Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

Image
Selamat Tahun Baru 2026! Suara dar-dir-dor di langit Kota Semarang semalam menjadi penanda dimulainya perjalanan baru yang siap kita hadapi. Mari persiapkan segalanya dan jangan lupa simpan halaman ini sebagai kompas untuk mengarungi bulan Januari. Saat tulisan ini kami susun, langit Semarang tampak cerah merona. Kondisi yang berbanding terbalik dengan hari sebelumnya yang terus-menerus diselimuti mendung sejak pagi dan diguyur hujan dari siang hingga malam. Semoga ini menjadi pertanda baik, bahwa hal-hal sulit akan segera berganti dengan kebaikan di tahun yang baru. Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 Agenda nasional, khususnya jadwal hari libur, tentu akan sangat memengaruhi ritme event di Kota Semarang. Kabarnya, tahun 2026 ini kita punya modal 17 hari libur nasional dan 8 hari cuti bersama . Dengan banyaknya tanggal merah, rencana liburan atau sekadar staycation di dalam kota sudah harus ditentukan dari sekarang. Apalagi tahun ini bulan puasa datang lebih awal. Silakan atur d...

🏆 Dari Komik Hingga Game: Pelaku Kreatif Semarang Berkumpul di IP Summit Perdana, Dorong Perlindungan Karya Cipta

Awalnya, kami akui ketertarikan kami pada gelaran Semarang IP Summit 2025 ini sempat terpecah. Namun, setelah mendapatkan respon melalui pesan langsung (DM) dari akun @seccon.forum, kami memutuskan untuk hadir—sebuah keputusan yang ternyata mengubah pandangan kami dalam beberapa jam.

Acara yang berlangsung selama dua hari (23-24 November) di Radjawali Semarang Cultural Center (RSCC) ini langsung menyambut kami dengan kesan yang megah dan mewah. Sesi talkshow diadakan di Performance Hall, sebuah ruangan yang memiliki akustik layaknya studio bioskop besar, didukung lighting yang memukau. Pembukaan acara bahkan dimeriahkan dengan orkestra yang dikemas apik bersama tarian dan musik. Ini adalah show yang jarang kami temukan di event lokal.

Namun, kemegahan ini sedikit bertolak belakang dengan kondisi di area Function Hall. Berharap melihat booth-booth peserta yang meriah dan lautan pengunjung yang memadati lokasi, kami justru mendapati sebaliknya. Jumlah peserta yang hadir dan booth yang tersedia tidak seramai yang kami bayangkan untuk event sebesar ini. Sebuah catatan jujur dari kami tentang harapan versus realitas di event perdana.

Momen Historis: IP Summit Pertama di Indonesia

Terlepas dari dinamika keramaian, inti dari Semarang IP Summit ini jauh lebih penting.

Sebelum panel diskusi dimulai, kami menangkap sebuah fakta historis yang menjadi sorotan utama: event IP Summit ini secara resmi merupakan yang pertama kali diadakan di tingkat kota di Indonesia. Kota Semarang patut berbangga karena menjadi pelopor dalam menyelenggarakan forum komprehensif yang fokus pada Kekayaan Intelektual (KI) ini.

Tujuan Besar: IP sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Penyelenggaraan IP Summit tentu memiliki tujuan besar yang berhubungan erat dengan masa depan Ekonomi Kreatif di Kota Semarang. Event ini ditujukan untuk menjadikan IP sebagai mesin pertumbuhan baru, memacu kreativitas agar memiliki nilai ekonomi dan perlindungan hukum.

Dalam sambutannya, Diah Supartiningtias, selaku Plt. Kepala Dinas Perindustrian Kota Semarang, menegaskan visi tersebut:

“Di era ketika teknologi semakin canggih, ide adalah mata uang utama. Kota-kota yang mampu melindungi, merawat, dan mengembangkan ide kreatif akan menjadi pemenang.”

Sudah Saatnya Melek: Apa Itu Kekayaan Intelektual (IP)?

Penting bagi seluruh pelaku kreatif untuk memahami inti dari pembahasan ini: Kekayaan Intelektual (IP).

Sederhananya, IP adalah hak eksklusif yang diberikan oleh negara atas setiap karya cipta yang lahir dari kemampuan intelektual manusia. Ini adalah perlindungan hukum terhadap hasil kreativitas.

Nilai ekonomi dari IP sendiri tak main-main. Di banyak perusahaan modern (terutama teknologi), aset IP seperti paten dan Merek Dagang dinilai jauh lebih tinggi daripada aset fisik. Nilai merek dagang Coca-Cola atau paten teknologi Apple, misalnya, jauh lebih besar daripada seluruh pabrik dan kantor yang mereka miliki.

Panel Diskusi: Dari Film, Komik, Hingga Game

Sesi yang paling kami incar adalah talkshow yang menghadirkan narasumber dari berbagai sektor: Comic, Cartoon, Film, Animasi, hingga Game.

Kami ingin mendengar bagaimana para praktisi ini menghadapi tantangan perlindungan karya cipta mereka. Ini sangat relevan bagi kami di Dotsemarang, khususnya mengingat aktivitas kami di Kofindo dan pengalaman kami meliput event komik dan kartun.

Sayangnya, sesi yang awalnya bertema Game dan AI-Tech dan sangat kami nantikan, justru larut dalam perbincangan Game dan mengabaikan diskusi tentang AI (Artificial Intelligence). Padahal, perdebatan tentang siapa yang memiliki Hak Cipta atas karya 100% buatan AI adalah salah satu topik paling hangat di dunia IP saat ini. Hal ini menjadi tantangan yang menanti dan harus segera dihadapi oleh ekosistem kreatif Semarang.

Penutup: Catatan Hari Pertama IP Summit

Secara keseluruhan, Semarang IP Summit 2025 di hari pertama telah sukses mencetak sejarah sebagai forum IP perdana di Indonesia, sekaligus menjadi pemicu kesadaran bagi pelaku industri kreatif.

Instagram seccon.forum

Masih banyak topik menarik yang diperbincangkan—terutama detail tentang tantangan IP di masing-masing sektor yang akan kami ulas secara mendalam di postingan selanjutnya.

Kami tidak hadir di hari kedua karena sifat undangannya yang lebih eksklusif. Namun, bagi yang sempat hadir, kami berharap event ini menjadi awal yang baik untuk mendaftarkan IP, mengembangkan karakter, dan membangun jejaring di Kota Semarang.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

🗓️ Mengintip Kalender Event Kabupaten Semarang 2026: Dari Tradisi Merbabu hingga Festival Bunga

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?

💻 Lebih dari Sekadar Laptop Bisnis, ASUS ExpertBook PM3 Bawa Standar Baru di 2026

🤳 Mengenal Kota Lama Semarang Lewat Kode QR: Solusi Wisata Mandiri Tanpa Bingung Cari Pemandu

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026