📌 Agenda Kota Semarang Bulan Oktober 2026
Niat bersepeda di Kota Semarang itu memang butuh komitmen ekstra. Selain kontur jalanannya yang menantang kalau sudah urusan Semarang atas, faktor cuaca yang terik sering jadi alasan orang ragu menjadikannya moda transportasi harian. Tapi karena sepeda sudah jadi alat transportasi utama kami selama belasan tahun, ke mana pun acaranya di area bawah, sepeda lipat tetap jadi andalan.
Termasuk saat kami menghadiri sebuah acara diskusi di Novotel Semarang yang berada di Jalan Pemuda pada bulan Agustus lalu.
Awalnya kami membayangkan area parkirnya bakal mirip seperti beberapa hotel lain yang menaruh tempat parkir di area belakang gedung. Namun sesampainya di lokasi, ternyata jalurnya berbeda. Kami pun sempat mendatangi petugas security yang berjaga untuk menanyakan di mana parkir khusus buat sepeda.
Petugas menyampaikan bahwa memang belum ada area khusus sepeda. Sebagai solusinya, kami diarahkan ke area parkir bersama kendaraan roda dua yang lokasinya ada di lantai bawah (basement). Syukurlah masuknya turun ke lantai parkiran, jadi tidak perlu menguras tenaga ekstra untuk menggenjot sepeda.
Di area basement, sepeda akhirnya kami parkir di pojokan ruang, bersandingan langsung dengan deretan sepeda motor pengunjung dan staf hotel.
Ketiadaan rak khusus atau bike rack di hotel berkelas memang hal yang sangat dimaklumi. Realitanya, demand atau situasi yang membuat pihak hotel memfasilitasinya memang belum ada. Komunitas pesepeda yang datang ke hotel pun rasanya sangat jarang. Namun, fleksibilitas dari petugas keamanan dan tersedianya area basement yang teduh sudah menjadi nilai plus tersendiri.
Meski begitu, dari sisi keprihatinan, rasanya sudah saatnya hotel-hotel berkelas di Kota Semarang mulai memikirkan fasilitas ini. Tidak adanya permintaan bukan berarti harus terus menunggu. Menyiapkan satu sudut kecil untuk parkir sepeda bisa jadi langkah awal yang baik, apalagi menyongsong tahun 2027 mendatang.
Artikel terkait:
Comments
Post a Comment