Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

Image
Selamat Tahun Baru 2026! Suara dar-dir-dor di langit Kota Semarang semalam menjadi penanda dimulainya perjalanan baru yang siap kita hadapi. Mari persiapkan segalanya dan jangan lupa simpan halaman ini sebagai kompas untuk mengarungi bulan Januari. Saat tulisan ini kami susun, langit Semarang tampak cerah merona. Kondisi yang berbanding terbalik dengan hari sebelumnya yang terus-menerus diselimuti mendung sejak pagi dan diguyur hujan dari siang hingga malam. Semoga ini menjadi pertanda baik, bahwa hal-hal sulit akan segera berganti dengan kebaikan di tahun yang baru. Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 Agenda nasional, khususnya jadwal hari libur, tentu akan sangat memengaruhi ritme event di Kota Semarang. Kabarnya, tahun 2026 ini kita punya modal 17 hari libur nasional dan 8 hari cuti bersama . Dengan banyaknya tanggal merah, rencana liburan atau sekadar staycation di dalam kota sudah harus ditentukan dari sekarang. Apalagi tahun ini bulan puasa datang lebih awal. Silakan atur d...

🎭 Patung Bima Srikandi di Jalan Pahlawan Semarang: Fakta, Kontroversi, & Filosofi Budaya

Jalan Pahlawan, salah satu urat nadi utama Kota Semarang, kini punya pemandangan yang sukses mencuri perhatian. Sejak bulan November ini, dua sosok legendaris dari dunia pewayangan berdiri gagah di tengah jalur utama, layaknya menyambut setiap pelintas.

Ini bukan sekadar dekorasi, melainkan hadirnya Patung Bima dan Srikandi setinggi hampir 5 meter. Kehadirannya seolah menjadi cerminan fokus kota antara memperindah estetika ruang publik dan urgensi infrastruktur.

Kami sendiri dibuat terkejut saat melintas kawasan tersebut pada Minggu pagi lalu (9/11) saat momen Car Free Day. Penampakan patung yang besar dan menjulang tinggi dengan material galvanis yang kokoh ini benar-benar menjadi spot yang langsung menaikkan aura ikonik Jalan Pahlawan.

Wayang Raksasa: Pengingat Identitas Budaya Jawa

Patung Bima (melambangkan kekuatan dan keberanian) dan Srikandi (simbol keteguhan dan kecantikan) hanyalah permulaan. Rencananya, kawasan ini akan dilengkapi total 8 patung, termasuk Pandawa Lima lengkap (Yudistira, Arjuna, Nakula, Sadewa), ditambah sosok Semar dan Gunungan sebagai penambah khasanah.

Tujuan utama dari proyek ini cukup mulia: untuk memperkuat identitas budaya Jawa Tengah, memberikan edukasi tentang kekayaan wayang kepada generasi muda, dan tentu saja, menjadikan Jalan Pahlawan sebagai landmark baru yang khas di Ibukota Jawa Tengah.

Pro-Kontra Patung Raksasa dan Fakta di Baliknya

Layaknya setiap proyek besar, berdirinya patung ini pun tak luput dari kontroversi, terutama karena diperkenalkan berbarengan dengan Festival Wayang di Simpang Lima pada 7-8 November 2025.

Di satu sisi, ada kritik yang menyebut Pemerintah Kota Semarang lebih memilih 'bersolek' dan menghabiskan dana untuk estetika, daripada fokus menuntaskan masalah fundamental seperti banjir di Semarang

Namun, di sisi lain, kehadiran patung wayang ini justru disambut sebagai simbol semangat warga Semarang yang tangguh dan menjunjung tinggi budaya.

Fakta Menarik di Balik Kemegahan Patung Bima & Srikandi:


  • Tinggi Total: Mencapai 4,8 meter (termasuk pedestal), kira-kira setara dengan 1,5 lantai rumah.

  • Berat: Setiap patung memiliki bobot fantastis, yaitu 1,2 ton. Pemasangannya harus menggunakan Crane 25 ton dan dilakukan pada malam hari untuk menghindari kemacetan lalu lintas.

  • Ketahanan: Dibuat dari material Galvanis tebal 3 mm dan dilapisi cat otomotif, patung ini dipastikan tahan karat dan cuaca ekstrem minimal selama 15 tahun.

  • Dana: Seluruh biaya 100% dari Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan swasta, bukan menggunakan APBD. Total tahap 1 mencapai Rp 1,4 miliar untuk dua patung dan sistem pencahayaan LED.

  • Pencahayaan Estetik: Saat malam hari, patung disorot dengan lampu sorot RGB 16 warna yang dapat berubah-ubah. Fitur ini memungkinkan patung menampilkan warna tematik, misalnya Merah Putih saat perayaan 17 Agustusan.


Kehadiran Patung Bima dan Srikandi ini jelas memberikan warna baru bagi wajah pusat Kota Semarang. Bagaimana menurut Anda, apakah penambahan landmark budaya ini berhasil mempercantik Jalan Pahlawan?

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

🗓️ Mengintip Kalender Event Kabupaten Semarang 2026: Dari Tradisi Merbabu hingga Festival Bunga

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?

💻 Lebih dari Sekadar Laptop Bisnis, ASUS ExpertBook PM3 Bawa Standar Baru di 2026

🤳 Mengenal Kota Lama Semarang Lewat Kode QR: Solusi Wisata Mandiri Tanpa Bingung Cari Pemandu

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026