Selamat datang bulan September 2026 di Kota Semarang! Memasuki bulan kesembilan ini, ibu kota Jawa Tengah langsung bersiap menyambut gelombang agenda skala besar yang silih berganti mengisi akhir pekan maupun hari kerja. Dari perhelatan budaya, religius tingkat nasional, hingga pameran otomotif dan festival musik, semuanya siap tumpah ruah meramaikan sudut-sudut kota. Bagi para pelancong, pemburu visual, maupun warga lokal yang ingin merencanakan agenda bulanan agar tidak kecele dengan jadwal padat, berikut adalah rangkuman daftar agenda acara di Kota Semarang sepanjang bulan September 2026. Agenda Besar Utama September 2026 Festival Kota Lama 2026 Waktu: 4 – 20 September 2026 Lokasi: Kawasan Kota Lama Semarang (termasuk titik-titik ikonik seperti Gedung Yayasan Kanisius, area Metro Point, Fasad Marba, hingga Gedung Oudetrap). Catatan: Kembalinya titik keramaian ke area Gedung Yayasan Kanisius diprediksi bakal membuat selebrasi heritage tahun ini semakin meriah dan meluas. MTQ Nasio...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Film Kakak
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Ada yang berani tinggal di rumah sendirian dengan berbagai peristiwa yang tak masuk akal? Film dengan durasi 85 menit ini mengajak penontonnya bertegang ria. Film Kakak resmi tayang di bioskop tanah air tanggal 5 November 2015.
Animo penonton Semarang di awal film ini rilis masih seperti biasa, standar. Kurang dari 20 penonton di jam pertama seakan menggambarkan bagaimana wajah perfilman tanah air masih belum maksimal. Meskipun demikian, film ini setidaknya lebih baik dari film yang juga sama-sama tayang, film Misterius.
Film yang diangkat dari kisah nyata ini bercerita tentang kehidupan suami istri yang masih muda harus menghadapi kenyataan bahwa rumah yang mereka tempati ternyata ada penunggunya yang berwujud anak perempuan.
Jangan berpikir negatif dulu tentang film ini. Berikut beberapa hal menarik dari film Kakak yang perlu Anda ketahui sebelum pergi ke bioskop akhir pekan ini.
Hantu baik
Hal pertama yang ingin disampaikan lewat film ini adalah ini berbeda dengan film-film yang bergenre sama yaitu horor. Jarang-jarang sih melihat cerita yang ingin memberikan sisi lain soal perwujudan dengan hal positif. Film garapan Ivander Tedjasukmana ini menurut saya sukses melakukannya.
Melihat akting Laudya Chintya Bella tanpa kerudung
Meski harus diterpa isu yang kurang sedap, Laudya Chintya Bella yang setahun belakangan ini muncul di film layar lebar dengan kerudung, lewat film ini, Bella harus menerima kenyataan bahwa ia tidak berkerudung.
Banyak orang bertanya soal ini dan tanpa sadar menaikkan citra film ini yang ternyata film ini mengambil syuting sebelum Bella menggunakan hijab. Entah mengapa baru sekarang film ini keluar. Apa karena jadwal teratur film Indonesia yang tayang?
Totalitas para pemain
Bila Laudya Chintya Bella berhasil menarik minat penonton film karena isu yang tak sengaja tersebar sendiri, maka penonton juga harus melihat bagaimana totalitas Bella dan Surya Saputra bermain di film ini sangat baik.
Saya melihat biasanya genre horor identik dengan Shandy Aulia yang sudah menjadi ikonnya, tapi melihat Bella bermain genre ini rasa penasaran pun timbul begitu saja. Apalagi disandingkan dengan Surya Saputra yang menjadi suami di film produksi Firefly Cinema ini.
Beberapa adegan profesional pun dilakukan untuk menghidupkan suasana. Makanya tidak disarankan Anda membawa anak-anak dibawah usia 17 tahun karena film ini bercerita sepasang suami istri.
