Maret 2026 dibuka dengan sapaan cuaca cerah di hari Minggu, setelah semalam sebelumnya Semarang diguyur "hujan mewah" yang menyisakan genangan di beberapa ruas jalan. Memasuki bulan ketiga ini, intensitas hujan diprediksi masih akan tinggi hingga akhir bulan. Jadi, sedia payung sebelum hujan tetap menjadi saran paling realistis, meski teriknya matahari Semarang juga siap menemani aktivitas Anda. Momen Puncak: Mudik dan Lebaran 1447 H Ramadan yang masih berlangsung dan berlanjut hingga pertengahan Maret membuat persiapan menjelang Idulfitri kian sibuk. Puncaknya, Idulfitri 1447 H diprediksi jatuh pada sekitar tanggal 20 Maret 2026. Bagi warga lokal, bersiaplah menghadapi "aspal ibu kota" yang semakin padat seiring kedatangan para pejuang rejeki dari perantauan. Bertemu sanak saudara memang menyenangkan, namun saat harus keluar rumah untuk liburan di tengah kemacetan kota, itulah tantangan sesungguhnya. Bagi Anda yang berencana mudik keluar Semarang, manfaatkan progra...
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
Review Semarang Night Carnival 2017
Get link
Facebook
X
Pinterest
Email
Other Apps
-
Semarang Night Carnival 2017 atau SNC memang berjalan sukses, terutama di panggung utama dimana dihadiri pejabat pemerintah, tamu undangan dan masyarakat. Kami tentu sangat senang dan bangga dengan event yang tahun ini sudah berjalan ketujuh kalinya. Apalagi, SNC masuk daftar agenda Nasional.
Bagaimana kabar malam minggu kalian pada tanggal 6 Mei 2017? Kami sendiri sedang berada di atas jembatan, BCA Pemuda, yang sedang menyaksikan Semarang Night Carnival 2017. Lautan manusia mengurai jalanan yang akan dilalui parade kostum. Luar biasa antusiasnya.
Meski begitu, kami harus menunggu beberapa jam parade ini melintas. Sabar adalah kunci di sini, sambil melirik kendaraaan yang terus melintas tanpa merasa bersalah, sehingga jalanan menjadi macet dan tidak enak dilihat.
Alasan kami mengambil dari jembatan karna ingin melihat sesuatu yang berbeda. Lokasi titik utama di nol kilometer, keberangkatan, sudah banyak bloger dan awak media yang meliput. Kami memang punya id card, tapi tetap saja ini kurang menarik.
Tema Semarang Night Carnival 2017
Tahun ini, SNC 2017 mengusung tema 'Paras Semarang' yang identik dengan Semarangan. Ada 4 penampilan kostum yang dipertunjukkan seperti Defile burung Blekok yang diambil dari burung sejenis bangau yang biasa ditemui di Semarang bagian atas. Lalu, defile kembang sepatu yang diambil dari bunga khas Semarang berwarna merah, defile kuliner yang menampilkan makanan khas Semarang seperti Lunpia, Wingko Babat, Gandjel Rel dan sebagai. Terakhir, defile lampion yang diambil dari khas Semarang sekitar tahun 1942 bernama dian kurung.
Selain parade kostum, karnival juga dimeriahkan marching band dari Taruna Akmil Lokananta Magelang, tamu dari luar kota hingga dari mancanegara yang turut ambil bagian dengan menampilkan budaya mereka juga. Dari luar kota, ada Sawahlunto yang menampilkan kostum dengan bentuk bunga matahari. Lalu ada juga dari Jember, Jepara, dan Kendal.
Sedangkan yang dari luar negeri ada Taiwan yang menampilkan atraksi tarian dan Liong, Thailand dengan tarian, Korea Selatan dengan aksi menabuh genderang dan Sri Lanka juga dengan tarian. Oh ya, masih ada Vietnam yang ikut ambil bagian juga.
Antusias yang tinggi dari masyarakat
Gambar di bawah ini sudah sangat berbicara bagaimana masyarakat Semarang begitu antusias menyaksikan SNC 2017. Apalagi pada malam hari, SNC sudah menjadi kebanggaan buat semua orang, termasuk kami.
Di tengah masyarakat yang mengerubuni jalur yang dilintasi parade, kami yakin para kontestan sangat bangga dengan malam yang terjadi pada mereka. Mereka pasti melupakan sejenak bagaimana beratnya kostum yang digunakan, molornya waktu pelaksanaan, masalah-masalah kecil yang mempengaruhi perform mereka dan sebagainya.
