Selamat datang bulan September 2026 di Kota Semarang! Memasuki bulan kesembilan ini, ibu kota Jawa Tengah langsung bersiap menyambut gelombang agenda skala besar yang silih berganti mengisi akhir pekan maupun hari kerja. Dari perhelatan budaya, religius tingkat nasional, hingga pameran otomotif dan festival musik, semuanya siap tumpah ruah meramaikan sudut-sudut kota. Bagi para pelancong, pemburu visual, maupun warga lokal yang ingin merencanakan agenda bulanan agar tidak kecele dengan jadwal padat, berikut adalah rangkuman daftar agenda acara di Kota Semarang sepanjang bulan September 2026. Agenda Besar Utama September 2026 Festival Kota Lama 2026 Waktu: 4 – 20 September 2026 Lokasi: Kawasan Kota Lama Semarang (termasuk titik-titik ikonik seperti Gedung Yayasan Kanisius, area Metro Point, Fasad Marba, hingga Gedung Oudetrap). Catatan: Kembalinya titik keramaian ke area Gedung Yayasan Kanisius diprediksi bakal membuat selebrasi heritage tahun ini semakin meriah dan meluas. MTQ Nasio...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Film Ayah Menyayangi Tanpa Akhir
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Di awal-awal film ini saat mulai, penonton sudah dihadapkan dengan sebuah dilema. Film menyentuh dan semoga Anda tidak lupa membawa tisu. Film Ayah menyayangi tanpa akhir resmi tayang di bioskop tanah air tanggal 29 Oktober 2015.
Lagi, film yang diangkat dari sebuah buku dan kisah nyata dari karya Kirana Kejora. Film berdurasi 88 menit ini membawa satu nama besar yaitu Fedi Nuril yang dikolaborasikan dengan Naufal Azhar, Amanda Rawless, Ade Firman Niken Anjani, Kelly Tandiono, dan Niniek L.
Sukses membuat penonton menangis
Keluar dari cerita asli dari bukunya, film ini menurut saya sukses diceritakan kembali. Akting Fedi Nuril berhasil membuat penonton menangis. Akting yang tidak lebay dan menurut saya ekspresinya sangat datar malah membuat feel penonton sangat dapat. Pria sejati menangis apakah seperti ini?
Alur yang sempat jatuh
Di awal-awal, alurnya langsung tinggi. Penonton dibawa ke sebuah konflik tentang keberanian Fedi Nuril menikahi pacarnya yang selain berbeda negara juga adat istiadat. Fedi berasal dari Solo dengan tata kromo Jawanya dan ini sangat sulit diterima keluarganya kalau menantunya berasal dari Jepang.
Keputusan menikah tanpa restu harus dijalani dan lagi-lagi membuat penonton kembali dibawa ke sebuah dilema tinggi. Sang istri yang diperankan oleh Kelly Tandiono meninggal. Satu-satunya harapan ada pada anak Fedi Nuril yang berperan sebagai Juna di film ini.
Film dari sutradara Hanny R. Saputra sempat kehilangan momentum di tengah-tengah. Kebahagiaan yang dirasakan di bagian tengah membuat film ini kurang greget dan bahkan sangat datar menurut saya. Agak gimana gitu.
Tapi tenang saja, bagian akhir ceritanya kembali naik dan membuat perasaan sebagian penonton yang bersama saya tak dapat membendung isak tangis yang keluar meski dihaluskan suaranya.
Kekuatan akting
Sepertinya alasan saya menonton film ini adalah sosok Fedi Nuril yang selalu memberi warna dalam perfilman Indonesia. Sosok tersebut selalu melekat tentang kisah kehidupan yang sedih. Banyak film yang sukses dibawanya menjadi hits.
Selain Fedi Nuril, ada Kelly Tandiono juga yang menurut saya sangat menarik meski durasi tampilnya sangat kurang. Wajah orientalnya yang sangat dalam membuatnya sukses memerankan wanita Jepang yang menjadi istri Juna. Apalagi saat berbicara dengan logatnya. Coba lebih banyak tampilnya.
Kelly yang beberapa film selalu tampil dengan sosok akting petarungnya berubah menjadi kekasih dan ibu di film ini. Menarik menurut saya. Untuk pemain lain, semuanya cocok dengan kolaborasi kedua pemain yang saya sebut diatas.
Mengintip pesan kecilnya
Tanpa sadar film ini memberi pesan yang selama ini sering terjadi pada kehidupan masyarakat kita. Menikah tanpa restu orang tua maupun keluarga sangat tidak tidak dianjurkan. Doa-doa mereka dibutuhkan untuk semua kelancaran. Kita tahu itu tentunya. Dan cerita film ini mengarah kesana.
Kesimpulan
Film yang sangat direkomendasikan buat ditonton satu keluarga. Ditambah kategori film ini untuk semua umur. Nama besar pemain filmnya juga menjadi daya tarik tersendiri. Saya berharap film ini dapat bertahan lama.
Sediakan tisu atau ada yang mau mencoba menerima tantangan nonton film ini tidak sedih. Audio film yang terdengar sangat baik ini memberi warna tersendiri untuk menggugah perasaan penonton.
