Selamat datang bulan September 2026 di Kota Semarang! Memasuki bulan kesembilan ini, ibu kota Jawa Tengah langsung bersiap menyambut gelombang agenda skala besar yang silih berganti mengisi akhir pekan maupun hari kerja. Dari perhelatan budaya, religius tingkat nasional, hingga pameran otomotif dan festival musik, semuanya siap tumpah ruah meramaikan sudut-sudut kota. Bagi para pelancong, pemburu visual, maupun warga lokal yang ingin merencanakan agenda bulanan agar tidak kecele dengan jadwal padat, berikut adalah rangkuman daftar agenda acara di Kota Semarang sepanjang bulan September 2026. Agenda Besar Utama September 2026 Festival Kota Lama 2026 Waktu: 4 – 20 September 2026 Lokasi: Kawasan Kota Lama Semarang (termasuk titik-titik ikonik seperti Gedung Yayasan Kanisius, area Metro Point, Fasad Marba, hingga Gedung Oudetrap). Catatan: Kembalinya titik keramaian ke area Gedung Yayasan Kanisius diprediksi bakal membuat selebrasi heritage tahun ini semakin meriah dan meluas. MTQ Nasio...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Film Miracle; Jatuh Dari Surga
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Film ini resmi tayang di seluruh bioskop tanah air pada tanggal 3 Desember 2015. Membawa genre drama dan keluarga, seperti apa film ini disajikan kepada penonton? Berikut reviewnya.
Disutradai oleh Wisnu Adi, film Miracle; Jatuh Dari Surga berdurasi sekitar 119 menit dengan kategori penonton semua umur.
Jualan Solo
Sebelum menuju cerita, film ini rupanya benar-benar jualan alias memasarkan kota Solo dengan sangat baik. Mungkin karena background kotanya punya nilai tinggi, terutama sisi bangunan dan tradisinya, film ini benar-benar menampilkan berbagai sudut dengan sangat maksimal.
Seperti transportasi, warung kecil dengan kesenian, kuliner, batik, dan masih banyak lagi. Bahasa Jawa? Pastinya. Percakapan di film ini pun ditambahin teks subtitle dalam bahasa Indonesia.
Cerita kurang greget
Sebelum saya masuk ke bioskop, saya ngobrol dengan seorang penonton wanita. Ia berencana nonton film Hollywood yang memang sedang menarik akhir pekan ini.
Percakapan yang kita lakukan ujung-ujungnya adalah alasan tidak menonton film Indonesia. Ya, cerita film Indonesia kurang greget katanya. Dan karena akhir pekan waktunya bersantai, ia harus mendapatkan suasana yang membangkitkan mood dengan menonton film. Refreshing maksudnya.
Film Miracle selama saya tonton, sepertinya sesuai dengan prediksi yang dikatakan penonton wanita tersebut. Ya, menurut saya juga begitu.
Dari judulnya sendiri, sebenarnya saya berharap film ini akan menarik. Apalagi Krista, tokoh utama di film ini memiliki kekuatan yang dapat menyembuhkan. Ya, terlalu cepat klimaks, nih! Pikir saya saat semua sudah terlambat menyadari kekuatan si anak.
Alur yang sebenarnya sudah naik tiba-tiba jatuh dan sangat datar hingga akhir. Sangat disayangkan menurut saya. Malah inti ceritanya berubah menjadi masalah keluarga dan cerita masa lalu.
Kurang optimalnya The Overtunes
Saya sengaja tidak banyak ingin mencari tahu seperti apa film ini. Hasilnya, saya baru tahu ada band The Overtunes yang sebenarnya menurut saya sangat digandrungi kaum remaja. Nyatanya film yang juga melibatkan keluarga ini tak mampu menahan bendungan ketika pihak bioskop Semarang mulai mengurangi jatah jam tayang mereka.
Hanya beberapa hari film ini tayang, jam putar di bioskop sudah langsung drastis turun. Hingga tulisan ini, jadwalnya hanya ada 2 dan mungkin sebentar lagi turun.
Momentum Natal
Pada akhirnya semua harus kembali ikhlas menerima apa yang telah terjadi. Krista yang diperankan Naomi Ivo telah meninggalkan kedua orang tuanya yang diperankan Darius Sinathrya dan Anneke Jodi.
Saya sempat menebak akhiran film ini dan ternyata benar. Film yang mudah ketebak. Dan pada akhirnya momentum hari Natal menjadi hal terbaik yang bisa digambarkan lewat film ini.
...
Hampir 2 jam film ini tayang dan baru kali ini saya boring sendiri. Padahal hari minggu saya menonton, dan disana banyak keluarga yang membawa putra-putri mereka. Tapi sayang, kebanyakan keluarga mengikuti kata hati anaknya untuk menyaksikan film bertema superhero.
Terlepas bagaimana film ini dikemas tapi lagi-lagi patokan jumlah penonton yang berimbas kurangnya jam pemutaran, film ini punya sisi menarik untuk dilihat. Ya, Solo merupakan kota yang sangat historis tentunya.
*Film ini hanya bertahan 6 hari, tanggal 9 Desember film ini sudah turun dari bioskop Semarang.
