Maret 2026 dibuka dengan sapaan cuaca cerah di hari Minggu, setelah semalam sebelumnya Semarang diguyur "hujan mewah" yang menyisakan genangan di beberapa ruas jalan. Memasuki bulan ketiga ini, intensitas hujan diprediksi masih akan tinggi hingga akhir bulan. Jadi, sedia payung sebelum hujan tetap menjadi saran paling realistis, meski teriknya matahari Semarang juga siap menemani aktivitas Anda. Momen Puncak: Mudik dan Lebaran 1447 H Ramadan yang masih berlangsung dan berlanjut hingga pertengahan Maret membuat persiapan menjelang Idulfitri kian sibuk. Puncaknya, Idulfitri 1447 H diprediksi jatuh pada sekitar tanggal 20 Maret 2026. Bagi warga lokal, bersiaplah menghadapi "aspal ibu kota" yang semakin padat seiring kedatangan para pejuang rejeki dari perantauan. Bertemu sanak saudara memang menyenangkan, namun saat harus keluar rumah untuk liburan di tengah kemacetan kota, itulah tantangan sesungguhnya. Bagi Anda yang berencana mudik keluar Semarang, manfaatkan progra...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Film Satria Heroes: Revenge of Darkness
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Untuk pertama kalinya, kami menonton film berjenis Tokusatsu di bioskop. Film tersebut berjudul Satria Heroes: Revenge of Darkness. Rilis pertama kali di bioskop pada tanggal 4 Mei 2017 dan sepertinya baru film ini yang kali pertama ditayangkan di bioskop tanah air.
Kami beruntung bulan Mei ini mendapatkan tiket gratis nonton film Indonesia setelah hadir di launching pembukaan bioskop baru di Semarang, yaitu Cinemaxx. Bioskop ini sendiri berada di Java Mall. Kamu yang baru tahu kami sudah persiapkan reviewnya di sini bila kamu sangat penasaran.
Alur cerita
Bila kamu penggemar film Kamen Rider asal Jepang, tentu film Satria Heroes tidak asing buat kalian. Apalagi film ini merupakan serial dari Bima Satria Garuda yang ceritanya diputar di televisi dalam format serial.
Diangkatnya film ini ke format bioskop menjadi pertanda positif, apalagi film ini asli dari Indonesia dan berkolaborasi dengan Jepang. Ya, film yang diperankan oleh Christian Loho ini merupakan film tokusatsu pertama di Indonesia.
Keluar dari antusias tinggi para penggemar film berjenis Tokusatsu ini sendiri bahwa film ini membawa alur cerita yang sebenarnya menarik dan kekinian. Kami yang benar-benar tidak mengikuti versi serialnya banyak dijelaskan tentang siapa saja mereka.
Mau tidak mau, alur film ini membawa penontonnya maju mundur. Kadang melihat kebelakang (masa lalu) dan kemudian sudah ada di masa depan. Ada yang namanya dunia paralel. Dunia yang mungkin hanya dimengerti oleh para penggemar film ini.
Ceritanya tetap harus melawan kejahatan dan kerja sama dengan hero lainnya. Paling menarik adalah bagaimana seorang penjahat yang awalnya kami prediksi menjadi jagoan harus menjadi musuh utama di film dengan durasi 1 jam 32 menit ini.
Seorang pemuda dan gurunya berkelana menjelajahi setiap daerah. Dalam perjalanan, mereka berhadapan dengan monster. Tak disangka, sang guru rupanya memiliki kekuatan Satria (berubah seperti Kamen Rider). Obsesi sang murid untuk menjadi seperti gurunya membuat cerita tidak menonton menurut kami.
Efek yang profesional
Harus kami akui film yang skenarionya ditulis Reino Barack ini terbilang mumpuni. Kami tidak menemukan celah bahwa film ini kurang baik dari segi efek. Benar-benar top, seperti film Kamen Rider biasanya.
Ternyata semua ini bisa sebagus ini karna melibatkan Jepang dalam segi konsep dan penggarapan film. Termasuk sang sutradaranya, Kenzo Maihara, yang punya portofolio menggarap serial Kamen Rider, OOO, dan Wizard. Meski begitu, ada sutradara Indonesia juga yang membantunya yakni Arnandhan Wyanto. Cek trailer film Satria Heroes: Revenge of Darkness berikut ini untuk melihat bagaimana efek yang dibuat.
