beliau juga menjelaskan alasan akun Instagram pemkot Semarang yang tiba-tiba hilang. Dan masih banyak lagi berbagai hal yang tersembunyi yang bisa dimanfaatkan masyarakat Semarang hanya lewat situs official pemkot Semarang.
Fokus Gojek dan jumlah driver di kota Semarang
Yang mengisi pembicara dari Gojek Indonesia adalah Delly Nugraha, Strategic Regional Head Jawa Tengah. Dalam sharingnya ia memberitahu berapa jumlah driver Gojek di kota Semarang yang katanya sudah mencapai 4 ribu driver yang sudah tergabung.
Delly Nugraha, Strategic Regional Head
Sebagai karya anak bangsa, Gojek memberi dampak sosial terhadap perkembangan di Indonesia. Dari total lebih 250 ribu driver di Indonesia, Gojek bisa dibilang sudah menyumbang 1,8% lapangan pekerjaan.
Beberapa tahun ke depan, gojek sedang fokus menggarap mobile payment yang sedang menarik di Indonesia atau dikenal Fintech. Dengan fokus ini, pengguna bisa banyak merasakan pengalaman membayar hanya lewat aplikasi. Seperti nantinya bisa membayar tagihan listrik, bayar kuliah, beli pulsa dan lain sebagainya.
Ini dia Ambassador cantik Marketeers di Semarang
Setelah mencari beberapa waktu lewat mesin pencari, kami menemukan sedikit tentang profil Rina Mahasiswi Undip juruan Komunikasi tahun 2014 lewat akun Instagram yang berinisial fajrinaaulia. Kalau penasaran, silahkan lihat akun Instagramnya.
..
Tak terasa waktu berbuka pun telah tiba. Sesi terakhir yang ditutup dari Markplus yang memberikan kesimpulannya dari semua sesi hari ini. Di era teknologi sekarang katanya, online dan offline tetaplah harus beriringan. Bagi pemasar, online dan offline harus bisa dikombinasikan.
Tanpa sadar saat ini, saat kita mencari sesuatu lewat mesin pencari, kita akan disodorin pencarian yang direkomendasikan mesin pencari dari apa yang kita jelajah tiap waktu. Ini disebut filter bubble. Maka haruslah berhati-hati saat login akun di komputer orang lain atau tempat umum, seperti warnet. Takutnya, orang yang membuka tahu mengetahui jejak informasi yang kita buka. Kalau positif, nggak masalah sih.
Postingan ini kami tutup sampai di sini. Acara diakhiri pemberian kenang-kenangan kepada para pembicara. Peserta dipersilahkan menikmati santap buka yang sudah disediakan Gojek lewat go-food.
Semenjak kembali menggunakan layanan internet operator dari XL Axiata bulan Juli kemarin , ada pertanyaan besar dipikiran kami tentang paket Xtra Combo Flex yang tidak tersedia di aplikasi MyXL. Apakah hanya kami saja yang kebingungan? Dikenalkan sejak bulan Maret 2022, paket Xtra Combo Flex ternyata sangat menarik dari sisi pembagian kuota, seperti bonus hingga gratis berlanggananan konten Vidio. Tidak ada di aplikasi Hanya saja, sebagai pengguna baru yang membeli kartu perdana yang langsung mendapatkan paket Xtra Combo Flex, kami agak bingung saat mencarinya di aplikasi MyXL. Apalagi bonus-bonus yang harus diklaim lewat aplikasi, mau tidak mau membuat kami harus menginstal aplikasinya ke smartphone. Di mana paket Xtra Combo Flex? Dari daftar paket utama pun tidak ada tersedia sama sekali. Sudah kami cari-cari dibeberapa menu lainnya, hasilnya tetap nihil. Paket yang tersedia di paket utama (lihat gambar) hanya ada Akrab, Akrab Mini, Xtra Combo Plus, Xtra Combo Mini, Xtra On dan ...
Membaca kabar mengenai Pemerintah Kota Semarang yang secara resmi telah meluncurkan rangkaian peringatan HUT ke-479 di Halaman Balai Kota baru-baru ini, rasanya ada sesuatu yang mengganjal bagi kami. Bukan soal kemeriahan acaranya, melainkan soal logo HUT-nya! Tumben sekali kami sampai melewatkan informasinya, atau memang sengaja tahun ini hadir tanpa prosesi lomba desain logo Hari Jadi Kota (HJK)? Tahun 2026 ini, Kota Semarang menginjak usia ke-479. Seperti tahun-tahun sebelumnya, salah satu momen yang paling kami tunggu-tunggu sebagai pengelola blog ini adalah kemunculan visual identitas resmi Hari Jadi Kota Semarang (HJKS). Namun, ada yang terasa sangat berbeda kali ini. Jika biasanya sejak bulan Februari atau Maret lini masa media sosial sudah riuh dengan pengumuman lomba desain logo yang memancing kreativitas warga, tahun ini suasananya justru senyap. Tidak ada sayembara, tidak ada kompetisi ide, dan tentu saja tidak ada pengumuman pemenang seperti yang rutin kami dokumentasikan ...
Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...
Entah apa yang terjadi dengan semangat kami belakangan ini. Setelah sebelumnya melewatkan Kirab Budaya Ho Tek Tjing Shin , kami kembali harus menerima kenyataan gagal hadir secara fisik pada gelaran Karnaval Paskah Kota Semarang yang berlangsung tanggal 17 April 2026 kemarin. Padahal, suasana kemeriahannya sudah sangat terasa bahkan sebelum acara dimulai. Meski kali ini kami hanya bisa memantau dari kejauhan dan layar digital, ada satu hal yang sangat mencolok: skala acara tahun ini terasa jauh lebih besar dan lebih ramai dibandingkan tahun 2025. Perasaan "lebih ramai" itu rupanya bukan sekadar asumsi, melainkan fakta yang tercermin dari data di lapangan. Lonjakan Peserta dan Kehadiran Mobil Karnaval Jika pada tahun 2025 jumlah peserta berada di angka sekitar 10.000 orang, tahun 2026 ini jumlahnya melonjak drastis hingga menyentuh angka 15.000 orang . Kenaikan sebesar 50% ini menjelaskan mengapa arus informasi dan dokumentasi di media sosial terasa jauh lebih masif. Salah sa...
Ada hal unik yang kami sadari sejak setahun terakhir menggunakan laptop berbasis Chromebook, terutama jika dibandingkan dengan Windows atau Mac. Biasanya, pada menu tombol power (daya) di laptop Windows, kita akan dengan mudah menemukan opsi Sleep . Namun di Chromebook, opsi itu seolah hilang. Benarkah demikian? Bulan April ini menjadi kali kedua kami mengangkat topik Chromebook di blog. Akhir-akhir ini kami memang sedang bersemangat membagikan pengalaman seputar perangkat ini. Kali ini, kami ingin mengulas sesuatu yang sederhana namun krusial bagi calon pengguna. Filosofi "Instant-On" Bagi pengguna yang baru melirik Chromebook, ketiadaan tombol ini tentu memicu kebingungan. Apalagi bagi mereka yang aktivitasnya banyak di depan laptop dalam durasi lama. Mode sleep (tidur) sangat berguna agar laptop tidak perlu bolak-balik dimatikan melalui shutdown , yang tentunya lebih menghemat waktu. Sebenarnya, alasan utamanya bukan karena fiturnya tidak ada, melainkan adanya perubahan ...
Comments
Post a Comment