Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026

Image
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...

🌙 Branding "Kurma" MAJT: Wajah Baru Program Ngabuburit yang Lebih Estetik dan Digital


Kami dibuat kesengsem dengan penampilan baru dari program kegiatan menunggu waktu berbuka puasa di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Tahun 2026 ini, MAJT sepertinya benar-benar serius melakukan rebranding. Bukan hanya sekadar perubahan nama, tapi eksekusi desain visualnya pun kini jauh lebih sedap dipandang mata. Modern, namun tetap mempertahankan marwah islami.

Pada hari kedua puasa, Jumat (20/2), kami berkesempatan meramaikan langsung program yang kini mengusung nama Kurma—singkatan dari Kupasan Ramadan Penuh Makna. Secara konsep dasar, benang merahnya masih serupa dengan tahun lalu: menghadirkan diskusi ringan sebelum adzan Maghrib dengan tema dan narasumber yang berganti setiap harinya.

Namun, dari kacamata pengamat aktivitas kota, ada lompatan strategi branding dan marketing yang jauh lebih matang kali ini. Mari kita bedah satu per satu.

Naming Strategy: Meminjam Top-of-Mind Ramadan

Jika pada Ramadan 2025 kita mengenal program ini dengan nama Tarhim (Talkshow Ramadan Hingga Maghrib), tahun 2026 MAJT memilih diksi yang lebih catchy. Pemilihan nama Kurma menurut kami adalah langkah yang jenius.

Kurma adalah identitas terkuat Ramadan. Dengan meminjam identitas ini sebagai akronim program, MAJT berhasil menanamkan brand awareness yang kuat di benak jamaah. Begitu mendengar kata "Kurma", ingatan orang akan langsung terkoneksi dengan momen berbuka. Ini adalah cara cerdas memposisikan ceramah sebagai "hidangan pembuka" rohani yang wajib disantap sebelum membatalkan puasa secara fisik.

Visual Upgrade: Experience Design yang Naik Kelas

Melihat background panggung tahun ini, perbedaannya terasa sangat kontras jika dibandingkan versi 2025 yang cenderung sederhana dan fungsional. Tampilan Kurma 2026 jauh lebih profesional.

  • Sentuhan Teknologi: Kehadiran layar monitor besar di tengah panggung bukan sekadar pemanis. Ini adalah solusi teknis agar jamaah yang duduk di barisan belakang tetap bisa menyimak narasumber secara jelas (close-up).

  • Estetika Panggung: Garis lampu LED berwarna kuning emas yang membingkai backdrop hijau menciptakan kesan mewah (luxury) namun tetap teduh. Secara visual, kualitas produksinya sudah setara dengan standar set studio talkshow televisi nasional.

Omnichannel: Syiar Melampaui Gajah Raya

MAJT sangat memahami dinamika warga Kota Semarang yang sibuk. Ada yang masih tertahan pekerjaan di kantor atau mungkin terjebak kemacetan sore hari. Di sinilah strategi Multi-Channel berperan sangat vital.

www.youtube.com/@MAJTTV

Program Kurma disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube MAJT TV. Strategi ini tidak hanya memperluas jangkauan (reach), tetapi juga membangun aset digital yang bisa diakses kapan saja. Kini, konten syiar dari masjid kebanggaan Jawa Tengah ini tidak lagi terhambat oleh sekat geografis.

Co-Branding yang Efisien dan Rapi

Satu detail pemasaran yang menarik perhatian kami adalah cara MAJT mengelola informasi. Daftar program Ramadan lainnya diletakkan secara rapi pada sisi kiri dan kanan backdrop panggung. Strategi cross-promotion ini sangat efisien; jamaah tetap mendapatkan informasi agenda lain tanpa perlu terganggu oleh tumpukan spanduk atau banner fisik yang bertebaran di dalam ruang utama masjid.

...

Transformasi dari Tarhim ke Kurma mengajarkan kita bahwa institusi keagamaan pun perlu beradaptasi dengan tren visual dan teknologi. MAJT berhasil membuktikan bahwa menyampaikan kebaikan memerlukan kemasan yang menarik agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Jadi, sudahkah Anda "mencicipi" segarnya Kupasan Ramadan Penuh Makna di MAJT sore ini? Jika belum sempat hadir secara fisik, pastikan untuk mampir ke kanal YouTube-nya.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

🚴‍♂️ 14 Tahun Aktif Bersepeda, Baru Tahu Ada World Bicycle Day Hari Ini

🤖 ASUS Bawa Arsitektur AI Hybrid ke Perangkat Kerja, Solusi Pintar Pangkas Biaya Operasional Perusahaan

🚴‍♂️ Cerita Unik Angka 2: Pengalaman Bersepeda Menerobos Banjir di Jalan Kartini Semarang

💳 Pertama Kali Cek Saldo E-Money di ATM Mandiri Uptown Mall: Ternyata Banyak yang Belum Tahu!

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Juni 2026