Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan November 2026

Image
Bulan November selalu lekat dengan ingatan kolektif kita pada Hari Pahlawan tiap tanggal 10 November. Jika bulan Oktober sebelumnya sempat mengajak kita menengok kembali riuhnya sejarah lewat napas Pertempuran 5 Hari di Semarang , maka bulan November ini menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan arti kepahlawanan dalam bentuk yang lebih luas—terutama lewat karya, konsistensi, dan pergerakan orang-orang yang terus menghidupkan sudut-sudut kota. Ya, perjuangan hari ini tidak selalu tentang bambu runcing. Di Semarang, denyut itu justru terasa lewat geliat para pegiat literasi, komunitas kreatif, peracik kopi, hingga ribuan pasang kaki yang meramaikan jalanan lewat deretan fun run dan festival akhir pekan. Kota ini terus bergerak karena ada banyak tangan yang tak lelah merawatnya. Nah, buat pembaca setia yang sedang mencari referensi kegiatan, akhir pekan mau kemana, atau sekadar ingin melihat bagaimana Semarang berdenyut sepanjang bulan ini, berikut adalah rangkuman agenda Kota Semar...

Seperti Ini Faceshield yang Dibagikan Disporapar Jawa Tengah Kepada Pelaku Wisata Saat Berada di Posong

Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata atau Disporapar Provinsi Jawa Tengah tidak hanya membawa strategi memulihkan pariwisata dengan mengoptimalkan internet lewat peran bloger, tapi juga memberi bantuan faceshield kepada para pelaku wisata. Lalu, seperti apa bentuk faceshield yang dibagikan tersebut?

Oktober 2020, sebelum kami menjelajah Taman Wisata Posong, ada kegiatan penyerahan bantuan 1000 faceshield kepada pelaku wisata Posong dan Disporapar Kabupaten Temanggung.

Kegiatan dalam rangka adaptasi kebiasaan baru ini bertujuan untuk antisipasi penyebaran Covid-19 dan juga edukasi kepada masyarakat, khususnya lewat pelaku wisata.

Yang menarik dari kegiatan dengan menjaga jarak ini adalah tempat yang digunakan, yaitu area kosong di Posong. Bisa dilihat dari gambar bagaimana acara berlangsung. Orang-orang yang berwisata pun tetap berkegiatan seperti biasa.

Faceshield sederhana

Meski hanya untuk pelaku wisata, kami juga mendapatkannya dan faceshield pertama yang kami miliki. Jangan berharap faceshield ini seperti bayangan yang kamu pikirkan. Pelindung ini sangat sederhana dari sisi bahan-bahannya.

Tidak bisa dilipat atau dilepas satu persatu seperti yang lain. Semua bahan sepertinya mudah di dapat, seperti busa yang bila dipasang akan menempel di dahi. Ikatan untuk mengeratkan dengan kepala mudah ditemukan bahannya, yaitu karet putih lebar. 

Meskipun sederhana, kami sangat senang menerima saat diberi. Kapan lagi punya faceshield khusus dengan tulisan Jateng Gayeng. Tapi ada kekurangannya ketika kami menggunaan bersamaan masker. Saat bernafas, faceshield terlihat berembun. Entah apakah masker yang kami kenakan terlalu menutupi atau memang kami kurang mengerti cara memakainya bila bersamaan.

Artikel terkait :

Comments

Popular posts from this blog

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Oktober 2026

📌 Agenda Kota Semarang Bulan November 2026

🎯 Kisah Oktober: Pas Paket XL Nonaktif, Google AI Plus Pun Ikut "Masuk Angin"

🎟️ Cinema Day 27 Oktober: Strategi Baru Pengusaha Bioskop Menggaet Penonton?

🚗 Pengunjung GIIAS Semarang 2026 Tertahan di Angka 28 Ribuan, Ada Apa?