Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Film 3 Dara
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Film dengan durasi 86 menit ini bukan saja memberi tontonan segar kepada penontonnya, tapi juga ngajarin kaum laki-laki untuk lebih menghargai seorang wanita. Sudah lebih dari 1 bulan film ini bertahan di bioskop Semarang, mungkin ini alasannya?
Film 3 Dara resmi diluncurkan di bioskop tanah air tanggal 23 September 2015. Saya sendiri malah baru nonton per 23 Oktober. Benar-benar terlambat untuk pamer di sini. Menariknya, jadwal pemutaran film ini selalu full di Cinema XXI Semarang.
Cerita yang berbeda
Salah satu yang digaris bawahi tentang film ini adalah cerita yang unik, menarik dan jarang ditemui. Dan mungkin alasan terbaik menggambarkan film yang dibintangi Tora Sudiro, Adipati Dolken, dan Tanta Ginting ini adalah jalan ceritanya yang berbeda diantara sekian film yang pernah saya tonton untuk film Indonesia.
Bila film-film selanjutnya seperti ini, saya yakin deh kedepan film Indonesia akan diburu penonton. Pada saat saya menonton, meski sudah 1 bulan, antusias film ini di Semarang masih sangat ramai.
Perpaduan Karakter
3 Dara berhasil mengkombinasikan 3 aktor yang punya penggemarnya sendiri dibelantika perfilman tanah air. Pamor Tora Sudiro yang pada jamannya selalu hits, saya adalah salah satu penggemarnya, identik dengan peran komedinya.
Adipati Dolken bukan sekedar aktor muda yang namanya terus berkibar tahun ini, basis penonton muda terutama remaja adalah target empuk untuk menjangkau jumlah penonton agar tertarik ke bioskop.
Nama terakhir, Tanta Ginting adalah aktor baru yang namanya semakin melejit. Tahun ini, entah sudah berapa banyak kesuksesan yang berhasil ia perankan menjadi modal utama bagi pihak film untuk menggunakan jasanya sebagai pendobrak baru pemain yang masih segar.
Ya, tanpa sadar ketiganya mampu melejitkan film 3 Dara bertahan hingga sekarang. Saya apresiasi untuk film ini yang mampu mencoba ketiga karakter tersebut.
Kekuatan cerita
Film ini tidak memasukkan unsur komedi berlebihan dan tidak ada pemain dengan karakter khusus yang spesialis membuat penonton tertawa. Cukup Tora Sudiro yang dikenal penonton Indonesia punya personal branding sebagai aktor komedi.
Saya menikmati film ini dengan sangat baik. Bahkan tertawa bareng dengan penonton. Dari awal hingga akhir, ceritanya sangat kuat. Seperti film petualangan yang tidak melewatkan bagian-bagian penting dari cerita sebenarnya.
Film modern
Latar belakang film ini tentang kehidupan pria-pria masa kini yang lebih modern. Dan Jakarta menjadi pilihannya. Yang terjadi adalah realita yang sebenarnya ada disekitar kita. Mungkin ini juga yang membuat banyak remaja dari pelajar hingga pekerja yang ada di dalam bioskop bersama saya tertarik untuk menyaksikan film ini.
Desain Poster dan trailer yang memikat
Sebelum memutuskan menonton film ini, saya selalu menyempatkan untuk menonton trailernya. Dan mereka mengemasnya dengan sangat baik. Ditambah poster yang menaruh ketiga aktor sebagai covernya. Keren pokoknya.
Unsur edukasi & sisi komedi
Rasa penghormatan tinggi terhadap kaum wanita adalah garis besar kesimpulan film ini. Jangan meremehkan mereka atau mempermainkan, karena bila posisinya dibalik, kejadiannya bakalan Anda temukan di sini. Alhasil penonton dibuat terpingkal-pingkal oleh ketiga pemain film ini.
...
Ketika saya menulis film 3 (Alief Lam Mim), bahkan tanggal tayangnya bersamaan, dengan antusias tinggi tanpa sadar di bioskop Semarang film ini malah tidak bertahan lama. Menyedihkan juga rasanya. Apalagi film ini memanfaatkan teknologi dan kamera yang diatas rata-rata.
Toh, itu percuma bila film yang dibuat harus turun lebih cepat juga pada akhirnya. Ternyata selera penonton saat ini begitu tinggi kualifikasinya. Film 3 Dara bukan sekedar berhasil menarik minat penonton tapi juga berhasil mengemasnya menjadi tontonan segar dan berkualitas.
