📌 Agenda Kota Semarang Bulan Februari 2026
Setelah sebelumnya banyak berinteraksi dengan komunitas literasi dalam gelaran Belajaraya di Wisma Perdamaian, perjalanan kami berlanjut ke ekosistem yang berbeda. Kali ini, kami merapat ke lingkaran pegiat IT Kota Semarang. Adalah IDCloudHost yang menjadi tuan rumah sekaligus penyelenggaranya. Mari intip suasananya.
Bertajuk Coffee Night Tech Talk, acara ngopi dan networking bareng komunitas IT Semarang ini terasa jauh lebih santai ketimbang acara ISMN Meetup yang digelar di hari yang sama, Selasa (13/1/2026). Bedanya, ISMN berlangsung pada pagi hari, sementara IDCloudHost mengambil slot malam hari.
Kami benar-benar dibuat bekerja keras untuk bisa menghadiri keduanya sekaligus. Namun, rasa lelah yang menghinggapi badan saat itu tidak menyurutkan langkah kami. Apalagi saat mengetahui lokasinya berada di salah satu titik yang memang sedang kami incar untuk dikunjungi, yaitu Kopitagram Dr. Cipto Semarang.
Ada hal menarik mengenai kehadiran kami di sini. Kami datang bukan melalui undangan khusus, melainkan "terjaring" oleh algoritma Instagram yang secara presisi menampilkan iklan acara tersebut di beranda.
Sama seperti gelaran Belajaraya dan ISMN Meetup, ketiga event beruntun yang kami hadiri semuanya bermula dari postingan Instagram yang lewat di feed. Ini menjadi bukti nyata betapa kuatnya promosi digital saat ini dalam menggerakkan massa. Meski dalam hati kecil, kami tetap berharap suatu saat ada undangan fisik yang mampir sebagai bentuk apresiasi lebih, hehe.
IDCloudHost datang ke Semarang bukan sekadar untuk mampir lewat. Sebagai salah satu pemain besar di industri cloud tanah air, mereka membawa ambisi besar: mengejar target 1 juta pelanggan tahun ini. Angka yang fantastis, mengingat persaingan layanan infrastruktur digital yang makin sesak.
Namun, cara mereka masuk ke Semarang tergolong cerdik. Alih-alih menyewa gedung formal atau hotel, mereka memilih duduk satu meja panjang sambil ngopi di coffeeshop. Mereka mendekati simpul-simpul komunitas lokal seperti DOSCOM (Dian Nuswantoro Computer Community) yang namanya sudah sangat akrab di telinga kami sebagai motor penggerak IT kampus di Semarang.
Ada pemandangan menarik saat sesi perkenalan satu per satu dimulai. Di antara deretan programmer dan pegiat WordPress yang memang menjadi "makanan sehari-hari" dunia hosting, terselip wajah-wajah dari industri konvensional—seperti perwakilan diler mobil hingga pelaku UMKM lokal.
Ini adalah sebuah kejutan yang membahagiakan. Ternyata, kesadaran akan pentingnya infrastruktur digital sudah mulai merembes ke sektor-sektor yang dulu dianggap jauh dari dunia coding. Mereka hadir bukan untuk belajar teknis yang rumit, melainkan mencari solusi bagaimana bisnis mereka bisa tetap "tegak" dan bersaing di era digital.
Dalam paparannya, IDCloudHost tidak ragu mengklaim diri sebagai salah satu penyedia cloud lokal terbesar di Asia Tenggara dengan capaian 600 ribu pelanggan saat ini. Program Cloud Camp pun dikenalkan sebagai jembatan untuk mencetak talenta-talenta baru yang paham industri awan.
Bagi kami, ini adalah strategi ekspansi pengaruh yang elegan. Dengan menggandeng kampus dan pegiat IT sejak dini, mereka sedang menanam benih loyalitas. Jika calon-calon profesional IT ini sudah nyaman dengan ekosistem lokal, target satu juta pelanggan tadi bukan lagi sekadar angka di atas kertas.
Meskipun kami memutuskan untuk pulang lebih awal setelah sesi presentasi berakhir—saat beberapa orang masih asyik melanjutkan diskusi hangat di Kopitagram—kami membawa pulang sebuah kesimpulan sederhana.
Semarang mungkin belum punya bioskop CGV sampai hari ini, tapi soal gairah untuk melek teknologi dan membangun jaringan, kota ini punya ritme yang makin kencang. Kehadiran IDCloudHost setidaknya memberi warna baru bahwa kolaborasi antar komunitas memang kunci utama untuk membuat ekosistem digital di Kota Jamu ini makin "berisi".
Artikel terkait :
Comments
Post a Comment