Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Seperti Apa Berbuka Puasa di Masjid Agung Jawa Tengah?
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Ada yang berencana buka puasa di Masjid Agung Jawa Tengah? Kalau ada, kami punya cerita di postingan ini dan beberapa tips yang setidaknya bisa membantumu saat sudah ada di MAJT. Bulan puasa setidaknya kamu harus punya banyak pengalaman seru yang bisa menambah semangat kamu menjalankan ibadah.
Senin (29/5), kami ikut buka bareng di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Alasan kami ke sini selain ingin buka bareng, juga ingin menambah konten puasa di blog dotsemarang. Kami masih ingat tahun lalu pernah juga buka di sini. Namun saat kami cari di blog, ternyata belum ada kami posting.
Kupon dan ruangan khusus
Sebelum kamu percaya diri ke sini, sebaiknya kamu tahu bahwa panitia yang mengurusin buka bersama akan membagi-bagikan semacam kupon yang memudahkan kamu masuk ke ruangan khusus yang telah disediakan bagi jamaah yang ingin berbuka.
Sebagai Masjid terbesar di Semarang, mereka yang buka puasa di sini tentunya sangat banyak. Dan gunanya kupon ini agar lebih tertib saja saat masuk. Bagaimana yang tidak dapat kupon? Tetap dikasih menu bukber, hanya saja panitia akan mendahulukan kamu yang sudah memegang kupon. Mereka hanya butuh waktu saja.
Ruangan khusus ini sangat luas. Setelah kamu masuk, silahkan mencari tempat duduk yang kosong. Biasanya sudah ada panitia yang memberitahu kamu di mana seharusnya kamu duduk.
Setelah dirasa semua orang sudah masuk, panitia segera membagi-bagikan menu buka puasa. Seperti gambar di atas. Ada nasi kotak dan air gelas minieral. Karena kami hanya sekali ini ke sini, tentu menu yang disediakan tidak pakem ini terus. Kamu mungkin bisa mencobanya lain waktu bila penasaran.
Salat dulu
Bila kamu sudah tahu bagaimana buka puasa di MAJT di atas, maka beberapa tips berikut ini bisa membantumu untuk tidak salah maksud yang bisa membuatmu kurang semangat nantinya.
Pertama, kamu harus tahu bahwa buka puasa di MAJT setelah selesai salat Magrib. Kamu bisa membatalkan buka saat azan dengan mengambil segelas air di dekat ruangan khusus yang disediakan panitia. Tapi jangan berharap masuk ke dalam ruangan tersebut.
Kedua, kamu harus ikut antri saat mau masuk ruangan khusus tersebut mengingat jamaah yang ikut berbuka bukan kamu dan teman-temanmu saja.
Ketiga, kemarin kami ada menikmati kue yang dibagi-bagikan saat mengantri. Kamu bisa mengambilnya secara cuma-cuma. Lumayan buat melepaskan nafsu laparmu.
Keempat, jangan berhamburan. Haha.. Masa kamu makan seperti di rumah atau kamar kos. Di bawah ini, kamu bisa lihat juga suasana bukber di MAJT yang kami kemas dalam bentuk video.
...
Postingan ini kami buat dalam rangka menambah konten saat puasa. Kamu bisa ikutan berbagi konten berbuka puasa di Semarang di blog dotsemarang ini. Namun harus yang khusus berhubungan dengan ciri khas yang ada di Semarang.
Maksudnya, kamu buka di masjid seperti kami di atas. Atau menyantap menu kuliner di tempat tertentu dan hanya ada di Semarang. Kalau berminat, kamu bisa manfaatkan email dotsemarang atau via media sosial kami.
Semenjak kembali menggunakan layanan internet operator dari XL Axiata bulan Juli kemarin , ada pertanyaan besar dipikiran kami tentang paket Xtra Combo Flex yang tidak tersedia di aplikasi MyXL. Apakah hanya kami saja yang kebingungan? Dikenalkan sejak bulan Maret 2022, paket Xtra Combo Flex ternyata sangat menarik dari sisi pembagian kuota, seperti bonus hingga gratis berlanggananan konten Vidio. Tidak ada di aplikasi Hanya saja, sebagai pengguna baru yang membeli kartu perdana yang langsung mendapatkan paket Xtra Combo Flex, kami agak bingung saat mencarinya di aplikasi MyXL. Apalagi bonus-bonus yang harus diklaim lewat aplikasi, mau tidak mau membuat kami harus menginstal aplikasinya ke smartphone. Di mana paket Xtra Combo Flex? Dari daftar paket utama pun tidak ada tersedia sama sekali. Sudah kami cari-cari dibeberapa menu lainnya, hasilnya tetap nihil. Paket yang tersedia di paket utama (lihat gambar) hanya ada Akrab, Akrab Mini, Xtra Combo Plus, Xtra Combo Mini, Xtra On dan ...
