Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

Image
Selamat Tahun Baru 2026! Suara dar-dir-dor di langit Kota Semarang semalam menjadi penanda dimulainya perjalanan baru yang siap kita hadapi. Mari persiapkan segalanya dan jangan lupa simpan halaman ini sebagai kompas untuk mengarungi bulan Januari. Saat tulisan ini kami susun, langit Semarang tampak cerah merona. Kondisi yang berbanding terbalik dengan hari sebelumnya yang terus-menerus diselimuti mendung sejak pagi dan diguyur hujan dari siang hingga malam. Semoga ini menjadi pertanda baik, bahwa hal-hal sulit akan segera berganti dengan kebaikan di tahun yang baru. Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 Agenda nasional, khususnya jadwal hari libur, tentu akan sangat memengaruhi ritme event di Kota Semarang. Kabarnya, tahun 2026 ini kita punya modal 17 hari libur nasional dan 8 hari cuti bersama . Dengan banyaknya tanggal merah, rencana liburan atau sekadar staycation di dalam kota sudah harus ditentukan dari sekarang. Apalagi tahun ini bulan puasa datang lebih awal. Silakan atur d...

Review Film 3 (Alief Lam Mim )



Bukan sekedar menawarkan gambar menawan, film garapan sutradara Anggie Umbara ini juga memberikan sentuhan cerita yang sangat menarik. Saya Optimis film ini lebih baik dari The Raid. Coba saja nonton film ini kalau tidak percaya.

Awal Oktober, menjadi cerita manis untuk perfilman tanah air. Film-film berkualitas hadir untuk meramaikan bioskop-bioskop di kota tempat tinggal Anda. Salah satunya film 3 atau Alif Lam Mim.

Kelas dunia

Gambar dengan efek ala hollywood ini benar-benar memanjakan mata saya. Belum lagi suara yang dihasilkan dengan perpaduan musik yang mumpuni. Tak ada lagi gaya perkelahian yang itu-itu saja. Saya salut dengan semua adegan yang ditampilkan.

Masih ingat bagaimana film the Raid? Ya, kurang lebih sama bila dilihat sekilas. Namun dari sisi pengambilan gambar, adegan berantem dan lainnya, film 3 lebih unggul menurut saya.

Teknologi tahun 2036

Seperti terlalu jauh berangan-angan tentang tahun 2036 tapi gambaran tersebut setidaknya bisa kita bayangkan dengan melihat teknologi yang digunakan. Anda dapat melihat perangkat gadget mulai dari laptop, komputer hingga ponsel semuanya transparan.

Apalagi internet, seolah tidak terkendala sama sekali pada tahun tersebut. Memindahkan aktivitas seperti gambar, video dan file seenak udel saja. Ah, andai itu kenyataan di tahun sekarang.


Alur cerita maju mundur

Pada awal cerita, penonton dibawa ke tahun 2015. Itu sekarang. Kemudian berlanjut dari tahun ke tahun. Seperti membayangkan film Zombie yang membuat kota lumpuh dan hancur, begitulah yang terlihat.

Alief, Lam, dan Mim adalah tokoh utama dari film dengan durasi 2 jam ini. Ketiganya punya story masing-masing yang diberi porsi lebih untuk membuat penonton memiliki banyak kisah untuk diketahui.

Alief, dari awal mulai sudah terlihat sangat keras dan menjunjung tinggi profesional kerja sebagai pasukan khusus. Namun kerasnya Alief tetap dibumbui kisah asmara masa lalunya yang kembali. Sangat sedang porsinya untuk melihat mereka bersama-sama.

Lam, seorang jurnalis dan dikenal dengan tulisannya yang sangat tajam. Lebih diceritakan sebagai seorang yang sayang keluarga dan mempertahankan persahabatan antara Alief dan Mim.

Mim, tokoh yang sabar, religius namun memiliki kemampuan beladiri yang luar biasa. Ditaruh sebagai musuh aparat dan Alief karena soal teroris, meski begitu mereka tetap menjunjung persahabatan.

Dari semua tokoh yang diceritakan, akhirnya ditemukan dengan benang merah. Renteran cerita yang maju mundur benar-benar berhasil memperdaya penonton untuk tidak mengetahui siapa sebenarnya yang menjadi musuh.

Konflik teroris dan agama

Garis besarnya konflik yang dimunculkan adalah tentang teroris yang ditujukan kepada mereka yang masih percaya agama. Tidak bisa dibayangkan tahun 2036 saat itu melarang seseorang menggunakan atribut muslim untuk masuk ke sebuah tempat makan. Dan diposisikan kurang menyenangkan saat bertemu mereka.

Pada akhirnya, kejahatan tetap kalah dengan kebaikan. Dan semua itu hanya soal keseimbangan dari orang-orang yang memiliki banyak kepentingan.


Sangat suprise sekali melihat film ini diawal bulan Oktober. Seperti ini seharusnya film-film Indonesia yang membuat penonton berbondong-bondong pergi ke bioskop.

Selain gambar yang dihasilkan sangat berkualitas, suara audio yang menggelegar, film ini menampilkan sisi perkelahian jarak dekat yang biasa dikenal dengan silat. Inilah Indonesia sebenarnya.

Terlalu memuji kadang kurang baik tanpa ada cacat sama sekali film ini. Tapi mau bagaimana lagi, ini lebih keren dari The Raid menurut saya.

So, silahkan buktikan saja sendiri bila Anda tidak percaya dengan saya. Selain membawa aktor-aktor yang berkualitas, film ini juga memaksimalkan potensi beberapa aktof yang selama ini tidak terexplore.

Gambar (atas) : Google


Informasi Pemasangan Iklan

Hubungi @dotsemarang
Email : dotsemarang [@] gmail.com

Comments

Popular posts from this blog

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

🗼 Harga Tiket Masuk Menara Al-Husna MAJT 2026: Masih 10 Ribu Rupiah!

🎤 Nabila Maharani di Launching CoE Jateng 2026: Kebaya Marun dan Saksofon di Ki Narto Sabdo

🥋 Potensi Sport Tourism di Balik PON Bela Diri Kudus: Lebih dari Sekadar Matras dan Medali