Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Maret 2026

Image
Maret 2026 dibuka dengan sapaan cuaca cerah di hari Minggu, setelah semalam sebelumnya Semarang diguyur "hujan mewah" yang menyisakan genangan di beberapa ruas jalan. Memasuki bulan ketiga ini, intensitas hujan diprediksi masih akan tinggi hingga akhir bulan. Jadi, sedia payung sebelum hujan tetap menjadi saran paling realistis, meski teriknya matahari Semarang juga siap menemani aktivitas Anda. Momen Puncak: Mudik dan Lebaran 1447 H Ramadan yang masih berlangsung dan berlanjut hingga pertengahan Maret membuat persiapan menjelang Idulfitri kian sibuk. Puncaknya, Idulfitri 1447 H diprediksi jatuh pada sekitar tanggal 20 Maret 2026. Bagi warga lokal, bersiaplah menghadapi "aspal ibu kota" yang semakin padat seiring kedatangan para pejuang rejeki dari perantauan. Bertemu sanak saudara memang menyenangkan, namun saat harus keluar rumah untuk liburan di tengah kemacetan kota, itulah tantangan sesungguhnya. Bagi Anda yang berencana mudik keluar Semarang, manfaatkan progra...

Review Film The Doll


Film The Doll rilis tanggal 27 Oktober 2016. Durasi yang dibawa sekitar 104 menit dengan kategori umur dewasa atau 17+. Apakah genre horor yang dibawa bisa menarik perhatian?

Hitmaker Studios kembali menawarkan film bergenre horornya kepada penonton. Rumah produksi film yang didirikan tahun 2012 ini biasa mengeluarkan film yang membuat penonton selalu histeris. Kecuali 1 film yang tidak bertema non-horor.

Duet Shandy Aulia & Denny Sumargo

Sebelum saya menceritakan pengalaman saya menonton film The Doll, terlebih dahulu kita melihat siapa para bintang yang bermain untuk film yang disutradarai oleh Rocky Soraya, merangkap produser juga.

Selalu menyenangkan melihat siapa duet Shandy Aulia yang film-filmnya akhir-akhir ini selalu identik dengan horor. Kalau nggak Boy William, pasti Denny Sumargo.

Nama aktor pria yang saya sebut terakhir tersebut sudah beberapa kali bermain dengan Shandy. Seperti film 308 dan Mall Klender. Siapa yang terbaik diantara mereka? Tentu, saya harus memikirkan lebih keras dahulu. Yang jelas, selama Shandy bermain dengan genre horor, saya pasti usahakan untuk menontonnya.

Cerita

Saya tidak menyangka sambutan film ini di Semarang sangat positif. Jam pemutaran pertama hari pertama tayang, setengah jumlah tempat duduk di dalam teater sudah penuh semua. Jadi saat melihat ekspresi mereka menonton ketakutan itu memberi warna tersendiri.

Di awal film, penonton diberikan sebuah intro. Shandy yang berperan sebagai Anya, istri dari Denny yang berperan sebagai Daniel, belum dimasukkan. Lumayan memakan durasi sebenarnya tapi ketegangan sudah dibuat namun masih sedang.

Cerita awal tadi merupakan awal perkenalan boneka yang nantinya bakalan membuat penonton disebelah saya, pria, selalu menutup wajahnya dengan topi ini sepanjang film. Geli lihatnya, apalagi ia menonton bersama temannya, pria juga. 

Seperti film barat yang sering saya tonton memberi awal ketegangan, kemudian langsung datang, begitu juga film The Doll. Masuknya Anya dan Daniel yang merupakan pasangan suami istri mulai berkisah tentang rasa bahagia mereka yang dijalani. Kebahagiaan yang membuat saya dan penonton merasa iri karena keduanya memiliki chemistry yang sangat baik.

Setelah memutuskan pindah ke Bandung karena sebuah pekerjaan, kisah keduanya mulai berubah. Ketegangan demi ketegangan yang dibalut suara musik yang Indonesia banget kalau buat film Horor mampu membuat suara penonton dalam studio lebih ramai (ketakutan).

Boneka, yang sudah meneror di awal film, kembali hadir diantara mereka. Daniel lupa bahwa keberaniannya menebang pohon yang ada bonekanya tersebut membuat kebahagiaan keluarganya jadi terganggu.

Untuk membuat suasana film lebih hidup, Anya yang memiliki tetangga depan rumahnya yang baru sering terlibat dengan obrolan tentang mistis. Dan bagaimana mempertegas pengaruh boneka tersebut yang sangat berbahaya.

Teror terus terjadi, dan jalan terakhir adalah memanggil orang yang dulunya bisa membuat boneka tersebut bisa kembali berhenti menakuti.

Saya sempat berpikir tentang film horor religi dari Malaysia yang kemarin menembus Indonesia. Beberapa ustad yang menemani Sara Wijayanto sebagai orang yang ditugasi mengusir penghuni boneka tersebut saya pikir bisa mengilhami ide saya, ternyata tidak.

Benang merahnya ternyata baru ketahuan dibagian akhir bagaimana sebenarnya kisah ini sangat terhubung. Dari sini, para penonton bisa kembali merasa tenang. Alur cerita sedikit santai.

...

Melihat sambutan penonton di Semarang yang sangat positif dan para bintang yang bermain, saya berharap bisa mendapatkan lebih dari film The Doll. Namun harus diakui, film ini sedikit mengingatkan saya dengan film horor barat yang kemarin sempat ramai yang juga bertema boneka.

Ya jadinya harapannya kurang dapat. Untuk menggambarkan film ini secara keseluruhan dapat dilihat dari nilai yang kofindo berikan di bawah ini. Jangan harap melihat boneka bergerak meski saya berharap bonekanya bisa bergerak.

Tapi tetap, Anda harus menonton film ini bisa sempat. Anda tidak inginkan pikiran Anda terus mengatakan bahwa film horor Indonesia masih seperti dulu, yang nampilin wanita seksi saja.

Rating : 6.9

Artikel terkait :

...

Informasi Kerjasama

Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Comments

Popular posts from this blog

📸 Fenomena "Rebutan Konten": Ketika Tempat Baru di Semarang Tak Lagi Perlu Cari KOL

☕ Menikmati Sensasi Turkish Coffee di Horison Nindya Semarang

🧘 Mengintip Lantai 2 Cardea Semarang: Lebih dari Sekadar Studio Pilates Biasa

📶 Kuota Jumbo 2026: Penyelamat Kantong atau Jebakan Masa Aktif?

🏮 224 Tahun Menjaga Tradisi: Hangatnya Kopi Arab di Masjid Layur Semarang