Kota Semarang memasuki usia ke-479 tahun ini. Sebuah angka yang menandai kematangan perjalanan panjang sejak disahkan oleh Sultan Hadiwijaya pada tahun 1547 silam. Memasuki bulan Mei, atmosfer perayaan sudah terasa di berbagai sudut kota. Bagi warga maupun wisatawan yang berencana berkunjung, inilah momen terbaik untuk ikut larut dalam kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang (HJK) . Mari tandai kalender Anda, berikut adalah rangkuman agenda yang akan mewarnai Kota Atlas sepanjang bulan Mei 2026. Tema HJK 479: Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat Tahun ini, Pemerintah Kota Semarang mengusung tema "Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat" . Narasi yang dibawa bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah ajakan kolektif. Kami melihat adanya upaya kuat untuk menyatukan gerak antara pemerintah dan warga. Fokus utamanya adalah integrasi nilai sejarah dengan transformasi modern. Ambisi yang ingin dicapai cukup tinggi: mewujudkan Semarang sebagai kota yang bersih, sehat, cerdas, dan ...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Tentang Kecerdasan Buatan Atau Artificial Intelligence
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Istilah yang begitu familiar beberapa tahun terakhir ini. Kecerdasan Buatan Atau Artificial Intelligence (AI) mau tidak mau akan kita temukan dimana-mana, baik dalam paparan informasi maupun teknologi yang kita gunakan. Perdana tentang AI yang coba kami bawa di awal Agustus.
Postingan Majalah Ganesha pada bulan September 2017 di medium menjelaskan tentang Artificial Intelligence (AI). AI adalah kecerdasan buatan yang dikembangkan semenjak adanya keberadaan komputer di dunia. AI pada secara garis besar merupakan kemampuan suatu benda buatan untuk berpikir logis dan mengomputasikan suatu perintah.
Itu artinya kita akan mengucapkan selamat datang pada kemampuan robot yang bisa dikatakan akan menggantikan pekerjaan manusia. Satu sisi memiliki kebaikan dan satu sisi memberikan ketakukan karena banyak orang saat ini mempekerjakan robot.
“Kecerdasan buatan (artificial intelligence) merupakan kawasan penelitian, aplikasi dan instruksi yang terkait dengan pemrograman komputer untuk melakukan sesuatu hal yang -dalam pandangan manusia adalah- cerdas.” A. Simon (1987).
Jutaan artikel sudah masuk dalam laman Google
Kami tak bermaksud menjadikan halaman ini sebagai referensi pembaca, mengingat mesin pencari Google sudah banyak menyediakan artikel tentang kecerdasan buatan yang mudah ditemukan.
Kami lewat postingan ini hanya ingin memulai dan sekedar menyapa, bahwa ke depan kami akan mengupdate tentang konten kecerdasan buatan ini.
Banyak konten yang kami pikirkan sangat menarik untuk dibawa. Seperti saat kami menghadiri launching Asus kemarin di bulan April, dimana seri Zenfone 5 sudah dimasukkan teknologi AI dalam kemampuan kamera mereka.
Terbaru, kami menemukan majalah Mix yang berhubungan dengan pemasaran yang memasukkan Artificial Intelligence dalam dunia marketing.
Paling baru, perusahaan Huawei yang dibuzz teman-teman media sosial juga memasukkan teknologi AI ini dalam Smartphone terbaru mereka yang baru dirilis Agustus ini.
Tanpa sadar kita sudah memakainya
Dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya kita sudah memakai teknologi ini. Hanya saja kita kadang menghiraukannya. Seperti mengambil gambar dengan Smartphone, kita sudah memilih menggunakan teknologinya seperti menyesuaikan objek gambar, orang tersenyum, foto binatang dan sebagainya.
Buat kamu yang suka nongkrong di Starbucks, tanpa sadar kita juga sudah melihat teknologi mereka yang digunakan. Tahun lalu, mengambil artikel dari majalah Mix yang terbit bulan Juni-Juli 2018, Starbucks memperkenalkan Chatbot di aplikasi My Barista-nya.
Aplikasi tersebut berupaya menyederhanakan proses pemesanan bagi penggunanya dalam mengurangi waktu tunggu di tokonya. Kedepannya, chatbot ini mempermudah konsumen memesan kembali. Dan masih banyak lagi teknologi kecerdasan buatan ini sudah ada disekitar kita.
Apa pendapatmu tentang kecerdasan buatan?
Akhirnya kami mendapatkan beberapa jawaban yang kami tanyakan lewat Instagram stories. Memang jawabannya tidak memuaskan, meski begitu kami dapat memahami bahwa teknologi ini masih begitu awam bagi sebagian pengguna yang mengikuti akun kami.
..
Dari sekarang ini, kami akan memulai. Kita memang harus menjadi pemimpin atau pengikut, tapi kita juga harus menjadi pemain. Ya, pemain seperti kami yang mencoba mengambil sudut dari sisi informasi. Bagaimana denganmu?
