Bulan November selalu lekat dengan ingatan kolektif kita pada Hari Pahlawan tiap tanggal 10 November. Jika bulan Oktober sebelumnya sempat mengajak kita menengok kembali riuhnya sejarah lewat napas Pertempuran 5 Hari di Semarang , maka bulan November ini menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan arti kepahlawanan dalam bentuk yang lebih luas—terutama lewat karya, konsistensi, dan pergerakan orang-orang yang terus menghidupkan sudut-sudut kota. Ya, perjuangan hari ini tidak selalu tentang bambu runcing. Di Semarang, denyut itu justru terasa lewat geliat para pegiat literasi, komunitas kreatif, peracik kopi, hingga ribuan pasang kaki yang meramaikan jalanan lewat deretan fun run dan festival akhir pekan. Kota ini terus bergerak karena ada banyak tangan yang tak lelah merawatnya. Nah, buat pembaca setia yang sedang mencari referensi kegiatan, akhir pekan mau kemana, atau sekadar ingin melihat bagaimana Semarang berdenyut sepanjang bulan ini, berikut adalah rangkuman agenda Kota Semar...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Film Ayah Menyayangi Tanpa Akhir
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Di awal-awal film ini saat mulai, penonton sudah dihadapkan dengan sebuah dilema. Film menyentuh dan semoga Anda tidak lupa membawa tisu. Film Ayah menyayangi tanpa akhir resmi tayang di bioskop tanah air tanggal 29 Oktober 2015.
Lagi, film yang diangkat dari sebuah buku dan kisah nyata dari karya Kirana Kejora. Film berdurasi 88 menit ini membawa satu nama besar yaitu Fedi Nuril yang dikolaborasikan dengan Naufal Azhar, Amanda Rawless, Ade Firman Niken Anjani, Kelly Tandiono, dan Niniek L.
Sukses membuat penonton menangis
Keluar dari cerita asli dari bukunya, film ini menurut saya sukses diceritakan kembali. Akting Fedi Nuril berhasil membuat penonton menangis. Akting yang tidak lebay dan menurut saya ekspresinya sangat datar malah membuat feel penonton sangat dapat. Pria sejati menangis apakah seperti ini?
Alur yang sempat jatuh
Di awal-awal, alurnya langsung tinggi. Penonton dibawa ke sebuah konflik tentang keberanian Fedi Nuril menikahi pacarnya yang selain berbeda negara juga adat istiadat. Fedi berasal dari Solo dengan tata kromo Jawanya dan ini sangat sulit diterima keluarganya kalau menantunya berasal dari Jepang.
Keputusan menikah tanpa restu harus dijalani dan lagi-lagi membuat penonton kembali dibawa ke sebuah dilema tinggi. Sang istri yang diperankan oleh Kelly Tandiono meninggal. Satu-satunya harapan ada pada anak Fedi Nuril yang berperan sebagai Juna di film ini.
Film dari sutradara Hanny R. Saputra sempat kehilangan momentum di tengah-tengah. Kebahagiaan yang dirasakan di bagian tengah membuat film ini kurang greget dan bahkan sangat datar menurut saya. Agak gimana gitu.
Tapi tenang saja, bagian akhir ceritanya kembali naik dan membuat perasaan sebagian penonton yang bersama saya tak dapat membendung isak tangis yang keluar meski dihaluskan suaranya.
Kekuatan akting
Sepertinya alasan saya menonton film ini adalah sosok Fedi Nuril yang selalu memberi warna dalam perfilman Indonesia. Sosok tersebut selalu melekat tentang kisah kehidupan yang sedih. Banyak film yang sukses dibawanya menjadi hits.
Selain Fedi Nuril, ada Kelly Tandiono juga yang menurut saya sangat menarik meski durasi tampilnya sangat kurang. Wajah orientalnya yang sangat dalam membuatnya sukses memerankan wanita Jepang yang menjadi istri Juna. Apalagi saat berbicara dengan logatnya. Coba lebih banyak tampilnya.
Kelly yang beberapa film selalu tampil dengan sosok akting petarungnya berubah menjadi kekasih dan ibu di film ini. Menarik menurut saya. Untuk pemain lain, semuanya cocok dengan kolaborasi kedua pemain yang saya sebut diatas.
Mengintip pesan kecilnya
Tanpa sadar film ini memberi pesan yang selama ini sering terjadi pada kehidupan masyarakat kita. Menikah tanpa restu orang tua maupun keluarga sangat tidak tidak dianjurkan. Doa-doa mereka dibutuhkan untuk semua kelancaran. Kita tahu itu tentunya. Dan cerita film ini mengarah kesana.
Kesimpulan
Film yang sangat direkomendasikan buat ditonton satu keluarga. Ditambah kategori film ini untuk semua umur. Nama besar pemain filmnya juga menjadi daya tarik tersendiri. Saya berharap film ini dapat bertahan lama.
Sediakan tisu atau ada yang mau mencoba menerima tantangan nonton film ini tidak sedih. Audio film yang terdengar sangat baik ini memberi warna tersendiri untuk menggugah perasaan penonton.
