Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Oktober 2026

Image
Selamat datang di bulan Oktober! Tidak terasa kita sudah memasuki kuartal terakhir di tahun 2026. Seperti bulan-bulan sebelumnya, Kota Semarang kembali menghadirkan beragam deretan kegiatan menarik yang siap mengisi agenda akhir pekan maupun hari kerja kamu. Kami tak menyangka meninggalkan September dengan banyak kejutan. Mulai dari daftar acara Semarang yang lebih banyak dari Agustus dan kejutan acara yang terus bertambah tanpa kami ketahui. Agenda Besar Utama Oktober 2026 Peringatan Pertempuran 5 Hari di Semarang Tanggal: 14 – 15 Oktober 2026 (Gladi & Puncak Acara) Lokasi: Kawasan Tugu Muda Semarang Deskripsi: Momen bersejarah tahunan Kota Semarang untuk mengenang jasa para pahlawan. Menampilkan drama teatrikal perjuangan kolosal, upacara khidmat, serta penutupan/pengalihan arus lalu lintas sementara di kawasan Tugu Muda. Kali ini, bulan baru, Semarang sudah diramaikan dengan pameran otomotif skala nasional, panggung fashion, gelaran musik komunitas, kumpul sepeda tua, hingga ...

🚲 Geliat Onthel Speed: Ketika Aspal Pahlawan Jadi Sirkuit Tanpa Sadel

Kawasan Car Free Day (CFD) yang biasanya identik dengan aktivitas olahraga santai atau sekadar berburu kuliner, belakangan ini menunjukkan wajah yang berbeda. Ada pemandangan yang mencuri perhatian di jantung Kota Semarang, tepatnya di sepanjang Jalan Pahlawan. Bukan deru mesin, melainkan deru ban tipis dari puluhan anak-anak yang menyulap jalanan depan kantor Gubernuran menjadi ajang balapan sepeda.

Simpang Lima dan Magnet Jalan Pahlawan

Sebagai kawasan CFD terbesar di Kota Semarang, Simpang Lima memang punya daya tarik luar biasa. Penutupan akses jalan yang meluas hingga ke Jalan Pahlawan memberikan ruang publik yang sangat lapang. Namun, jika kami tidak jeli mengelilingi sudut-sudutnya, mungkin aktivitas unik ini akan luput dari pandangan. Di sinilah, di depan kantor Gubernuran, fenomena "balapan sepeda onthel" ini berpusat.

Sebenarnya kami sudah memantau aktivitas ini sejak beberapa bulan terakhir di tahun 2025. Namun memasuki awal tahun 2026, suasananya semakin masif. Kerumunan anak-anak dengan sepedanya kini tidak hanya menjadi sekadar tontonan, tapi sudah menarik perhatian banyak orang yang melintas.

Adu Cepat Format Drag Race 100 Meter

Ada pemandangan menarik saat melihat mereka berbaris rapi dari pinggir hingga batas tengah jalan, seolah menutup separuh akses. Kami mencoba mendekat dan melihat langsung bagaimana ritme balapan ini bekerja. Formatnya sederhana namun memacu adrenalin: drag race pendek dengan lintasan lurus sekitar 100 meter.

Dalam satu kali start, biasanya ada 3 hingga 5 anak yang bersiap. Begitu aba-aba dimulai, mereka menginjak pedal sekuat tenaga, mengandalkan performa sepeda dan kekuatan fisik murni tanpa bantuan mesin. Setelah menyentuh garis finish, mereka akan memutar balik dan mengulangi proses yang sama terus-menerus selama tenaga masih ada. Bagi mereka ini adalah ajang pembuktian diri yang keren, meski bagi kami tetap ada rasa miris melihat mereka memacu kecepatan tanpa perlengkapan pengaman yang memadai.

Definisi "Onthel" yang Bergeser

Ada hal unik saat kami mengobrol dengan beberapa anak di lokasi. Mereka kompak menyebut kendaraan mereka sebagai "sepeda onthel". Padahal secara visual, yang kami lihat adalah sepeda jenis BMX. Di sini, istilah onthel mengalami pergeseran makna; bukan lagi merujuk pada sepeda tua (sepeda kebo), melainkan istilah lokal untuk menyebut sepeda angin atau sepeda kayuh secara umum.

Modifikasi yang paling ekstrem adalah absennya sadel atau tempat duduk. Membayangkan tiang sadel yang terbuka tanpa alas saja sudah terasa linu, tapi bagi mereka, ini adalah standar balap. Sadel sengaja dilepas agar ruang gerak saat melakukan sprint berdiri menjadi lebih bebas. Soal keamanan barang, mereka cukup solider; sadel-sadel tersebut dititipkan kepada teman di pinggir jalan dan baru dipasang kembali saat mereka hendak pulang ke rumah.

Onthel Semarang Speed: Ruang Ekspresi atau Sekadar Hobi?

Identitas mereka semakin kuat dengan munculnya komunitas seperti "Onthel Semarang Speed". Ini membuktikan bahwa aktivitas ini bukan sekadar kesenangan sesaat di Minggu pagi, melainkan wadah kumpul bagi anak-anak yang memiliki kegemaran serupa. Bahkan, mulai muncul perlombaan-perlombaan kecil yang mewadahi tipe sepeda hasil modifikasi mereka.

Kami melihat fenomena ini harus mulai dilirik lebih luas oleh para pemangku kepentingan (stakeholders). Alih-alih hanya menjadi "pepesan kosong" atau sekadar hobi jalanan yang berisiko, ruang ekspresi ini bisa diarahkan ke arah yang lebih positif. Misalnya dengan mengadakan event resmi yang lebih mengedepankan standar keamanan dan memberikan apresiasi nyata bagi kreativitas mereka.

Melihat bagaimana 'Onthel Semarang Speed' ini tumbuh, kita diingatkan bahwa ruang publik seperti Jalan Pahlawan bukan hanya milik mereka yang berolahraga secara konvensional. Di sana, ada kreativitas yang lahir dari keterbatasan, ada kompetisi yang jujur, dan ada identitas yang terus dikayuh oleh anak-anak Semarang. 


Apakah fenomena ini akan tetap menjadi hobi jalanan atau naik kelas menjadi kompetisi resmi? Yang pasti, aspal Pahlawan sudah punya cerita baru untuk diceritakan.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Oktober 2026

👑 Mengenal ASUS Premium Services: Fasilitas Karpet Merah di Tengah Kaku SOP Service Center

🚲 Apakah Ada Parkir Khusus Sepeda di ibis Styles Semarang Simpang Lima?

🎬 Dari Panggung IP Summit ke Penayangan Reguler: Kapan Si Warik Udinus Mengudara Secara Nasional?

Parkir di The Park Mall Hanya Melayani Pembayaran Non Tunai