Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

Image
Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...

🤝 NextGen Founder Semarang: Menilik Ekosistem Bisnis dan Semangat Founder Muda di Kota Atlas

Januari 2026 benar-benar menjadi bulan yang padat bagi aktivitas kami. Setelah sebelumnya disibukkan dengan berbagai agenda komunitas hingga media, kini ada ekosistem lain yang menarik untuk diperhatikan. Langkah kaki—atau lebih tepatnya kayuhan pedal sepeda kami—berhenti di Hotel GranDhika Semarang pada 20 Januari lalu.

Awalnya, ketertarikan kami tersulut oleh nama besar MarkPlus. Sudah cukup lama nama ini tidak mampir di telinga kami dalam konteks event lokal. Kehadirannya jelas menjadi magnet bagi para pemilik usaha di Semarang. Tentu saja, kata "gratis" menjadi alasan tambahan mengapa kami rela menembus siang demi sebuah nama besar yang pernah memberi nilai pada eksistensi kami sebagai narablog di Semarang.

Networking, Mentoring, dan "Daging" dari Para Speaker

NextGen Founder bukan sekadar seminar biasa, melainkan wadah networking dan mentoring bagi para pendiri startup maupun UMKM yang ingin naik kelas. Digelar di Hotel GranDhika Semarang, kami bersyukur dapat terpilih hadir meski kuotanya terbatas.

Deretan pembicara yang dihadirkan pun sangat menarik, membawa intisari yang sangat berbobot dari berbagai sudut pandang:

  • Sisi SDM dan AI: Sesi dibuka oleh Daniel Bayu Adiryntoko (Head of Area Central Jobstreet by SEEK). Platform ini rupanya sudah menggunakan AI dalam layanannya. Meski dimanjakan dengan fitur canggih, kami merasa ada "misi terselubung" untuk menarik pengguna baru. Sayangnya, iming-iming hadiahnya belum cukup kuat untuk membuat kami langsung membuat akun hari itu juga.

  • Strategi Pemasaran & Konsistensi: Sesi kedua bersama Yosanova Savitry (CMO MCorp) membuat suasana lebih cair. Kami belajar bahwa MCorp adalah induk dari MarkPlus dan Marketeers. Pesan utamanya: Konsistensi. Bukan hanya soal produk, tapi juga konsisten dalam membangun ekspektasi konsumen.

  • Ketahanan Bisnis Lokal: Ada juga dr. Shabrina Dyah Mayangsari (Komisaris PT Cito Putra Utama) yang memberi perspektif tentang menjaga relevansi bisnis layanan kesehatan yang sudah melegenda.

  • Inspirasi Hasil Nyata: Sosok yang mencuri perhatian di akhir adalah Ibu Vonny Tresno Santoso (CEO SRLand Properties). Gaya bicaranya seketika mengusir kantuk kami. Kisahnya tentang membangun usaha keluarga memberikan motivasi bahwa apa yang terlihat mudah di "cover" sebenarnya menyimpan perjuangan berat di dalamnya.

Semangat dari Para Founder Muda

Tak hanya pembicara, profil peserta pun luar biasa. Kami melihat ada peserta yang masih duduk di bangku kuliah namun sudah percaya diri menjadi pemilik bisnis. Acara ini seolah menjadi panggung bagi mereka untuk memvalidasi usaha yang sedang dirintis.

Meski kami tidak banyak bersosialisasi secara aktif di sana, kami senang bisa hadir untuk menambah wawasan dan melihat ekosistem pebisnis di Semarang. Ada banyak strategi bisnis hingga pengembangan mindset yang dibicarakan.

Semarang menjadi kota pertama untuk rangkaian acara ini, dan sepertinya semangat para "NextGen Founder" ini akan terus berlanjut ke kota-kota berikutnya. Sebuah awal tahun yang produktif untuk melihat Semarang tetap kompetitif di kancah bisnis nasional.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📌 Agenda Kota Semarang Bulan April 2026

☕ Mencicipi Coco Latte: Saat Hydro Coco dan Anomali Coffee "Salaman" di Pelataran MAJT

♻️ Jangan Dibuang! Jejak Karbon di Balik Kotak Nasi Buka Puasa Masjid Agung Jawa Tengah

📱 Dilema Android Lawas di Tahun 2026: Mengapa Versi OS Kini Lebih Penting daripada Sekadar Merek Hape

🚴 Car Free Day Simpang Lima Semarang Kembali Berdenyut: Persentase Keramaian Masih di Bawah 40 Persen?