📌 Agenda Kota Semarang Bulan Maret 2026
Mengawali bulan Maret, kegiatan ngabuburit kami terasa jauh lebih berwarna. Jika biasanya waktu jelang berbuka dihabiskan dengan berburu takjil di sekitar masjid, kali ini kami memilih untuk duduk melingkar di ruang pertemuan SDK (Semarang Digital Kreatif). Lokasinya tidak asing, namun wajah barunya di Ruko GOR Tri Lomba Juang (TLJ) memberikan nuansa yang lebih segar dan sangat strategis di tengah kota.
Undangan sudah mendarat di WhatsApp beberapa hari sebelumnya. Meski namanya Komunitas Coding Mum Semarang, wajah-wajah yang hadir di sana terasa familiar. Setelah kami telusuri kembali, komunitas yang diinisiasi oleh Bekraf ini sejatinya sudah terbentuk sejak tahun 2018. Sayangnya, kiprah mereka sempat terhenti cukup lama akibat badai pandemi.
Melihat antusiasme ibu-ibu yang hadir pada Selasa sore (3/3/2026) di SDK TLJ, rasanya seperti melihat kawan lama yang akhirnya "pulang ke rumah". Kehadiran mereka di sana bukan sekadar reuni akbar, melainkan sebuah pernyataan bahwa semangat untuk berdaya di dunia digital tidak pernah benar-benar padam.
Ada momen yang cukup menyentuh di sela-sela acara. Pak Cahyo dari Diskominfo Kota Semarang dalam sambutannya menyebutkan bahwa acara bertajuk "Smart Digital 2026: Kerja Cepat, Usaha Melesat" ini adalah bentuk penuntasan janji.
Janji kolaborasi yang sempat terucap di awal berdirinya komunitas pada tahun 2018 kepada koordinator komunitas, Mbak Archa Bella, akhirnya terealisasi dengan cara yang elegan. Tidak tanggung-tanggung, Diskominfo memberikan panggung yang layak dengan menghadirkan materi-materi berbobot untuk para pelaku usaha.
Acara ini benar-benar memberikan faedah nyata bagi peserta melalui dua narasumber yang ahli di bidangnya. Rizki Mulyantara membedah bagaimana AI bisa membantu karier dan usaha, sementara Triawanda dari Traggallery Agency mengupas tuntas optimasi konten.
Menariknya, suasana belajar sore itu jauh dari kata membosankan. Apalagi saat Mas Triawanda naik sebagai pemateri kedua. Dibumbui banyolan khas Semarangan yang ceplas-ceplos, suasana yang mendekati waktu berbuka bukannya bikin lemas, malah jadi makin bersemangat.
Meski dalam keseruannya sempat terlontar satu-dua kalimat yang mungkin kurang relevan untuk audiens ibu-ibu, kami mengapresiasi sikap profesionalnya yang langsung meminta maaf di akhir sesi. Kehangatan dan kejujuran seperti inilah yang membuat interaksi di SDK terasa sangat manusiawi dan tidak kaku.
Kegiatan sore itu ditutup dengan momen berbuka puasa bersama. Sebuah cara yang paling pas untuk merayakan "pecah telur"-nya kembali Coding Mum Semarang. Bukber bukan sekadar agenda makan bersama, melainkan simbol bahwa silaturahmi adalah bahan bakar utama agar komunitas tetap awet.
Senang rasanya menyaksikan janji yang tertunda bertahun-tahun akhirnya lunas dengan eksekusi yang apik. Semoga SDK TLJ terus menjadi rumah bagi komunitas-komunitas kreatif di Semarang untuk terus tumbuh dan melesat.
📝 Gambar tanpa watermark berasal dari SKD/Peserta.
Artikel terkait :
Comments
Post a Comment