Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

Image
Selamat Tahun Baru 2026! Suara dar-dir-dor di langit Kota Semarang semalam menjadi penanda dimulainya perjalanan baru yang siap kita hadapi. Mari persiapkan segalanya dan jangan lupa simpan halaman ini sebagai kompas untuk mengarungi bulan Januari. Saat tulisan ini kami susun, langit Semarang tampak cerah merona. Kondisi yang berbanding terbalik dengan hari sebelumnya yang terus-menerus diselimuti mendung sejak pagi dan diguyur hujan dari siang hingga malam. Semoga ini menjadi pertanda baik, bahwa hal-hal sulit akan segera berganti dengan kebaikan di tahun yang baru. Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 Agenda nasional, khususnya jadwal hari libur, tentu akan sangat memengaruhi ritme event di Kota Semarang. Kabarnya, tahun 2026 ini kita punya modal 17 hari libur nasional dan 8 hari cuti bersama . Dengan banyaknya tanggal merah, rencana liburan atau sekadar staycation di dalam kota sudah harus ditentukan dari sekarang. Apalagi tahun ini bulan puasa datang lebih awal. Silakan atur d...

Spot Wisata Bersepeda di Semarang, Coba Pantai Marina

Selain Kota Lama Semarang yang kami sorot saat tren sepeda merebak, sudah kami tulis di bulan Juli 2020 di sini, akhir pekan ini (23/1/20210, giliran Pantai Marina yang coba kami kunjungi. Selain jarak tempuh lebih jauh, masuk ke area pantai yang tidak gratis adalah kendala yang harus kamu hadapi semisal tertarik mengunjungi.

Tahun 2021, tren wisata saat pandemi dikatakan didominasi lebih ke alam. Semarang meski tak sebanyak Kabupaten Semarang untuk wisata alam, setidaknya ada beberapa yang bisa dikunjungi.

Jarak tempuh

Bila kamu sedang menginap di salah satu hotel Semarang, cobalah tanyakan apakah layanan sewa sepeda di tempat mereka tersedia. Bila ada, manfaatkan untuk berwisata sambil berolahraga. Kalau nggak ada, sewa di tempat lain.

Memang alternatif untuk wisata dalam kota ada banyak, seperti kawasan Kota Lama, Simpang Lima yang selalu ramai pagi hari, Tugu Muda dan Lawang Sewu. Semuanya sangat mudah dijangkau karena jaraknya termasuk dekat.

Berbeda dengan Pantai Marina yang arahnya menuju Bandara. Jika menginap di tengah kota, hitungannya lumayan jauh jaraknya. Tapi asal ramai-ramai, tentu menyenangkan dan jarak bukan sebuah halangan.

Jalan Madukoro punya jalur lurus yang sedikit dilewati kendaraan ketimbang jalan utama. Bersepeda mengambil jalur ini memang terasa nyaman sebelum tiba di kawasan Marina Raya.

Setelah menyeberang dari lampu merah, kita masuk ke jalan Madukoro Raya hingga arah PRPP. Memutar di sana dan jalan sedikit lurus. Hingga tulisan ini kami buat, jalanan di sini memang sedang ada proyek pembangunan. Selalu hati-hati tentunya.

Suasana rindang pepohonan

Rasa lelah tidak akan terasa bila kamu menikmati setiap perjalanan. Tiba di jalan Marina Raya, kita akan disambut suasana rindang pepohonan. 

Menenangkan melewati kawasan ini. Semarang memang masih banyak jalur hijau yang membuat tubuh kita lebih sehat lagi.

Bayar 5 ribu rupiah

Berbeda dengan Kota Lama yang gratis dimasuki sepeda jalanannya, untuk masuk ke area pantai, pengunjung harus membayar sebesar 5 ribu rupiah. Harga tiket ini berlaku untuk semua orang yang masuk, baik menggunakan kendaraan maupun bersepeda hingga berjalan kaki (kalau tidak salah).

Tujuan wisata bersepeda

Kami harus memberitahukan dari awal tentang pantai, bahwa di Marina tidak seperti pantai yang kamu pikirkan dengan pasir yang melandai dan berwarna putih. Apalagi buat kamu yang pertama kalinya.

Setiap orang memiliki tujuan yang berbeda-beda. Kami hanya bilang bahwa wisata bersepeda sebaiknya membawa tujuan untuk menikmati setiap perjalanan dan merasakan pemandangan Kota.

Pantai Marina tetap ada cerita tentang lautnya yang bisa kamu abadikan dalam kameramu. Ada juga orang-orang yang memancing, bersantai menikmati udara laut dan mungkin kamu bisa menceritakan sisi lainnya menurut versimu saat akhirnya tiba setelah bersepeda cukup lama.

...

Meski bersepeda sambil berwisata terdengar menyenangkan, apalagi akhir pekan, kami tetap anjurkan kamu untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

Membuat tubuh berkeringat bukan saja menjadikannya lebih sehat, namun juga menaikkan mood yang buruk karena dapat menikmati sekitar lebih detail (pemandangan, orang-orang, jalan, gedung-gedung dan lainnya).

Bagaimana tertarik? 

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

Kenapa Paket Xtra Combo Flex Tidak Ada di Aplikasi MyXL ?

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Januari 2026

🗼 Harga Tiket Masuk Menara Al-Husna MAJT 2026: Masih 10 Ribu Rupiah!

🎤 Nabila Maharani di Launching CoE Jateng 2026: Kebaya Marun dan Saksofon di Ki Narto Sabdo

🥋 Potensi Sport Tourism di Balik PON Bela Diri Kudus: Lebih dari Sekadar Matras dan Medali