Mungkin bisa sebagai masukan bagus saat ini kepada pembuat film, untuk memahami selera pasar (penonton). Sudah nonton film 3 Dara? Berikut trailernya ;
Semenjak kembali menggunakan layanan internet operator dari XL Axiata bulan Juli kemarin , ada pertanyaan besar dipikiran kami tentang paket Xtra Combo Flex yang tidak tersedia di aplikasi MyXL. Apakah hanya kami saja yang kebingungan? Dikenalkan sejak bulan Maret 2022, paket Xtra Combo Flex ternyata sangat menarik dari sisi pembagian kuota, seperti bonus hingga gratis berlanggananan konten Vidio. Tidak ada di aplikasi Hanya saja, sebagai pengguna baru yang membeli kartu perdana yang langsung mendapatkan paket Xtra Combo Flex, kami agak bingung saat mencarinya di aplikasi MyXL. Apalagi bonus-bonus yang harus diklaim lewat aplikasi, mau tidak mau membuat kami harus menginstal aplikasinya ke smartphone. Di mana paket Xtra Combo Flex? Dari daftar paket utama pun tidak ada tersedia sama sekali. Sudah kami cari-cari dibeberapa menu lainnya, hasilnya tetap nihil. Paket yang tersedia di paket utama (lihat gambar) hanya ada Akrab, Akrab Mini, Xtra Combo Plus, Xtra Combo Mini, Xtra On dan ...
Membaca kabar mengenai Pemerintah Kota Semarang yang secara resmi telah meluncurkan rangkaian peringatan HUT ke-479 di Halaman Balai Kota baru-baru ini, rasanya ada sesuatu yang mengganjal bagi kami. Bukan soal kemeriahan acaranya, melainkan soal logo HUT-nya! Tumben sekali kami sampai melewatkan informasinya, atau memang sengaja tahun ini hadir tanpa prosesi lomba desain logo Hari Jadi Kota (HJK)? Tahun 2026 ini, Kota Semarang menginjak usia ke-479. Seperti tahun-tahun sebelumnya, salah satu momen yang paling kami tunggu-tunggu sebagai pengelola blog ini adalah kemunculan visual identitas resmi Hari Jadi Kota Semarang (HJKS). Namun, ada yang terasa sangat berbeda kali ini. Jika biasanya sejak bulan Februari atau Maret lini masa media sosial sudah riuh dengan pengumuman lomba desain logo yang memancing kreativitas warga, tahun ini suasananya justru senyap. Tidak ada sayembara, tidak ada kompetisi ide, dan tentu saja tidak ada pengumuman pemenang seperti yang rutin kami dokumentasikan ...
Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...
Entah apa yang terjadi dengan semangat kami belakangan ini. Setelah sebelumnya melewatkan Kirab Budaya Ho Tek Tjing Shin , kami kembali harus menerima kenyataan gagal hadir secara fisik pada gelaran Karnaval Paskah Kota Semarang yang berlangsung tanggal 17 April 2026 kemarin. Padahal, suasana kemeriahannya sudah sangat terasa bahkan sebelum acara dimulai. Meski kali ini kami hanya bisa memantau dari kejauhan dan layar digital, ada satu hal yang sangat mencolok: skala acara tahun ini terasa jauh lebih besar dan lebih ramai dibandingkan tahun 2025. Perasaan "lebih ramai" itu rupanya bukan sekadar asumsi, melainkan fakta yang tercermin dari data di lapangan. Lonjakan Peserta dan Kehadiran Mobil Karnaval Jika pada tahun 2025 jumlah peserta berada di angka sekitar 10.000 orang, tahun 2026 ini jumlahnya melonjak drastis hingga menyentuh angka 15.000 orang . Kenaikan sebesar 50% ini menjelaskan mengapa arus informasi dan dokumentasi di media sosial terasa jauh lebih masif. Salah sa...
Ada hal unik yang kami sadari sejak setahun terakhir menggunakan laptop berbasis Chromebook, terutama jika dibandingkan dengan Windows atau Mac. Biasanya, pada menu tombol power (daya) di laptop Windows, kita akan dengan mudah menemukan opsi Sleep . Namun di Chromebook, opsi itu seolah hilang. Benarkah demikian? Bulan April ini menjadi kali kedua kami mengangkat topik Chromebook di blog. Akhir-akhir ini kami memang sedang bersemangat membagikan pengalaman seputar perangkat ini. Kali ini, kami ingin mengulas sesuatu yang sederhana namun krusial bagi calon pengguna. Filosofi "Instant-On" Bagi pengguna yang baru melirik Chromebook, ketiadaan tombol ini tentu memicu kebingungan. Apalagi bagi mereka yang aktivitasnya banyak di depan laptop dalam durasi lama. Mode sleep (tidur) sangat berguna agar laptop tidak perlu bolak-balik dimatikan melalui shutdown , yang tentunya lebih menghemat waktu. Sebenarnya, alasan utamanya bukan karena fiturnya tidak ada, melainkan adanya perubahan ...
Trailernya udah bikin pengin nonton sih. Kayaknya untuk penonton Indonesia, aktor yg terkenal dan film yg kocak masih cukup menjual? :)
ReplyDeleteYup betul. Sekarang memang seperti ini pasarnya
Delete