Kota Semarang memasuki usia ke-479 tahun ini. Sebuah angka yang menandai kematangan perjalanan panjang sejak disahkan oleh Sultan Hadiwijaya pada tahun 1547 silam. Memasuki bulan Mei, atmosfer perayaan sudah terasa di berbagai sudut kota. Bagi warga maupun wisatawan yang berencana berkunjung, inilah momen terbaik untuk ikut larut dalam kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang (HJK) . Mari tandai kalender Anda, berikut adalah rangkuman agenda yang akan mewarnai Kota Atlas sepanjang bulan Mei 2026. Tema HJK 479: Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat Tahun ini, Pemerintah Kota Semarang mengusung tema "Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat" . Narasi yang dibawa bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah ajakan kolektif. Kami melihat adanya upaya kuat untuk menyatukan gerak antara pemerintah dan warga. Fokus utamanya adalah integrasi nilai sejarah dengan transformasi modern. Ambisi yang ingin dicapai cukup tinggi: mewujudkan Semarang sebagai kota yang bersih, sehat, cerdas, dan ...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Melihat Kampanye #JarikMasjid di Media Sosial Selama Puasa
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Sebuah ajakan dalam rangka bulan puasa yang dilakukan lewat kampanye media sosial sangat menarik perhatian kami. Kebenaran juga, konten puasa yang ada di blog kami cocok dengan tulisan ini. Seperti apa hasil kampanye yang dilakukan pemimpin kota Semarang ini?
Wali Kota Semarang, Mas Hendi melakukan kampanye menarik selama bulan puasa dengan sebuah tagar #JarikMasjid yang berarti jumat reresik masjid atau bersih-bersih masjid.
Puasa melihat baliho besar terpampang di sana (lihat gambar) kira-kira berapa duit untuk mengkampanyekan program tersebut. Tapi rasanya nggak perlu bayar deh.
Itu pemikiran orang awam seperti kami bila sedang bicara kampanye di media sosial. Kampanye-kampanye yang menggunakan tagar atau hashtag memang sudah biasa saat ini kami lihat. Tujuannya tentu, pembuat kampanye jadi tahu sampai mana statistik bisa diperoleh.
Program ini, mengutip jateng.tribunnews.com (17/5/2018), memang diharapkan pak Wali dapat menggerakkan masyarakat untuk peduli pada masjid. Bahkan, beliau turun langsung ikut membersihkan.
Apalagi saat bulan puasa. Reresik masjid dilakukan seminggu sekali, tepatnya hari Jumat. Sebenarnya ajakan ini sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelum puasa. Namun kami sangat tertarik, saat ajakan ini ditaruh dalam alat kampanye (Baliho) dan membawa tagar di sana.
Twitter
Akhir-akhir ini kami sangat kesulitan mendapatkan alat atau tools analisis Twitter yang bersifat gratis. Sebenarnya banyak, hanya saja selalu terbatas. Bila mau gunakan yang berbayar, itu fiturnya sangat komplit. Hanya saja kami belum berminat.
Kami membuat informasi secara manual, akun apa saja yang terlibat menggunakan tagar #JarikMasjid ini. Hasil yang diperoleh ini mewakili saja, mengingat keterbatasan kami dalam mengumpulkan.
Ada 9 akun Twitter yang didominasi seluruhnya akun yang berhubungan dengan pemerintah kota Semarang, berikut detailnya
@kelurahancabean
@kelkrapyak
@Kec_SMGBarat
@KelKrobokan
@PemkotSmg
@hendrarprihadi
@humaspemkotSMG
@rinasoetarti
@AcaraSemarang
Untuk jumlah penggunaan tagar sendiri, kami pikir ini sedikit. Mengingat yang terlibat tidak banyak. Detail jumlah, kami tidak mendapatkannya secara spesifik (keterbatasan alat).
Instagram
Mencari jumlah tagar di Instagram memang selalu mudah. Jumlah tagar hingga tulisan ini kami buat, ada di angka 146 postingan.
Akun @hendrarprihadi (Wali Kota) berada diurutan teratas dengan jumlah suka sekitar 3 ribuan. Postingan yang diposting 1 Juni 2017 tersebut memang menandakan kampanye ini sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelum puasa tahun ini.
Untuk penggunaan tagar oleh pengguna, masih didominasi akun yang berhubungan dengan pemerintah kota Semarang. Meski begitu, keterlibatan akun dari masyarakat sedikit lebih banyak dari statistik yang didapat dari Twitter.
..
Tujuan kami membawa tagar ini ke halaman blog dotsemarang adalah untuk melihat bagaimana kampanye di media sosial dengan tagar dilakukan pemimpin kota Semarang. Selama ini, tagar yang kami lihat kebanyakan digunakan oleh brand atau pengguna socmed untuk memberikan ciri khusus kepada pemiliknya.
Hasil yang diperoleh yang kami kumpulkan lebih melihat sasaran yang didapat, apakah efektif atau tidak. Kami akan melihat di masa depan (puasa akan mendatang), apakah program ini kembali digalakkan.
Kampanye #JarikMasjid sendiri sudah dilakukan jauh-jauh hari. Itu berarti sebelum puasa, tagar ini sudah menghiasi linimasa.