Membaca kabar mengenai Pemerintah Kota Semarang yang secara resmi telah meluncurkan rangkaian peringatan HUT ke-479 di Halaman Balai Kota baru-baru ini, rasanya ada sesuatu yang mengganjal bagi kami. Bukan soal kemeriahan acaranya, melainkan soal logo HUT-nya! Tumben sekali kami sampai melewatkan informasinya, atau memang sengaja tahun ini hadir tanpa prosesi lomba desain logo Hari Jadi Kota (HJK)? Tahun 2026 ini, Kota Semarang menginjak usia ke-479. Seperti tahun-tahun sebelumnya, salah satu momen yang paling kami tunggu-tunggu sebagai pengelola blog ini adalah kemunculan visual identitas resmi Hari Jadi Kota Semarang (HJKS). Namun, ada yang terasa sangat berbeda kali ini. Jika biasanya sejak bulan Februari atau Maret lini masa media sosial sudah riuh dengan pengumuman lomba desain logo yang memancing kreativitas warga, tahun ini suasananya justru senyap. Tidak ada sayembara, tidak ada kompetisi ide, dan tentu saja tidak ada pengumuman pemenang seperti yang rutin kami dokumentasikan ...
Memasuki bulan April yang jatuh pada hari Rabu, suasana Semarang biasanya mulai bertransisi. Jika Maret lalu kita khusyuk dengan momen Ramadan dan Idulfitri, bulan ini kota ini terasa kembali bergairah dengan deretan acara yang lebih "berwarna". Hari ini cuaca Kota Semarang terpantau cerah. Entah apakah ini pertanda bahwa musim hujan telah berakhir dan Semarang kembali ke "setelan awal"—yang katanya, tiap orang yang tinggal di sini punya matahari sendiri-sendiri saking panasnya. Suara-suara tentang panasnya Semarang terdengar seru namun terkadang juga haru, terutama bagi mereka yang baru merantau atau tinggal di sini. Padahal, jika mau jujur dan realistis, masih ada kota lain yang jauh lebih panas dibanding Semarang. Menghadapi cuaca dan kondisi ekonomi saat ini memang perlu strategi; tetap kreatif tanpa harus membuat diri sendiri burnout atau kelelahan. Tema Besar: Perempuan Berdaya Jika melihat cover yang kami sematkan di halaman ini, tebakanmu benar bahwa tema ...
Entah apa yang terjadi dengan semangat kami belakangan ini. Setelah sebelumnya melewatkan Kirab Budaya Ho Tek Tjing Shin , kami kembali harus menerima kenyataan gagal hadir secara fisik pada gelaran Karnaval Paskah Kota Semarang yang berlangsung tanggal 17 April 2026 kemarin. Padahal, suasana kemeriahannya sudah sangat terasa bahkan sebelum acara dimulai. Meski kali ini kami hanya bisa memantau dari kejauhan dan layar digital, ada satu hal yang sangat mencolok: skala acara tahun ini terasa jauh lebih besar dan lebih ramai dibandingkan tahun 2025. Perasaan "lebih ramai" itu rupanya bukan sekadar asumsi, melainkan fakta yang tercermin dari data di lapangan. Lonjakan Peserta dan Kehadiran Mobil Karnaval Jika pada tahun 2025 jumlah peserta berada di angka sekitar 10.000 orang, tahun 2026 ini jumlahnya melonjak drastis hingga menyentuh angka 15.000 orang . Kenaikan sebesar 50% ini menjelaskan mengapa arus informasi dan dokumentasi di media sosial terasa jauh lebih masif. Salah sa...
Ada hal unik yang kami sadari sejak setahun terakhir menggunakan laptop berbasis Chromebook, terutama jika dibandingkan dengan Windows atau Mac. Biasanya, pada menu tombol power (daya) di laptop Windows, kita akan dengan mudah menemukan opsi Sleep . Namun di Chromebook, opsi itu seolah hilang. Benarkah demikian? Bulan April ini menjadi kali kedua kami mengangkat topik Chromebook di blog. Akhir-akhir ini kami memang sedang bersemangat membagikan pengalaman seputar perangkat ini. Kali ini, kami ingin mengulas sesuatu yang sederhana namun krusial bagi calon pengguna. Filosofi "Instant-On" Bagi pengguna yang baru melirik Chromebook, ketiadaan tombol ini tentu memicu kebingungan. Apalagi bagi mereka yang aktivitasnya banyak di depan laptop dalam durasi lama. Mode sleep (tidur) sangat berguna agar laptop tidak perlu bolak-balik dimatikan melalui shutdown , yang tentunya lebih menghemat waktu. Sebenarnya, alasan utamanya bukan karena fiturnya tidak ada, melainkan adanya perubahan ...
Comments
Post a Comment