Chintya Bella benar-benar menjadi pembeda di film ini. Dan kita tidak tahu lagi kedepannya apakah ia akan tetap menerima film bergenre horor kembali mengingat ia sekarang sudah menggunakan hijab yang identik dengan drama asmara.
Bagaimana mereka menyelesaikan masalah ini?
Yang membuat rasa penasaran tentang film ini adalah penyelesaian cerita. Anda akan merasa membosankan di awal-awal cerita karena alur yang dibawa sangat pelan. Beberapa saat naik namun tidak besar kemudian datar kembali dengan waktu yang cukup lama.
Bagian akhir film ini menjadi bagian yang dinanti untuk membuat Anda tetap bertahan. Suasananya sudah dapat nih, bumbastis audio yang membuat sebagian penonton histeris ketakutan juga berhasil dan penampakan sesekali yang tidak sering pun membuat adrenalin naik turun.
Pada akhirnya, Chintya Bella yang berperan sebagai Kirana telah memiliki anak kandung. Seringnya mengalami keguguran menjadi masalah dalam keluarga ini selain mertua yang sering ikut campur. Lalu, bagaimana sosok perwujudan yang menunggu rumah yang memiliki sisi positif?
Kesimpulan
Film yang menarik dari segi kekuatan cerita dan akting para pemain. Lagi-lagi membawa latar rumah sebagai background utama film ini. Dan juga, ini merupakan kisah nyata yang terjadi di sekitar masyarakat kita.
Meski saya sudah menyebutkan kelebihan film Kakak, film ini juga memiliki kekurangan. Alur cerita yang banyak datarnya ini membuat rasa bosan sangat mengganggu. Entah karena ingin ceritanya dapat atau karena standar durasi film.
Selamat berakhir pekan dan tetap menonton film Indonesia! Cek jadwal film Indonesia yang tayang di bioskop Semarang DI SINI.
Ini pertama kalinya kami memegang ASUS ExpertBook B9450 yang rasanya itu seperti bukan laptop. Sangat ringan, dan juga bentuknya sangat tipis serta presisi. Mari berkenalan sama laptop kelas enterprise yang tak sengaja kami temukan di salah satu toko komputer di Semarang ini. Ada cerita menarik di balik pertemuan kami dengan perangkat ini. Awal mulanya bermula dari pantauan di marketplace Facebook dan berlanjut ke kunjungan langsung ke toko komputer bernama P usat Laptop Nusantara —toko spesialis jual beli laptop second yang letaknya berada di sekitar Jalan Gajah Raya, Semarang. B9450, Sering Disebut B9 Gen 1 Saat menyambangi toko tersebut, ada dua unit laptop ExpertBook yang dipersilakan untuk kami lihat langsung. Awalnya, kami sempat meraba-raba varian apa ini sebenarnya, karena kenalan kami yang merupakan karyawan toko hanya menyebutnya secara singkat: "ASUS ExpertBook i7 Gen 10 RAM 16GB SSD 256GB" . Karena penasaran dengan silsilahnya, setelah ditelusuri lebih jauh, na...
Selamat datang bulan September 2026 di Kota Semarang! Memasuki bulan kesembilan ini, ibu kota Jawa Tengah langsung bersiap menyambut gelombang agenda skala besar yang silih berganti mengisi akhir pekan maupun hari kerja. Dari perhelatan budaya, religius tingkat nasional, hingga pameran otomotif dan festival musik, semuanya siap tumpah ruah meramaikan sudut-sudut kota. Bagi para pelancong, pemburu visual, maupun warga lokal yang ingin merencanakan agenda bulanan agar tidak kecele dengan jadwal padat, berikut adalah rangkuman daftar agenda acara di Kota Semarang sepanjang bulan September 2026. Agenda Besar Utama September 2026 Festival Kota Lama 2026 Waktu: 4 – 20 September 2026 Lokasi: Kawasan Kota Lama Semarang (termasuk titik-titik ikonik seperti Gedung Yayasan Kanisius, area Metro Point, Fasad Marba, hingga Gedung Oudetrap). Catatan: Kembalinya titik keramaian ke area Gedung Yayasan Kanisius diprediksi bakal membuat selebrasi heritage tahun ini semakin meriah dan meluas. MTQ Nasio...
