📌 Agenda Kota Semarang Bulan Februari 2026
Beberapa waktu belakangan, lini masa mungkin sedang riuh dengan konten khas bulan puasa. Namun, di balik itu ada satu nama platform baru yang tengah jadi perbincangan hangat di awal tahun 2026: UpScrolled. Aplikasi ini disebut-sebut sebagai "perkawinan silang" yang unik antara visual ala Instagram, kecepatan teks ala X (Twitter), dan dinamika video pendek ala TikTok. Menarik untuk dikulik, siapa tahu kamu tertarik untuk mencobanya.
Kami sendiri mulai mendengar gaungnya melalui platform Threads. Karena penasaran, akhirnya kami mencoba memasangnya di ponsel pada bulan Januari lalu. Satu poin plus yang kami sukai, UpScrolled rupanya cukup ramah dan responsif saat diakses melalui perangkat berbasis Chromebook.
Saat kami menelusuri lebih jauh, salah satu alasan kuat mengapa UpScrolled begitu diminati adalah sosok di baliknya. Aplikasi ini dikembangkan oleh Issam Hijazi, seorang teknolog asal Australia berdarah Yordania.
Menariknya, proyek ini didukung oleh inkubator Tech for Palestine. Hal inilah yang memicu gelombang migrasi pengguna secara besar-besaran. Banyak yang merasa platform mainstream belakangan terlalu ketat menyensor konten-konten kemanusiaan. Kehadiran UpScrolled pun memberikan sisi "sentimental" dan "idealis" yang sulit ditemukan di tempat lain.
Nilai jual utama yang ditawarkan adalah kebebasan dari shadowban dan permainan algoritma yang seringkali bikin frustrasi. Bagi sebagian orang yang jengkel karena jangkauan kontennya di IG atau TikTok dibatasi oleh sistem yang tidak transparan, UpScrolled menjanjikan jangkauan yang lebih adil.
Ada dua jenis feed utama yang disediakan:
Following Feed: Menampilkan postingan teman atau akun yang diikuti secara urut kronologis.
Discover Feed: Berdasarkan jumlah likes dan shares murni dari pengguna, bukan hasil manipulasi sistem.
Pertumbuhannya tergolong sangat melesat, layaknya legenda Roro Jonggrang yang membangun candi dalam semalam. Hanya dalam kurun waktu Januari hingga Februari 2026, aplikasi ini meledak dari platform sunyi menjadi rumah bagi jutaan pengguna. UpScrolled bahkan sempat nangkring di peringkat ke-2 App Store, tepat di bawah ChatGPT.
Tak lepas dari drama, aplikasi ini sempat "menghilang" dari Google Play Store pada hari Valentine, 14 Februari 2026 kemarin. Alih-alih meredup, kejadian ini justru memicu rasa penasaran publik hingga akhirnya muncul kembali dengan antusiasme yang lebih besar.
Dari sisi bisnis, UpScrolled mengklaim tidak menjual data pengguna ke pihak ketiga untuk kepentingan iklan. Model bisnisnya dirancang lebih transparan dengan pendekatan anti-addiction design. Meski jujur saja, namanya media sosial, godaan untuk terus scrolling tentu tetap ada.
Selain itu sangat disayangkan bahwa UpScrolled sementara ini hanya tersedia di aplikasi. Kami berharap mereka segera hadir lewat versi web. Seperti Threads yang fleksibel tentunya.
Kehadiran kami di UpScrolled sebenarnya adalah upaya "cek ombak" sekaligus mencari pengalaman baru. Misinya tetap konsisten: memperluas jangkauan informasi agar pemikiran serta info-info menarik seputar Kota Semarang bisa tersebar lebih luas lagi.
Saat artikel ini ditulis, akun dotsemarang di UpScrolled sudah memiliki 11 pengikut. Awalnya memang menantang; berbagi konten di sana terasa sepi seperti di kuburan. Namun seiring waktu, kami mulai mendapatkan interaksi. Butuh sedikit trik dan penyesuaian agar postingan bisa mendapat perhatian seperti like atau share.
Satu hal yang paling kami sukai adalah fleksibilitas tautan (link). Di UpScrolled, tautan yang kami bagikan semuanya "hidup" alias bisa diklik. Baik itu melalui postingan teks ala X maupun dalam caption foto ala Instagram. Bagi pengelola blog, ini adalah peluang emas untuk menarik trafik baru, meski hasilnya terkadang belum tentu sesuai ekspektasi.
Oh ya, buat yang tanya soal batasan usia, UpScrolled tetap menerapkan aturan minimal 13 tahun untuk mendaftar. Mengingat kampanye batasan pengguna yang masif belakangan ini, platform ini juga lebih ketat soal verifikasi agar ekosistemnya tetap aman bagi remaja dan bebas dari desain yang bikin kecanduan.
...
Untuk saat ini, mari kita berkenalan dulu dengan permukaannya. Secara fungsional, pengalamannya mirip dengan media sosial lain, meski mungkin belum se-instan Threads yang langsung terasa nyaman saat pertama kali buat akun.
Lain waktu, kami akan bagikan tips lebih dalam. Atau jika penasaran, kamu bisa langsung mencoba mendaftar melalui Android maupun iOS. Jika sudah punya akun, jangan lupa sapa dan ikuti kami di sana.
Pada akhirnya, media sosial memang soal selera dan kenyamanan. Namun di tengah jenuhnya algoritma yang makin mendikte apa yang harus kita lihat, UpScrolled hadir seperti angin segar di tengah gerahnya cuaca Semarang akhir-akhir ini. Rasanya menyenangkan melihat platform yang lebih apresiatif terhadap konten tanpa drama.
Sampai jumpa di feed yang lebih "jujur"!
📝 Gambar cover dibuat dengan AI.
Artikel terkait :
Comments
Post a Comment