Bulan November selalu lekat dengan ingatan kolektif kita pada Hari Pahlawan tiap tanggal 10 November. Jika bulan Oktober sebelumnya sempat mengajak kita menengok kembali riuhnya sejarah lewat napas Pertempuran 5 Hari di Semarang , maka bulan November ini menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan arti kepahlawanan dalam bentuk yang lebih luas—terutama lewat karya, konsistensi, dan pergerakan orang-orang yang terus menghidupkan sudut-sudut kota. Ya, perjuangan hari ini tidak selalu tentang bambu runcing. Di Semarang, denyut itu justru terasa lewat geliat para pegiat literasi, komunitas kreatif, peracik kopi, hingga ribuan pasang kaki yang meramaikan jalanan lewat deretan fun run dan festival akhir pekan. Kota ini terus bergerak karena ada banyak tangan yang tak lelah merawatnya. Nah, buat pembaca setia yang sedang mencari referensi kegiatan, akhir pekan mau kemana, atau sekadar ingin melihat bagaimana Semarang berdenyut sepanjang bulan ini, berikut adalah rangkuman agenda Kota Semar...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Film Miracle; Jatuh Dari Surga
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Film ini resmi tayang di seluruh bioskop tanah air pada tanggal 3 Desember 2015. Membawa genre drama dan keluarga, seperti apa film ini disajikan kepada penonton? Berikut reviewnya.
Disutradai oleh Wisnu Adi, film Miracle; Jatuh Dari Surga berdurasi sekitar 119 menit dengan kategori penonton semua umur.
Jualan Solo
Sebelum menuju cerita, film ini rupanya benar-benar jualan alias memasarkan kota Solo dengan sangat baik. Mungkin karena background kotanya punya nilai tinggi, terutama sisi bangunan dan tradisinya, film ini benar-benar menampilkan berbagai sudut dengan sangat maksimal.
Seperti transportasi, warung kecil dengan kesenian, kuliner, batik, dan masih banyak lagi. Bahasa Jawa? Pastinya. Percakapan di film ini pun ditambahin teks subtitle dalam bahasa Indonesia.
Cerita kurang greget
Sebelum saya masuk ke bioskop, saya ngobrol dengan seorang penonton wanita. Ia berencana nonton film Hollywood yang memang sedang menarik akhir pekan ini.
Percakapan yang kita lakukan ujung-ujungnya adalah alasan tidak menonton film Indonesia. Ya, cerita film Indonesia kurang greget katanya. Dan karena akhir pekan waktunya bersantai, ia harus mendapatkan suasana yang membangkitkan mood dengan menonton film. Refreshing maksudnya.
Film Miracle selama saya tonton, sepertinya sesuai dengan prediksi yang dikatakan penonton wanita tersebut. Ya, menurut saya juga begitu.
Dari judulnya sendiri, sebenarnya saya berharap film ini akan menarik. Apalagi Krista, tokoh utama di film ini memiliki kekuatan yang dapat menyembuhkan. Ya, terlalu cepat klimaks, nih! Pikir saya saat semua sudah terlambat menyadari kekuatan si anak.
Alur yang sebenarnya sudah naik tiba-tiba jatuh dan sangat datar hingga akhir. Sangat disayangkan menurut saya. Malah inti ceritanya berubah menjadi masalah keluarga dan cerita masa lalu.
Kurang optimalnya The Overtunes
Saya sengaja tidak banyak ingin mencari tahu seperti apa film ini. Hasilnya, saya baru tahu ada band The Overtunes yang sebenarnya menurut saya sangat digandrungi kaum remaja. Nyatanya film yang juga melibatkan keluarga ini tak mampu menahan bendungan ketika pihak bioskop Semarang mulai mengurangi jatah jam tayang mereka.
Hanya beberapa hari film ini tayang, jam putar di bioskop sudah langsung drastis turun. Hingga tulisan ini, jadwalnya hanya ada 2 dan mungkin sebentar lagi turun.
Momentum Natal
Pada akhirnya semua harus kembali ikhlas menerima apa yang telah terjadi. Krista yang diperankan Naomi Ivo telah meninggalkan kedua orang tuanya yang diperankan Darius Sinathrya dan Anneke Jodi.
Saya sempat menebak akhiran film ini dan ternyata benar. Film yang mudah ketebak. Dan pada akhirnya momentum hari Natal menjadi hal terbaik yang bisa digambarkan lewat film ini.
...
Hampir 2 jam film ini tayang dan baru kali ini saya boring sendiri. Padahal hari minggu saya menonton, dan disana banyak keluarga yang membawa putra-putri mereka. Tapi sayang, kebanyakan keluarga mengikuti kata hati anaknya untuk menyaksikan film bertema superhero.
Terlepas bagaimana film ini dikemas tapi lagi-lagi patokan jumlah penonton yang berimbas kurangnya jam pemutaran, film ini punya sisi menarik untuk dilihat. Ya, Solo merupakan kota yang sangat historis tentunya.
*Film ini hanya bertahan 6 hari, tanggal 9 Desember film ini sudah turun dari bioskop Semarang.
