Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Tablet ZenPad C 7.0
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Asus sepertinya terbuai dengan nama andalan gadget mereka yaitu Zen. Setelah berhasil mengambil hati konsumen Indonesia dengan brand Zenfone, kini mereka kembali dengan versi tabletnya. Seperti apa?
Meski dotsemarang tidak memiliki barangnya, berharap dikirim atau dipinjamkan, kesempatan untuk mendapatkan informasinya secara langsung dari pihak Asus setidaknya sedikit mengobati seperti apa produk baru mereka ini.
Bila Zenfone 2 memiliki ukuran 5.5 inci, maka ukuran tablet baru mereka lebih besar 2 inci. Ukuran 7 inci adalah ukuran standar tablet yang awal-awal sempat buming dulunya.
Seperti dikatakan dari press releasenya, ZenPad memiliki desain dan tampilan yang terinspirasi oleh filosofi desain ASUS Zen yang mengharmonisasikan keindahan dan fungsionalitas. Ergonomic rounded edges membuat ZenPad nyaman untuk diganggam dan dibawa-bawa. Adapun bingkai metalik yang dipoles menambah aksen visual yang lebih gaya.
Untuk kapasitasnya, Zenpad C 7.0 membawa prosesor quad core 64-bit Intel terbaru yakni Intel Atom x3-C3230RK berkecepatan 1GHz. Dengan mengkombinasikan RAm 1 GB dan ROM 8 GB, bisa ditambahkan dengan microSD hingga 128 GB. Layanan cloud juga disertakan bila Anda menyukai penyimpanan online.
Untuk diketahui, prosesor yang dibenamkan adalah prosesor terbaru Intel Atom X3 ASUS Zenpad yang menawarkan kinerja komputasi handal, daya tahan baterai yang mumpuni disandingkan dengan harga yang terjangkau.
Ada ASUS WebStorage yang menyediakan 5 GB untuk seumur hidup dan ditambah 11 GB selama 1 tahun. Dan satu lagi, Google Drive pun ikutan ambil bagian dengan memberikan 100 GB untuk pemakaian 2 tahun. Benar-benar luar biasa.
Seperti produk Zenfone, Tablet ini menggunakan user interface ASUS ZenUI (kurang lebih sama). Untuk sektor kamera, tablet dengan berat 265g ini tidak memberi pilihan menarik kepada penggunanya. Dibekalin kamera depan 0.3 MP, 640x480@30fps video, F2.8 dan kamera belakang 2MP Fix Focus, F2.8, 720p@30fps, IR filter, Beautification, Panorama, HDR, ZSL.
Sedangkan ketahanan baterai, tablet dengan pilihan 4 warna ini (Black, White, Red, Aurora Metallic) berkapasitas 3450mAh Li-polymer battery, up to 8 hrs.
Di Indonesia, harga Zenpad 7.0 C (ASUS ZenPad 7 Z170CG) kisaran harga Rp1,799 juta. Lumayan juga. ZenPad C Z170 ditujukan untuk segmen mainstream dengan harga yang kompetitif namun dirancang dengan kontur menyerupai kulit yang membuatnya nyaman digenggam. Desain pun dibuat seergonomis mungkin dengan ketebalan hanya 8,4mm agar lebih portabel.
Berminat??
“Zen semakin identik dengan identitas ASUS. Untuk itu, lini tablet kini menggunakan nama ZenPad,” Juliana Cen - Country Product Group Leader, ASUS Indonesia.
Ini spesifikasi lengkap tablet zenpad C 7.0 (sebelah kanan dengan garis kotak merah). Bila punya dana lebih, ada versi lebih bagusnya tanpa embel-embel C. Semua tergantung selera Anda bila menyukai produk dari ASUS ini,
Semenjak kembali menggunakan layanan internet operator dari XL Axiata bulan Juli kemarin , ada pertanyaan besar dipikiran kami tentang paket Xtra Combo Flex yang tidak tersedia di aplikasi MyXL. Apakah hanya kami saja yang kebingungan? Dikenalkan sejak bulan Maret 2022, paket Xtra Combo Flex ternyata sangat menarik dari sisi pembagian kuota, seperti bonus hingga gratis berlanggananan konten Vidio. Tidak ada di aplikasi Hanya saja, sebagai pengguna baru yang membeli kartu perdana yang langsung mendapatkan paket Xtra Combo Flex, kami agak bingung saat mencarinya di aplikasi MyXL. Apalagi bonus-bonus yang harus diklaim lewat aplikasi, mau tidak mau membuat kami harus menginstal aplikasinya ke smartphone. Di mana paket Xtra Combo Flex? Dari daftar paket utama pun tidak ada tersedia sama sekali. Sudah kami cari-cari dibeberapa menu lainnya, hasilnya tetap nihil. Paket yang tersedia di paket utama (lihat gambar) hanya ada Akrab, Akrab Mini, Xtra Combo Plus, Xtra Combo Mini, Xtra On dan ...
