Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Berkenalan dengan Komunitas Diajeng Semarang
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Mereka resmi dibentuk pada tanggal 15 November 2016. Tentu saja, dari namanya saja semua anggotanya mayoritas adalah perempuan. Halaman ini berisi video tentang sejarah berdirinya mereka. Penasaran?
Sudah berjalan setahun lebih, baru kali ini kami bertemu dengan mereka yang kebenaran mereka turut hadir dalam rangka syukuran Workshop dan Soft opening Batik Jayakarta Semarang yang memiliki tempat baru di jalan dr. Cipto no.172, Semarang.
Yang belum tahu, kini Batik Jayakarta di kota Semarang sudah memiliki 2 gerai. Terbaru, yang kemarin awal Mei kami hadiri ini.
Awal berdiri komunitas Diajeng Semarang
Video berdurasi kurang dari 2 menit ini menampilkan Mbak Maya, salah satu pendiri dari komunitas Diajeng Semarang yang bercerita awal mula mereka hadir di kota Semarang.
Mereka memiliki visi misi, yaitu nguri-nguri kebudayaan Jawa. Yang mengajak masyarakat memakai batik dan kebaya dalam keseharian. Tidak melulu hanya saat pada acara tertentu.
Untuk menambah pengetahuan mereka tentang batik, Mbak Maya bahkan memiliki sertifikasi yang berhubungan dengan batik. Jadi ketika mereka berbicara batik dan membahasnya, mereka tidak asal bicara dengan yang dikatakan.
Memberi workshop
Batik Jayakarta menggandeng mereka dalam acara yang dilangsungkan di tempat baru mereka, Selasa (1/5), memang sengaja untuk dapat memberi workshop.
Komunitas Diajeng sendiri memberi workshop dengan tema membuat pakaian dari kain batik yang gaya berpakaiannya memiliki 28 style sebenarnya. Hanya saja saat acara, mereka memberi 3-4 style kepada para undangan yang hadir.
Kami memiliki beberapa video rekaman tentang cara mereka membuat style dari kain batik yang bisa digunakan tanpa perlu susah-susah sampai harus mengikat segala (tali atau ikat pinggang). Tapi bersabar dulu, yah. Nanti kami update di postingan berikutnya.
Instagram
Dengan tagline 'Bangga Berkain Bangga Berkebaya', mereka dapat ditemui di Instagram dengan nama komunitasdiajeng. Hingga tulisan ini dibuat, jumlah pengikut mereka sudah mencapai 200 pengikut.
Kalau kamu mau kenalan dengan mereka, silahkan kepoin akun mereka.
Cerita kali ini sedikit menggelitik sekaligus menjadi tamparan renyah bagi kami. Bagaimana tidak? Selama bertahun-tahun, setiap kali pulang dari Uptown Mall BSB City menuju pusat Kota Semarang, kami selalu melakukan kesalahan konyol dalam memilih tempat menunggu bus. Kemana saja kami selama ini? Momen "Aha!" yang Mengubah Sudut Pandang Bagi pengelola blog yang sudah belasan tahun mengulas dinamika dan transportasi di Kota Semarang, menemukan hal baru di sudut kota yang sering dikunjungi itu rasanya magis. Namun, bagaimana jika momen penemuan itu sebenarnya adalah sebuah pengakuan dosa karena baru menyadari rute yang benar setelah bertahun-tahun keliru? Jujur, kami baru saja mengalaminya. Semua ini terungkap pada kunjungan kami ke Uptown Mall di kawasan BSB City pada tanggal 23 Mei kemarin. Kunjungan tersebut sebenarnya membawa misi lain, yaitu menonton film Keluarga Suami Adalah Hama di bioskop—sebuah ulasan film yang juga sudah kami bagikan di postingan sebelumnya. Namun, ...
Awal Juni kemarin, lini masa media sosial mendadak riuh. Isinya seragam: potongan video pendek para kreator yang sedang membolak-balik, menekuk, bahkan mencopot keyboard sebuah laptop misterius. Usut punya usut, keriuhan itu bersumber dari ribuan kilometer di seberang sana, tepatnya dari ajang Computex 2026 yang berlangsung pada 2–5 Juni 2026 di Taipei Nangang Exhibition Center (TaiNEX) , Taiwan. Memantau kemeriahan festival teknologi terbesar di Asia lewat layar kaca ternyata tidak mengurangi rasa takjub. Apalagi begitu melihat megahnya booth Republic of Gamers (ROG) yang tahun ini merayakan hari jadinya yang ke-20 dengan instalasi raksasa bertuliskan "20th Anniversary" . Di bawah pilar utama mereka— Innovate, Perform, Dominate —perhatian kami langsung tertambat pada satu perangkat monster yang menjadi bintang pameran: ASUS ROG Zephyrus Duo (2026) GX651 . Sebenarnya, jika ditelusuri mundur lewat cuitan akun X resmi seperti ROG Japan, tanda-tanda kehadiran laptop ini sud...
Rasanya sudah biasa (normal), mal-mal sekarang hanya melayani pembayaran parkir kendaraan tanpa uang fisik. The Park Mall Semarang pun menerapkan hal yang sama. Namun meski begitu, pengguna kendaraan roda dua memiliki alternatif lain. Mari bicarakan itu nanti, fokus di pembayaran non tunai untuk kendaraan roda dua. Bagaimana dengan roda 4? Ya, sama saja. Pokoknya masuk ke bangunan parkir di The Park Mall, harus pakai pembayaran non tunai. Siapkan kartu pembayaran non-tunai Parkir di The Park Mall Semarang hanya melayani 2 kartu pembayaran non tunai, seperti Flazz BCA dan e-money. Oh, bukan 2 ternyata . Kartu Brizzi dari BRI juga bisa, termasuk Tap Cash dari BNI. Jadi, ada 4 kartu yang dapat dilayanin di sini. Karena pengalaman kami lebih untuk kendaraan roda dua, maka gambar yang kami tampilin di sini adalah suasana parkir roda dua. Yang belum tahu atau baru pertama kali ke The Park Mall menggunakan sepeda motor, parkirnya masuk sisi kiri. Cari saja arah masuk kendaraan masuk. Te...
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...
Hari Minggu kemarin, 7 Juni , saat sedang menikmati suasana Car Free Day (CFD) di kawasan Simpang Lima, ada satu pemandangan yang menarik perhatian kami di dekat Kantor Gubernur Jawa Tengah. Sebuah panggung kecil berdiri dengan latar belakang spanduk ungu mencolok bertuliskan "Sosialisasi Wajib Halal Oktober 2026" . Bagi sebagian besar warga yang datang ke CFD, tujuannya mungkin murni untuk berolahraga, berburu kuliner, atau sekadar jalan-jalan pagi. Namun, kehadiran panggung sosialisasi ini membawa pesan penting yang sebentar lagi akan mengikat para pelaku usaha, khususnya di sektor makanan dan minuman. Jemput Bola di Tengah Keramaian CFD Acara yang berlangsung ini tampaknya memang sengaja dirancang dengan konsep outdoor dan memanfaatkan momentum keramaian massa. Meski areanya tidak terlalu besar—bisa dibilang cukup minimalis untuk ukuran sosialisasi program nasional—panitia terlihat sudah bersiap dengan rapi. Di depan panggung, jajaran kursi putih dengan pita ungu tertata...
Comments
Post a Comment