Favorit

📌 Agenda Kota Semarang Bulan Maret 2026

Image
Maret 2026 dibuka dengan sapaan cuaca cerah di hari Minggu, setelah semalam sebelumnya Semarang diguyur "hujan mewah" yang menyisakan genangan di beberapa ruas jalan. Memasuki bulan ketiga ini, intensitas hujan diprediksi masih akan tinggi hingga akhir bulan. Jadi, sedia payung sebelum hujan tetap menjadi saran paling realistis, meski teriknya matahari Semarang juga siap menemani aktivitas Anda. Momen Puncak: Mudik dan Lebaran 1447 H Ramadan yang masih berlangsung dan berlanjut hingga pertengahan Maret membuat persiapan menjelang Idulfitri kian sibuk. Puncaknya, Idulfitri 1447 H diprediksi jatuh pada sekitar tanggal 20 Maret 2026. Bagi warga lokal, bersiaplah menghadapi "aspal ibu kota" yang semakin padat seiring kedatangan para pejuang rejeki dari perantauan. Bertemu sanak saudara memang menyenangkan, namun saat harus keluar rumah untuk liburan di tengah kemacetan kota, itulah tantangan sesungguhnya. Bagi Anda yang berencana mudik keluar Semarang, manfaatkan progra...

Fam Trip Blogger, Cara Memasarkan Potensi Wisata Lewat Media Sosial


Tahun ini, Semarang kembali kedatangan bloger dari luar kota. Mereka datang dalam rangka Fam Trip Blogger yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Kota Semarang dan Badan Promosi Pariwisata Kota Semarang (BP2KS).  Tahun 2017 merupakan Fam Trip Blogger kedua kalinya selama kegiatan ini dilaksanakan.

Apa yang dilakukan penyelenggara memang sangat menarik, terlebih lagi kegiatannya berdekatan dengan hari jadi kota Semarang yang tahun ini genap berusia 470 tahun. Kehadiran bloger bukan saja untuk ikut meramaikan HUT kota, tapi juga mengeksplore wisata kota Semarang yang kali ini fokus pada desa wisata.

Menjual potensi wisata lewat media sosial

Fam trip atau familiarization trip beberapa tahun belakangan memang terus dilakukan banyak pihak. Biasanya sebagian besar datang dari Pemerintahan, baik tingkat kota, Provinsi maupun Kementrian, khususnya bidang promosi Pariwisata.

Kami sendiri pernah mengikuti kegiatan seperti ini pada tahun 2013 yang dilaksanakan oleh Provinsi Jawa Tengah. Waktu itu bertajuk Fam Tour, kami mengeksplore Jawa Tengah dengan fokus beberapa kota tertentu. Untuk Semarang sendiri, kami belum pernah. Konten kami sudah terlalu umum untuk mengeksplore kota sendiri.

Melihat kegiatan ini dilakukan oleh bloger, kami berpikir bahwa ini merupakan cara menjual potensi wisata lewat media sosial yang menarik. Saat ini, influencer yang paling komplit untuk urusan media sosial memang adalah bloger. 

Mereka (bloger) bukan hanya jago nulis di blog masing-masing, tapi juga punya pengikut ribuan di beberapa akun personal media sosial mereka seperti Twitter, Instagram, Facebook, dan sebagainya.

Jadi tidak heran ketika media sosial semacam Twitter, hashtag yang digunakan untuk menandai kegiatan mereka bisa menjadi trending Indonesia. Dan mungkin skala dunia.

Momen spesial

Di Semarang sendiri, kegiatan fam trip bloger ini identik dengan hari jadi kota. Mereka didatangkan sebelum hari H dan kemudian diikutkan beberapa agenda acara menyambut perayaan. 

Kami pikir mereka sangat lelah dengan agenda yang sangat padat. Namun fasilitas yang diberikan setidaknya bisa memberi mereka lebih semangat untuk bercerita lewat media sosial.

Cara pemasaran seperti ini, wajib diikuti kota lain di Indonesia

Cara pemasaran seperti ini sudah seharusnya bisa diikuti kota-kota lain. Beberapa kota di Indonesia lewat badan promosi wisatanya sudah sangat gencar melakukan. Bahkan di Semarang sendiri, mereka tak segan mengundang bloger luar negeri. Seperti Fam Trip kali ini yang mengundang bloger Singapura dan Malaysia.

Ada 25 bloger yang diundang kemarin yang hadir dari berbagai daerah. Ternyata kami baru tahu bahwa kota Semarang sendiri juga turut menghadirkan blogernya. Memang tidak sembarang bloger untuk bisa hadir. Spesifiknya lebih ke bloger yang bertema traveling.

Bloger sebagai duta wisata 

Artikel yang kami posting tahun 2016, masih dalam rangka Fam Trip Semarang, kami menyebut bahwa bloger saat ini adalah sebagai duta wisata, khususnya digital.

Mereka bukan saja memasarkan konten wisata yang mereka datangi langsung untuk dibaca masyarakat Indonesia sendiri lewat blog dan media sosial, tapi juga menyasar masyarakat dunia. 

Internet memang tidak memiliki keterbatasan saat ini untuk mendapatkan informasi. Dan bloger sebagai penyedia informasi tentu sangat dipahami oleh pihak-pihak yang menggandeng mereka untuk mengikuti kegiatan bertajuk Fam Trip. Selengkapnya bisa dibaca di sini.

Gambar : Twitter/primahapsari83
...

Kami melihat ini sangat positif, terutama bagi pihak-pihak terkait promosi wisata. Silahkan undang para bloger seperti kota Semarang yang baru-baru ini dilakukan, 5-6 Mei 2017 kemarin.

Selain bertujuan mengangkat potensi wisata lewat kanal digital, mereka bisa merasakan betul bagaimana wisata kota pengundang punya sesuatu yang menarik untuk diberitahukan kepada pengikut mereka di dunia maya.

Kementrian, Provinsi dan Kota sudah melakukannya. Apakah kota tempat tinggal Anda juga tidak ingin melakukannya? 

Artikel terkait :
Informasi Kerjasama
Hubungi lewat email dotsemarang@gmail.com
Atau klik DI SINI untuk detail lebih lengkap

Comments

Popular posts from this blog

💻 Ngabuburit Produktif di SDK: Melunasi Janji dan Semangat Baru Coding Mum Semarang

📍 Cardea Semarang Resmi Buka di Jangli, Hadirkan Konsep Physio-Pilates Pertama

Mengawinkan Modem M3Y dengan Kartu 4G Smartfren

👩‍💻 Hari Perempuan Sedunia 2026: Kabar Galau Gandjel Rel dan Estafet Semangat di SDK Semarang

🕌 Menjemput Maghrib di Jantung Kota: Tradisi Buka Puasa di Masjid Raya Baiturrahman Semarang