Memasuki bulan Agustus, atmosfer di sudut-sudut Kota Semarang mulai terasa berbeda. Kibaran bendera merah putih, umbul-umbul yang mulai menghiasi jalanan protokol, hingga gapura kampung yang bersolek cantik menandai dimulainya bulan kemerdekaan. Semarak Agustus selalu menjadi daya pikat tersendiri yang dinanti setiap tahunnya. Sebagai blog yang terus memantau pergerakan aktivitas lokal, kami pun tidak sabar membagikan daftar acara menarik apa saja yang bakal memeriahkan kota sepanjang bulan ini. Salah satu magnet utama yang paling ditunggu-tunggu adalah perayaan tahunan kirab budaya yang berpusat di Sam Poo Kong. Event akulturasi budaya berskala besar tersebut dipastikan akan menjadi daya tarik utama, baik bagi warga lokal maupun wisatawan yang sedang berkunjung ke Kota Atlas. Bagi yang sedang menyusun rencana akhir pekan atau mencari hiburan di sela-sela aktivitas harian, berikut adalah kalender agenda, acara, festival kuliner, dan kegiatan komunitas di Kota Semarang sepanjang bulan ...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Film Badoet
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Apa jadinya jika film hantu Indonesia keluar dari pakemnya yang identik dengan pocong, kuntilanak dan lainnya? Penasaran! Sepertinya begitu. Film Badoet yang rilis tayang 12 November 2015 ini, mencoba menampilkan sisi yang berbeda. Berikut reviewnya.
Saya agak telat nonton film ini dari jam pemutaran perdananya yaitu jam 12 siang. Alhasil, saya nonton jam kedua yaitu jam 2 siang lebih. Yang menarik perhatian adalah antusias penonton jam kedua lumayan bagus. Segerombolan pelajar yang menonton seolah memberitahu bahwa film Badoet punya segmen remaja.
Berusaha menampilkan sisi yang berbeda
Berdurasi 85 menit, film Badoet karya sutradara Awi Suryadi berusaha menyingkirkan pakem yang ada pada film-film hantu Indonesia. Badoet, identik dengan lucu, menyenangkan dan disukai anak-anak tiba-tiba saja dibuat menyeramkan.
Tidak tanggung-tanggung, penonton disebelah saya yang remaja cukup ketakutakan melihat adegan-adegan tiba-tiba Badoet muncul dengan wajah seramnya. Ditambah gambar-gambar wajah Badoet yang dibuat lucu hingga menyeramkan, saya pikir ini berhasil dalam hal menakutkan.
Terlalu lurus alur yang dipakai
Dari beberapa hal diatas yang saya ceritakan sebenarnya, film Badoet berhasil menurut saya. Sayangnya alurnya terlalu lurus. Hanya sekitar kurang lebih 20 menitan awal film ini menceritakan konflik dari pemainnya, kemudian langsung tertuju pada inti filmnya.
Alhasil, sebagian besar film ini berusaha menyelesaikan konflik tentang siapa si Badoet dan bagaimana mengatasinya. Background yang digunakan adalah rusunawa yang setidaknya bisa memberi suatu tempat yang menyeramkan, sayangnya tidak.
Saya suka bagian ini
Ada bagian menarik yang menurut saya itu mengerikan yaitu pada saat kejadian kerasukan di rumah Vino, anak tetangga sebelah yang akan jadi korban selanjutnya. Sang ibu yang diperankan oleh Ratu Felisha mengucapkan ayat kursi. Tahu apa yang terjadi? Tubuh Vino yang kerasukan malah juga mengucapkan ayat kursi. Duh, hantunya kok keren gini tapi serem.
Menyeramkan tapi
Sekali lagi saya bilang bahwa film ini berhasil mengemas hantunya dengan baik, tapi entahlah mengapa saya bisa bermain ponsel dengan membuka media sosial. Apakah kurang greget nih film selama diputar. Bila saya sudah melakukan ini berarti saya memang tidak fokus. Film ini tidak berhasil menarik diri saya untuk tetap menyaksikan tiap adegannya.
Hadirnya Nikki, seorang gadis indigo cukup membawa perubahan drastis diantara pemain lainnya yang sedang berusaha mengembangkan karakter. Layaknya super hero, Nikki adalah penyelemat untuk cerita ini.
Kesimpulan
Rasa penasaran dari film Badoet terjawab sudah. Penonton di Semarang pun lumayan banyak meski sudah jam kedua, ini artinya film ini sudah berhasil menarik perhatian. Terutama segmen remaja yang terus menggelora akhir-akhir ini.
Meski tidak berhasil membuat saya fokus, beberapa adegan film ini cukup menakutkan plus lagu penghantar yang menjadi andalan film-film hantu di Indonesia.
Film Badoet bukan saja menawarkan genre horor tapi thriller juga. Yang artinya pembunuhan sadis yang membuat nyilu. Diharapkan yang nonton harus tahu bahwa film ini berkategori 17 tahun.
