Memasuki bulan Juli, atmosfer Kota Semarang rasanya mengalami sedikit pergeseran. Puncak kemeriahan Hari Jadi Kota Semarang sudah kita lalui, dan riuh rendah musim libur sekolah pun perlahan mulai berganti dengan persiapan kembali ke rutinitas. Namun, bukan berarti ibu kota Jawa Tengah ini bakal kehilangan dayanya. Menatap kalender satu bulan ke depan, Juli 2026 justru membawa energi baru yang menyegarkan. Kota ini seperti sedang mengajak warganya untuk bergerak lagi—menjadi lebih bugar sekaligus tetap bersenang-senang dalam balutan agenda yang penuh warna. Sisa Kemeriahan di Awal Bulan Minggu pertama Juli langsung dibuka dengan babak akhir dari Jateng Fair 2026 di PRPP. Berlangsung hingga tanggal 5 Juli, perhelatan ini menjadi destinasi pamungkas bagi warga kota yang ingin menghabiskan sisa liburan. Bukan cuma soal pameran produk dan inovasi daerah, panggung hiburannya yang menghadirkan deretan musisi lokal maupun nasional tetap menjadi magnet kuat bagi pemburu konser di Semarang. Ta...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Daftar Film Indonesia yang Beredar Bulan Mei 2017
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Selamat datang bulan Mei para pecinta Film Indonesia, khususnya di Semarang. Bulan ini sebenarnya kami punya kabar baik tentang bioskop baru yang akan dibuka awal pekan ini. Namun kami juga punya kabar kurang baik terkait jadwal Film Indonesia selama mei yang tayang tidak begitu banyak. Cekidot.
Akhirnya kami mendapatkan juga informasi jadwal Film Indonesia yang beredar selama bulan Mei ini. Kami sudah menunggu awal - awal bulan, kok tidak ada yang memposting. Namun beruntung, beritagar.id memberikan daftar filmnya sebagai berikut :
1. Membabi Buta (4 Mei)
Film yang dibintangi Prisia Nasution ini sepertinya bergenre thriller. Dalam video trailernya, suara alunan tembang Jawa yang kadang membuat suasana menjadi tegang dimasukkan untuk memberi banyak kejutan. Film Membabi Buta disutradarai oleh Joel Fadly.
2. Satria Heroes: Revenge of Darkness (4 Mei)
Lagi, film dengan bantuan animasi yang mengingatkan kami film-film seperti Power Ranger atau Ksatria Baja Hitam. Dengan membawa Yayan Ruhian, film ini tentu jadi petaruhan besar apakah menarik minat penonton atau tidak. Kami harap di Semarang ditayangkan juga. Punya lokal (Indonesia) soalnya.
3. Critical Eleven (10 Mei)
Sepertinya film yang paling ditunggu-tunggu adalah Critical Eleven. Film yang disutradarai Monty Tiwa dan Robert Ronny ini membawa gerbang besar artis yang berperan. Sebut saja Reza Rahadian yang disandingkan dengan Adinia Wirasti sebagai tokoh utama. Lalu, Slamet Rahardjo, Widyawati, Revalina S. Temat, Hamish Daud, Hannah Al Rashid, Mikha Tambayong, Aci Resti, Nino Fernandez, Dwi Sasono.
4.Selebgram (10 Mei)
Bila film Critical Eleven akan membawa penontonnya penuh drama, maka film Selebgram akan memberi tontonan segar. Film sutradara Wishnu Kuncoro mencoba membawa tren kekinian yang dibalut komedi. Para pemainnya pun tentu yang kekinian seperti Ria Ricis dan beberapa Stand Up Comedi. Ada Alvaro Maldini (Aldi CJR) yang menjadi pemain utama di sini.
5. Ziarah (18 Mei)
Film karya BW Purba Negara ini sepertinya memiliki tantangan sendiri nantinya, khususnya di Semarang. Film dengan deretan gelar dari anugerah Festival ini sebagian besar ini akan berbahasa Jawa. Dari sisi hiburan sepertinya sulit mendapatkannya, namun sisi cerita sangat menarik. Semoga tayang di Semarang.
6. Parakang: Manusia Jadi-jadian (18 Mei)
Setelah dari Jawa, kita pindah ke tanah Sulawesi. Film karya Abdul Rodjak ini mengangkat cerita yang dianggap legenda di Sulawesi Selatan. Bergenre horor, kira-kira seperti apa kisahnya?
Ikuti update Film Indonesia di media sosial Kofindo seperti Twitter, Fans Page Facebook dan Instagram untuk kota Semarang. Bila ada tambahan film atau bahkan ada film yang tidak tayang di Semarang, kami maklum. Segera akan kami update lagi tentunya. Artikel terkait :
Menyambut bulan suci Ramadan tahun 2016, kota Semarang identik dengan acara 'dugderan'. Acara ini menurut saya dibagi dalam 3 bentuk event seperti pasar dugderan, karnaval budaya dan karnaval anak-anak - remaja. Lalu, bagaimana dengan timeline? Yang dibahas di halaman ini adalah 'karnaval budaya Dugderan' yang berlangsung di Balaikota. Kemudian karnaval ini berjalan menuju Masjid Agung Semarang dan berhenti di Masjid Agung Jawa Tengah. Memantau hashtag #Dugderan2016 Acara karnaval budaya dugderan berlangsung pada tanggal 4 Juni 2016 di Balaikota mulai siang hari. Tahun ini, saya memutuskan tidak mengikuti acara seperti tahun-tahun sebelumnya dengan datang secara langsung. Saya mengikuti perkembangan acara lewat timeline dengan hashtag. Salah satu akun yang menginfokan perkembangan acara di sana adalah akun @VisitJawaTengah seperti berikut ini. Semangat Siang. Yuk, bersiap dengan kemeriahan #Dugderan2016 ? Nantikan #LiveTweet nya dari Balaikota S...
