Memasuki bulan Juli, atmosfer Kota Semarang rasanya mengalami sedikit pergeseran. Puncak kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang sudah kita lalui, dan riuh rendah musim libur sekolah pun perlahan mulai berganti dengan persiapan kembali ke rutinitas. Namun, bukan berarti ibu kota Jawa Tengah ini bakal kehilangan dayanya. Menatap kalender satu bulan ke depan, Juli 2026 justru membawa energi baru yang menyegarkan. Kota ini seperti sedang mengajak warganya untuk bergerak lagi—menjadi lebih bugar sekaligus tetap bersenang-senang dalam balutan agenda yang penuh warna. Sisa Kemeriahan di Awal Bulan Minggu pertama Juli langsung dibuka dengan babak akhir dari Jateng Fair 2026 di PRPP. Berlangsung hingga tanggal 5 Juli, perhelatan ini menjadi destinasi pamungkas bagi warga kota yang ingin menghabiskan sisa liburan. Bukan cuma soal pameran produk dan inovasi daerah, panggung hiburannya yang menghadirkan deretan musisi lokal maupun nasional tetap menjadi magnet kuat bagi pemburu konser di Semarang. Ta...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Film Harim di Tanah Haram
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Ditengah pasar yang menggandrungi film dengan genre komedi dan horor, film Harim di tanah Haram menjadi satu-satunya film yang mencerahkan. Bahkan segmentasi penontonnya sebagian besar perempuan muda hingga dewasa (ibu-ibu). Ini terlihat dari penonton bioskop Semarang yang memutar film dengan durasi 114 menit ini di jam perdananya.
Film Harim di Tanah Haram resmi tayang di bioskop tanah air tanggal 10 Desember 2015. Film ini sepertinya pernah digadang-gadang akan tayang bulan September, entah mengapa baru tayang hari ini.
Kisah pelacur merindukan ka'bah
Dari posternya sendiri terlihat dengan jelas tentang cerita utamanya. Penonton digiring melihat sebuah realita seorang wanita yang sebenarnya seorang muslimah tiba-tiba hidupnya berubah 180 derajat.
Mulai dari pernikahan yang mengecewakan, dijual di tempat pelacuran dan akhirnya menemukan seorang pria yang baik dan mau menikahinya. Pada akhirnya, ia berhasil menginjakkan kaki di tanah Haram atau Mekkah.
Sudut Pandang
Ada 10 orang yang menonton film ini saat perdananya tayang. Film ini begitu boring diawal-awal dan tak banyak hal yang dieksplor selain keindahan Makasar sebagai background pertama film ini dimulai. Ditambah dengan alunan Al-Quran dan musik yang merdu dan menenangkan jiwa, rasanya pengen tidur saja.
Sudut pandang yang dibangun semua tentang Qia, mulai dari kehidupan masa kecilnya, dewasa lalu tinggal di pesantren, dan menikah. Tak ada sudut pandang lain semisal kehidupan Irwansyah atau lainnya yang dapat mempertemukan benang merah mereka di film ini.
Alur cerita
Membaca alur film ini benar-benar lurus hingga berakhirnya film. Awal-awalnya sangat datar dan membuat saya mengantuk. Beruntunglah, saat sesi Irwansyah masuk semua mulai bergairah.
Sempat menebak bahwa alur ceritanya akan begini, ternyata tidak. Pintar juga memainkan ceritanya, pikir saya. Bagian itu ada pada saat Qia melarikan diri dari Preman dan ditolong oleh ibu-ibu. Kirain akan jadi bagus, ternyata malah masuk kandang harimau. Qia, mau tidak mau harus terjebak dengan pekerjaan prostitusi.
Tampilnya Fuad Alkhar Abud
Banyak pemain yang dibawa film yang disutradarai Ibnu Agha ini seperti Wawan Wanizar, Tio Pakusadewo, Teuku Rifnu Wikana, Cahya Kamila, Mustafa 'Debu' dan istri dari Irwansyah, Zaskia Sungkar.