Selamat datang di bulan Oktober! Tidak terasa kita sudah memasuki kuartal terakhir di tahun 2026. Seperti bulan-bulan sebelumnya, Kota Semarang kembali menghadirkan beragam deretan kegiatan menarik yang siap mengisi agenda akhir pekan maupun hari kerja kamu. Kami tak menyangka meninggalkan September dengan banyak kejutan. Mulai dari daftar acara Semarang yang lebih banyak dari Agustus dan kejutan acara yang terus bertambah tanpa kami ketahui. Agenda Besar Utama Oktober 2026 Peringatan Pertempuran 5 Hari di Semarang Tanggal: 14 – 15 Oktober 2026 (Gladi & Puncak Acara) Lokasi: Kawasan Tugu Muda Semarang Deskripsi: Momen bersejarah tahunan Kota Semarang untuk mengenang jasa para pahlawan. Menampilkan drama teatrikal perjuangan kolosal, upacara khidmat, serta penutupan/pengalihan arus lalu lintas sementara di kawasan Tugu Muda. Kali ini, bulan baru, Semarang sudah diramaikan dengan pameran otomotif skala nasional, panggung fashion, gelaran musik komunitas, kumpul sepeda tua, hingga ...
Membahas Media sosial seolah tak ada habisnya. Mulai dari yang sekedar membuat happy maupun yang dibuat serius. Malah terkadang menemukan sesuatu yang tidak Anda duga-duga. Berikut ada 6 tools yang setidaknya dapat membantu memanage akun media sosial Anda lebih menyenangkan. Dikutip dari website jeffbullas.com, dengan judul 6 Amazing Social Media Productivity Tools, Anda kami giring untuk mendapatkan pengalaman baru ber-media sosial lebih mudah dan menyenangkan atau membantu aktivitas Anda lebih serius. 1. Buffer Tampilannya sederhana. Anda dapat login dengan akun media sosial yang Anda miliki. Setelah login, Anda diminta memasukkan email sebagai pelengkap data. Selain masih belum terlalu paham menggunakannya, sedikit kelebihan, alat ini hadir diberbagai site *ekstensi. Kalau masih penasaran, bisa lihat detailnya dibawah. 2. Glyder Saat mengklik halamannya, kami diarahkan sebuah tampilan yang menarik. Profesional sepertinya. Namun, ada hal yang memutuskan kami tidak meneruskannya....
Peringatan Hari Blogger Nasional tahun 2026 ini genap memasuki usianya yang ke-19 tahun. Momentum yang datang bersamaan dengan riuhnya bising dunia digital yang rasanya makin tak karuan. Di luar sana, orang-orang media sedang sibuk mengeluhkan fenomena homeless media —akun-akun agregator anonim yang tinggal comot sana-sini, memotong video, menempel berita tanpa keringat, tapi meraup cuan dari atensi instan. Informasi berseliweran begitu cepat, lalu lenyap ditelan algoritma esok paginya. Belum lagi cerita-cerita dari kawan-kawan sesama blogger yang belakangan blog pribadinya mendadak ditawar orang dengan angka belasan hingga puluhan juta rupiah. Buat sebagian orang, blog dilihat sekadar sebagai aset digital: diternak, dibesarkan metriknya, lalu dilepas demi uang tunai. Tapi buat para perawatnya, tawaran itu ditepis begitu saja. Seperti kata kawan kami, Ditya Pandu dari Tuxlin Blog, saat menolak meminang blog pribadinya: “Ini bukan soal aset digital, tapi sebuah catatan perjalanan pribad...
Masih ingat dengan tulisan kami yang mengulas soal bonus Google AI Plus selama 6 bulan dari XL Axiata ? Promo itu didapat setelah kami membeli paket FlexMax 7GB 28 hari seharga 25 ribu rupiah pada bulan Juli kemarin. Nah, ada kejadian unik di bulan Oktober ini. Pas kami memutuskan untuk tidak mengaktifkan paket internet seluler XL, fitur Google AI Plus-nya malah ikut-ikutan nonaktif 😆 Kami tentu tak menduganya dan ini menjadi pengalaman menarik yang ingin kami bagikan di blog. Kan siapa tahu ada pembaca yang mengalami nasib serupa. Alasan kami tidak mengaktifkan paket internet apa pun dari XL Axiata kali ini sebenarnya sederhana: karena harga yang ditawarkan sering berubah-ubah. Sebelumnya, kami sempat mendapat harga yang pas di kantong. Namun, pada bulan berikutnya harga sudah berganti, dan bukannya konsisten, malah cenderung naik. Dari situlah, kami mencoba rehat sejenak dari langganan data. Tak disangka, ada "kejutan" kecil di balik keputusan kecil tersebut. Realita Ekosi...
Akhirnya kami merilis tulisan ini di blog meski agendanya sendiri sudah lewat beberapa waktu. Kami memang sempat hadir langsung menikmati kemeriahannya di lapangan. Namun, tentu saja seperti biasa, kehadiran kami ini murni atas inisiatif pribadi untuk memantau dinamika kota, bukan karena undangan resmi apalagi bagian dari kerja sama dengan penyelenggara MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang. Ketika Kota Semarang didaulat menjadi tuan rumah perhelatan MTQ Nasional XXXI, gaungnya memang tidak hanya berhenti pada arena utama atau lomba tilawah di dalam gedung. Ada denyut kemeriahan yang sengaja dihidupkan ke ruang-ruang publik, salah satunya lewat kehadiran Karnaval Nostalgia Dugderan yang digelar pada Jumat, 18 September 2026 lalu. Menariknya, kehadiran karnaval ini sempat memantik tanya di kalangan pengamat jalanan. Pasalnya, belum lama berselang, warga Semarang sudah disuguhi kemeriahan Pawai Ta’aruf MTQ. Praktis, dalam hitungan satu bulan yang sama, ada dua arak-arakan budaya besar yang...
This comment has been removed by the author.
ReplyDeletesaya juga nangis setelah nonton film ini
ReplyDeletehikss
Delete