📌 Agenda Kota Semarang Bulan September 2026
Kami tak menyangka melihat kembali merek minuman serbuk kesehatan produksi PT Erela (perusahaan farmasi yang berbasis di Semarang) saat sedang bersepeda di sekitaran Simpang Lima. Yang menarik, cara menjualnya kini memanfaatkan gerobak dengan konsep street marketing yang segar.
Pertama kali kami berkenalan dengan merek ini pada pertengahan tahun 2025 lalu. Saat itu kami terlibat dalam aktivitas pemasaran yang dibalut lewat keseruan mini soccer—sebuah pengalaman berkesan yang menjadi alasan kuat kami menuliskannya di blog.
Nah, pada akhir bulan Agustus kemarin, merek ini terlihat kembali menyapa warga di dekat Taman Indonesia Kaya. Sebuah gerobak dengan sepeda listrik berpayung besar, lengkap dengan kotak pendingin dan kursi lipat di sisinya, akhirnya sukses menghentikan pedal sepeda kami.
Dalam pikiran kami, pemandangan ini tentu sangat menarik untuk diangkat kembali ke blog. Ya, tentu kami juga tak melewatkan kesempatan untuk langsung membeli salah satu variannya demi merasakan langsung konsep jualan mereka.
Melihat pemandangan ini, kami jadi teringat maraknya tren kopi keliling dalam beberapa tahun ke belakang. Tak disangka, model bisnis tersebut kini mulai diadopsi oleh lini produk lain, termasuk minuman kesehatan seperti Nyess.
Sambil menunggu pesanan kami dibuat, kami sempat berbincang singkat dan bertanya sejak kapan strategi jemput bola seperti ini mulai dijalankan. Menurut sang penjual, penerapan konsep gerobak dengan motor listrik ini baru dikenalkan beberapa bulan lalu, tepatnya sekitar Juni 2026.
Unit armadanya pun masih terbatas, baru ada sekitar 8 unit yang beroperasi. Pembagiannya mencakup area atas dan bawah kota, di mana masing-masing wilayah diisi oleh 4 unit gerobak keliling.
Di bagian bodi gerobak, tersemat sebuah slogan yang cukup menggelitik sekaligus mudah diingat: "Segernya SAMA, Serunya Beda". Kalimat ini seakan merangkum perubahan cara mereka mendekatkan diri ke konsumen—kandungan dan kesegaran produknya tetap sama seperti yang kita kenal selama ini, tapi pengalaman menikmatinya dibuat jauh lebih santai, kasual, dan interaktif di ruang publik.
Jika dulu produk ini identik dengan kemasan sachet standar yang diseduh sendiri, di gerobak jalanan ini pilihannya naik kelas menjadi sajian mocktail dan squash ala kedai minuman kekinian.
Berbagai pilihan menu berjejer rapi di papan display dengan variasi yang menggugah selera:
Varian Klasik (Rp5.000): Nyess Jeruk Nipis dan Nyess Anggur.
Varian Squash & Jelly (Rp8.000): Oriss Squash, Lecliez Squash, Meliss Squash, Manggoz Squash, Tropical Squash, hingga Nyess Gumezz.
Harganya jelas sangat ramah di kantong siapa saja, pas banget jadi pelepas dahaga bagi pengendara atau pejalan kaki yang melintas di bawah teriknya cuaca Kota Semarang.
Kemarin, pilihan kami jatuh pada menu Meliss Squash. Awalnya kami mengira varian-varian ini menggunakan bahan sirup khusus yang sepenuhnya baru, namun ternyata racikan tersebut merupakan kombinasi cerdas yang memadukan sirup tertentu dengan serbuk asli produknya.
Proses peracikannya pun seru untuk dilihat. Bubuk effervescent khas Nyess ditaburkan di atas segelas penuh es batu yang sudah diberi sirup sesuai pilihan. Setelah itu, air dingin diguyur ke dalam gelas, menciptakan buih soda melimpah yang langsung kelihatan menyegarkan mata.
Disajikan dalam cup plastik berlogo khusus bertuliskan "Nyess is my style" lengkap dengan tagar #BikinNyess dan #BalikinSemangat, minuman ini terasa pas untuk mengembalikan energi di tengah hari yang penat.
Langkah inovatif dari jenama lokal asal Semarang ini rasanya memang patut diacungi jempol. Di saat produk kesehatan lain cenderung bermain aman di jalur distribusi konvensional, mereka justru berani turun langsung ke jalan, menjemput bola, dan melebur dengan ritme keseharian masyarakat.
Tulisan ini murni dibuat tanpa ada ikatan kerja sama atau promosi komersial apa pun—ini hanyalah sebuah bentuk apresiasi tulus dari kami sebagai kreator lokal, terlebih karena produk ini lahir dan besar di Semarang.
Semoga catatan ringan ini bisa menginspirasi dan memberi warna tersendiri bagi pembaca sekalian.
Artikel terkait:
Comments
Post a Comment