Paling menarik adalah penampilan si Abud yang terkenal pada jaman era 80an. Meski durasinya singkat, setidaknya aktor ini memberi sedikit kerinduan buat penonton yang sering menontonnya pada jamannya.
Dari Novel
Genre drama religi sepertinya identik dengan novel. Salah satunya film ini juga yang merupakan adaptasi novel karya Abu Hamzah. Film ini mengambil lokasi syuting di tiga negara yaitu di Turki, Arab Saudi (Mekkah dan Madinah) dan Indonesia (Makassar).
Explore Makassar hingga Turki
Ada yang belum pernah ke Makassar, atau Turki? Sepertinya yang nulis, juga. Belum sama sekali. Film ini setidaknya punya banyak sesuatu yang menarik untuk dilihat. Mulai dari kampung nelayan, kota Makassar, bentor atau becak motor, tempat-tempat menarik, keindahan kota Turki dan sejarahnya. Dan masih banyak lagi yang dapat kita nikmati.
Kesimpulan
Pesan yang menarik dari film ini adalah bagaimana kekuatan seorang wanita dengan doa dan harapannya mampu mencapai mimpi yang selama ini ingin digapainya.
Takdir dapat diubah dengan doa, sebuah kalimat yang mencerahkan tentunya. Dan masih banyak lagi kata-kata mutiara yang menumbuhkan nilai-nilai positif terlepas cara mengemas film ini yang menggemaskan untuk alurnya yang membosankan.
Oh ya, jangan harap melihat akting Irwansyah dengan total disini. Karena kekuatan pemainnya ada pada si Qia yang diperankan Sylvia Fully meski menurut saya itu juga masih harus ditambah lagi.
Ikuti jadwal film Indonesia di bioksop Semarang lewat akun @kofindo. **Film ini hanya bertahan 6 hari di bioskop Semarang
Menyambut bulan suci Ramadan tahun 2016, kota Semarang identik dengan acara 'dugderan'. Acara ini menurut saya dibagi dalam 3 bentuk event seperti pasar dugderan, karnaval budaya dan karnaval anak-anak - remaja. Lalu, bagaimana dengan timeline? Yang dibahas di halaman ini adalah 'karnaval budaya Dugderan' yang berlangsung di Balaikota. Kemudian karnaval ini berjalan menuju Masjid Agung Semarang dan berhenti di Masjid Agung Jawa Tengah. Memantau hashtag #Dugderan2016 Acara karnaval budaya dugderan berlangsung pada tanggal 4 Juni 2016 di Balaikota mulai siang hari. Tahun ini, saya memutuskan tidak mengikuti acara seperti tahun-tahun sebelumnya dengan datang secara langsung. Saya mengikuti perkembangan acara lewat timeline dengan hashtag. Salah satu akun yang menginfokan perkembangan acara di sana adalah akun @VisitJawaTengah seperti berikut ini. Semangat Siang. Yuk, bersiap dengan kemeriahan #Dugderan2016 ? Nantikan #LiveTweet nya dari Balaikota S...
Ada kabar gembira buat kamu yang mungkin baru menggunakan modem m3y. Kami baru sadar bahwa kartu 4G Smartfren bisa digunakan di modem M3Y yang perangkatnya sudah pernah kami review sebelumnya. Apakah kamu sudah juga mencobanya? Kami pikir M3Y sudah tidak bisa digunakan lagi dengan harganya yang kurang bersahabat untuk kami. Apalagi kartu yang tersemat sangat tidak memungkinkan kartu lain untuk masuk. Bahkan untuk sesama operator. Sekali keluar dari SIM Card-nya, kartu dipastikan tidak akan berfungsi. Ternyata bisa Internet merupakan kebutuhan wajib terkait aktivitas kami dalam dunia blogging. Maka saat sebelum pergi ke Jakarta acara ASUS kemarin, kami mencoba mempersiapkan segalanya yang salah satunya koneksi internet. Saat bertanya ke konter terdekat, ternyata kartu 4G Smartfren bisa digunakan untuk modem kami. Pokoknya yang keluaran Smartfren, kata penjaga konternya. Setelah memastikan sendiri dan menggunakannya, ternyata memang bisa. Apalagi kartu perdana y...
