Selamat datang bulan September 2026 di Kota Semarang! Memasuki bulan kesembilan ini, ibu kota Jawa Tengah langsung bersiap menyambut gelombang agenda skala besar yang silih berganti mengisi akhir pekan maupun hari kerja. Dari perhelatan budaya, religius tingkat nasional, hingga pameran otomotif dan festival musik, semuanya siap tumpah ruah meramaikan sudut-sudut kota. Bagi para pelancong, pemburu visual, maupun warga lokal yang ingin merencanakan agenda bulanan agar tidak kecele dengan jadwal padat, berikut adalah rangkuman daftar agenda acara di Kota Semarang sepanjang bulan September 2026. Agenda Besar Utama September 2026 Festival Kota Lama 2026 Waktu: 4 – 20 September 2026 Lokasi: Kawasan Kota Lama Semarang (termasuk titik-titik ikonik seperti Gedung Yayasan Kanisius, area Metro Point, Fasad Marba, hingga Gedung Oudetrap). Catatan: Kembalinya titik keramaian ke area Gedung Yayasan Kanisius diprediksi bakal membuat selebrasi heritage tahun ini semakin meriah dan meluas. MTQ Nasio...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Tablet ZenPad C 7.0
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Asus sepertinya terbuai dengan nama andalan gadget mereka yaitu Zen. Setelah berhasil mengambil hati konsumen Indonesia dengan brand Zenfone, kini mereka kembali dengan versi tabletnya. Seperti apa?
Meski dotsemarang tidak memiliki barangnya, berharap dikirim atau dipinjamkan, kesempatan untuk mendapatkan informasinya secara langsung dari pihak Asus setidaknya sedikit mengobati seperti apa produk baru mereka ini.
Bila Zenfone 2 memiliki ukuran 5.5 inci, maka ukuran tablet baru mereka lebih besar 2 inci. Ukuran 7 inci adalah ukuran standar tablet yang awal-awal sempat buming dulunya.
Seperti dikatakan dari press releasenya, ZenPad memiliki desain dan tampilan yang terinspirasi oleh filosofi desain ASUS Zen yang mengharmonisasikan keindahan dan fungsionalitas. Ergonomic rounded edges membuat ZenPad nyaman untuk diganggam dan dibawa-bawa. Adapun bingkai metalik yang dipoles menambah aksen visual yang lebih gaya.
Untuk kapasitasnya, Zenpad C 7.0 membawa prosesor quad core 64-bit Intel terbaru yakni Intel Atom x3-C3230RK berkecepatan 1GHz. Dengan mengkombinasikan RAm 1 GB dan ROM 8 GB, bisa ditambahkan dengan microSD hingga 128 GB. Layanan cloud juga disertakan bila Anda menyukai penyimpanan online.
Untuk diketahui, prosesor yang dibenamkan adalah prosesor terbaru Intel Atom X3 ASUS Zenpad yang menawarkan kinerja komputasi handal, daya tahan baterai yang mumpuni disandingkan dengan harga yang terjangkau.
Ada ASUS WebStorage yang menyediakan 5 GB untuk seumur hidup dan ditambah 11 GB selama 1 tahun. Dan satu lagi, Google Drive pun ikutan ambil bagian dengan memberikan 100 GB untuk pemakaian 2 tahun. Benar-benar luar biasa.
Seperti produk Zenfone, Tablet ini menggunakan user interface ASUS ZenUI (kurang lebih sama). Untuk sektor kamera, tablet dengan berat 265g ini tidak memberi pilihan menarik kepada penggunanya. Dibekalin kamera depan 0.3 MP, 640x480@30fps video, F2.8 dan kamera belakang 2MP Fix Focus, F2.8, 720p@30fps, IR filter, Beautification, Panorama, HDR, ZSL.
Sedangkan ketahanan baterai, tablet dengan pilihan 4 warna ini (Black, White, Red, Aurora Metallic) berkapasitas 3450mAh Li-polymer battery, up to 8 hrs.
Di Indonesia, harga Zenpad 7.0 C (ASUS ZenPad 7 Z170CG) kisaran harga Rp1,799 juta. Lumayan juga. ZenPad C Z170 ditujukan untuk segmen mainstream dengan harga yang kompetitif namun dirancang dengan kontur menyerupai kulit yang membuatnya nyaman digenggam. Desain pun dibuat seergonomis mungkin dengan ketebalan hanya 8,4mm agar lebih portabel.
Berminat??
“Zen semakin identik dengan identitas ASUS. Untuk itu, lini tablet kini menggunakan nama ZenPad,” Juliana Cen - Country Product Group Leader, ASUS Indonesia.
Ini spesifikasi lengkap tablet zenpad C 7.0 (sebelah kanan dengan garis kotak merah). Bila punya dana lebih, ada versi lebih bagusnya tanpa embel-embel C. Semua tergantung selera Anda bila menyukai produk dari ASUS ini,
Fenomena ini sejatinya adalah strategi influencer marketing lapis kedua yang digerakkan oleh agensi. Alih-alih menggelontorkan anggaran besar hanya untuk segelintir mega-influencer , mereka memilih menebar jala ke banyak akun kreator melalui sistem crowdsourcing . Syaratnya pun bervariasi, biasanya menyasar akun-akun dengan minimal followers di angka tertentu, misalnya 1.000 pengikut. Dengan mengerahkan puluhan hingga ratusan kreator secara serentak beberapa hari sebelum film rilis, terciptalah ilusi masif bahwa film tersebut sedang menjadi pusat perbincangan. Dari sudut pandang pemasaran, model ini memang sangat efektif mendongkrak awareness dalam waktu singkat. Begitu kami mencoba masuk ke dalamnya, kami biasanya ditarik ke dalam grup koordinasi—yang belakangan kami sadari isinya bukan cuma soal film, tapi juga berbagai penawaran kampanye lain dengan pola serupa. Dari pengalaman pribadi kemarin, perjalanannya ternyata cukup menguras energi hingga akhirnya kami memilih mundur karen...