Selamat datang di bulan Oktober! Tidak terasa kita sudah memasuki kuartal terakhir di tahun 2026. Seperti bulan-bulan sebelumnya, Kota Semarang kembali menghadirkan beragam deretan kegiatan menarik yang siap mengisi agenda akhir pekan maupun hari kerja kamu. Kami tak menyangka meninggalkan September dengan banyak kejutan. Mulai dari daftar acara Semarang yang lebih banyak dari Agustus dan kejutan acara yang terus bertambah tanpa kami ketahui. Agenda Besar Utama Oktober 2026 Peringatan Pertempuran 5 Hari di Semarang Tanggal: 14 – 15 Oktober 2026 (Gladi & Puncak Acara) Lokasi: Kawasan Tugu Muda Semarang Deskripsi: Momen bersejarah tahunan Kota Semarang untuk mengenang jasa para pahlawan. Menampilkan drama teatrikal perjuangan kolosal, upacara khidmat, serta penutupan/pengalihan arus lalu lintas sementara di kawasan Tugu Muda. Kali ini, bulan baru, Semarang sudah diramaikan dengan pameran otomotif skala nasional, panggung fashion, gelaran musik komunitas, kumpul sepeda tua, hingga ...
Membahas Media sosial seolah tak ada habisnya. Mulai dari yang sekedar membuat happy maupun yang dibuat serius. Malah terkadang menemukan sesuatu yang tidak Anda duga-duga. Berikut ada 6 tools yang setidaknya dapat membantu memanage akun media sosial Anda lebih menyenangkan. Dikutip dari website jeffbullas.com, dengan judul 6 Amazing Social Media Productivity Tools, Anda kami giring untuk mendapatkan pengalaman baru ber-media sosial lebih mudah dan menyenangkan atau membantu aktivitas Anda lebih serius. 1. Buffer Tampilannya sederhana. Anda dapat login dengan akun media sosial yang Anda miliki. Setelah login, Anda diminta memasukkan email sebagai pelengkap data. Selain masih belum terlalu paham menggunakannya, sedikit kelebihan, alat ini hadir diberbagai site *ekstensi. Kalau masih penasaran, bisa lihat detailnya dibawah. 2. Glyder Saat mengklik halamannya, kami diarahkan sebuah tampilan yang menarik. Profesional sepertinya. Namun, ada hal yang memutuskan kami tidak meneruskannya....
Peringatan Hari Blogger Nasional tahun 2026 ini genap memasuki usianya yang ke-19 tahun. Momentum yang datang bersamaan dengan riuhnya bising dunia digital yang rasanya makin tak karuan. Di luar sana, orang-orang media sedang sibuk mengeluhkan fenomena homeless media —akun-akun agregator anonim yang tinggal comot sana-sini, memotong video, menempel berita tanpa keringat, tapi meraup cuan dari atensi instan. Informasi berseliweran begitu cepat, lalu lenyap ditelan algoritma esok paginya. Belum lagi cerita-cerita dari kawan-kawan sesama blogger yang belakangan blog pribadinya mendadak ditawar orang dengan angka belasan hingga puluhan juta rupiah. Buat sebagian orang, blog dilihat sekadar sebagai aset digital: diternak, dibesarkan metriknya, lalu dilepas demi uang tunai. Tapi buat para perawatnya, tawaran itu ditepis begitu saja. Seperti kata kawan kami, Ditya Pandu dari Tuxlin Blog, saat menolak meminang blog pribadinya: “Ini bukan soal aset digital, tapi sebuah catatan perjalanan pribad...
Bicara soal Artificial Intelligence (AI) di laptop zaman sekarang, rasanya hampir semua merek memamerkan fitur serupa. Namun, ada satu pemaparan materi dari tim ASUS saat gelaran acara No.1 Quality & Service di Hotel Tentrem pertengahan September lalu yang cukup menarik perhatian kami: hadirnya aplikasi ASUS Virtual Assistant (OMNI). Sebagai pengguna laptop harian, kami awalnya cukup penasaran. Apa bedanya OMNI ini dengan berbagai asisten AI berbasis cloud yang sudah bertaburan di internet? Ternyata, jawabannya ada pada satu kata kunci: Offline . AI yang Berjalan Tanpa Internet, Kok Bisa? Secara sederhana, OMNI adalah AI Desktop Companion yang tertanam langsung di dalam laptop ASUS . Fitur utamanya mulai dari merangkum dokumen ( Librarian ), menjawab pertanyaan dari berkas kerja, hingga mengubah rekaman suara menjadi transkrip dan poin-poin penting. Menariknya, seluruh proses ini bisa berjalan tanpa koneksi internet sama sekali . Kemampuan on-device AI ini mengandalkan pemro...
Keramaian di lini masa media sosial seperti Threads dan X pada 27 Oktober kemarin menarik perhatian kami. Di antara deretan unggahan peringatan Hari Blogger Nasional , perbincangan tentang tiket bioskop seharga Rp25.000 bergulir begitu masif. Awalnya kami mengira ini sekadar aksi promo berkala dari penyedia layanan e-wallet atau aplikasi ticketing . Namun ketika mengetahui bahwa promo bertajuk Cinema Day ini diusung serentak oleh Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI), kami menyadari ada strategi pemasaran menarik yang sedang dimainkan di industri hiburan layar lebar tanah air. Bukan Sekadar Diskon, Ini Soal "Aksi Kolektif" Selama ini, kita terbiasa melihat promo bioskop yang berjalan sendiri-sendiri. Cinepolis punya Tuesday Special , XXI bekerja sama dengan bank tertentu, atau CGV dengan membership card -nya. Strategi individual ini memang efektif menjaga loyalitas basis pengguna masing-masing, tetapi dampaknya terhadap kebiasaan pasar secara luas cenderung t...
Comments
Post a Comment