Pemain film Satria Heroes: Revenge of Darkness
Ada nama aktor spesial yang ikut bermain di film ini, yaitu Yayan Ruhian. Nama besarnya memang diharapkan ikut mendongkak film ini yang dimainkan di 2 negara yaitu Indonesia dan Jepang. Makanya kami heran saat melihat gunung Fuji jadi background di sini.
Pemain lainnya seperti Christian Loho, Fernando Surya, Stella Cornelia, Rayhan Febrian, Adhitya Alkatiri, Abio Abie, Thalia, dan Nino Kuya. Yayan Ruhian sendiri berperan sebagai Master Torga, yang juga punya kemampuan berubah menjadi Satria.
Antusias di Semarang
Boleh dikatakan saat launching bioskop baru di Semarang, film Satria Heroes mendapatkan angin segar menarik perhatian penonton. Mumpung tiketnya masih gratis, kami dan penonton lain, mau tak mau bisa merasakan duduk di dalam bioskop yang merupakan bioskop Cinemaxx pertama di Semarang.
Sayangnya, kami harus jujur bahwa film ini sempat ditinggal penonton setelah hampir 1 jam berlalu. Kami maklum dengan pilihan mereka yang tidak kebagian film lain mengingat pembagiannya menyesuaikan jumlah penonton. Kalau penuh, dapatnya yang seperti ini.
Di bioskop lain, Cinema XXI yang berada di Mal Ciputra, film ini sempat keluar masuk. Beberapa hari setelah tayang memang sempat konsisten bertahan. Kemudian film ini menghilang. Dan tiba-tiba masuk lagi dalam daftar film Indonesia yang tayang.
...
Film yang bercerita juga tentang persahabatan ini menjadi menarik saat mereka harus berhadapan dengan musuh lama yang kembali hadir. Jakarta diceritakan terancam dan butuh kemampuan para pahlawannya untuk mengatasinya.
Satu sisi, para pahlawan yang diharapkan berada di tempat yang berbeda. Dan satu lagi yang sudah benar-benar menghilang kemudian muncul juga. Ah, kami benar-benar tidak mengikuti dari cerita serialnya jadi hanya bisa menuliskannya sampai di sini.
Meski film ini benar-benar bernuansa Jepang, termasuk soundtrack filmnya yang dibawakan idol grup bernama Sakura 4 (salah satu membernya ternyata orang Indonesia), film ini tetaplah kami masukkan dalam daftar film Indonesia.
Film ini murni berbahasa Indonesia meski beberapa ada bahasa Jepang yang turut dimasukkan. Dan juga kostumnya memiliki ciri khas Indonesia. Kira-kira, adakah kelanjutannya film ini nanti di layar lebar kembali? Hmm..
Mengawali bulan Maret, kegiatan ngabuburit kami terasa jauh lebih berwarna. Jika biasanya waktu jelang berbuka dihabiskan dengan berburu takjil di sekitar masjid, kali ini kami memilih untuk duduk melingkar di ruang pertemuan SDK (Semarang Digital Kreatif) . Lokasinya tidak asing, namun wajah barunya di Ruko GOR Tri Lomba Juang (TLJ) memberikan nuansa yang lebih segar dan sangat strategis di tengah kota. Reuni dan Kebangkitan Komunitas Undangan sudah mendarat di WhatsApp beberapa hari sebelumnya. Meski namanya Komunitas Coding Mum Semarang, wajah-wajah yang hadir di sana terasa familiar. Setelah kami telusuri kembali, komunitas yang diinisiasi oleh Bekraf ini sejatinya sudah terbentuk sejak tahun 2018. Sayangnya, kiprah mereka sempat terhenti cukup lama akibat badai pandemi. Melihat antusiasme ibu-ibu yang hadir pada Selasa sore (3/3/2026) di SDK TLJ, rasanya seperti melihat kawan lama yang akhirnya "pulang ke rumah". Kehadiran mereka di sana bukan sekadar reuni akbar, melain...
