📌 Agenda Kota Semarang Bulan Oktober 2026
Masih ingat dengan tulisan kami di bulan Agustus lalu? Waktu itu, dengan mantap dan penuh keyakinan, kami memutuskan untuk tidak berpartisipasi atau meliput pameran otomotif tahunan GIIAS Semarang 2026. Alasan dan dramanya sudah sempat kami arsipkan secara terbuka di
Namun, peribahasa "menjilat ludah sendiri" mendadak sah menjadi label kami pada tanggal 30 September kemarin. Di hari pertama pembukaan pameran yang berlangsung di Muladi Dome Universitas Diponegoro (Undip) Tembalang, sosok pengelola dotsemarang malah terlihat berdiri di sana.
Lantas, apa yang membuat pendirian teguh di bulan Agustus itu runtuh seketika di akhir September? Jawabannya sederhana: sebuah undangan.
Tergoda Embel-embel Eksklusif
Seminggu sebelum gelaran GIIAS Semarang dibuka, sebuah email masuk ke kotak masuk kami
Awalnya email itu sempat kami diamkan sehari. Kami berusaha tetap pada pendirian awal. Namun pertahanan runtuh ketika esok harinya ada pesan singkat via WhatsApp yang masuk untuk melakukan konfirmasi kehadiran. Dalam hati kami membatin, "Wah, sampai di-follow up begini, berarti dotsemarang dianggap dan diundang secara khusus nih."
Maklum, beberapa tahun belakangan strategi brand di ajang pameran besar memang kerap mengundang media atau kreator lokal secara terbatas pada hari pertama. Bayangan idealis pun mulai bermunculan. Kami berpikir, setidaknya akan ada perlakuan eksklusif, relasi baru, atau minimal pengganti ongkos transportasi untuk perjalanan kami menuju lokasi pameran.
Niat awal yang tidak ingin datang pun seketika berubah menjadi antusiasme. Kami sudah membayangkan betapa serunya mengemas cerita "kejutan" ini di blog dengan nada bahagia.
Ojek Online dan Ekspektasi yang Dibanting Realita
Bagi yang tinggal di Semarang, tentu paham jarak dan kontur medan dari Semarang Bawah ke Semarang Atas. Bermarkas di kawasan Jalan Gajah Raya, Semarang Bawah, mustahil rasanya bagi kami untuk mengayuh sepeda lipat menanjak menuju Muladi Dome di Tembalang. Lutut bisa copot sebelum sampai lokasi.
Demi memenuhi undangan "eksklusif" ini, kami pun rela merogoh kocek sendiri untuk memesan ojek online dari rumah menuju area pameran. Modal percaya diri dan ekspektasi tinggi, kami meluncur ke Tembalang.
Sesampainya di lokasi, sesi konferensi pers di booth Geely berjalan lancar sesuai jadwal
Satu jam berlalu, dua jam berganti, hingga booth mulai lengang. Tidak ada sapaan, tidak ada panggilan, apalagi perlakuan eksklusif yang kami bayangkan sebelumnya. Kami benar-benar diabaikan dan dibiarkan mengambang.
Karena merasa ada yang janggal, kami akhirnya memberanikan diri bertanya via pesan WhatsApp kepada pihak yang mengundang. Kami menanyakan apakah ada fasilitas transport allowance untuk mengganti pengeluaran ojol dari Semarang Bawah tadi. Jawaban yang kami terima cukup menohok: memang tidak ada anggaran transportasi untuk undangan tersebut.
Puncak keapesan hari itu ditutup dengan fakta jenaka lain. Setelah kami memutuskan pulang ke rumah dengan perasaan kelelahan dan kantong menipis, pihak agensi baru mengabarkan bahwa sebenarnya ada merchandise atau goodie bag yang disediakan. Hanya saja, suvenir tersebut harusnya diambil sendiri di meja booth saat acara berlangsung. Karena kami sudah terlanjur bergeser pulang, kesempatan membawa pulang kenang-kenangan pun hangus seketika.
Pelajaran Berharga untuk dotsemarang
Keputusan menjilat ludah sendiri di GIIAS Semarang 2026 ini akhirnya berbuah manis dalam bentuk pelajaran berharga. Ekspektasi tinggi yang kami bangun sendiri hancur berantakan dibanting oleh realita di lapangan.
Kejadian ini menjadi pengingat yang sangat baik bagi perjalanan dotsemarang ke depan. Pertama, jangan pernah mudah terbawa perasaan atau merasa "ge-er" hanya karena mendapat follow up undangan dari agensi. Kedua, penting untuk selalu mengonfirmasi detail hak dan kewajiban sebelum memutuskan melangkah, apalagi jika harus mengorbankan waktu dan ongkos pribadi.
Dan yang paling utama, kalau dari awal sudah berniat menolak atau tidak ikut, ada baiknya dipegang teguh sampai akhir. Daripada sudah melanggar janji sendiri, keluar ongkos ojol naik ke Semarang Atas, eh pulangnya cuma membawa lelah tanpa merchandise satu pun.
Meski begitu, sebagai blog yang konsisten mengarsipkan ragam peristiwa dan dinamika di Kota Semarang, tugas kami tentu tidak berhenti di rasa kecewa. Cerita tentang kehadiran Geely Auto Indonesia beserta lini produk Coolray yang dipamerkan di Muladi Dome tetap akan kami catat secara obyektif di tulisan terpisah
Sebuah pengalaman berharga di akhir September yang sangat layak diarsip di dotsemarang.
Artikel terkait:
Comments
Post a Comment