Smartphone merek asal Tiongkok ini sebenarnya tidak pernah masuk dalam rencana kami saat berniat memiliki ponsel 5G pertama. Namun karena satu dan lain hal, kami akhirnya tergoda untuk melakukan sedikit "perjudian." Apa yang sebenarnya membuat kami mendadak tertarik dengan itel P55 5G ini? Cerita bermula saat keberuntungan kami mendadak luntur di pertengahan tahun. Smartphone utama yang kami gunakan sehari-hari performa baterainya drop total. Bahkan, saking parahnya, bagian layarnya sampai terangkat (melendung). Padahal semenjak mempensiunkan ASUS Zenfone 5, kami sangat mengandalkan perangkat ini—yang kebetulan didapat dari kebaikan rekan-rekan komunitas bola kami (istilahnya, kami dipinjamkan perangkat untuk operasional). Karena perangkat yang kami gunakan, termasuk tablet, bukanlah barang baru, masalah umur memang tidak bisa bohong. Sadar bahwa menunggu perangkat ini benar-benar mati total akan memicu masalah besar bagi produktivitas blog, kami memutuskan untuk mempercepat ...
Tren olahraga padel di Kota Semarang tampaknya masih belum terbendung. Kehadiran Gets Courts yang baru saja beroperasi di kawasan Jalan Soekarno Hatta menjadi babak baru yang sangat menarik. Pasalnya, dalang di balik berdirinya fasilitas olahraga ini adalah Gets Group—sebuah nama yang sudah sangat familier di telinga masyarakat melalui jaringan hotelnya di Kota Atlas. Kami sendiri baru menyadari jika pusat olahraga padel teranyar ini berada di bawah payung grup hotel tersebut setelah kami memperbarui konten portofolio visual kami baru-baru ini. Kebetulan, lokasinya juga tidak terlampau jauh dari Lapangan Mini Soccer Barito Semarang , kawasan yang beberapa kali sempat kami ulas di blog. Tepat pada tanggal 18 Juli kemarin, Gets Courts rupanya baru saja menggelar momen soft opening . Sayang sekali, kali ini kami tidak mendapatkan undangan resmi, sehingga tidak bisa mengintip langsung kemeriahan suasananya dari dalam area lapangan secara langsung. Melebarkan Sayap Bisnis ke Dunia Sport ...
Sulit berpaling ketika melihat nama Joko Anwar terpampang nyata di poster feed Instagram salah satu akun kompetisi film kampus di Semarang. Sayangnya, karena antusiasme yang luar biasa, kami gagal mengamankan kursi free entry yang disediakan panitia. Kehabisan tiket memang menyisakan sedikit penyesalan, namun energi dari gelaran tersebut justru menginspirasi kami untuk menuliskan catatan ini. Sebuah pertanyaan besar pun muncul ke permukaan: Apakah tahun 2026 ini akan menjadi tahun emas bagi kebangkitan sineas film di Kota Semarang? Kawah Candradimuka di Kampus Udinus Gairah sinema lokal ini ditiupkan oleh Parade Film Udinus #3 . Mengingat tanda tagar di belakang namanya, kompetisi film tahunan ini jelas bukan lagi sekadar acara kemarin sore. Karena kami tidak mendapatkan slot kursi penonton, tulisan ini tentu tidak akan mengulas secara teknis jalannya festival atau siapa saja daftar pemenangnya. Namun, magnet seorang Joko Anwar tidak bisa bohong. Kami bisa membayangkan betapa riu...
Comments
Post a Comment