Membaca kabar mengenai Pemerintah Kota Semarang yang secara resmi telah meluncurkan rangkaian peringatan HUT ke-479 di Halaman Balai Kota baru-baru ini, rasanya ada sesuatu yang mengganjal bagi kami. Bukan soal kemeriahan acaranya, melainkan soal logo HUT-nya! Tumben sekali kami sampai melewatkan informasinya, atau memang sengaja tahun ini hadir tanpa prosesi lomba desain logo Hari Jadi Kota (HJK)? Tahun 2026 ini, Kota Semarang menginjak usia ke-479. Seperti tahun-tahun sebelumnya, salah satu momen yang paling kami tunggu-tunggu sebagai pengelola blog ini adalah kemunculan visual identitas resmi Hari Jadi Kota Semarang (HJKS). Namun, ada yang terasa sangat berbeda kali ini. Jika biasanya sejak bulan Februari atau Maret lini masa media sosial sudah riuh dengan pengumuman lomba desain logo yang memancing kreativitas warga, tahun ini suasananya justru senyap. Tidak ada sayembara, tidak ada kompetisi ide, dan tentu saja tidak ada pengumuman pemenang seperti yang rutin kami dokumentasikan ...
Penyelenggaraan Kirab Budaya dalam rangka Haul KH Sholeh Darat (Mbah Sholeh Darat) tahun 2026 ini memberikan kesan yang berbeda. Ini merupakan kali pertama kami menghadiri acara tersebut, yang secara resmi baru memasuki tahun kedua pelaksanaannya. Sebuah upaya menarik yang mempertemukan pariwisata dan tradisi di jantung Kampung Melayu. Meskipun rencana awal sempat mencuat akan digelar di Lapangan Garnisun Kalisari, pada pelaksanaannya hari Minggu kemarin (19/4), seluruh kemeriahan justru terpusat di kawasan Kampung Melayu Semarang. Perubahan lokasi ini bagi kami menjadi daya tarik tersendiri; menegaskan bahwa Kampung Melayu bukan sekadar pemukiman padat di utara Semarang, melainkan gerbang sejarah maritim dan intelektual yang kuat. Pilihan Strategis di Antara Lima Kirab Bulan April ini sepertinya menjadi bulan yang padat bagi pecinta kirab di Semarang dengan total lima agenda serupa. Setelah sebelumnya tidak sempat hadir di karnaval Paskah dan Kirab Budaya Ho Tek Tjing Shin , kami tid...
Minggu pagi (19/4), saat suasana Kota Semarang masih nampak tenang, langkah kami kembali tertuju pada sebuah ruko di Jalan Kartini. Ada rasa dejavu yang menyeruak saat menatap bangunan yang kini tampil dengan fasad hitam minimalis yang elegan. Bagi yang sering melintas di sini, ruko ini punya sejarah panjang. Dulu, lokasinya ditempati oleh Pitstop Computer . Sayangnya, meski sempat mengundang rekan-rekan Blogger Semarang saat grand opening tahunan lalu, nasib mereka di Jalan Kartini akhirnya kandas. Kabar terbarunya, Pitstop kini memilih "hijrah" ke Java Supermall dan meninggalkan jejak ruko ini untuk penghuni baru. Kini, pertanyaannya adalah: Apakah penghuni baru ini mampu mematahkan "kutukan" lokasi tersebut dan tidak mengulangi nasib yang sama? Mengenal PlayFix dan iFixied Papan namanya terpampang besar dan mencolok. Ada dua nama yang bersanding di sana: iFixied dan PlayFix . Setelah kami telusuri, keduanya memang berada di bawah naungan manajemen yang sama na...
Ada pemandangan yang menarik perhatian kami pada bulan Februari lalu, tepatnya sebelum memasuki bulan puasa. Saat sedang melintas di Jalan Medoho Raya, sebuah papan informasi tampak berdiri tegak dengan identitas Kecamatan Gayamsari dan Kelurahan Sambirejo, Kota Semarang, yang terlihat cukup mencolok. Namun, bukan sekadar papan nama biasa yang kami temukan. Hal yang paling menarik perhatian adalah kehadiran QR Code di bagian tengah papan, lengkap dengan alamat tautan ( link ) di bawahnya. Sebuah pemandangan yang bagi kami terasa sangat modern untuk ukuran lingkungan setingkat RT di Semarang. Papan informasi ini kami abadikan pada 16 Februari 2026. Lokasinya berada tepat di depan Masjid Al-Ikhlas Sambirejo, persis di dekat gerbang yang mengarah ke Jalan Wisma Prasetya III. Karena rasa penasaran yang besar, kami pun mencoba mengulik isi di balik kode tersebut hari ini. Implementasi Semarang Smart City di Level Mikro Sebagai pihak yang cukup sering mengamati perkembangan sudut-sudut kota...
Kota Semarang memasuki usia ke-479 tahun ini. Sebuah angka yang menandai kematangan perjalanan panjang sejak disahkan oleh Sultan Hadiwijaya pada tahun 1547 silam. Memasuki bulan Mei, atmosfer perayaan sudah terasa di berbagai sudut kota. Bagi warga maupun wisatawan yang berencana berkunjung, inilah momen terbaik untuk ikut larut dalam kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang (HJK) . Mari tandai kalender Anda, berikut adalah rangkuman agenda yang akan mewarnai Kota Atlas sepanjang bulan Mei 2026. Tema HJK 479: Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat Tahun ini, Pemerintah Kota Semarang mengusung tema "Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat" . Narasi yang dibawa bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah ajakan kolektif. Kami melihat adanya upaya kuat untuk menyatukan gerak antara pemerintah dan warga. Fokus utamanya adalah integrasi nilai sejarah dengan transformasi modern. Ambisi yang ingin dicapai cukup tinggi: mewujudkan Semarang sebagai kota yang bersih, sehat, cerdas, dan ...
Comments
Post a Comment