Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Maret 2026

Image
Maret 2026 dibuka dengan sapaan cuaca cerah di hari Minggu, setelah semalam sebelumnya Semarang diguyur "hujan mewah" yang menyisakan genangan di beberapa ruas jalan. Memasuki bulan ketiga ini, intensitas hujan diprediksi masih akan tinggi hingga akhir bulan. Jadi, sedia payung sebelum hujan tetap menjadi saran paling realistis, meski teriknya matahari Semarang juga siap menemani aktivitas Anda. Momen Puncak: Mudik dan Lebaran 1447 H Ramadan yang masih berlangsung dan berlanjut hingga pertengahan Maret membuat persiapan menjelang Idulfitri kian sibuk. Puncaknya, Idulfitri 1447 H diprediksi jatuh pada sekitar tanggal 20 Maret 2026. Bagi warga lokal, bersiaplah menghadapi "aspal ibu kota" yang semakin padat seiring kedatangan para pejuang rejeki dari perantauan. Bertemu sanak saudara memang menyenangkan, namun saat harus keluar rumah untuk liburan di tengah kemacetan kota, itulah tantangan sesungguhnya. Bagi Anda yang berencana mudik keluar Semarang, manfaatkan progra...

Film Silariang Bertahan 2 Hari di Bioskop Semarang


Kejutan masih mewarnai bulan Januari di bioskop kota Semarang. Kali ini datang dari film Silariang : Cinta yang (tak) direstui yang hanya mampir selama 2 hari, Kamis (rilis perdana) dan Jumat. Hari Sabtunya, film ini sudah tidak mendapat jam pemutaran.

Sangat menarik mengikuti perkembangan film Indonesia di kota Semarang dengan sudut pandang seperti kami yang hanya memberitahukan informasi jadwal pemutaran setiap hari.

Kami menulis di halaman ini bukan membuat sesuatu terlihat buruk. Kami hanya mengabarkan apa yang terjadi. Dan berharap tinggi untuk perfilman Indonesia terus menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Rilis di bioskop tanah air dan Semarang 18 Januari

Ada 3 film Indonesia yang rilis pada hari kamis (18/1). Silariang ditemani 2 film bergenre Komedi dan horor. Film besutan sutradara Wisnu Adi ini punya harapan besar untuk bertahan lebih lama di Semarang sebenarnya, mengingat film-film dari Sulawesi terus mengalami perkembangan pesat namun banyak yang tidak dirilis di Ibu Kota Jawa Tengah ini.


Harapan tinggal harapan. Film Silariang kami nominasikan sebagai film pertama di tahun 2018 yang mendapat hari paling sedikit di bioskop Semarang.

Pasti membuat sedih. Beruntung buat kota-kota lain di Indonesia yang masih menayangkan film ini, mengingat film yang diperankan Bisma Karisma ini mengangkat Nilai Budaya Bugis.

Mengutip situs femina.co.id (13/9/2017), Dalam bahasa Bugis Makassar, Silariang sendiri memiliki arti kawin lari.

Budaya silariang ini sendiri biasanya terjadi karena banyak hal, antara lain tidak direstuinya hubungan karena perbedaan status sosial antara dua kekasih. Isu lokal yang dekat dengan anak muda inilah yang ingin coba dikenalkan pada masyarakat luas.

Bertahan 2 hari

Meski punya misi yang menarik dan konten lokal yang ingin coba dikenalkan, Silariang tak mampu berbuat banyak di bioskop Semarang. Namun bila mengambil sudut pandang lain dari film-film yang tidak tayang, Silariang sedikit beruntung setidaknya.

Di awal pekan perdana penayangan film Indonesia tahun 2018, minggu kedua Januari, film Maipa Deapati dan Datu Museng malah tidak tayang. Padahal ada aktor India dengan tema kolosal cerita filmnya.

Tetap semangat, Film Indonesia!

*Kami tidak mencari alasan mengapa film ini tidak tayang lebih lama. Karena masalah seperti ini sudah sering terjadi dan ini biasa. Tinggal bagaimana strategi promosi dan meyakinkan pihak bioskop, terutama soal bisnis bagi pemilik film. Kami sendiri tak punya cukup kekuatan untuk berbicara di ruang lingkup bisnis perbioskopan, khususnya di Semarang.

**Gambar cover : Google image

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Comments

Popular posts from this blog

📸 Fenomena "Rebutan Konten": Ketika Tempat Baru di Semarang Tak Lagi Perlu Cari KOL

☕ Menikmati Sensasi Turkish Coffee di Horison Nindya Semarang

🧘 Mengintip Lantai 2 Cardea Semarang: Lebih dari Sekadar Studio Pilates Biasa

Event Cosplay di Kota Semarang

📶 Kuota Jumbo 2026: Penyelamat Kantong atau Jebakan Masa Aktif?