Apalagi malam ini tidak seperti malam-malam tahun sebelumnya yang identik dengan hujan yang menyelimuti acara. Sepertinya tahun ini, SNC yang dimulai pukul 8 malam direstui banget untuk lebih sukses dari tahun sebelumnya.
Koreksi event buat selanjutnya
Kami tidak bermaksud untuk meruntuhkan suka cita kalian yang begitu bangga dan menyenangkan melihat SNC ini. Apalagi mesin pencari yang sangat ramah dengan keberhasilan gelaran tiap tahun yang digelar untuk memeriahkan Hari Jadi Kota Semarang.
Tidak ada yang sempurna, kutipan yang sering kami baca untuk menggambarkan event ini dari sudut pandang kami yang sedang berada di atas peserta karnival dan masyarakat (jembatan).
Bila di titik nol Kilometer jalannya acara berjalan sukses, namun tidak demikian koreksi kami di sini. Sebaiknya jalur yang akan dilewati peserta harus benar-benar steril dari kendaraan. Terutama jalur jalan Pemuda di mana kami berada seperti gambar di bawah.
Meski ada panitia berjaga, lalu lintas yang memang dibuka karna peserta karnival belum melewati akhirnya membuat jalanan semakin kurang sedap dilihat saat parade sampai di jalur yang kami lihat.
Tahun depan, ini bisa jadi masukan yang sangat baik untuk terus menyempurnakan Semarang Night Carnival 2018 dan memasuki tahun ke 8. Karna bila jalur bebas dari kendaraan, bukan saja nyaman buat masyarakat yang melihat tapi juga buat jalur peserta yang membuat mereka lebih nyaman saat melintas.
...
Semarang Night Carnival tahun ini mengambil rute dari Titik Nol Kilometer Semarang sampai ke Lawang Sewu dengan jarak sekitar 1,3 Kilometer. Di Twitter sendiri, SNC menjadi trending untuk Indonesia.
Untuk jumlah peserta, SNC tahun ini diikuti 400 peserta plus dari undangan dari dalam maupun luar negeri. Sayangnya kami tidak mengikuti hingga pengumuman kostum terbaik Semarang Night Carnival 2017 ini berakhir.
Meski ada koreksi tentang rute yang dilewati kurang sedap dipandang mata, Semarang Night Carnival tetap saja membius ribuan masyarakat yang menyaksikan. Dan menurut Wali Kota Semarang, SNC sudah masuk dalam agenda Wisata Nasional atau Indonesia.
Kamu yang ingin melihat lebih banyak foto dokumentasi Semarang Night Carnival 2017 kami yang diambil dari jembatan, bisa mengunjungi halaman Photoblog yang sudah kami posting duluan di sini.
Mengawali bulan Maret, kegiatan ngabuburit kami terasa jauh lebih berwarna. Jika biasanya waktu jelang berbuka dihabiskan dengan berburu takjil di sekitar masjid, kali ini kami memilih untuk duduk melingkar di ruang pertemuan SDK (Semarang Digital Kreatif) . Lokasinya tidak asing, namun wajah barunya di Ruko GOR Tri Lomba Juang (TLJ) memberikan nuansa yang lebih segar dan sangat strategis di tengah kota. Reuni dan Kebangkitan Komunitas Undangan sudah mendarat di WhatsApp beberapa hari sebelumnya. Meski namanya Komunitas Coding Mum Semarang, wajah-wajah yang hadir di sana terasa familiar. Setelah kami telusuri kembali, komunitas yang diinisiasi oleh Bekraf ini sejatinya sudah terbentuk sejak tahun 2018. Sayangnya, kiprah mereka sempat terhenti cukup lama akibat badai pandemi. Melihat antusiasme ibu-ibu yang hadir pada Selasa sore (3/3/2026) di SDK TLJ, rasanya seperti melihat kawan lama yang akhirnya "pulang ke rumah". Kehadiran mereka di sana bukan sekadar reuni akbar, melain...
