Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

Image
Selamat Tahun Baru 2026! Suara dar-dir-dor di langit Kota Semarang semalam menjadi penanda dimulainya perjalanan baru yang siap kita hadapi. Mari persiapkan segalanya dan jangan lupa simpan halaman ini sebagai kompas untuk mengarungi bulan Januari. Saat tulisan ini kami susun, langit Semarang tampak cerah merona. Kondisi yang berbanding terbalik dengan hari sebelumnya yang terus-menerus diselimuti mendung sejak pagi dan diguyur hujan dari siang hingga malam. Semoga ini menjadi pertanda baik, bahwa hal-hal sulit akan segera berganti dengan kebaikan di tahun yang baru. Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 Agenda nasional, khususnya jadwal hari libur, tentu akan sangat memengaruhi ritme event di Kota Semarang. Kabarnya, tahun 2026 ini kita punya modal 17 hari libur nasional dan 8 hari cuti bersama . Dengan banyaknya tanggal merah, rencana liburan atau sekadar staycation di dalam kota sudah harus ditentukan dari sekarang. Apalagi tahun ini bulan puasa datang lebih awal. Silakan atur d...

Data Statistik Internet Dunia Bulan September 2015



Sekitar 57 persen populasi manusia di Bumi tidak terjangkau internet (offline) hingga akhir 2015 nanti. Jumlah tersebut setara dengan 4,2 miliar orang dari seluruh negara.

Referensi ini didapatkan dari bangka.tribunnews.com (27/9/2015) yang juga mengutip dari Nextren dari Engadget (Selasa (22/9/2015). Informasi yang dipost sangat menarik untuk diketahui. Berikut data selengkapnya.

80 persen dari penduduk dunia yang tinggal di negara-negara maju dan berkembang telah terhubung dengan internet. Sementara jumlah penduduk yang terhubung dengan internet di negara-negara miskin dunia hanya sekitar 6,7 persen. Kesenjangan persentase antara negara maju dan negara tertinggal ini sangat jauh.

PBB juga menyoroti sedikitnya konten internet yang tersedia dalam bahasa lokal. Mereka berpendapat tidak ada gunanya menyediakan internet cepat namun isi situsnya tidak bisa dibaca penduduk lokal.

PBB meyakini usaha perusahaan-perusahaan teknologi dunia dalam mengembangkan internet murah, seperti Facebook dan Google, bisa membantu kesenjangan ini. Namun PBB juga mengatakan bahwa perlu usaha dan solusi riil yang lebih komprehensif.

Akses ke internet tentu saja dipengaruhi oleh kondisi sosial ekonomi suatu negara. PBB pun mendesak agar negara-negara mulai memikirkan tentang broadband, selain isu-isu seputar kemiskinan dan diskriminasi.

Badan dunia tersebut memprediksi baru pada tahun 2021 mendatang sekitar 60 persen penduduk dunia terhubung dengan internet, terdorong oleh penetrasi smartphone. Jumlah pelanggan data mobile diyakini akan sama jumlahnya dengan pelanggan ponsel reguler pada 2020 mendatang.


Paling digarisbawahi diatas adalah PBB yang menyoroti konten internet yang menggunakan bahasa lokal. Kalau di negara Indonesia sendiri memang banyak bahasa lokal tapi Indonesia sepertinya sudah cukup. Bila harus menggunakan bahasa lokal, sepertinya harus dicoba di beberapa wilayah pedesaan atau pedalaman. Menarik.

Soal akses yang diprediksi tahun 2021, tentu dari sekarang bisa benar-benar terus dikejar khususnya yang ada di sekitar juga. Karena sekitar masih ada juga yang belum terlihat maksimal.

Sumber klik
Gambar : Google



Informasi Pemasangan Iklan

Hubungi @dotsemarang
Email : dotsemarang [@] gmail.com

Comments

  1. Wah rumah baru ya sekarang? Lebih adem sepertinya, dan tentu saja lebih bebas berekspresi karena tanpa embel2 sponsor lagi. Tetap semangat ya Friend... #SalamBlogger :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. Terima kasih, mas Dwi. Semoga ini yang terbaik saat ini

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

🗼 Harga Tiket Masuk Menara Al-Husna MAJT 2026: Masih 10 Ribu Rupiah!

🎤 Nabila Maharani di Launching CoE Jateng 2026: Kebaya Marun dan Saksofon di Ki Narto Sabdo

🥋 Potensi Sport Tourism di Balik PON Bela Diri Kudus: Lebih dari Sekadar Matras dan Medali