Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Februari 2026

Image
Memasuki bulan Februari 2026, atmosfer Kota Semarang terasa jauh lebih sibuk dari biasanya. Bukan sekadar rutinitas awal bulan, tapi ada semacam "tabrakan budaya" yang unik. Jika biasanya event besar datang bergantian, tahun ini warga Semarang seolah diajak merayakan semuanya sekaligus: menyambut Tahun Baru Imlek sekaligus mempersiapkan diri memasuki bulan suci Ramadan. Hari ini, tepat tanggal 1 Februari yang jatuh pada hari Minggu, cuaca di Kota Semarang tampak cerah merona dari pagi hingga menjelang sore. Meskipun begitu, bulan Februari disebut-sebut masih menjadi puncak musim penghujan. Cuaca memang masih sulit diprediksi; bisa saja terik di siang hari, namun seketika hujan lebat saat malam menyapa. Dua Hajatan Besar dalam Satu Pekan Bulan ini, Ibu Kota Jawa Tengah punya dua agenda besar yang waktunya saling berhimpitan. Ada Pasar Imlek Semawis yang menjadi ruh perayaan Tahun Baru Imlek di Pecinan, dan ada Dugderan yang menjadi tradisi wajib warga Semarang menyambut bula...

🌙 Branding "Kurma" MAJT: Wajah Baru Program Ngabuburit yang Lebih Estetik dan Digital


Kami dibuat kesengsem dengan penampilan baru dari program kegiatan menunggu waktu berbuka puasa di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Tahun 2026 ini, MAJT sepertinya benar-benar serius melakukan rebranding. Bukan hanya sekadar perubahan nama, tapi eksekusi desain visualnya pun kini jauh lebih sedap dipandang mata. Modern, namun tetap mempertahankan marwah islami.

Pada hari kedua puasa, Jumat (20/2), kami berkesempatan meramaikan langsung program yang kini mengusung nama Kurma—singkatan dari Kupasan Ramadan Penuh Makna. Secara konsep dasar, benang merahnya masih serupa dengan tahun lalu: menghadirkan diskusi ringan sebelum adzan Maghrib dengan tema dan narasumber yang berganti setiap harinya.

Namun, dari kacamata pengamat aktivitas kota, ada lompatan strategi branding dan marketing yang jauh lebih matang kali ini. Mari kita bedah satu per satu.

Naming Strategy: Meminjam Top-of-Mind Ramadan

Jika pada Ramadan 2025 kita mengenal program ini dengan nama Tarhim (Talkshow Ramadan Hingga Maghrib), tahun 2026 MAJT memilih diksi yang lebih catchy. Pemilihan nama Kurma menurut kami adalah langkah yang jenius.

Kurma adalah identitas terkuat Ramadan. Dengan meminjam identitas ini sebagai akronim program, MAJT berhasil menanamkan brand awareness yang kuat di benak jamaah. Begitu mendengar kata "Kurma", ingatan orang akan langsung terkoneksi dengan momen berbuka. Ini adalah cara cerdas memposisikan ceramah sebagai "hidangan pembuka" rohani yang wajib disantap sebelum membatalkan puasa secara fisik.

Visual Upgrade: Experience Design yang Naik Kelas

Melihat background panggung tahun ini, perbedaannya terasa sangat kontras jika dibandingkan versi 2025 yang cenderung sederhana dan fungsional. Tampilan Kurma 2026 jauh lebih profesional.

  • Sentuhan Teknologi: Kehadiran layar monitor besar di tengah panggung bukan sekadar pemanis. Ini adalah solusi teknis agar jamaah yang duduk di barisan belakang tetap bisa menyimak narasumber secara jelas (close-up).

  • Estetika Panggung: Garis lampu LED berwarna kuning emas yang membingkai backdrop hijau menciptakan kesan mewah (luxury) namun tetap teduh. Secara visual, kualitas produksinya sudah setara dengan standar set studio talkshow televisi nasional.

Omnichannel: Syiar Melampaui Gajah Raya

MAJT sangat memahami dinamika warga Kota Semarang yang sibuk. Ada yang masih tertahan pekerjaan di kantor atau mungkin terjebak kemacetan sore hari. Di sinilah strategi Multi-Channel berperan sangat vital.

www.youtube.com/@MAJTTV

Program Kurma disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube MAJT TV. Strategi ini tidak hanya memperluas jangkauan (reach), tetapi juga membangun aset digital yang bisa diakses kapan saja. Kini, konten syiar dari masjid kebanggaan Jawa Tengah ini tidak lagi terhambat oleh sekat geografis.

Co-Branding yang Efisien dan Rapi

Satu detail pemasaran yang menarik perhatian kami adalah cara MAJT mengelola informasi. Daftar program Ramadan lainnya diletakkan secara rapi pada sisi kiri dan kanan backdrop panggung. Strategi cross-promotion ini sangat efisien; jamaah tetap mendapatkan informasi agenda lain tanpa perlu terganggu oleh tumpukan spanduk atau banner fisik yang bertebaran di dalam ruang utama masjid.

...

Transformasi dari Tarhim ke Kurma mengajarkan kita bahwa institusi keagamaan pun perlu beradaptasi dengan tren visual dan teknologi. MAJT berhasil membuktikan bahwa menyampaikan kebaikan memerlukan kemasan yang menarik agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Jadi, sudahkah Anda "mencicipi" segarnya Kupasan Ramadan Penuh Makna di MAJT sore ini? Jika belum sempat hadir secara fisik, pastikan untuk mampir ke kanal YouTube-nya.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

Agenda Jateng Fair 2018

Fitur Pro TikTok, Pengguna Bisa Tingkatkan Kualitas Konten

🚲 Mengayuh Pedal ke Pasar Ambyar Nusantara di Hotel Horison Nindya Semarang

[Review] Kereta Ambarawa Ekspres : Semarang - Surabaya dan Sebaliknya

[Photoblog] Mi Store Semarang ini Ada di DP Mall