Entah kenapa kali ini kami memberi perhatian lebih pada pembaruan Kebijakan Layanan ( Terms of Service ) dan Privasi dari X (Twitter) yang dirilis September 2026 kemarin. Biasanya, urusan pembaruan seperti ini sering kali diabaikan begitu saja dan kita langsung reflek menekan tombol setuju. Namun saat coba kami pelajari lebih dalam, ada banyak hal menarik yang sangat relevan untuk dicermati, terutama bagi pengelola blog, akun komunitas, maupun pengguna aktif media sosial sehari-hari. Pembaruan aturan platform digital selalu membawa dampak pada cara kita berinteraksi di linimasa. Mari kita bedah secara santai tapi realistis apa saja poin pentingnya dan bagaimana dampaknya untuk aktivitas digital kita. 1. Pelatihan AI dan Penggunaan Data Konten Publik Salah satu poin paling krusial dalam pembaruan kebijakan privasi kali ini adalah kejelasan aturan mengenai penggunaan konten publik untuk pelatihan model kecerdasan buatan ( Artificial Intelligence ). Apa artinya? Cuitan, foto, hingga...
Kami tak menyangka melihat kembali merek minuman serbuk kesehatan produksi PT Erela (perusahaan farmasi yang berbasis di Semarang) saat sedang bersepeda di sekitaran Simpang Lima. Yang menarik, cara menjualnya kini memanfaatkan gerobak dengan konsep street marketing yang segar. Pertama kali kami berkenalan dengan merek ini pada pertengahan tahun 2025 lalu. Saat itu kami terlibat dalam aktivitas pemasaran yang dibalut lewat keseruan mini soccer—sebuah pengalaman berkesan yang menjadi alasan kuat kami menuliskannya di blog. Nah, pada akhir bulan Agustus kemarin, merek ini terlihat kembali menyapa warga di dekat Taman Indonesia Kaya. Sebuah gerobak dengan sepeda listrik berpayung besar, lengkap dengan kotak pendingin dan kursi lipat di sisinya, akhirnya sukses menghentikan pedal sepeda kami. Dalam pikiran kami, pemandangan ini tentu sangat menarik untuk diangkat kembali ke blog. Ya, tentu kami juga tak melewatkan kesempatan untuk langsung membeli salah satu variannya demi merasakan lang...
Ini pertama kalinya kami melihat toko komputer yang bangunannya jadi satu dengan hotel. Apakah ini bentuk inovasi kolaborasi atau sekadar kebetulan karena satu kepemilikan? Entahlah, yang jelas ada banyak cerita seru dan menggelitik saat kunjungan kami ke sana pada awal bulan Agustus lalu. Perburuan kami mencari jajaran laptop ASUS ExpertBook di Kota Semarang kembali berlanjut. Kali ini, langkah kaki menuntun kami ke Orbit Computer yang berlokasi di Jalan Sriwijaya Nomor 82. Patokannya cukup mudah bagi anak muda Semarang, lokasinya tak jauh dari eks gedung Metro Kertanegara—yang dulu jadi tempat nongkrong dan main futsal, namun kini telah bertransformasi menjadi arena padel. Sebelum memutuskan datang, kami sudah lebih dulu memastikan ketersediaan unit melalui pesan WhatsApp. Rasanya kunjungan bakal aman karena informasi di chat memberi sedikit titik terang. Namun, siapa sangka realita berkata lain? Bayangan di kepala mendadak runtuh, menyajikan pengalaman yang jauh lebih kocak ketimba...
Comments
Post a Comment