Selamat Tahun Baru 2026! Suara dar-dir-dor di langit Kota Semarang semalam menjadi penanda dimulainya perjalanan baru yang siap kita hadapi. Mari persiapkan segalanya dan jangan lupa simpan halaman ini sebagai kompas untuk mengarungi bulan Januari. Saat tulisan ini kami susun, langit Semarang tampak cerah merona. Kondisi yang berbanding terbalik dengan hari sebelumnya yang terus-menerus diselimuti mendung sejak pagi dan diguyur hujan dari siang hingga malam. Semoga ini menjadi pertanda baik, bahwa hal-hal sulit akan segera berganti dengan kebaikan di tahun yang baru. Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 Agenda nasional, khususnya jadwal hari libur, tentu akan sangat memengaruhi ritme event di Kota Semarang. Kabarnya, tahun 2026 ini kita punya modal 17 hari libur nasional dan 8 hari cuti bersama . Dengan banyaknya tanggal merah, rencana liburan atau sekadar staycation di dalam kota sudah harus ditentukan dari sekarang. Apalagi tahun ini bulan puasa datang lebih awal. Silakan atur d...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Film Harim di Tanah Haram
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Ditengah pasar yang menggandrungi film dengan genre komedi dan horor, film Harim di tanah Haram menjadi satu-satunya film yang mencerahkan. Bahkan segmentasi penontonnya sebagian besar perempuan muda hingga dewasa (ibu-ibu). Ini terlihat dari penonton bioskop Semarang yang memutar film dengan durasi 114 menit ini di jam perdananya.
Film Harim di Tanah Haram resmi tayang di bioskop tanah air tanggal 10 Desember 2015. Film ini sepertinya pernah digadang-gadang akan tayang bulan September, entah mengapa baru tayang hari ini.
Kisah pelacur merindukan ka'bah
Dari posternya sendiri terlihat dengan jelas tentang cerita utamanya. Penonton digiring melihat sebuah realita seorang wanita yang sebenarnya seorang muslimah tiba-tiba hidupnya berubah 180 derajat.
Mulai dari pernikahan yang mengecewakan, dijual di tempat pelacuran dan akhirnya menemukan seorang pria yang baik dan mau menikahinya. Pada akhirnya, ia berhasil menginjakkan kaki di tanah Haram atau Mekkah.
Sudut Pandang
Ada 10 orang yang menonton film ini saat perdananya tayang. Film ini begitu boring diawal-awal dan tak banyak hal yang dieksplor selain keindahan Makasar sebagai background pertama film ini dimulai. Ditambah dengan alunan Al-Quran dan musik yang merdu dan menenangkan jiwa, rasanya pengen tidur saja.
Sudut pandang yang dibangun semua tentang Qia, mulai dari kehidupan masa kecilnya, dewasa lalu tinggal di pesantren, dan menikah. Tak ada sudut pandang lain semisal kehidupan Irwansyah atau lainnya yang dapat mempertemukan benang merah mereka di film ini.
Alur cerita
Membaca alur film ini benar-benar lurus hingga berakhirnya film. Awal-awalnya sangat datar dan membuat saya mengantuk. Beruntunglah, saat sesi Irwansyah masuk semua mulai bergairah.
Sempat menebak bahwa alur ceritanya akan begini, ternyata tidak. Pintar juga memainkan ceritanya, pikir saya. Bagian itu ada pada saat Qia melarikan diri dari Preman dan ditolong oleh ibu-ibu. Kirain akan jadi bagus, ternyata malah masuk kandang harimau. Qia, mau tidak mau harus terjebak dengan pekerjaan prostitusi.
Tampilnya Fuad Alkhar Abud
Banyak pemain yang dibawa film yang disutradarai Ibnu Agha ini seperti Wawan Wanizar, Tio Pakusadewo, Teuku Rifnu Wikana, Cahya Kamila, Mustafa 'Debu' dan istri dari Irwansyah, Zaskia Sungkar.
