Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Cara Film Wonderful Life Menarik Penonton Semarang: Melibatkan Blogger Perempuan
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Tidak seperti hari kamis sebelumnya film Indonesia di bioskop Semarang didominasi remaja yang ingin menonton Film Ada Cinta di SMA, kali ini ada beberapa perempuan yang aktif dengan blog di Semarang pada nonton ramai-ramai. Pemandangan yang tak biasa menurut saya.
Hari Kamis (13/10) ini, ada 2 film Indonesia yang tayang di Semarang. Film Wonderful Life dan Pinky Promise adalah 2 film baru yang temanya mirip-mirip yaitu tentang kesehatan.
Bila Pinky Promise lebih tentang himbauan kepada wanita untuk menjaga kesehatan yang bertepatan dengan hari Kanker Panyudara Sedunia, maka film Wonderful Life lebih mengangkat tentang anak yang menderita Dyslexia, yaitu sebuah gangguan dalam perkembangan baca-tulis yang umumnya terjadi pada anak menginjak usia 7 hingga 8 tahun.
Kehadiran bloger
Bloger terus mendapat tempat dari pihak-pihak yang memiliki tujuan promosi. Sebagai salah satu dari 7 alat pemasaran saat ini, bloger memang sangat istimewa menurut saya.
A photo posted by Nyi Penengah Dewanti (@nyipenengah) on
Di Jakarta, filmnya sudah menggelar gala premiere yang dihadiri blogger 3 hari sebelum film ini tayang secara resmi diseluruh bioskop Indonesia. Di Semarang, film ini pun ditonton bloger yang menyaksikan jam pemutaran ketiga.
Ya, intinya sama. Film yang disutradarai Agus Makkie memiliki bagian promosi yang mengerti perkembangan Internet dengan melibatkan bloger. Tujuannya apa?
Bila melihat jadwal film di Semarang untuk film Wonderful Life yang masih bertahan hingga tulisan ini dibuat, film Pinky Promise sudah turun dan bertahan hanya 4 hari, maka bisa dikatakan film ini sukses menurut Kofindo. Apalagi bisa bertahan lebih sepekan.
Ingat film Indonesia yang tayang di Semarang paling sulit bertahan. Selera penonton masih dikuasai remaja.
...
Tema film ini menarik, sama seperti film Pinky Promise. Namun bila melihat bertahannya paling lama di Semarang, film Wonderful Life lebih baik tentunya.
Beberapa waktu lalu, saya juga melihat ulasan tentang gaya pemasaran film ini yang sangat intens. Apalagi melibatkan bloger, terutama mom bloger yang menurut saya sedang in (tren) di beberapa kota besar, termasuk Semarang.
Cocok banget kan filmnya. Semoga para sineas memperhatikan cara pemasaran ini. Dan semoga juga bloger terus pergi ke bioskop meski sebulan sekali.
Cerita kali ini sedikit menggelitik sekaligus menjadi tamparan renyah bagi kami. Bagaimana tidak? Selama bertahun-tahun, setiap kali pulang dari Uptown Mall BSB City menuju pusat Kota Semarang, kami selalu melakukan kesalahan konyol dalam memilih tempat menunggu bus. Kemana saja kami selama ini? Momen "Aha!" yang Mengubah Sudut Pandang Bagi pengelola blog yang sudah belasan tahun mengulas dinamika dan transportasi di Kota Semarang, menemukan hal baru di sudut kota yang sering dikunjungi itu rasanya magis. Namun, bagaimana jika momen penemuan itu sebenarnya adalah sebuah pengakuan dosa karena baru menyadari rute yang benar setelah bertahun-tahun keliru? Jujur, kami baru saja mengalaminya. Semua ini terungkap pada kunjungan kami ke Uptown Mall di kawasan BSB City pada tanggal 23 Mei kemarin. Kunjungan tersebut sebenarnya membawa misi lain, yaitu menonton film Keluarga Suami Adalah Hama di bioskop—sebuah ulasan film yang juga sudah kami bagikan di postingan sebelumnya. Namun, ...