Ada kabar gembira buat kamu yang mungkin baru menggunakan modem m3y. Kami baru sadar bahwa kartu 4G Smartfren bisa digunakan di modem M3Y yang perangkatnya sudah pernah kami review sebelumnya. Apakah kamu sudah juga mencobanya? Kami pikir M3Y sudah tidak bisa digunakan lagi dengan harganya yang kurang bersahabat untuk kami. Apalagi kartu yang tersemat sangat tidak memungkinkan kartu lain untuk masuk. Bahkan untuk sesama operator. Sekali keluar dari SIM Card-nya, kartu dipastikan tidak akan berfungsi. Ternyata bisa Internet merupakan kebutuhan wajib terkait aktivitas kami dalam dunia blogging. Maka saat sebelum pergi ke Jakarta acara ASUS kemarin, kami mencoba mempersiapkan segalanya yang salah satunya koneksi internet. Saat bertanya ke konter terdekat, ternyata kartu 4G Smartfren bisa digunakan untuk modem kami. Pokoknya yang keluaran Smartfren, kata penjaga konternya. Setelah memastikan sendiri dan menggunakannya, ternyata memang bisa. Apalagi kartu perdana y...
Kehadiran Parjo (Pancong & Burjo) yang berkolaborasi dengan Padangju di Jalan Jolotundo sejak akhir Juni kemarin jelas bukan sekadar menambah daftar tempat nongkrong baru. Bagi kami yang gemar mengamati dinamika urban dan bisnis kuliner lokal di Kota Semarang, ekspansi brand besar dari Semarang Atas ini menjadi pemantik peta persaingan baru yang semakin sengit di kawasan sekitar Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Jolotundo beberapa tahun terakhir memang sedang seksi-seksinya bersolek menjadi hub kuliner baru. Sebelum Parjo datang membawa hiruk-pikuk meja biliar dan operasional 24 jamnya, koridor jalan ini sudah lebih dulu dihidupkan oleh beberapa kedai kopi lokal. Dua di antaranya yang cukup mencolok dan sempat kami ulas adalah Kopi Maju 57 dan Bale Kompi —kedai kopi baru yang baru saja kami tulis pada bulan Mei 2025 lalu. Pertanyaannya, bagaimana kehadiran raksasa baru dari Tembalang ini memengaruhi ekosistem tempat ngopi yang sudah mapan di sekitarnya? Guncangan Efek FOMO Jangk...
Smartphone merek asal Tiongkok ini sebenarnya tidak pernah masuk dalam rencana kami saat berniat memiliki ponsel 5G pertama. Namun karena satu dan lain hal, kami akhirnya tergoda untuk melakukan sedikit "perjudian." Apa yang sebenarnya membuat kami mendadak tertarik dengan itel P55 5G ini? Cerita bermula saat keberuntungan kami mendadak luntur di pertengahan tahun. Smartphone utama yang kami gunakan sehari-hari performa baterainya drop total. Bahkan, saking parahnya, bagian layarnya sampai terangkat (melendung). Padahal semenjak mempensiunkan ASUS Zenfone 5, kami sangat mengandalkan perangkat ini—yang kebetulan didapat dari kebaikan rekan-rekan komunitas bola kami (istilahnya, kami dipinjamkan perangkat untuk operasional). Karena perangkat yang kami gunakan, termasuk tablet, bukanlah barang baru, masalah umur memang tidak bisa bohong. Sadar bahwa menunggu perangkat ini benar-benar mati total akan memicu masalah besar bagi produktivitas blog, kami memutuskan untuk mempercepat ...
Bagi sebagian besar orang, laptop tipis dan ringan sering kali diidentikkan dengan barang ringkih yang harus diperlakukan super hati-hati. Tapi, pemandangan berbeda justru tersaji di acara ASUS Media Gathering Semarang kemarin. Pihak ASUS Indonesia langsung mematahkan stigma tersebut lewat sebuah eksperimen ekstrem yang sukses membuat para blogger dan jurnalis di ruangan menahan napas. Targetnya adalah ASUS ExpertBook Ultra , sebuah laptop bisnis premium yang tebalnya cuma sekitar 1 sentimeter dengan bobot di bawah 1 kilogram. Di atas meja, laptop dalam kondisi tertutup ini mulai ditumpuk lempengan besi barbel. Tidak main-main, angkanya merangkak naik dari 10 kg, 30 kg, 50 kg, hingga menyentuh angka 100 kilogram! Ruangan sempat riuh, bahkan ada celetukan miris karena khawatir bodi laptopnya akan langsung melengkung atau layarnya retak menjadi serpihan. Namun, momen magis terjadi saat barbel diturunkan satu per satu dan laptop perlahan dibuka. Clack! Layar laptop langsung menyala nor...
Comments
Post a Comment