Ini pertama kalinya kami memegang ASUS ExpertBook B9450 yang rasanya itu seperti bukan laptop. Sangat ringan, dan juga bentuknya sangat tipis serta presisi. Mari berkenalan sama laptop kelas enterprise yang tak sengaja kami temukan di salah satu toko komputer di Semarang ini. Ada cerita menarik di balik pertemuan kami dengan perangkat ini. Awal mulanya bermula dari pantauan di marketplace Facebook dan berlanjut ke kunjungan langsung ke toko komputer bernama P usat Laptop Nusantara —toko spesialis jual beli laptop second yang letaknya berada di sekitar Jalan Gajah Raya, Semarang. B9450, Sering Disebut B9 Gen 1 Saat menyambangi toko tersebut, ada dua unit laptop ExpertBook yang dipersilakan untuk kami lihat langsung. Awalnya, kami sempat meraba-raba varian apa ini sebenarnya, karena kenalan kami yang merupakan karyawan toko hanya menyebutnya secara singkat: "ASUS ExpertBook i7 Gen 10 RAM 16GB SSD 256GB" . Karena penasaran dengan silsilahnya, setelah ditelusuri lebih jauh, na...
Selamat datang bulan September 2026 di Kota Semarang! Memasuki bulan kesembilan ini, ibu kota Jawa Tengah langsung bersiap menyambut gelombang agenda skala besar yang silih berganti mengisi akhir pekan maupun hari kerja. Dari perhelatan budaya, religius tingkat nasional, hingga pameran otomotif dan festival musik, semuanya siap tumpah ruah meramaikan sudut-sudut kota. Bagi para pelancong, pemburu visual, maupun warga lokal yang ingin merencanakan agenda bulanan agar tidak kecele dengan jadwal padat, berikut adalah rangkuman daftar agenda acara di Kota Semarang sepanjang bulan September 2026. Agenda Besar Utama September 2026 Festival Kota Lama 2026 Waktu: 4 – 20 September 2026 Lokasi: Kawasan Kota Lama Semarang (termasuk titik-titik ikonik seperti Gedung Yayasan Kanisius, area Metro Point, Fasad Marba, hingga Gedung Oudetrap). Catatan: Kembalinya titik keramaian ke area Gedung Yayasan Kanisius diprediksi bakal membuat selebrasi heritage tahun ini semakin meriah dan meluas. MTQ Nasio...
Festival Kota Lama (FKL) Semarang resmi menginjak usianya yang ke-15 tahun pada penyelenggaraannya tahun ini. Digelar lebih panjang hingga 17 hari (4–20 September 2026) demi menyambut perhelatan akbar MTQ Nasional, hajatan budaya ini kembali menyedot perhatian publik sejak malam pembukaannya yang megah. Namun, di balik kemilau panggung utama dan ramainya Pasar Malam Sentiling yang berkolaborasi dengan pasar malam tradisional, ada kontras menarik yang luput dari pandangan mata. Siapa pun yang mampir ke kawasan heritage sejak pagi menjelang siang hari—jauh sebelum gerbang area utama dibuka atau car free night dimulai—mendapati suasana yang berjalan normal seperti hari biasa. Kawasan tampak "hampa atribut" karena aturan ketat konservasi sejarah, ditambah kontras telak gema branding-nya yang seolah tenggelam di bawah bayang-bayang gegap gempita MTQ Nasional. Bagaimana rupa festival di usianya yang ke-15 ini jika diamati dari dinamika kunjungan harian di luar jam operasional ut...
Entah kenapa kali ini kami memberi perhatian lebih pada pembaruan Kebijakan Layanan ( Terms of Service ) dan Privasi dari X (Twitter) yang dirilis September 2026 kemarin. Biasanya, urusan pembaruan seperti ini sering kali diabaikan begitu saja dan kita langsung reflek menekan tombol setuju. Namun saat coba kami pelajari lebih dalam, ada banyak hal menarik yang sangat relevan untuk dicermati, terutama bagi pengelola blog, akun komunitas, maupun pengguna aktif media sosial sehari-hari. Pembaruan aturan platform digital selalu membawa dampak pada cara kita berinteraksi di linimasa. Mari kita bedah secara santai tapi realistis apa saja poin pentingnya dan bagaimana dampaknya untuk aktivitas digital kita. 1. Pelatihan AI dan Penggunaan Data Konten Publik Salah satu poin paling krusial dalam pembaruan kebijakan privasi kali ini adalah kejelasan aturan mengenai penggunaan konten publik untuk pelatihan model kecerdasan buatan ( Artificial Intelligence ). Apa artinya? Cuitan, foto, hingga...
Kami tak menyangka melihat kembali merek minuman serbuk kesehatan produksi PT Erela (perusahaan farmasi yang berbasis di Semarang) saat sedang bersepeda di sekitaran Simpang Lima. Yang menarik, cara menjualnya kini memanfaatkan gerobak dengan konsep street marketing yang segar. Pertama kali kami berkenalan dengan merek ini pada pertengahan tahun 2025 lalu. Saat itu kami terlibat dalam aktivitas pemasaran yang dibalut lewat keseruan mini soccer—sebuah pengalaman berkesan yang menjadi alasan kuat kami menuliskannya di blog. Nah, pada akhir bulan Agustus kemarin, merek ini terlihat kembali menyapa warga di dekat Taman Indonesia Kaya. Sebuah gerobak dengan sepeda listrik berpayung besar, lengkap dengan kotak pendingin dan kursi lipat di sisinya, akhirnya sukses menghentikan pedal sepeda kami. Dalam pikiran kami, pemandangan ini tentu sangat menarik untuk diangkat kembali ke blog. Ya, tentu kami juga tak melewatkan kesempatan untuk langsung membeli salah satu variannya demi merasakan lang...
This comment has been removed by the author.
ReplyDeletesaya juga nangis setelah nonton film ini
ReplyDeletehikss
Delete