Paling menarik adalah penampilan si Abud yang terkenal pada jaman era 80an. Meski durasinya singkat, setidaknya aktor ini memberi sedikit kerinduan buat penonton yang sering menontonnya pada jamannya.
Dari Novel
Genre drama religi sepertinya identik dengan novel. Salah satunya film ini juga yang merupakan adaptasi novel karya Abu Hamzah. Film ini mengambil lokasi syuting di tiga negara yaitu di Turki, Arab Saudi (Mekkah dan Madinah) dan Indonesia (Makassar).
Explore Makassar hingga Turki
Ada yang belum pernah ke Makassar, atau Turki? Sepertinya yang nulis, juga. Belum sama sekali. Film ini setidaknya punya banyak sesuatu yang menarik untuk dilihat. Mulai dari kampung nelayan, kota Makassar, bentor atau becak motor, tempat-tempat menarik, keindahan kota Turki dan sejarahnya. Dan masih banyak lagi yang dapat kita nikmati.
Kesimpulan
Pesan yang menarik dari film ini adalah bagaimana kekuatan seorang wanita dengan doa dan harapannya mampu mencapai mimpi yang selama ini ingin digapainya.
Takdir dapat diubah dengan doa, sebuah kalimat yang mencerahkan tentunya. Dan masih banyak lagi kata-kata mutiara yang menumbuhkan nilai-nilai positif terlepas cara mengemas film ini yang menggemaskan untuk alurnya yang membosankan.
Oh ya, jangan harap melihat akting Irwansyah dengan total disini. Karena kekuatan pemainnya ada pada si Qia yang diperankan Sylvia Fully meski menurut saya itu juga masih harus ditambah lagi.
Ikuti jadwal film Indonesia di bioksop Semarang lewat akun @kofindo. **Film ini hanya bertahan 6 hari di bioskop Semarang
Semenjak kembali menggunakan layanan internet operator dari XL Axiata bulan Juli kemarin , ada pertanyaan besar dipikiran kami tentang paket Xtra Combo Flex yang tidak tersedia di aplikasi MyXL. Apakah hanya kami saja yang kebingungan? Dikenalkan sejak bulan Maret 2022, paket Xtra Combo Flex ternyata sangat menarik dari sisi pembagian kuota, seperti bonus hingga gratis berlanggananan konten Vidio. Tidak ada di aplikasi Hanya saja, sebagai pengguna baru yang membeli kartu perdana yang langsung mendapatkan paket Xtra Combo Flex, kami agak bingung saat mencarinya di aplikasi MyXL. Apalagi bonus-bonus yang harus diklaim lewat aplikasi, mau tidak mau membuat kami harus menginstal aplikasinya ke smartphone. Di mana paket Xtra Combo Flex? Dari daftar paket utama pun tidak ada tersedia sama sekali. Sudah kami cari-cari dibeberapa menu lainnya, hasilnya tetap nihil. Paket yang tersedia di paket utama (lihat gambar) hanya ada Akrab, Akrab Mini, Xtra Combo Plus, Xtra Combo Mini, Xtra On dan ...
Selamat Tahun Baru 2026! Suara dar-dir-dor di langit Kota Semarang semalam menjadi penanda dimulainya perjalanan baru yang siap kita hadapi. Mari persiapkan segalanya dan jangan lupa simpan halaman ini sebagai kompas untuk mengarungi bulan Januari. Saat tulisan ini kami susun, langit Semarang tampak cerah merona. Kondisi yang berbanding terbalik dengan hari sebelumnya yang terus-menerus diselimuti mendung sejak pagi dan diguyur hujan dari siang hingga malam. Semoga ini menjadi pertanda baik, bahwa hal-hal sulit akan segera berganti dengan kebaikan di tahun yang baru. Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 Agenda nasional, khususnya jadwal hari libur, tentu akan sangat memengaruhi ritme event di Kota Semarang. Kabarnya, tahun 2026 ini kita punya modal 17 hari libur nasional dan 8 hari cuti bersama . Dengan banyaknya tanggal merah, rencana liburan atau sekadar staycation di dalam kota sudah harus ditentukan dari sekarang. Apalagi tahun ini bulan puasa datang lebih awal. Silakan atur d...