Fenomena ini sejatinya adalah strategi influencer marketing lapis kedua yang digerakkan oleh agensi. Alih-alih menggelontorkan anggaran besar hanya untuk segelintir mega-influencer , mereka memilih menebar jala ke banyak akun kreator melalui sistem crowdsourcing . Syaratnya pun bervariasi, biasanya menyasar akun-akun dengan minimal followers di angka tertentu, misalnya 1.000 pengikut. Dengan mengerahkan puluhan hingga ratusan kreator secara serentak beberapa hari sebelum film rilis, terciptalah ilusi masif bahwa film tersebut sedang menjadi pusat perbincangan. Dari sudut pandang pemasaran, model ini memang sangat efektif mendongkrak awareness dalam waktu singkat. Begitu kami mencoba masuk ke dalamnya, kami biasanya ditarik ke dalam grup koordinasi—yang belakangan kami sadari isinya bukan cuma soal film, tapi juga berbagai penawaran kampanye lain dengan pola serupa. Dari pengalaman pribadi kemarin, perjalanannya ternyata cukup menguras energi hingga akhirnya kami memilih mundur karen...
Sebagai pengelola blog yang porsinya lebih sering berkelana menyoroti dinamika ruang kota ketimbang mendalami isi piring, urusan kuliner terkadang jadi ranah yang penuh kejutan bagi kami. Seperti Nasi Glewo yang sempat kami ulas sebelumnya, perkenalan kami dengan Petis Kangkung juga berawal dari lini masa media sosial beberapa bulan lalu. Rasa penasaran itu akhirnya membimbing kami secara tidak sengaja ke sebuah kios kecil di Jalan Jolotundo: Warung Pecel & Gudangan Bu Joko . Siapa sangka, di balik kesederhanaan warungnya, tersimpan salah satu kuliner legendaris khas Semarang yang masih eksis merawat lidah warganya. Kejutan Rasa dan Sensasi Pedas yang "Nempel" Porsi petis kangkung yang dihidangkan tampak sederhana di atas piring lidi beralaskan kertas minyak. Kangkung rebus yang masih bertekstur renyah dipadu tauge segar, lalu diguyur bumbu petis udang khas Semarang yang pekat, gurih, dan manis. Namun, ada pelajaran berharga ketika memesan menu ini: jangan anggap remeh p...
Ini pertama kalinya kami memegang ASUS ExpertBook B9450 yang rasanya itu seperti bukan laptop. Sangat ringan, dan juga bentuknya sangat tipis serta presisi. Mari berkenalan sama laptop kelas enterprise yang tak sengaja kami temukan di salah satu toko komputer di Semarang ini. Ada cerita menarik di balik pertemuan kami dengan perangkat ini. Awal mulanya bermula dari pantauan di marketplace Facebook dan berlanjut ke kunjungan langsung ke toko komputer bernama P usat Laptop Nusantara —toko spesialis jual beli laptop second yang letaknya berada di sekitar Jalan Gajah Raya, Semarang. B9450, Sering Disebut B9 Gen 1 Saat menyambangi toko tersebut, ada dua unit laptop ExpertBook yang dipersilakan untuk kami lihat langsung. Awalnya, kami sempat meraba-raba varian apa ini sebenarnya, karena kenalan kami yang merupakan karyawan toko hanya menyebutnya secara singkat: "ASUS ExpertBook i7 Gen 10 RAM 16GB SSD 256GB" . Karena penasaran dengan silsilahnya, setelah ditelusuri lebih jauh, na...
Festival Kota Lama (FKL) Semarang resmi menginjak usianya yang ke-15 tahun pada penyelenggaraannya tahun ini. Digelar lebih panjang hingga 17 hari (4–20 September 2026) demi menyambut perhelatan akbar MTQ Nasional, hajatan budaya ini kembali menyedot perhatian publik sejak malam pembukaannya yang megah. Namun, di balik kemilau panggung utama dan ramainya Pasar Malam Sentiling yang berkolaborasi dengan pasar malam tradisional, ada kontras menarik yang luput dari pandangan mata. Siapa pun yang mampir ke kawasan heritage sejak pagi menjelang siang hari—jauh sebelum gerbang area utama dibuka atau car free night dimulai—mendapati suasana yang berjalan normal seperti hari biasa. Kawasan tampak "hampa atribut" karena aturan ketat konservasi sejarah, ditambah kontras telak gema branding-nya yang seolah tenggelam di bawah bayang-bayang gegap gempita MTQ Nasional. Bagaimana rupa festival di usianya yang ke-15 ini jika diamati dari dinamika kunjungan harian di luar jam operasional ut...
Selamat datang bulan September 2026 di Kota Semarang! Memasuki bulan kesembilan ini, ibu kota Jawa Tengah langsung bersiap menyambut gelombang agenda skala besar yang silih berganti mengisi akhir pekan maupun hari kerja. Dari perhelatan budaya, religius tingkat nasional, hingga pameran otomotif dan festival musik, semuanya siap tumpah ruah meramaikan sudut-sudut kota. Bagi para pelancong, pemburu visual, maupun warga lokal yang ingin merencanakan agenda bulanan agar tidak kecele dengan jadwal padat, berikut adalah rangkuman daftar agenda acara di Kota Semarang sepanjang bulan September 2026. Agenda Besar Utama September 2026 Festival Kota Lama 2026 Waktu: 4 – 20 September 2026 Lokasi: Kawasan Kota Lama Semarang (termasuk titik-titik ikonik seperti Gedung Yayasan Kanisius, area Metro Point, Fasad Marba, hingga Gedung Oudetrap). Catatan: Kembalinya titik keramaian ke area Gedung Yayasan Kanisius diprediksi bakal membuat selebrasi heritage tahun ini semakin meriah dan meluas. MTQ Nasio...
Comments
Post a Comment