Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Oktober 2026

Image
Selamat datang di bulan Oktober! Tidak terasa kita sudah memasuki kuartal terakhir di tahun 2026. Seperti bulan-bulan sebelumnya, Kota Semarang kembali menghadirkan beragam deretan kegiatan menarik yang siap mengisi agenda akhir pekan maupun hari kerja kamu. Kami tak menyangka meninggalkan September dengan banyak kejutan. Mulai dari daftar acara Semarang yang lebih banyak dari Agustus dan kejutan acara yang terus bertambah tanpa kami ketahui. Agenda Besar Utama Oktober 2026 Peringatan Pertempuran 5 Hari di Semarang Tanggal: 14 – 15 Oktober 2026 (Gladi & Puncak Acara) Lokasi: Kawasan Tugu Muda Semarang Deskripsi: Momen bersejarah tahunan Kota Semarang untuk mengenang jasa para pahlawan. Menampilkan drama teatrikal perjuangan kolosal, upacara khidmat, serta penutupan/pengalihan arus lalu lintas sementara di kawasan Tugu Muda. Kali ini, bulan baru, Semarang sudah diramaikan dengan pameran otomotif skala nasional, panggung fashion, gelaran musik komunitas, kumpul sepeda tua, hingga ...

🏬 Review Mal 23 Semarang: Pengalaman Menjelajah Mal Pesisir

Berdiri di tepi jalan kawasan POJ City sembari memandangi alur sungai yang mengalir menuju laut lepas, ada pemandangan kontras yang menyita perhatian. Di seberang aliran air tempat perahu-perahu nelayan bersandar, berdiri megah bangunan bertekstur oranye-terakota. Itulah 23 Semarang Shopping Center atau sering kami sebut dengan nama Mal 23 Semarang.

Sebuah pusat perbelanjaan yang posisinya cukup unik karena berada tepat di kawasan pesisir Kota Atlas. Lokasinya ini memberikan daya pikat tersendiri yang berbeda jika dibandingkan dengan mal-mal tengah kota yang umumnya terkungkung riuk kemacetan lalu lintas.

Kebodohan Bersepeda di Pesisir Semarang

Sebuah pengakuan jujur: kami sempat merasa menjadi "orang paling bodoh" ketika memutuskan datang ke area mal ini mengayuh sepeda di pertengahan bulan Juli lalu. Cuaca pesisir Semarang di siang hari memang tidak pernah bercanda. Sengatan teriknya langsung membakar semangat begitu roda sepeda berputar mendekati area pantai.

Namun, rasa gerah itu terbayar dengan lanskap visual yang jarang didapatkan di tempat lain. Melihat bangunan mal modern dari seberang kanal sungai menyajikan sudut pandang yang terasa begitu lokal sekaligus kontemporer.

Sensasi Rute Melingkar yang Bikin "Muter"

Pengalaman melangkahkan kaki ke dalam bangunannya sendiri sudah kami rasakan lebih dulu, tak lama setelah momen soft opening di bulan Mei. Imfresi pertama yang langsung terasa adalah ukurannya yang masif dan layout bangunannya yang melingkar (loop circulation).

Menelusuri setiap sudutnya membuat kami merasa hanya berputar-putar saja—sebuah rute yang sebenarnya sangat mengasyikkan untuk dijadikan sarana olahraga jalan kaki. Berbeda dengan mayoritas mal di Semarang yang mengusung koridor lurus sehingga pengunjung harus berbalik arah begitu sampai di ujung jalan, di Mal 23 pergerakan terasa mengalir tanpa sudut mati. Mau menjelajah lantai paling bawah hingga lantai atas, ritme jalannya sama saja: terus mengalir.

Dauntown Park dan Catatan Cuaca

Atrium utama mal ini terbilang sangat lapang. Namun, magnet utamanya jelas berada pada keberadaan Dauntown Park. Konsep taman terbuka hijau di dalam area mal ini seolah menjadi standar baru pusat perbelanjaan modern. Konsep serupa memang terasa sudah diadaptasi oleh tempat lain seperti DP Mall, tetapi skala dan nuansa di Mal 23 ini terasa lebih besar serta terintegrasi.

Hanya saja, ada catatan realistis yang perlu diingat. Karena posisinya yang berdekatan dengan laut, suasana taman terbuka ini tidak bisa membohongi faktor alam: kalau siang rasanya cukup menyengat dan panas. Pengunjung memang butuh timing yang tepat untuk bisa menikmati keindahan spot ini secara maksimal, seperti saat sore menjelang matahari terbenam atau ketika angin malam mulai berembus adem.


Area Kuliner Eateria yang Memanjakan

Naik ke Lantai 2, kami disambut oleh food court bernama Eateria. Arena kuliner di sini punya skala space yang sangat luas jika dibandingkan dengan food court di mal-mal Semarang lainnya. Ukurannya yang lapang memberikan kenyamanan ekstra buat pengunjung yang mau menikmati beragam sajian tanpa perlu merasa berdesak-desakan di tengah hiruk-pikuk jam makan.

Urusan Sinyal dan WiFi Pembayaran

Satu hal menarik yang sempat menjadi perbincangan hangat di awal mula soft opening adalah urusan jaringan seluler. Saat itu, banyak pengguna mengeluhkan buruknya sinyal HP di dalam gedung akibat adanya pembatasan jaringan.

Kehadiran fasilitas WiFi mal di sini jadi penolong krusial. Dalam era pembayaran serba digital seperti sekarang, koneksi internet yang stabil adalah kebutuhan mutlak—terutama ketika pengunjung hendak melakukan transaksi menggunakan QRIS di kasir. Beruntung, isu kendala sinyal seluler ini perlahan mulai surut dan tidak lagi menjadi bahan perbincangan utama seiring pembenahan infrastruktur di dalam area gedung.

Pada akhirnya, Mal 23 Semarang bukan sekadar hadir menambah deretan tempat belanja di Kota Atlas, melainkan memberikan alternatif ruang publik bertema pesisir yang menawarkan pengalaman arsitektur berbeda bagi warga Semarang.

Artikel terkait:

Comments

Popular posts from this blog

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Oktober 2026

Mengawinkan Modem M3Y dengan Kartu 4G Smartfren

💻 Menakar Masa Depan Chromebook: Bisakah Tembus USD 7,99 Miliar di Tahun 2032?

💻 Mampir ke Service Center MT Haryono Semarang: Cerita Chromebook Hingga Momen Dejavu Setelah 11 Tahun

🪦 RIP Paid Endorse: Ketika Barter Jadi Standar Baru Industri Kreator