Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Mei 2026

Image
Kota Semarang memasuki usia ke-479 tahun ini. Sebuah angka yang menandai kematangan perjalanan panjang sejak disahkan oleh Sultan Hadiwijaya pada tahun 1547 silam. Memasuki bulan Mei, atmosfer perayaan sudah terasa di berbagai sudut kota. Bagi warga maupun wisatawan yang berencana berkunjung, inilah momen terbaik untuk ikut larut dalam kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang (HJK) . Mari tandai kalender Anda, berikut adalah rangkuman agenda yang akan mewarnai Kota Atlas sepanjang bulan Mei 2026. Tema HJK 479: Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat Tahun ini, Pemerintah Kota Semarang mengusung tema "Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat" . Narasi yang dibawa bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah ajakan kolektif. Kami melihat adanya upaya kuat untuk menyatukan gerak antara pemerintah dan warga. Fokus utamanya adalah integrasi nilai sejarah dengan transformasi modern. Ambisi yang ingin dicapai cukup tinggi: mewujudkan Semarang sebagai kota yang bersih, sehat, cerdas, dan ...

Review Film Badoet


Apa jadinya jika film hantu Indonesia keluar dari pakemnya yang identik dengan pocong, kuntilanak dan lainnya? Penasaran! Sepertinya begitu. Film Badoet yang rilis tayang 12 November 2015 ini, mencoba menampilkan sisi yang berbeda. Berikut reviewnya.

Saya agak telat nonton film ini dari jam pemutaran perdananya yaitu jam 12 siang. Alhasil, saya nonton jam kedua yaitu jam 2 siang lebih. Yang menarik perhatian adalah antusias penonton jam kedua lumayan bagus. Segerombolan pelajar yang menonton seolah memberitahu bahwa film Badoet punya segmen remaja.

Berusaha menampilkan sisi yang berbeda

Berdurasi 85 menit, film Badoet karya sutradara Awi Suryadi berusaha menyingkirkan pakem yang ada pada film-film hantu Indonesia. Badoet, identik dengan lucu, menyenangkan dan disukai anak-anak tiba-tiba saja dibuat menyeramkan.

Tidak tanggung-tanggung, penonton disebelah saya yang remaja cukup ketakutakan melihat adegan-adegan tiba-tiba Badoet muncul dengan wajah seramnya. Ditambah gambar-gambar wajah Badoet yang dibuat lucu hingga menyeramkan, saya pikir ini berhasil dalam hal menakutkan.

Terlalu lurus alur yang dipakai

Dari beberapa hal diatas yang saya ceritakan sebenarnya, film Badoet berhasil menurut saya. Sayangnya alurnya terlalu lurus. Hanya sekitar kurang lebih 20 menitan awal film ini menceritakan konflik dari pemainnya, kemudian langsung tertuju pada inti filmnya.

Alhasil, sebagian besar film ini berusaha menyelesaikan konflik tentang siapa si Badoet dan bagaimana mengatasinya. Background yang digunakan adalah rusunawa yang setidaknya bisa memberi suatu tempat yang menyeramkan, sayangnya tidak.

Saya suka bagian ini

Ada bagian menarik yang menurut saya itu mengerikan yaitu pada saat kejadian kerasukan di rumah Vino, anak tetangga sebelah yang akan jadi korban selanjutnya. Sang ibu yang diperankan oleh Ratu Felisha mengucapkan ayat kursi. Tahu apa yang terjadi? Tubuh Vino yang kerasukan malah juga mengucapkan ayat kursi. Duh, hantunya kok keren gini tapi serem.


Menyeramkan tapi

Sekali lagi saya bilang bahwa film ini berhasil mengemas hantunya dengan baik, tapi entahlah mengapa saya bisa bermain ponsel dengan membuka media sosial. Apakah kurang greget nih film selama diputar. Bila saya sudah melakukan ini berarti saya memang tidak fokus. Film ini tidak berhasil menarik diri saya untuk tetap menyaksikan tiap adegannya.

Hadirnya Nikki, seorang gadis indigo cukup membawa perubahan drastis diantara pemain lainnya yang sedang berusaha mengembangkan karakter. Layaknya super hero, Nikki adalah penyelemat untuk cerita ini.

Kesimpulan

Rasa penasaran dari film Badoet terjawab sudah. Penonton di Semarang pun lumayan banyak meski sudah jam kedua, ini artinya film ini sudah berhasil menarik perhatian. Terutama segmen remaja yang terus menggelora akhir-akhir ini.

Meski tidak berhasil membuat saya fokus, beberapa adegan film ini cukup menakutkan plus lagu penghantar yang menjadi andalan film-film hantu di Indonesia.

Film Badoet bukan saja menawarkan genre horor tapi thriller juga. Yang artinya pembunuhan sadis yang membuat nyilu. Diharapkan yang nonton harus tahu bahwa film ini berkategori 17 tahun.

 …

Informasi Pemasangan Iklan

Hubungi @dotsemarang
Email : dotsemarang [@] gmail.com

Comments

Popular posts from this blog

🏙️ HUT Kota Semarang ke-479: Absennya Tradisi Lomba Logo, Fokus ke Layanan Publik?

🚩 Menengok Kirab Haul KH Sholeh Darat 2026: Antara Teatrikal Kapal dan Deru Kereta Api di Kampung Melayu

📱 PlayFix Android & Laptop Service Semarang: Mampukah Bertahan di "Lahan Panas" Jalan Kartini?

🏙️ Melihat "RT Online" di Kelurahan Sambirejo Semarang: Inisiatif Smart City yang Menembus Gang

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Mei 2026