Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Maret 2026

Image
Maret 2026 dibuka dengan sapaan cuaca cerah di hari Minggu, setelah semalam sebelumnya Semarang diguyur "hujan mewah" yang menyisakan genangan di beberapa ruas jalan. Memasuki bulan ketiga ini, intensitas hujan diprediksi masih akan tinggi hingga akhir bulan. Jadi, sedia payung sebelum hujan tetap menjadi saran paling realistis, meski teriknya matahari Semarang juga siap menemani aktivitas Anda. Momen Puncak: Mudik dan Lebaran 1447 H Ramadan yang masih berlangsung dan berlanjut hingga pertengahan Maret membuat persiapan menjelang Idulfitri kian sibuk. Puncaknya, Idulfitri 1447 H diprediksi jatuh pada sekitar tanggal 20 Maret 2026. Bagi warga lokal, bersiaplah menghadapi "aspal ibu kota" yang semakin padat seiring kedatangan para pejuang rejeki dari perantauan. Bertemu sanak saudara memang menyenangkan, namun saat harus keluar rumah untuk liburan di tengah kemacetan kota, itulah tantangan sesungguhnya. Bagi Anda yang berencana mudik keluar Semarang, manfaatkan progra...

Ketika Pasar Film Membuat Film Indonesia Harus Mengalah


Beberapa minggu lalu, saya memposting banner film Ach...Aku Jatuh Cinta yang terpampang di sekitar bioskop Cinema XXI, Semarang. Dan hari ini (5/11), saat film-film Indonesia yang baru mulai tayang, film tersebut malah tidak tayang. Ada apa?

Kecewa? Tentu saja saya kecewa dengan cara mereka melakukan hal tersebut. Apalagi trailer filmnya sudah sering kali ditayangin di dalam bioskop sebelum film diputar. Di media sosial pun juga demikian.

Pasar film yang menguntungkan film Hollywood

Saat membaca beberapa media online tentang permasalahan ini sepertinya masalah pasar yang menguntungkan film dari Hollywood menjadi alasan utama yang bisa mempengaruhi jumlah penonton nantinya. Entah apakah itu benar atau semacam prediksi.

Apalagi film Spectre dan The Hunger Games: Mockingjay - Part 2, akan meramaikan bulan November. Kalau harus melihat sisi bisnis tentu yang dilakukan pihak film sangat benar. Tapi harapan untuk menjadikan film Indonesia menjadi raja di negeri sendiri sepertinya semakin sulit.

Mau apa dikata

Saya pernah membaca info tentang film di negara India yang berhasil mengalahkan film Hollywood yang pada saat itu juga paling ditunggu kehadirannya, diputar bersamaan. Keberhasilan Bollywood menjadi yang terbaik di negerinya sendiri sebenarnya adalah harapan yang ingin coba dilihat di tanah air.

Tapi, apa mau dikata. Penonton ya penonton. Meski melihat masalah ini seperti kurang percaya diri, penonton tidak dapat berbuat apa-apa dan pasrah menanti hingga tahun 2016.

Sangat disayangkan bila melihat promosi yang sudah dilakukan jauh-jauh hari tapi tidak jadi. Semacam PHP kepada kaum jomblo. Semoga ini jadi pembelajaran saya melihat sisi film dari segi bisnis dan harapan yang sepertinya jauh dari perkiraan.

Sedikit referensi untuk dibaca tentang film yang ditunda, klik di sini.



Informasi Pemasangan Iklan

Hubungi @dotsemarang
Email : dotsemarang [@] gmail.com 

Comments

Popular posts from this blog

📸 Fenomena "Rebutan Konten": Ketika Tempat Baru di Semarang Tak Lagi Perlu Cari KOL

☕ Menikmati Sensasi Turkish Coffee di Horison Nindya Semarang

🧘 Mengintip Lantai 2 Cardea Semarang: Lebih dari Sekadar Studio Pilates Biasa

📶 Kuota Jumbo 2026: Penyelamat Kantong atau Jebakan Masa Aktif?

🏮 224 Tahun Menjaga Tradisi: Hangatnya Kopi Arab di Masjid Layur Semarang