Membaca kabar mengenai Pemerintah Kota Semarang yang secara resmi telah meluncurkan rangkaian peringatan HUT ke-479 di Halaman Balai Kota baru-baru ini, rasanya ada sesuatu yang mengganjal bagi kami. Bukan soal kemeriahan acaranya, melainkan soal logo HUT-nya! Tumben sekali kami sampai melewatkan informasinya, atau memang sengaja tahun ini hadir tanpa prosesi lomba desain logo Hari Jadi Kota (HJK)? Tahun 2026 ini, Kota Semarang menginjak usia ke-479. Seperti tahun-tahun sebelumnya, salah satu momen yang paling kami tunggu-tunggu sebagai pengelola blog ini adalah kemunculan visual identitas resmi Hari Jadi Kota Semarang (HJKS). Namun, ada yang terasa sangat berbeda kali ini. Jika biasanya sejak bulan Februari atau Maret lini masa media sosial sudah riuh dengan pengumuman lomba desain logo yang memancing kreativitas warga, tahun ini suasananya justru senyap. Tidak ada sayembara, tidak ada kompetisi ide, dan tentu saja tidak ada pengumuman pemenang seperti yang rutin kami dokumentasikan ...
Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...
Entah apa yang terjadi dengan semangat kami belakangan ini. Setelah sebelumnya melewatkan Kirab Budaya Ho Tek Tjing Shin , kami kembali harus menerima kenyataan gagal hadir secara fisik pada gelaran Karnaval Paskah Kota Semarang yang berlangsung tanggal 17 April 2026 kemarin. Padahal, suasana kemeriahannya sudah sangat terasa bahkan sebelum acara dimulai. Meski kali ini kami hanya bisa memantau dari kejauhan dan layar digital, ada satu hal yang sangat mencolok: skala acara tahun ini terasa jauh lebih besar dan lebih ramai dibandingkan tahun 2025. Perasaan "lebih ramai" itu rupanya bukan sekadar asumsi, melainkan fakta yang tercermin dari data di lapangan. Lonjakan Peserta dan Kehadiran Mobil Karnaval Jika pada tahun 2025 jumlah peserta berada di angka sekitar 10.000 orang, tahun 2026 ini jumlahnya melonjak drastis hingga menyentuh angka 15.000 orang . Kenaikan sebesar 50% ini menjelaskan mengapa arus informasi dan dokumentasi di media sosial terasa jauh lebih masif. Salah sa...
Ada hal unik yang kami sadari sejak setahun terakhir menggunakan laptop berbasis Chromebook, terutama jika dibandingkan dengan Windows atau Mac. Biasanya, pada menu tombol power (daya) di laptop Windows, kita akan dengan mudah menemukan opsi Sleep . Namun di Chromebook, opsi itu seolah hilang. Benarkah demikian? Bulan April ini menjadi kali kedua kami mengangkat topik Chromebook di blog. Akhir-akhir ini kami memang sedang bersemangat membagikan pengalaman seputar perangkat ini. Kali ini, kami ingin mengulas sesuatu yang sederhana namun krusial bagi calon pengguna. Filosofi "Instant-On" Bagi pengguna yang baru melirik Chromebook, ketiadaan tombol ini tentu memicu kebingungan. Apalagi bagi mereka yang aktivitasnya banyak di depan laptop dalam durasi lama. Mode sleep (tidur) sangat berguna agar laptop tidak perlu bolak-balik dimatikan melalui shutdown , yang tentunya lebih menghemat waktu. Sebenarnya, alasan utamanya bukan karena fiturnya tidak ada, melainkan adanya perubahan ...
Comments
Post a Comment