Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan September 2026

Image
Selamat datang bulan September 2026 di Kota Semarang! Memasuki bulan kesembilan ini, ibu kota Jawa Tengah langsung bersiap menyambut gelombang agenda skala besar yang silih berganti mengisi akhir pekan maupun hari kerja. Dari perhelatan budaya, religius tingkat nasional, hingga pameran otomotif dan festival musik, semuanya siap tumpah ruah meramaikan sudut-sudut kota. Bagi para pelancong, pemburu visual, maupun warga lokal yang ingin merencanakan agenda bulanan agar tidak kecele dengan jadwal padat, berikut adalah rangkuman daftar agenda acara di Kota Semarang sepanjang bulan September 2026. Agenda Besar Utama September 2026 Festival Kota Lama 2026 Waktu: 4 – 20 September 2026 Lokasi: Kawasan Kota Lama Semarang (termasuk titik-titik ikonik seperti Gedung Yayasan Kanisius, area Metro Point, Fasad Marba, hingga Gedung Oudetrap). Catatan: Kembalinya titik keramaian ke area Gedung Yayasan Kanisius diprediksi bakal membuat selebrasi heritage tahun ini semakin meriah dan meluas. MTQ Nasio...

Review Gunakan Layanan Maxim Cleaning

Ketika keluarga besarmu datang, mau tidak mau kamu harus segera membersihkan rumahmu. Bila dulu bisa gunakan jasa pembersih dari aplikasi Gojek, Go Clean, sekarang pilihannya ada Maxim Cleaning yang bernama 'Life Cleaning'. Sudah pernah mencoba?

Ini pertama kalinya kami menggunakan jasa pembersih dari aplikasi Maxim. Seperti tarif transportasinya yang super murah, tarif jasa pembersihnya juga murah. Tapi seberapa baik melakukannya?

Harga yang relatif

Untuk memesan jasa bersih-bersih rumah, pengguna hanya perlu membuka aplikasi Maxim. masih satu aplikasi, berbeda dengan Gojek dulu. Pilih 'LIFE', maka akan muncul pilihan 3 pilihan seperti di bawah ini

  1. Cleaning
  2. Massage & Spa
  3. Laundry
Untuk tarif Maxim cleaning satu jamnya adalah 38 ribu rupiah. Murah, kan? Tunggu dulu. Tarif ini tidak termasuk tarif seperti peralatan pembersih dan Disinfektan. Yang memiliki harga tambahan sendiri. 

Pengguna bila tidak memiliki peralatan pembersih lengkap, tinggal geser tombol peralatan dan akan dikenakan tarif tambahan sebesar 15 ribu rupiah. Sedangkan demi melindungi dari Covid-19, memilih Disinfektan akan dikenakan biaya sebesar 50 ribu rupiah.

Kami memilih tanpa peralatan dan disinfektan. Itu artinya tarif yang dibebankan kepada pengguna hanyalah 38 ribu rupiah untuk 1 jam pertama. Lalu, bagaimana bila lebih dari 1 jam. Maka akan dikenakan tarif per-menitnya. Kami lupa berapa per-menitnya, tapi masih terbilang sangat terjangkau.

Jasa Pembersih?

Maxim benar-benar memperlakukan fiturnya begitu sederhana dan ke semua layanannya. Tidak heran, ketika memesan jasa kebersihan seperti memesan driver.

Saat kami memilih tombol memesan, ada pilihan untuk memilih wanita maupun perempuan, aplikasi mencari jasa yang tersedia di sekitar. Tidak ada pilihan gambar untuk melihat siapa yang akan datang atau apakah benar pilihannya adalah sesuai jenis kelamin yang dipilih.

Ini adalah tantangannya daripada berbicara kekurangannya. Dan tidak berapa lama, pesanan diterima dan orang yang mengambil jasa tersebut datang ke rumah. 

Berbeda dengan Go Clean yang dipersiapkan secara profesional, jasa kebersihan Maxim yang datang ke rumah kami tidak ada seragam seperti Go Clean. Benar-benar seperti orang biasa.

Kami pikir orang yang datang juga mengambil jasa sebagai driver. Ternyata proses pendaftaran dapat dilakukan dengan beberapa jasa yang diizinkan.

...

Ketika bicara kebutuhan, layanan ini dapat dimanfaatkan untuk membantu. Tapi apakah ini yang terbaik, silahkan coba sendiri. Kami menggunakan layanan ini memang karena sedang butuh saja.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📌 Agenda Kota Semarang Bulan September 2026

📌 Pembaruan Kebijakan & Privasi X Terbaru (September 2026): Apa Artinya Buat Kita dan Akun Komunitas Lokal?

💻 Menilik ASUS ExpertBook B9450: Laptop Eks Kantor Jepang 7 Jutaan

💻 Pengalaman Unik Mampir ke Orbit Computer Semarang yang Ternyata Satu Bangunan dengan Hotel dan Disambut AI Chatbot

🎪 Arak-arakan Tak Pernah Gagal: Mengamati Pawai Ta’aruf MTQ dari JPO Pandanaran Semarang