Cardea, salah satu penyedia layanan Physiotherapy & Pilates yang sudah familiar bagi masyarakat pecinta olahraga, akhirnya resmi membuka cabangnya yang ke-8 di Kota Semarang pada Sabtu (7/3/2026) kemarin. Pemilihan lokasinya terbilang menarik, yakni di Jangli Symphoni, Jl. Candi Golf Boulevard. Di sekitarnya pun sudah ada fasilitas mini soccer , padel , hingga gym yang saling berdekatan. Kami melihat ini sebagai bagian strategi cerdas Cardea untuk masuk ke dalam ekosistem olahraga yang sudah terbentuk di kawasan atas. Ngabuburit Spesial Kami sendiri beruntung bisa turut hadir dalam acara grand opening -nya. Meski disayangkan salah satu aktivitas yang berhubungan dengan komunitas terpaksa batal karena cuaca Semarang yang mendadak berubah, agenda lain tetap berjalan sesuai rundown . Kami pikir ngabuburit kali ini terasa lebih spesial lagi. Acara dilanjutkan dengan ramah tamah setelah semua peserta diajak masuk ke lantai pertama. Ruangannya penuh oleh rekan-rekan dari berbagai k...
Ada kabar gembira buat kamu yang mungkin baru menggunakan modem m3y. Kami baru sadar bahwa kartu 4G Smartfren bisa digunakan di modem M3Y yang perangkatnya sudah pernah kami review sebelumnya. Apakah kamu sudah juga mencobanya? Kami pikir M3Y sudah tidak bisa digunakan lagi dengan harganya yang kurang bersahabat untuk kami. Apalagi kartu yang tersemat sangat tidak memungkinkan kartu lain untuk masuk. Bahkan untuk sesama operator. Sekali keluar dari SIM Card-nya, kartu dipastikan tidak akan berfungsi. Ternyata bisa Internet merupakan kebutuhan wajib terkait aktivitas kami dalam dunia blogging. Maka saat sebelum pergi ke Jakarta acara ASUS kemarin, kami mencoba mempersiapkan segalanya yang salah satunya koneksi internet. Saat bertanya ke konter terdekat, ternyata kartu 4G Smartfren bisa digunakan untuk modem kami. Pokoknya yang keluaran Smartfren, kata penjaga konternya. Setelah memastikan sendiri dan menggunakannya, ternyata memang bisa. Apalagi kartu perdana y...
Kami kembali lagi turut merayakan Hari Perempuan Sedunia yang diperingati tiap tanggal 8 Maret, sebagaimana rutinitas kami tahun-tahun sebelumnya. Namun kali ini, rasanya agak sedikit mellow sekaligus sangat bergairah karena ada inspirasi baru yang ingin kami bagikan. Apakah kamu juga ikut merayakannya? Jika tidak, mari hampiri mereka yang ingin kami ceritakan di halaman ini. Jangan salah sangka dulu. Perayaan yang kami maksud bukan berarti ada pesta besar atau pemotongan tumpeng mewah ala acara grand opening Cardea Semarang kemarin yang kami hadiri. Bagi kami, perayaan International Women’s Day (IWD) tahun ini lebih ke sisi refleksi melalui sebuah tulisan. Maret selalu punya cerita sendiri bagi perempuan di seluruh dunia, tak terkecuali di kota kami, Semarang. Sebagai pihak yang terbiasa memotret dinamika komunitas lokal, peringatan Hari Perempuan Sedunia bagi kami adalah momentum yang sangat bagus untuk kembali menoleh ke belakang dan melihat ke depan. Hanya saja, tahun ini teras...
Tahun lalu, suasana buka puasa di Masjid Raya Baiturrahman Simpang Lima Semarang hanya kami dokumentasikan dalam bentuk galeri foto. Namun Ramadan kali ini, kami ingin menceritakannya lebih dalam di sini. Sebab, Baiturrahman lebih dari sekadar destinasi berburu takjil gratis; ia adalah ruang tamu paling inklusif di jantung Kota Semarang. Rabu sore (25/2), stang sepeda kami arahkan menuju kawasan Simpang Lima. Masjid yang kini genap berusia 52 tahun ini adalah saksi bisu sejarah. Sejak diresmikan tahun 1974, ia telah melihat bagaimana Simpang Lima bertransformasi dari lapangan terbuka menjadi pusat gravitasi ekonomi dan sosial yang modern. Inilah alasan kuat mengapa kami memasukkan masjid ini ke dalam daftar kunjungan wajib Ramadan setelah MAJT, MAS, Pekojan, dan Layur. Arsitektur Lokal di Tengah Modernitas Keistimewaan Baiturrahman terletak pada lokasinya yang sangat strategis. Meski dikepung gedung tinggi, masjid ini tetap mempertahankan identitas lokal dengan atap limasan. Selain nil...
Comments
Post a Comment