Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
[Tips dan Video] Perjalanan Menuju Masjid Kapal Semarang
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Daya tarik Masjid Kapal memang tak diragukan lagi. Buat kamu yang belum melihat secara langsung, sebaiknya mencoba mendatangi ketimbang membaca postingan kami ini. Karena pengalaman itu lebih seru saat bertemu sesuatu secara nyata. Mau mencoba ke sana? Begini suasana dalam perjalanannya.
Ini pertama kalinya kami berkunjung ke Masjid Kapal. Menggunakan moda transportasi umum yakni, Bis Trans, kami sangat menikmati perjalanan. Arah bis yang kami tumpangi menuju Mangkang atau tempat wisata Kebun Binatang Semarang.
Kami berhenti di halte sebelum kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang. Karena ini pertama, yang seharusnya lanjut menggunakan bis trans lainnya yang ke arah Ngaliyan, kami berlanjut dengan naik transportasi online, Go-Ride.
Melewati kuburan
Lokasi Masjid Kapal ternyata berada di kawasan yang tidak dijangkau rute bis trans dan kami bersyukur menggunakan Gojek menuju lokasi. Kami berhenti disebuah tikungan arah jalan Anyar, akses menuju lokasi.
Dari gerbang jalanan ini kira-kira lebih dari 7 Km untuk sampai objek wisata yang sempat viral di dunia maya ini. Kami harus melewati perkampungan warga, jalanan yang masih sepi, kawasan hutan dan beberapa makam kuburan.
Cukup menegangkan juga jika harus berjalan sendiri dan sore hari. Rutenya lumayan panjang. Meski begitu beberapa pemandangan cukup menghibur mata. Suasana perjalanan ini kami abadikan lewat video di bawah ini.
Tiba di Masjid Kapal Safinatun Najah
Perasaan kami lega juga akhirnya setelah tiba dengan selamat. Sebenarnya menuju lokasi ini tidak ada biaya pungutan seperti tempat-tempat wisata pada umumnya (tiket masuk). Namun sebaiknya kamu persiapkan uang saja, karna tadi ada yang tarikin.
Berikut video Masjid Kapal versi dotsemarang
...
Tips menuju ke sini, sebaiknya kamu menggunakan kendaraan pribadi. Kalau ada mobil, silahkan saja karna jalannya aman meski kurang mulus dan melewati perkampungan warga.
Bila kamu bermaksud menuju ke sini tanpa kendaraan dengan alasan mendapatkan pengalaman lebih seru, seperti kami semisalnya, ketahui dulu bahwa akses transportasi dari Masjid Kapal menuju keluar lumayan sulit.
Pengalaman kami kemarin untuk kembali menggunakan jasa transportasi online saat balik tidak menemukan driver satu pun yang berada di dekat lokasi. Malah kebanyakan yang ketemu saat mereka tiba dari luar.
Tapi kemarin kami bisa mengakalinya dengan meminta bantuan petugas dari Masjid Kapal. Akhirnya ada yang mengantar meski harus merogoh kocek juga.
Untuk medannya seperti kamu lihat video perjalanan kami di atas, sebaiknya waktu langit masih terang. Kami belum tahu gimana rasanya bila malam hari pulang dari sana. Siang saja sudah lumayan seru, gimana malam. Apalagi sendiri, hehe.. Usahakan rame-rame biar lebih menikmati.
Naik bus Trans bisa. Tinggal bilang aja mau ke arah Mangkang. Untuk rute-rutenya, bisa tanya ke petugas bis. Soal jam, bis Trans itu pagi udah ada. Asal jangan malam saja.
Kalau sekarang kurang ngerti, soalnya lama nggak ke sana lagi. Sedangkan dulu, sulit untuk bus besar masuk sampai ke halaman masjid. Kalau hanya bus mini semacam elf, mungkin bisa
wahh keren abis yahh,, mau dong kesana ah
ReplyDeleteSilahkan, kak
DeleteKak klo dari terminal Terboyo ke masjid kapal ...pke transportasi umum gm tips nya? Sama bus trans mulai rute jam bro kak.😊🙏
DeleteNaik bus Trans bisa. Tinggal bilang aja mau ke arah Mangkang. Untuk rute-rutenya, bisa tanya ke petugas bis. Soal jam, bis Trans itu pagi udah ada. Asal jangan malam saja.
DeleteKalu mau ke masjid kapal paki big bus apa bisa sampai di halaman masjid?
ReplyDeleteKalau sekarang kurang ngerti, soalnya lama nggak ke sana lagi. Sedangkan dulu, sulit untuk bus besar masuk sampai ke halaman masjid. Kalau hanya bus mini semacam elf, mungkin bisa
DeleteHaii min, kalo sekarang ke masjid kapal naik bis tanggung (seat33) bisa ga?
ReplyDeleteMaaf, belum ada ke sana lagi. Kurang ngerti jadinya
Delete