Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan November 2026

Image
Bulan November selalu lekat dengan ingatan kolektif kita pada Hari Pahlawan tiap tanggal 10 November. Jika bulan Oktober sebelumnya sempat mengajak kita menengok kembali riuhnya sejarah lewat napas Pertempuran 5 Hari di Semarang , maka bulan November ini menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan arti kepahlawanan dalam bentuk yang lebih luas—terutama lewat karya, konsistensi, dan pergerakan orang-orang yang terus menghidupkan sudut-sudut kota. Ya, perjuangan hari ini tidak selalu tentang bambu runcing. Di Semarang, denyut itu justru terasa lewat geliat para pegiat literasi, komunitas kreatif, peracik kopi, hingga ribuan pasang kaki yang meramaikan jalanan lewat deretan fun run dan festival akhir pekan. Kota ini terus bergerak karena ada banyak tangan yang tak lelah merawatnya. Nah, buat pembaca setia yang sedang mencari referensi kegiatan, akhir pekan mau kemana, atau sekadar ingin melihat bagaimana Semarang berdenyut sepanjang bulan ini, berikut adalah rangkuman agenda Kota Semar...

Ketika Pasar Film Membuat Film Indonesia Harus Mengalah


Beberapa minggu lalu, saya memposting banner film Ach...Aku Jatuh Cinta yang terpampang di sekitar bioskop Cinema XXI, Semarang. Dan hari ini (5/11), saat film-film Indonesia yang baru mulai tayang, film tersebut malah tidak tayang. Ada apa?

Kecewa? Tentu saja saya kecewa dengan cara mereka melakukan hal tersebut. Apalagi trailer filmnya sudah sering kali ditayangin di dalam bioskop sebelum film diputar. Di media sosial pun juga demikian.

Pasar film yang menguntungkan film Hollywood

Saat membaca beberapa media online tentang permasalahan ini sepertinya masalah pasar yang menguntungkan film dari Hollywood menjadi alasan utama yang bisa mempengaruhi jumlah penonton nantinya. Entah apakah itu benar atau semacam prediksi.

Apalagi film Spectre dan The Hunger Games: Mockingjay - Part 2, akan meramaikan bulan November. Kalau harus melihat sisi bisnis tentu yang dilakukan pihak film sangat benar. Tapi harapan untuk menjadikan film Indonesia menjadi raja di negeri sendiri sepertinya semakin sulit.

Mau apa dikata

Saya pernah membaca info tentang film di negara India yang berhasil mengalahkan film Hollywood yang pada saat itu juga paling ditunggu kehadirannya, diputar bersamaan. Keberhasilan Bollywood menjadi yang terbaik di negerinya sendiri sebenarnya adalah harapan yang ingin coba dilihat di tanah air.

Tapi, apa mau dikata. Penonton ya penonton. Meski melihat masalah ini seperti kurang percaya diri, penonton tidak dapat berbuat apa-apa dan pasrah menanti hingga tahun 2016.

Sangat disayangkan bila melihat promosi yang sudah dilakukan jauh-jauh hari tapi tidak jadi. Semacam PHP kepada kaum jomblo. Semoga ini jadi pembelajaran saya melihat sisi film dari segi bisnis dan harapan yang sepertinya jauh dari perkiraan.

Sedikit referensi untuk dibaca tentang film yang ditunda, klik di sini.

…

Informasi Pemasangan Iklan

Hubungi @dotsemarang
Email : dotsemarang [@] gmail.com 

Comments

Popular posts from this blog

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Oktober 2026

6 Alat Untuk Media Sosial

📝 Hari Blogger Nasional 2026: Merawat Rumah, Menjaga Ingatan

🎯 Kisah Oktober: Pas Paket XL Nonaktif, Google AI Plus Pun Ikut "Masuk Angin"

🎭 Karnaval Nostalgia Dugderan: Saat Tradisi Lokal Ikut Meriahkan Panggung MTQ Nasional di Kota Semarang