Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

Alasan Penonton Indonesia Pergi ke Bioskop, Cuma Bentuk Hiburan?


Survei yang melibatkan 1.100 responden dari 9 kota di Indonesia ini sangat menarik. Bisa menggambarkan apa yang selama ini jadi kendala para pelaku film khususnya film Indonesia.

Mengutip dari laman Lampost.co (29/11), dituliskan disana tentang alasan masyarakat Indonesia yang pergi ke bioskop yang dibuat oleh Lembaga Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian Masyarakat Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta (FFTV IKJ) pada September hingga Oktober 2015.

Terungkap bahwa, sebanyak 46 persen penonton film memilih film berdasarkan cerita. Kemudian, sebesar 24 persen orang menonton film Indonesia dengan alasan genre dan jenis film.

Film sebagai hiburan

"Persentase ini menunjukkan bahwa penonton film Indonesia masih menganggap film sebagai bentuk hiburan. Penonton Indonesia belum melihatnya dari sisi sinematis," ungkap Mohamad Ariansah, Dosen FFTV IKJ, di IKJ, Jakarta, Sabtu (28/11/2015).

Film merupakan hiburan yang bisa membuat penonton lepas dari kehidupan sehari-hari. Ini menjadi alasan kuat bagi para penonton datang ke bioskop.

"Penonton film tidak mau melihat keseharian yang mereka lihat dalam berita, muncul di film yang mereka tonton. Ada pekerjaan imajinasi di sana yang penting," ujar Budi Wibawa, Dosen FFTV IKJ.

Alasan lain adalah karena aktor dan aktris sebesar 12 persen, trailer yang menarik sebanyak 12 persen, faktor sutradara 1 persen, dan sampling eror 5 persen.

Yang bisa kita petik

Dotsemarang lewat kofindo, wadah menonton film Indonesia, kurangnya animo masyarakat untuk genre-genre tertentu memang perlu jadi perhatian. Bioskop Semarang hanya ada 1 tempat yang nayangin film-film Indonesia yaitu di Mall Ciputra.

Bila kurang mendapat apresiasi, jumlah penonton sepi, film Indonesia dipastikan hanya bertahan kurang dari seminggu. Kesadaran ini juga membuat kofindo terus berupaya memberikan review film untuk memberikan gambaran-gambaran seperti apa film yang sedang tayang.

Buat pelaku film, mungkin data ini bisa sebagai referensi. Buat komunitas film, mungkin bisa jadi bahan diskusi menarik. Beberapa komunitas memang selalu membuat screening film di luar bioskop. Mungkin saja pihak bioskop mau bekerjasama untuk memberikan tempatnya buat komunitas.

Bagi kofindo sendiri, ini bisa menjadi strategi baru untuk lebih banyak mengeksplor konten-konten yang lebih menarik. Terutama edukas dan referensi.

Sumber dan referensi :  Lampost.co
Gambar : Ilustrasi



Informasi Pemasangan Iklan

Hubungi @dotsemarang
Email : dotsemarang [@] gmail.com

Comments

Popular posts from this blog

🎬 Menengok LOFF 2026 dari Luar Pagar: Menanti Pintu Sinema Semarang Benar-benar Terbuka ke Layar Lebar

🦈 Selamat Tinggal Bitly, Saatnya Kembali ke Jalan Ninja URL Asli

🛕 Pura Agung Giri Natha Semarang: Oase Religi Tradisi Bali di Atas Bukit Gajahmungkur

⚽️ Berburu Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 di Kota Semarang: Siasat Hotel "Ganti Baju" hingga Markas Instansi

Parkir di The Park Mall Hanya Melayani Pembayaran Non Tunai