Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Mei 2026

Image
Kota Semarang memasuki usia ke-479 tahun ini. Sebuah angka yang menandai kematangan perjalanan panjang sejak disahkan oleh Sultan Hadiwijaya pada tahun 1547 silam. Memasuki bulan Mei, atmosfer perayaan sudah terasa di berbagai sudut kota. Bagi warga maupun wisatawan yang berencana berkunjung, inilah momen terbaik untuk ikut larut dalam kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang (HJK) . Mari tandai kalender Anda, berikut adalah rangkuman agenda yang akan mewarnai Kota Atlas sepanjang bulan Mei 2026. Tema HJK 479: Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat Tahun ini, Pemerintah Kota Semarang mengusung tema "Semarang Bergerak, Semarang Semakin Hebat" . Narasi yang dibawa bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah ajakan kolektif. Kami melihat adanya upaya kuat untuk menyatukan gerak antara pemerintah dan warga. Fokus utamanya adalah integrasi nilai sejarah dengan transformasi modern. Ambisi yang ingin dicapai cukup tinggi: mewujudkan Semarang sebagai kota yang bersih, sehat, cerdas, dan ...

Bloger dan Film Indonesia


Sudah banyak memang film Indonesia yang melibatkan bloger menjadi bagian dari cerita di dalamnya. Terbaru, film Pinky Promise yang memiliki tujuan mulia kepada penontonnya untuk mengingatkan bahwa menjaga kesehatan itu sangat penting. Film ini mengangkat tema kanker payudara yang dibalut persahabatan beberapa perempuan dalam 114 menit durasinya.

Apakah pekerjaan utama orang-orang yang disebut bloger (tanpa double g) tersebut? Ya, hanya menulis. Itu saja, tapi dimana? Di blognya masing-masing, ada yang menggunakan platform gratisan dan ada yang membuatnya terlihat profesional dengan cara membayar rutin pertahun untuk sewa nama dan penyimpanannya.

Mengapa bloger dilibatkan dan seberapa menarik untuk diceritakan juga ada di dalam film ? Di era media sosial sekarang, orang-orang yang terjun menulis di blog diuntungkan dengan kepopularan media sosial. Banyak bloger sekarang terlibat, baik sebagai alat promosi maupun perpanjangan info dari berbagai instansi maupun perusahaan.

Bloger menulis dari apa yang mereka pikirkan dengan sentuhan personal, tidak kaku yang sekedar memberi info secara kilat mengikuti tren perkembangan Internet yang serba cepat. Untuk itulah, bloger menjadi daya tarik sendiri buat siapa saja yang ingin menggunakannya. Apalagi sekarang menjadi bagian gaya hidup masyarakat.

Sebatas pelengkap

Sayangnya, lagi-lagi bloger tidak dimaksimalin dalam sebuah film, terutama film Indonesia. Ini bisa dilihat dari film Pinky Promise dimana salah satu tokohnya aktif sebagai bloger maupun vloger. Tentu sebagai bloger, saya sangat antusias menyaksikan film tersebut. Namun sayang, harapan saya tidak sesuai apa yang saya pikirkan. 

Ya, harus maklum. Ini bukan film tentang bloger. Saya berharap di hari blogger Nasional besok, tanggal 27 oktober, ada sineas yang tertarik untuk mengangkat film yang bertemakan bloger Indonesia. Soal kemasan ingin dibuat drama atau apalah, itu akan menyesuaikan tentunya. Saya tidak ingin bloger hanya sebagai sebatas pelengkap.

Padahal banyak bloger yang menulis film Indonesia. Mungkin bisa dari sini, bagaimana mereka meluangkan waktu, tenaga, pikiran dan melawan berbagai tantangan yang dihadapi. Atau bisa lainnya juga.

...

Beberapa film Indonesia yang menggelar gala premiere saat ini identik dengan mengundang bloger. Keterlibatan bloger di film Indonesia menurut saya sudah cukup besar. Masa tidak ada yang tertarik untuk mengangkat 1 tema khusus.

Semoga ada film Indonesia bertemakan bloger untuk sekedar mengapresiasi atau mendokumentasi bagaimana wajah perbloger tanah air yang memiliki hari nasional tersendiri.

Comments

Popular posts from this blog

🏙️ HUT Kota Semarang ke-479: Absennya Tradisi Lomba Logo, Fokus ke Layanan Publik?

🚩 Menengok Kirab Haul KH Sholeh Darat 2026: Antara Teatrikal Kapal dan Deru Kereta Api di Kampung Melayu

📱 PlayFix Android & Laptop Service Semarang: Mampukah Bertahan di "Lahan Panas" Jalan Kartini?

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Mei 2026

🏙️ Melihat "RT Online" di Kelurahan Sambirejo Semarang: Inisiatif Smart City yang Menembus Gang