Awal Juni kemarin, lini masa media sosial mendadak riuh. Isinya seragam: potongan video pendek para kreator yang sedang membolak-balik, menekuk, bahkan mencopot keyboard sebuah laptop misterius. Usut punya usut, keriuhan itu bersumber dari ribuan kilometer di seberang sana, tepatnya dari ajang Computex 2026 yang berlangsung pada 2–5 Juni 2026 di Taipei Nangang Exhibition Center (TaiNEX) , Taiwan. Memantau kemeriahan festival teknologi terbesar di Asia lewat layar kaca ternyata tidak mengurangi rasa takjub. Apalagi begitu melihat megahnya booth Republic of Gamers (ROG) yang tahun ini merayakan hari jadinya yang ke-20 dengan instalasi raksasa bertuliskan "20th Anniversary" . Di bawah pilar utama mereka— Innovate, Perform, Dominate —perhatian kami langsung tertambat pada satu perangkat monster yang menjadi bintang pameran: ASUS ROG Zephyrus Duo (2026) GX651 . Sebenarnya, jika ditelusuri mundur lewat cuitan akun X resmi seperti ROG Japan, tanda-tanda kehadiran laptop ini sud...
Rasanya sudah biasa (normal), mal-mal sekarang hanya melayani pembayaran parkir kendaraan tanpa uang fisik. The Park Mall Semarang pun menerapkan hal yang sama. Namun meski begitu, pengguna kendaraan roda dua memiliki alternatif lain. Mari bicarakan itu nanti, fokus di pembayaran non tunai untuk kendaraan roda dua. Bagaimana dengan roda 4? Ya, sama saja. Pokoknya masuk ke bangunan parkir di The Park Mall, harus pakai pembayaran non tunai. Siapkan kartu pembayaran non-tunai Parkir di The Park Mall Semarang hanya melayani 2 kartu pembayaran non tunai, seperti Flazz BCA dan e-money. Oh, bukan 2 ternyata . Kartu Brizzi dari BRI juga bisa, termasuk Tap Cash dari BNI. Jadi, ada 4 kartu yang dapat dilayanin di sini. Karena pengalaman kami lebih untuk kendaraan roda dua, maka gambar yang kami tampilin di sini adalah suasana parkir roda dua. Yang belum tahu atau baru pertama kali ke The Park Mall menggunakan sepeda motor, parkirnya masuk sisi kiri. Cari saja arah masuk kendaraan masuk. Te...
Bulan Juni 2026 kali ini terasa jauh lebih spesial bagi kami. Istimewanya, awal bulan ini jatuh pada hari Senin yang langsung disambut dengan tanggal merah memperingati Hari Lahir Pancasila. Sebuah awal minggu yang tenang sebelum kita kembali bersiap meramaikan berbagai aktivitas di sudut-sudut Kota Atlas. Namun, bukan hanya libur awal bulan yang membuat Juni ini berbeda. Tepat pada tanggal 10 Juni nanti, kita semua akan memperingati Hari Media Sosial. Sebuah momentum yang rasanya sangat lekat dengan keseharian kita saat ini, tak terkecuali bagi masyarakat yang tumbuh, bekerja, dan menetap di Kota Semarang. Oleh karena itu, tema besar yang kami bawa untuk mengantar daftar agenda bulan ini adalah refleksi seputar dunia media sosial lokal. Lompatan Lanskap Digital di Kota Semarang Jika menengok ke belakang dan melakukan kilas balik, lanskap digital di kota ini sudah melompat sangat jauh. Media sosial di Semarang bukan lagi sekadar ruang pamer aktivitas pribadi, tempat pamer foto estetik,...
Hari Minggu kemarin, 7 Juni , saat sedang menikmati suasana Car Free Day (CFD) di kawasan Simpang Lima, ada satu pemandangan yang menarik perhatian kami di dekat Kantor Gubernur Jawa Tengah. Sebuah panggung kecil berdiri dengan latar belakang spanduk ungu mencolok bertuliskan "Sosialisasi Wajib Halal Oktober 2026" . Bagi sebagian besar warga yang datang ke CFD, tujuannya mungkin murni untuk berolahraga, berburu kuliner, atau sekadar jalan-jalan pagi. Namun, kehadiran panggung sosialisasi ini membawa pesan penting yang sebentar lagi akan mengikat para pelaku usaha, khususnya di sektor makanan dan minuman. Jemput Bola di Tengah Keramaian CFD Acara yang berlangsung ini tampaknya memang sengaja dirancang dengan konsep outdoor dan memanfaatkan momentum keramaian massa. Meski areanya tidak terlalu besar—bisa dibilang cukup minimalis untuk ukuran sosialisasi program nasional—panitia terlihat sudah bersiap dengan rapi. Di depan panggung, jajaran kursi putih dengan pita ungu tertata...
Comments
Post a Comment