Semua barang yang dibawa, seperti hape, tas dan lainnya dilarang dibawa masuk ke dalam. Ada loker yang disediakan, barang ditaruh di sana semuanya. Ini adalah peraturan yang diberitahukan kepada kami sebelum tur dimulai oleh tur guide saat kunjungan tempat kedua Jalur Rempah Tour 2023. Perjalanan kami dilanjutkan di sini usai kunjungan ke Pabrik Rokok Praoe Lajar . Rombongan peserta harus naik 2 bus mini untuk menuju Oema Herborist yang beralamat di Jalan Gatot Subroto, Ngaliyan. Tempat yang rasanya pernah kami kunjungi beberapa tahun silam, entah kenapa kami lupa dan tidak menuliskannya saat itu. Tur Pabrik Herborist Merek Herborist tentu bagi sebagian besar orang, khususnya perempuan mengenal produk perawatan kecantikan rasa lokal ini yang brandingnya kuat dengan natural dan herbal. Mungkin ini yang jadi alasan penyelenggara memasukkan Oemah Herborist dalam lawatannya untuk tur jalur rempah ini. Kami sebagai peserta sih, ya ikut-ikut saja karena pengalaman berkunjung pasti akan s...
Transformasi yang begitu cepat ini melahirkan pertanyaan yang beberapa waktu lalu sempat kami abaikan: “Kenapa di mesin pencarian Google sekarang ada tombol Mode AI, padahal Google sendiri sudah punya aplikasi Gemini yang berdiri sendiri? Bukankah mereka adalah barang yang sama?” Jujur saja, di awal kemunculannya, fitur baru ini sempat membuat kami bingung. Mengapa Google repot-repot membuat dua pintu untuk hal yang rasanya mirip? Setelah mencobanya berulang kali untuk menemani aktivitas harian dan hobi menulis, kami baru menyadari bahwa meski "otak" di baliknya sama, keduanya mengenakan seragam yang berbeda di lapangan. Aspek aksesibilitas juga memengaruhi cara pandang ini. Sebagai pengguna laptop Chromebook , tentu pilihan pertama kami jatuh pada Gemini karena fiturnya langsung disediakan oleh sistem. Apalagi saat menyalakan perangkat, pintasan Gemini sudah bertengger manis di system bar . Keberadaannya sangat memudahkan mata kami untuk mengaksesnya secara instan tanpa haru...
Stadion Citarum yang terletak di kawasan Bugangan, Semarang Timur, kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu hub sepak bola lokal yang paling dinamis. Setelah bertahun-tahun hanya bisa kami lewati saat bersepeda pagi, kesempatan untuk merasakan langsung atmosfer di dalam stadion akhirnya datang pada Kamis malam, 14 Mei 2026 kemarin, berkat agenda rutin komunitas yang kami ikutin. Sebagai stadion pertama di Indonesia yang mengadopsi rumput sintetis berstandar FIFA sejak awal 2020, Citarum selalu memantik rasa penasaran bagi siapa saja yang terbiasa bermain di lapangan amatir atau mini soccer komersial. Namun, bagaimana rasanya saat benar-benar merumput di bawah mistar gawang stadion legendaris ini? Berikut ulasan komparatifnya. Karakteristik Rumput Sintetis: Padat dan Keset Bagi pemain yang terbiasa dengan lapangan mini soccer modern—seperti di kawasan Barito—hal pertama yang akan dirasakan adalah perbedaan tekstur lapangan. Lapangan mini soccer umumnya menggunakan jenis rumpu...
Semenjak kabar peralihan armada BRT Trans Semarang menuju bus listrik mulai berembus, kami selalu penasaran dengan kelanjutan informasinya. Beruntung, sebuah acara menarik hadir dan menjadi momen berharga bagi kami untuk menggali lebih dalam seputar perkembangan transportasi di Kota Atlas. Sebuah forum diskusi bermutu yang hampir saja kami lupakan ke dalam draf, padahal kami sempat hadir langsung di sana. Semua bermula di bulan Februari 2026. Saat pamflet acara bertajuk "Elektrifikasi Trans Semarang: Jalan Menuju BRT Ramah Lingkungan & Tangguh Iklim" lewat di beranda Instagram, kami tanpa pikir panjang langsung mendaftarkan diri. Bersyukur, kami lolos kurasi dan berkesempatan menjadi salah satu peserta yang hadir pada Sabtu siang, 14 Februari 2026. Awalnya kening kami sempat berkerut melihat lokasi acaranya. Tempatnya terbilang baru dan belum pernah kami datangi sebelumnya. Ini tentu menjadi tantangan tersendiri. Sayangnya, kali ini kami tidak memilih opsi bersepeda—yang...
Kami pernah menulis tentang tren fotografer di Car Free Day (CFD) Semarang, khususnya di kawasan Simpang Lima pada tahun 2025 lalu. Jika saat itu fokus kami lebih pada kehadiran mereka yang menjamur, nah di tahun ini, perhatian kami justru tercurah pada perangkat wajib yang mereka pangku di jalanan: laptop. Tulisan ini sebenarnya sedikit terinspirasi dari ulasan laptop ASUS ExpertBook Ultra yang beberapa hari kemarin sudah kami publikasikan. Terutama mengenai bagaimana sebuah laptop bersasasis super ringan dengan berat kurang dari 1 kg mampu memberikan performa maksimal untuk produktivitas. Meskipun harus diakui, harga laptop flagship tersebut mungkin terasa kurang masuk akal jika hanya digunakan untuk aktivitas fotografer jalanan di CFD. Namun, esensi tentang mobilitas dan efisiensi di atas aspal itu sangatlah nyata. Survei Kecil di Atas Aspal Simpang Lima Saat kembali menyusuri riuhnya CFD pada Minggu lalu (10/5/2026), kami sempat mengamati dari dekat dan berbincang santai dengan...
Comments
Post a Comment