Niat awalnya sebenarnya cuma mau mengecek info operasional terkait penutupan sementara area Gelanggang Olahraga (GOR) Tri Lomba Juang pertengahan Juli kemarin. Tapi saat tiba di lokasi, perhatian kami justru teralih pada hal lain yang selama ini terlewatkan: keberadaan akses Wi-Fi gratis milik Pemkot Semarang. Minggu pagi (19/7), usai melipir sejenak menikmati suasana Car Free Day (CFD) di Simpang Lima, setang sepeda langsung kami arahkan menuju kawasan GOR Tri Lomba Juang. Begitu sampai dan merogoh gawai untuk memastikan kabar penutupan kawasan tersebut, kami baru menyadari smartphone sudah otomatis terhubung ke jaringan internet nirkabel. Jaringannya tampaknya terintegrasi dengan akses Wi-Fi publik di Simpang Lima, sehingga gawai yang pernah terkoneksi akan langsung masuk tanpa perlu repot melakukan login ulang. Spot Duduk yang Nyaman dan Teduh Sambil bersiap mengetes kualitas koneksinya, kami mengamati suasana sekitar selasar. Terlihat beberapa pengunjung sedang asyik duduk santai...
Sebagai pengelola blog yang porsinya lebih sering berkelana menyoroti dinamika ruang kota ketimbang mendalami isi piring, urusan kuliner terkadang jadi ranah yang penuh kejutan bagi kami. Seperti Nasi Glewo yang sempat kami ulas sebelumnya, perkenalan kami dengan Petis Kangkung juga berawal dari lini masa media sosial beberapa bulan lalu. Rasa penasaran itu akhirnya membimbing kami secara tidak sengaja ke sebuah kios kecil di Jalan Jolotundo: Warung Pecel & Gudangan Bu Joko . Siapa sangka, di balik kesederhanaan warungnya, tersimpan salah satu kuliner legendaris khas Semarang yang masih eksis merawat lidah warganya. Kejutan Rasa dan Sensasi Pedas yang "Nempel" Porsi petis kangkung yang dihidangkan tampak sederhana di atas piring lidi beralaskan kertas minyak. Kangkung rebus yang masih bertekstur renyah dipadu tauge segar, lalu diguyur bumbu petis udang khas Semarang yang pekat, gurih, dan manis. Namun, ada pelajaran berharga ketika memesan menu ini: jangan anggap remeh p...
Selamat datang bulan September 2026 di Kota Semarang! Memasuki bulan kesembilan ini, ibu kota Jawa Tengah langsung bersiap menyambut gelombang agenda skala besar yang silih berganti mengisi akhir pekan maupun hari kerja. Dari perhelatan budaya, religius tingkat nasional, hingga pameran otomotif dan festival musik, semuanya siap tumpah ruah meramaikan sudut-sudut kota. Bagi para pelancong, pemburu visual, maupun warga lokal yang ingin merencanakan agenda bulanan agar tidak kecele dengan jadwal padat, berikut adalah rangkuman daftar agenda acara di Kota Semarang sepanjang bulan September 2026. Agenda Besar Utama September 2026 Festival Kota Lama 2026 Waktu: 4 – 20 September 2026 Lokasi: Kawasan Kota Lama Semarang (termasuk titik-titik ikonik seperti Gedung Yayasan Kanisius, area Metro Point, Fasad Marba, hingga Gedung Oudetrap). Catatan: Kembalinya titik keramaian ke area Gedung Yayasan Kanisius diprediksi bakal membuat selebrasi heritage tahun ini semakin meriah dan meluas. MTQ Nasio...
Festival Kota Lama (FKL) Semarang resmi menginjak usianya yang ke-15 tahun pada penyelenggaraannya tahun ini. Digelar lebih panjang hingga 17 hari (4–20 September 2026) demi menyambut perhelatan akbar MTQ Nasional, hajatan budaya ini kembali menyedot perhatian publik sejak malam pembukaannya yang megah. Namun, di balik kemilau panggung utama dan ramainya Pasar Malam Sentiling yang berkolaborasi dengan pasar malam tradisional, ada kontras menarik yang luput dari pandangan mata. Siapa pun yang mampir ke kawasan heritage sejak pagi menjelang siang hari—jauh sebelum gerbang area utama dibuka atau car free night dimulai—mendapati suasana yang berjalan normal seperti hari biasa. Kawasan tampak "hampa atribut" karena aturan ketat konservasi sejarah, ditambah kontras telak gema branding-nya yang seolah tenggelam di bawah bayang-bayang gegap gempita MTQ Nasional. Bagaimana rupa festival di usianya yang ke-15 ini jika diamati dari dinamika kunjungan harian di luar jam operasional ut...
Comments
Post a Comment