Cardea, salah satu penyedia layanan Physiotherapy & Pilates yang sudah familiar bagi masyarakat pecinta olahraga, akhirnya resmi membuka cabangnya yang ke-8 di Kota Semarang pada Sabtu (7/3/2026) kemarin. Pemilihan lokasinya terbilang menarik, yakni di Jangli Symphoni, Jl. Candi Golf Boulevard. Di sekitarnya pun sudah ada fasilitas mini soccer , padel , hingga gym yang saling berdekatan. Kami melihat ini sebagai bagian strategi cerdas Cardea untuk masuk ke dalam ekosistem olahraga yang sudah terbentuk di kawasan atas. Ngabuburit Spesial Kami sendiri beruntung bisa turut hadir dalam acara grand opening -nya. Meski disayangkan salah satu aktivitas yang berhubungan dengan komunitas terpaksa batal karena cuaca Semarang yang mendadak berubah, agenda lain tetap berjalan sesuai rundown . Kami pikir ngabuburit kali ini terasa lebih spesial lagi. Acara dilanjutkan dengan ramah tamah setelah semua peserta diajak masuk ke lantai pertama. Ruangannya penuh oleh rekan-rekan dari berbagai k...
Ada kabar gembira buat kamu yang mungkin baru menggunakan modem m3y. Kami baru sadar bahwa kartu 4G Smartfren bisa digunakan di modem M3Y yang perangkatnya sudah pernah kami review sebelumnya. Apakah kamu sudah juga mencobanya? Kami pikir M3Y sudah tidak bisa digunakan lagi dengan harganya yang kurang bersahabat untuk kami. Apalagi kartu yang tersemat sangat tidak memungkinkan kartu lain untuk masuk. Bahkan untuk sesama operator. Sekali keluar dari SIM Card-nya, kartu dipastikan tidak akan berfungsi. Ternyata bisa Internet merupakan kebutuhan wajib terkait aktivitas kami dalam dunia blogging. Maka saat sebelum pergi ke Jakarta acara ASUS kemarin, kami mencoba mempersiapkan segalanya yang salah satunya koneksi internet. Saat bertanya ke konter terdekat, ternyata kartu 4G Smartfren bisa digunakan untuk modem kami. Pokoknya yang keluaran Smartfren, kata penjaga konternya. Setelah memastikan sendiri dan menggunakannya, ternyata memang bisa. Apalagi kartu perdana y...
Kami kembali lagi turut merayakan Hari Perempuan Sedunia yang diperingati tiap tanggal 8 Maret, sebagaimana rutinitas kami tahun-tahun sebelumnya. Namun kali ini, rasanya agak sedikit mellow sekaligus sangat bergairah karena ada inspirasi baru yang ingin kami bagikan. Apakah kamu juga ikut merayakannya? Jika tidak, mari hampiri mereka yang ingin kami ceritakan di halaman ini. Jangan salah sangka dulu. Perayaan yang kami maksud bukan berarti ada pesta besar atau pemotongan tumpeng mewah ala acara grand opening Cardea Semarang kemarin yang kami hadiri. Bagi kami, perayaan International Women’s Day (IWD) tahun ini lebih ke sisi refleksi melalui sebuah tulisan. Maret selalu punya cerita sendiri bagi perempuan di seluruh dunia, tak terkecuali di kota kami, Semarang. Sebagai pihak yang terbiasa memotret dinamika komunitas lokal, peringatan Hari Perempuan Sedunia bagi kami adalah momentum yang sangat bagus untuk kembali menoleh ke belakang dan melihat ke depan. Hanya saja, tahun ini teras...
Tahun lalu, suasana buka puasa di Masjid Raya Baiturrahman Simpang Lima Semarang hanya kami dokumentasikan dalam bentuk galeri foto. Namun Ramadan kali ini, kami ingin menceritakannya lebih dalam di sini. Sebab, Baiturrahman lebih dari sekadar destinasi berburu takjil gratis; ia adalah ruang tamu paling inklusif di jantung Kota Semarang. Rabu sore (25/2), stang sepeda kami arahkan menuju kawasan Simpang Lima. Masjid yang kini genap berusia 52 tahun ini adalah saksi bisu sejarah. Sejak diresmikan tahun 1974, ia telah melihat bagaimana Simpang Lima bertransformasi dari lapangan terbuka menjadi pusat gravitasi ekonomi dan sosial yang modern. Inilah alasan kuat mengapa kami memasukkan masjid ini ke dalam daftar kunjungan wajib Ramadan setelah MAJT, MAS, Pekojan, dan Layur. Arsitektur Lokal di Tengah Modernitas Keistimewaan Baiturrahman terletak pada lokasinya yang sangat strategis. Meski dikepung gedung tinggi, masjid ini tetap mempertahankan identitas lokal dengan atap limasan. Selain nil...
Comments
Post a Comment