Kota Semarang kembali kedatangan ruang literasi baru yang berlokasi di kawasan strategis Jalan Pandanaran. Ya, Gramedia Jalma Semarang baru saja resmi menggelar acara Grand Opening pada Jum'at, 24 Juli 2026 kemarin. Bagi Kami yang sering keliling kota demi berburu cerita lokal, kehadiran tempat ini jelas memikat perhatian. Dari berbagai potongan gambar dan video yang berseliweran sejak masa soft opening hingga hari peresmiannya, harus diakui infrastruktur yang ditawarkan sangat mewah. Bagi para pencinta buku atau pemburu ruang kreatif di Semarang, tempat ini menyajikan kenyamanan fasilitas yang luar biasa. Desainnya megah dan sangat memanjakan mata. Sebagai warga kota, Kami tentu sangat mengapresiasi kehadiran fasilitas sekeren ini. Semarang memang butuh lebih banyak ruang segar untuk merawat kewarasan. Namun, ada alasan kuat mengapa kami tidak hadir di Jalma Semarang saat pita peresmiannya digunting kemarin. Mencoba Mengetuk Pintu, Namun Terabaikan Jauh sebelum hari peresmianny...
Memasuki bulan Agustus, atmosfer di sudut-sudut Kota Semarang mulai terasa berbeda. Kibaran bendera merah putih, umbul-umbul yang mulai menghiasi jalanan protokol, hingga gapura kampung yang bersolek cantik menandai dimulainya bulan kemerdekaan. Semarak Agustus selalu menjadi daya pikat tersendiri yang dinanti setiap tahunnya. Sebagai blog yang terus memantau pergerakan aktivitas lokal, kami pun tidak sabar membagikan daftar acara menarik apa saja yang bakal memeriahkan kota sepanjang bulan ini. Salah satu magnet utama yang paling ditunggu-tunggu adalah perayaan tahunan kirab budaya yang berpusat di Sam Poo Kong. Event akulturasi budaya berskala besar tersebut dipastikan akan menjadi daya tarik utama, baik bagi warga lokal maupun wisatawan yang sedang berkunjung ke Kota Atlas. Bagi yang sedang menyusun rencana akhir pekan atau mencari hiburan di sela-sela aktivitas harian, berikut adalah kalender agenda, acara, festival kuliner, dan kegiatan komunitas di Kota Semarang sepanjang bulan ...
Gelaran Piala Dunia 2026 memang telah berakhir dan Spanyol keluar sebagai juaranya. Saat gelaran berlangsung, di mana banyak orang sibuk mencari platform resmi untuk menonton pertandingan secara langsung, kami punya cerita menarik yang baru kesampaian untuk dituliskan sekarang di sini. Penasaran? Sempat disebut-sebut kurang greget dari segi promosi, bagaimanapun Piala Dunia 2026 tetap menjadi magnet tersendiri bagi banyak orang. Baik mereka yang memang penyuka sepak bola, maupun yang sekadar ikut meramaikan. Tidak heran, banyak pihak memanfaatkan momentum ini untuk memberikan ruang nonton bersama, baik secara offline maupun online . Kami sendiri menikmati siaran langsung Piala Dunia kemarin dari platform sebelah, yakni Snack Video. Bukan saja karena lebih mudah mendapatkan aksesnya, tetapi juga terasa nyaman dengan siarannya meski jaringan internet yang kami gunakan sedang kurang maksimal. Menahan Diri Demi Kenyamanan Nonton Live Streaming Kami tahu persis bahwa Snack Video bukanlah ...
Bagi yang sering melintas di Jalan Majapahit Semarang, bangunan yang satu ini pasti sempat mencuri perhatian di akhir tahun 2025 lalu. Transformasi eks Gedung Ganesha Operation (GO) menjadi Markas QuikFix dan New Prodi Ban Majapahit memang memberikan penyegaran visual yang mencolok di kawasan tersebut. Jika sebelumnya kami hanya sempat mendokumentasikan fasad luarnya dari pinggir jalan, tepat pada tanggal 6 Juli 2026 kemarin, kami akhirnya mendapatkan kesempatan untuk merasakan langsung layanan dari dalam bengkel modern ini. Kunjungan perdana kami ini murni karena tugas personal dari keluarga untuk melakukan servis rutin kendaraan, bukan karena undangan media ataupun kerja sama resmi. Namun, sudut pandang sebagai konsumen biasa ini justru memberikan pengalaman yang jujur dan apa adanya untuk dibagikan kepada pembaca sekalian. Alur Pelayanan yang Terstruktur di Front Office Begitu kendaraan memasuki area bengkel, petugas dengan sigap langsung menyambut dan mengarahkan kami menuju ...
Rasanya sudah biasa (normal), mal-mal sekarang hanya melayani pembayaran parkir kendaraan tanpa uang fisik. The Park Mall Semarang pun menerapkan hal yang sama. Namun meski begitu, pengguna kendaraan roda dua memiliki alternatif lain. Mari bicarakan itu nanti, fokus di pembayaran non tunai untuk kendaraan roda dua. Bagaimana dengan roda 4? Ya, sama saja. Pokoknya masuk ke bangunan parkir di The Park Mall, harus pakai pembayaran non tunai. Siapkan kartu pembayaran non-tunai Parkir di The Park Mall Semarang hanya melayani 2 kartu pembayaran non tunai, seperti Flazz BCA dan e-money. Oh, bukan 2 ternyata . Kartu Brizzi dari BRI juga bisa, termasuk Tap Cash dari BNI. Jadi, ada 4 kartu yang dapat dilayanin di sini. Karena pengalaman kami lebih untuk kendaraan roda dua, maka gambar yang kami tampilin di sini adalah suasana parkir roda dua. Yang belum tahu atau baru pertama kali ke The Park Mall menggunakan sepeda motor, parkirnya masuk sisi kiri. Cari saja arah masuk kendaraan masuk. Te...
Comments
Post a Comment