Semarang di awal tahun 2026 ini masih menyimpan kejutan yang sama. Di tengah perubahan wajah kota yang semakin modern dan harga kebutuhan yang terus merangkak naik, ada satu sudut di Jalan Gajah Raya yang seolah "menolak" untuk ikut-ikutan tren kenaikan harga. Pada Jumat pertama bulan Januari (9/1), sebelum menunaikan ibadah salat Jumat, kami menyempatkan diri mampir sejenak ke Menara Al-Husna . Menara yang menjadi ikon Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) ini memang perlu kami perbarui informasinya, mengingat postingan terakhir kami di blog ini sudah berumur empat tahun sejak 2022 lalu. Masih Konsisten dengan Harga Lama & Support QRIS Saat melangkah menuju loket, kami sejujurnya sudah menyiapkan diri jika ada penyesuaian tarif. Namun, kejutan manis menanti di balik kaca loket. Harganya ternyata tetap konsisten di angka Rp10.000 per orang . Menariknya lagi, bagi kami yang jarang membawa uang tunai, pengelola sudah menyediakan opsi pembayaran QRIS atau non-tunai . Jadi, tid...
Kami benar-benar tidak menyangka jika Nabila Maharani turut diundang untuk meramaikan acara. Usai seluruh rangkaian prosesi utama digelar, penampilannya hadir memberi warna tersendiri. Seperti apa sebenarnya suasana saat ia naik ke atas panggung peluncuran Jawa Tengah Calendar of Event (CoE) 2026 di Gedung Ki Narto Sabdo pada 28 November 2025 lalu? Jujur saja, kami baru bisa mengeluarkan postingan ini setelah beberapa bulan berlalu. Entah kenapa prosesnya terasa begitu lama, hingga rasanya momen sakral dari acaranya sendiri sudah mulai memudar saat tulisan ini dibagikan. Namun, memori tentang penampilannya malam itu terlalu sayang untuk dilewatkan begitu saja. Menutup Rangkaian dengan Hangat Bagi kami, pilihan menghadirkan Nabila adalah langkah yang sangat pas. Suaranya yang lembut dan karakternya yang membumi seolah menyatu sempurna dengan interior kayu serta tata cahaya panggung Ki Narto Sabdo yang syahdu. Momen ini seketika mengingatkan kami pada sosok Fanny Soegi yang juga menjad...
Kami kembali mengulas tentang gelaran PON Bela Diri Kudus yang sebelumnya sempat kami singgung di halaman blog lainnya . Meski tidak hadir secara langsung di lokasi pertandingan, event perdana ini tetap memiliki daya tarik yang sangat kuat untuk diulik, terutama jika kita melihatnya dari kacamata sport tourism . Secara definisi, sport tourism adalah kegiatan wisata yang dikombinasikan dengan olahraga, baik sebagai peserta maupun penonton. Dalam konteks ini, PON Bela Diri Kudus berhasil memenuhi seluruh kriteria tersebut dengan sangat apik. Momentum untuk Kalender Pariwisata Jawa Tengah Melihat kesuksesannya, sudah seharusnya Disporapar Jawa Tengah memasukkan event dua tahunan ini ke dalam kalender resmi mereka agar gaungnya semakin masif di masa mendatang. Apalagi dengan kepastian bahwa tahun 2027 nanti Kudus akan kembali menjadi tuan rumah, kami tentu berharap bisa kembali bersinergi dalam promosi digitalnya. Lantas, mengapa PON Bela Diri ini layak masuk kategori sport tourism ...
Comments
Post a Comment